Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Tinggal bersama#


__ADS_3

Gibran, langsung membawa gadis bernama Wina itu ke kediaman nya, karena dia merasa bahwa gadis itu mungkin telah ditakdirkan untuk ia tolong.


Wina pun ikut Gibran dan dia ditempatkan di sebuah kamar yang cukup besar dan mewah dirumah tersebut.


"Om...ini terlalu mewah apa?.. tidak ada lagi kamar lain"ucap Wina.


"Tidak ada Wina ini apartemen bukan rumah biasa yang memiliki banyak ruangan saya punya rumah tapi jarang tinggal di sana"ucap Gibran beralasan.


"Aku tidak bisa tinggal geratis an disini"ucap Wina.


"Terserah kamu saja yang pasti bukan saya yang minta"ucap Gibran.


"Heummm"jawab Wina yang kini tengah duduk di samping ranjang, sementara itu Gibran tengah memandang ke arah balkon kamar yang ditempati oleh Wina.


"Tuan apa makanan kesukaan tuan"ucap Wina.


aku bukan orang yang suka pilih-pilih makanan,win kamu bebas masak apa saja setelah kamu sembuh nanti, tapi saya tidak ingin kamu kelelahan"ucap Gibran.


"Tidak masalah tuan "ucap Wina.


hari demi hari berlalu Gibran dan Wina selalu sarapan pagi bersama begitu juga dengan makan malam , ternyata Wina adalah gadis yang pintar dia selalu bisa beradaptasi dengan mudah.


dia tidak hanya pintar memasak tapi juga rajin bersih-bersih, apartemen Gibran yang biasanya dibersihkan satu minggu sekali, tapi sekarang Jordan seakan memiliki istri setiap kali pulang kerja dia akan membelikan satu stelan baju untuk Wina, meskipun harga nya tidak mahal tapi lumayan bagus dan cocok untuk Wina yang cantik tidak penting harga nya berapa.


begitu juga dengan Wina, dia sangat bersyukur ada orang yang mau menanggung biyaya hidup nya dengan cuma-cuma meskipun dia adalah orang asing.


hingga saat Gibran pulang larut malam dia masih di bantu oleh teman nya dalam keadaan mabuk wina yang membantu Gibran masuk setelah kawan nya mengalihkan Gibran padanya.


seseorang yang saat itu membantu Gibran masuk ke, dalam kamar nya tiba-tiba menarik Wina ke kamar sebelah.


"Lepas kan aku tuan kau mau apa?... lepas tolong-tolong"ucap Wina yang kini berteriak histeris hingga dia hampir kehabisan suara, pria itu tetap memaksa Wina untuk melayani nafsu bejat nya hingga baju yang Wina pakai terkoyak, gadis itu bertaruh nyawa dia terus berontak menendang dan menjerit meminta tolong.


tiba-tiba bug...bug... Gibran menghajar pria itu membabi buta, setelah itu dia menghampiri Wina, yang kini tersungkur di lantai dengan pakaian compang-camping gak karuan dia menangis hebat tubuhnya bergetar, ketakutan terlihat saat Gibran hendak menyentuhnya sementara pria itu, sudah lari terbirit-birit.


"Maaf kan aku win...aku tidak tau jika kebodohan ku, akan membuat mu seperti ini, katakan pada ku apa?... dia memperkosa mu"ucap Gibran, tapi Wina tetap diam dia hanya menangis tanpa bisa menjawab karena trauma yang dia alami saat ini.


"Wina tenangkan diri mu, aku janji setelah ini tidak akan ada lagi yang menyakiti mu"ucap Gibran sambil memeluk Wina.


"Aku kotor tuan,lebih baik aku mati saja, aku takut jika terus hidup, semua orang akan menyakiti ku"ucap Wina.


"Wina jawab aku apa?... bajingan itu memperkosa mu tadi"ucap Gibran.


"Diperkosa atau tidak aku tetap kotor tuan dia menjamah tubuh ku, aku tidak tahan lebih baik aku mati saja"ucap Wina yang hendak lari ke balkon tapi Gibran menariknya dan membawa nya kedalam pelukan nya.


"Win... apa pun yang telah terjadi biarkan aku yang akan bertanggung jawab,aku akan menikahi mu besok jadi kamu tenang ya win"ucap Gibran.


"Tidak tuan, aku bukan wanita yang pantas untuk tuan aku kotor tuan,aku kotor,hiks hiks hiks hiks.


tangis itu terdengar memilukan Wina begitu pilu Gibran tidak pernah melihat dia menangis sesenggukan seperti saat ini, bahkan saat ditusuk pisau pun gadis itu tidak seperti ini.


setelah Wina tenang Gibran pun memberikan baju piyama tidur yang baru karena semua sudah terkoyak hanya tersisa dalamnya yang utuh dan itu artinya Wina belum sempat terjamah sepenuhnya.


Gibran pura-pura membalikkan badannya agar tidak melihat Wina yang tengah berganti pakaian, pria itu tidak mungkin pergi karena dia sendiri saat ini masih merasakan sakit kepala berat akibat kebanyakan minum.


Wina sudah selesai menggunakan baju dia pun membasuh wajah nya di wastafel


"Setelah selesai dia kembali duduk Air mata nya, terus meleleh meskipun dia sudah berusaha menghentikan tangisnya, dia benar-benar syok.

__ADS_1


"Wina maaf kan aku, aku numpang tidur di sini dulu besok pagi kita akan bicara lagi"ucap Gibran yang tiba-tiba tertidur pulas karena pusing sementara Wina, dia terus berpikir hingga pagi menjelang, wanita itu tidak memejamkan mata nya sedikit pun.


hingga tepat pukul tujuh pagi, kebetulan hari ini adalah weekend, Gibran baru terbangun, dia melihat wanita yang tertidur di depan meja makan.


"Win... kamu kok tidur di sini kenapa?... tidak tidur di kamar"ucap Gibran.


"Ehh...maaf tuan saya ketiduran setelah memasak sarapan pagi tadi"ucap Wina.


"Pergilah cuci wajah mu, setelah itu kita sarapan bersama"ucap Gibran.


dan Wina, yang penurut pun dia mengikuti apa yang Gibran katakan.


setelah membasuh muka, wanita itu langsung menemui Gibran di meja makan.


sementara mereka pun sarapan pagi bersama meskipun terlihat Wina, sangat tidak bernafsu untuk makan.


"Wina tentang kejadian tadi malam,aku benar-benar minta maaf, semua karena kebodohan ku, kamu hampir di perkosa tapi demi kebaikan mu, aku akan bertanggung jawab, kita akan menikah secara siri karena data-data yang kamu miliki tidak lengkap dan juga kamu tidak memiliki wali, dan atas pertimbangan itu,aku memutuskan kita akan nikah siri, tapi meskipun begitu istri ku hanya satu yaitu dirimu"ucap Gibran.


"Aku tidak tau harus menjawab apa?... tapi kalau boleh jujur aku ingin menikah di depan orang tua kandung ku, tapi semua tidak mungkin aku akan menerima takdir, yang penting suamiku bisa menerima ku apa adanya, dan untuk pernikahan ini aku tidak minta ampun"Ucap Wina.


"Walaupun kamu tidak meminta nya,aku akan tetap memberikan mahar, meskipun itu tidak sebesar pernikahan orang lain, tapi mudah-mudahan pernikahan ini menjadi yang terakhir kali nya"ucap Gibran.


mereka pun selesai sarapan pagi, Wina langsung beres-beres semua setelah usai Gibran mengajak nya untuk pergi menuju sebuah butik untuk membeli kebaya pernikahan mereka, meskipun mereka hanya menikah siri Gibran ingin pernikahan yang berkesan untuk istrinya itu.


tidak hanya itu, pernikahan mereka tetap disaksikan oleh banyak orang .


🌹💖💖💖🌹


sementara itu di kediaman Rayendra Daisy tengah menikmati masa-masa kehamilan tua yang sudah memasuki trimester ketiga, Daisy selalu berolahraga dengan instruktur senam hamil yang sudah ahli, sementara Rayendra jarang pulang tapi Daisy tidak pernah merasa kehilangan karena vino seperti dulu saat dia sedang di desa.


"Tan...aku mau punya babby tapi bagaimana caranya, istrinya tidak ada"ucap vino.


sementara vino hanya nyengir kuda, pria tampan itu malah memeluk Daisy karena dia berdiri di belakang sofa yang tengah diduduki oleh Daisy, pria itu pun mengecup pipi Daisy, seperti yang sering ia lakukan selama ini.


"Vino...bau tau kebiasaan deh"ucap Daisy.


"Aku kangen udah dua hari gak ketemu"ucap vino.


"Vino kangen itu untuk istri atau keluarga kamu kangen aku tidak ada untungnya"ucap Daisy.


"Tentu saja ada Tante....aku kan pengganti suami Tante"ucap Vino.


"Omdo "ucap Daisy.


"Maksud nya?..."ucap Vino.


"Omong doang"ucap Daisy.


kok omong doang sih Tante,aku itu setia"ucap Vino.


"Sudah lah vino kamu itu selalu saja membual , Tante lelah mau tidur dulu terserah kamu mau tetap disini atau pulang"ucap Daisy.


"Aku pulang juga gak ada yang nyambut mending disini"ucap Vino.


"Hey bocah makin gede bukan nya mikir ini malah menjadi ucap Rio, sementara Rayendra terlihat marah dia langsung masuk kedalam kamar tanpa menoleh kearah Daisy.


"Kak... kamu itu selalu saja gangguin saat aku menggoda wanita seperti Tante cantik ini"ucap Vino sambil mengelus puncak kepala Daisy.

__ADS_1


"Hey... stop pegang-pegang bini orang apa?... kamu tidak malu"ucap Rio.


"Bos... dia itu bukan manusia mana ada kata malu"ucap Daisy yang langsung berdiri dah Vino,aku mau bobo dulu"ucap Daisy.


Daisy pun langsung bergegas menuju lift dia hendak ke kamar nya dilantai paling atas.


sesampainya di sana dia melihat Rayendra tengah sibuk dengan ponselnya sambil duduk bersandar di tepi ranjang seakan tak menghiraukan Daisy.


"Aku itu punya suami, tapi yang kasihperhatian orang lain, yang hamili akujuga suamiku tapi saat ngidam orang lain juga yang penuhi kebutuhan ngidam ku, sebenarnya apa sih yang ada di diri ku , yang membuat suamiku sendiri mengacuhkan ku"ucap Daisy sambil duduk di sofa.


"Tanya pada hati mu,ada aku gak disana"ucap Rayendra.


"Enggak"jawab Daisy lempeng.


"Bicara yang baik"ucap Rayendra.


"Mas... lama-lama aku cape juga, kamu semakin kesini semakin mengabaikan ku, jika kamu betah di rumah istri tua mu mending kamu tidak usah pulang sekalian"ucap Daisy.


"Ini juga rumahku,wajar jika aku pulang"ucap Rayendra datar.


"Ya... kamu benar ini rumah mu,aku yang salah numpang di rumah mu, dan gak tau diri"ucap Daisy.


"Daisy kamu mau nya apa sih aku sedang lelah dan kamu selalu mengajak ku ribut!!..."teriak Rayendra yang sedari tadi menahan marah.


"Aku ngajak ribut ya kamu benar aku ngajak ribut, tidak tau diri kan aku sudah menumpang hidup sekarang ngajak ribut pula, benar-benar gila kan"ucap Daisy yang terus menyalahkan diri nya sendiri.


wanita itu berjalan ke walk-in closed dia mengganti bajunya dengan baju baby doll, khusus ibu hamil dia juga meraih jaket dan memakai nya, setelah itu dia pun mengambil tas dan sandal teplek, dia memasukkan semua nya kedalam tas kecil miliknya setelah itu dia keluar hanya membawa tas kecil miliknya yang berisi dompet dan juga handphone.


dia berjalan melewati Rayendra yang kini menatap ke arah nya.


"Daisy apa yang kamu lakukan, berhenti Daisy berhenti aku bilang"ucap Rayendra yang terus berbicara tanpa wanita itu hiraukan.


wanita hamil itu terus berjalan dia sudah tidak perduli lagi dengan semua cinta yang pernah ada, Daisy sudah terlalu banyak merasakan perih ketimbang bahagia selama ini.


Rayendra terus berusaha menghentikan langkahnya tapi dia tidak menghiraukan panggilan Rayendra, sementara vino dan Rio kini terbengong.


"Tante berhenti ada masalah apa?... kita bicara kan baik-baik"ucap Vino.


"Iya Daisy ada apa?... ucap Rio.


"Tidak akan ada yang baik-baik saja jika seseorang sudah menegaskan berkali-kali bahwa rumah ini adalah milik nya, dan dia bebas pulang pergi sesuka hati, jadi aku yang numpang hidup harus sadar diri pergi dari rumah"ucap Daisy sambil menahan sakit nya.


"Yang aku tidak pernah bilang kalau kamu numpang ya, aku bahkan bangun rumah ini hanya untuk mu"ucap Rayendra.


"Bohong tau gak, apa?...pantas setiap kali ada masalah kamu selalu menyebut ini adalah rumah mu, lalu aku ini apa?...ini bukan pertama kalinya kamu bersikap seperti ini bahkan rumahku yang di sana hasil kerja keras ku selama dua tahun kamu ambil kamu bilang sebagai uang ganti rugi karena telah membayarkan biyaya kuliah ku,aku kasih meskipun aku tidak pernah minta bahkan aku ganti uang itu aku kurang apalagi, aku sudah pergi menjauh dari hidup mu, bahkan aku sudah mulai dari nol, tapi apa?... apa yang kamu lakukan, lama-lama aku cape juga,aku hanya manusia biasa, tapi aku juga bukan pelacur"ucap Daisy yang langsung pergi.


"Yang aku bilang berhenti!!..."teriak Rayendra yang menggema di ruangan tersebut tapi Daisy tidak kunjung kembali, dia pergi dengan mobil miliknya yang dibawakan oleh vino.


"Kau itu ternyata pecundang ya, Rayendra aku tidak menyangka,pantas saja Daisy, selalu berusaha untuk menghindari mu, ternyata begini sikap mu ,aku benar-benar malu punya adik seperti mu"ucap Rio yang langsung pergi disusul oleh Vino.


"Kak Daisy pasti menuju ke kampung"ucap Vino.


"Tidak... dia tidak mungkin ke oh...sial dia pergi menuju pantai"ucap Rio.


sementara Daisy meminta seseorang membawa cincin tersebut ke sebuah pantai dan melemparkannya ke sana,agar Daisy dianggap mati bahkan wanita itu memberikan mobil itu pada tukang sampah yang iya suruh tadi Daisy sendiri pergi menggunakan pesawat dia ingin pergi sejauh mungkin agar Rayendra tidak lagi menemukan nya.


"Yang kamu tega ngelakuin ini hihihihiks "Rayendra sedang menangis di tepi pantai, semua berkat kebodohan nya Daisy hilang ditelan ombak.

__ADS_1


wanita itu kini tengah tertidur di pesawat dan seseorang tengah menatap nya.


"Aku tau kamu sedang tidak baik-baik saja, sayang tapi akan aku pastikan hidup mu nyaman dengan bayi yang kau kandung"ucap seorang pria asing.


__ADS_2