Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Wina#


__ADS_3

"Setelah makan malam mereka masih berada di pantai keduanya ingin menikmati waktu bersama anggap saja itu adalah bulan madu dadakan mereka berdua, meskipun saat ini mereka tidak bisa bersama selamanya karena Rayendra memiliki istri lain di rumah nya yang lain.


Rayendra masih setia memeluk Daisy saat ini karena wanita itu bilang bahwa dia kedinginan dan ingin dipeluk meskipun dia itu tau sudah berada di dalam selimut.


"Abang sudah dua malam Abang berada di sini kenapa?... Abang tidak menelpon istrinya nanti dia marah gimana"ucap Daisy.


"Sayang aku mohon jangan bahas dia, saat kita sedang bersama-sama"ucap Rayendra.


"Berarti Abang menginginkan agar aku menjadi wanita yang tidak punya hati , iya begitu"ucap Daisy.


"Tidak sayang hanya saja aku tidak suka kebahagiaan kita terganggu,asal kamu tau aku hanya mencintai satu wanita dalam hidup ku ya itu kamu"ucap Rayendra.


"Terus istri Abang yang lainnya gimana"ucap Daisy.


sayang andaikan saja aku bisa memilih aku ingin menikah satu kali saja, dan itu hanya dengan mu, tapi lagi-lagi karena paksaan kedua orang tua ku,aku tidak berdaya sayang andaikan dulu kamu tidak pernah pergi dariku mungkin mungkin aku akan menjadi lelaki yang paling bahagia seperti sekarang ini"ujar Rayendra, sambil terus memeluk dan mencium Daisy tanpa berniat untuk melepaskan nya.


mereka pun bercinta dengan penuh gairah Daisy kini sudah melepaskan beban berat di pundak nya apapun yang terjadi nanti dia tidak akan pernah mau mengalah lagi.


Daisy ingin mempertahankan hubungan itu untuk calon anak nya, dia tidak ingin calon anak nanti tidak memiliki ayah.


keesokan paginya mereka memutuskan untuk tinggal di Mension, utama milik Rayendra yang berada di ibukota.


semua itu dia lakukan untuk mempermudah mereka jika mereka ingin bepergian karena letaknya cukup strategis dan sangat dekat menuju rumah sakit atau pun kantor .


sesampainya di sana mereka sudah disambut oleh para pelayan yang bekerja di sana


Daisy pun langsung dibawa menuju kamar utama mereka di lantai dua, dengan pemandangan yang sangat indah dari balkon.


sementara itu di kediaman istrinya yang pertama , wanita itu tengah menikmati makan siang bersama dengan sepupu Rayendra dari ibu tiri nya itu.


pria itu bahkan dengan tidak tahu malunya bergelayut manja pada wanita hamil yang tengah makan sambil duduk di pangkuan pria yang bahkan lebih muda dari nya empat tahun.


wanita itu juga selalu melakukan itu setiap kali Rayendra tidak sedang berada di rumah, bahkan sesekali mereka juga sering bercinta di ranjang yang sama dengan Rayendra dan wanita itu.


Rayendra tidak pernah memergoki mereka, karena mereka melakukan hal itu dengan sangat rapi, meskipun Rayendra tau bahwa wanita itu hamil bukan anak nya.


tapi dia tidak pernah tau bahwa istrinya itu, berselingkuh dengan sepupunya yang usianya bahkan jauh dibawah nya.


sementara saat ini Gibran, tengah mengingat masa lalu nya bersama dengan Daisy, masa-masa bahagia nya, tapi dia sadar saat ini Daisy sudah menikah lagi, jangan kan Gibran vino saja tidak pernah mendekat lagi karena jelas ancaman nya adalah nyawa nya.


jika mereka berani mendekat ke Daisy.


Rayendra, selalu menjaganya di manapun mereka berada


Rayendra bahkan tidak pernah mau jauh kecuali jika dia sedang bekerja, sementara Gibran, saat ini tengah berada di depan rumah mereka, Gibran berharap Daisy mau menemui nya, pria itu sudah kembali seperti sedia kala bahkan dia tidak lagi duduk di kursi roda kakinya sudah benar-benar sembuh dan bahkan ingatan nya sudah kembali pulih.


"Mi maafkan aku"ujar Gibran.


Gibran hanya bisa menghela nafas panjang dia tidak pernah bisa menerima kenyataan bahwa dirinya dengan Daisy, sudah tidak lagi bersama karena perjodohan dulu, dan kini istrinya itu entah dimana.


Gibran, sudah berusaha mencari tahu semua nya tapi tidak ada titik terang dimana wanita itu jika pun dia sudah tidak ada pasti akan ditemukan jasad nya, dan jika dia masih ada mungkin dia akan mengalami hal yang sama dengan nya selama ini.


sudah hampir satu jam menunggu di mobil hingga saat ini tidak juga ada pergerakan dari rumah tersebut hingga saat ini dan akhirnya Gibran pun pergi.


sementara yang ditunggu-tunggu tengah menikmati keindahan bersama dengan suaminya itu.


pertama kali nya, Rayendra dan Daisy merasakan kenikmatan berdua menikmati hari yang cerah mereka berdua bersantai di bawah sinar mentari siang ini dibawah pohon rindang beralaskan tikar berdua benar-benar berdua tepat di halaman belakang Mension.


mereka berbaring berlawanan arah hingga yang saling bertemu hanya wajah mereka agar memudahkan mereka melepas rasa.


mereka bahkan seperti anak muda yang berusia belasaan tahun.


Sementara itu Rayendra sesekali bercerita dari saat dia kecil.

__ADS_1


sementara Daisy, selalu mendengarkan apa kata Rayendra.


hari hari berlalu tanpa ada kendala apapun mereka kini sudah lebih tenang dari kemarin karena istri pertama Rayendra, kabur bersama dengan sepupu Rayendra.


mungkin karena mereka takut ketahuan berselingkuh.


sementara Daisy sedang menikmati masa ngidam nya kini usia kehamilan nya sudah empat bulan, Daisy tidak beraktifitas seperti sebelum hamil hanya ada senam hamil dan paling jalan-jalan keluar rumah itupun bersama Rayendra.


sementara itu di sebuah tempat Gibran kini tengah mengadakan meeting penting, perusahaan yang sempat akan bangkrut kini sudah kembali stabil semua berkat kerja keras dan ingatan nya yang sudah pulih.


pria itu kini sudah bisa mengikhlaskan perpisahan nya dengan Daisy.


setelah pulang meeting dijalan mobil nya, mogok padahal malam semakin gelap di sana jarang orang berlalu lalang karena tempat itu sepi hanya ada beberapa rumah penduduk yang berada tak jauh dari pinggir jalan Gibran pun turun karena ingin ke toilet, mungkin saja salah seorang warga mau meminjamkan toilet nya.


Gibran melihat ada warung kopi dengan rumah warga yang teramat sederhana, dia pun berjalan kesana.


"Maaf apa boleh saya menumpang ke kamar kecil"ucap Gibran pada seseorang yang kini membelakangi nya.


"Owh boleh silahkan kebetulan ada di samping, tuan bisa langsung kesana,itu toilet umum"ucap seorang gadis yang masih berusia tujuh belas tahun itu.


"Terimakasih"ucap Gibran yang langsung berjalan ke samping warung tersebut.


saat Gibran masuk dia mendengar keributan tapi karena sudah kebelet ingin buang air kecil, akhirnya Gibran pun buang air kecil terlebih dahulu.


"Jangan membantah , berikan uang itu tolol, kau gadis tidak tahu di untung sudah diberikan tumpangan hidup tapi masih tidak tau diri"ucap pria yang tidak jauh beda usia nya dengan gadis itu.


"Tapi kak itu uang modal dan sisanya untuk makan, kamu tau kan aku juga harus bayar hutang kakak "ucap gadis itu.


"Alah persetan dengan itu kau bisa cari kerja di sana sebagai pembantu, sekarang gajinya lumayan gede dan jika tidak ingin cape kau bisa jadi pelacur"ucap pria itu.


plak....satu tamparan mendarat keras di pipi pria itu.


"sialan kau berani-beraninyamenamparku,mati saja kau"ujar pria itu sambil melayangkan tinju tapi tidak sempat kena karena Gibran langsung menahan tangan pria itu dengan mudah nya dan mendorong nya hingga terpental ke belakang.


"Jangan main kasar dengan wanita, jika kamu tidak ingin disebut banci"ujar Gibran.


"Aku memang orang asing tapi aku tidak akan membiarkan orang lain menindas wanita"ucap Gibran tegas.


"Sudah-sudah om aku tidak apa-apa Terimakasih ya, sebaiknya om pergi dia tidak akan membiarkan siapapun lolos jika ikut campur masalah ku"ucap wanita itu.


"Kau masih membela nya dia sudah berbuat kasar padam"


"Om...awas"


Caleb...


darah mengalir dari perut wanita itu.


Gibran menendang pria itu dia langsung menelpon ambulans warga pun berdatangan .


"Amankan pria itu, saya akan membawa gadis ini kerumah sakit"ucap Gibran tegas.


para warga yang tau tentang pria yang tadi menusuk adik angkat nya itu.


pria itu adalah pria yang sangat tempramental hingga sering kali membuat adiknya sakit karena dipukuli oleh nya.


🌹💖💖💖🌹


tiga jam sudah Gibran berada di rumah sakit tempat nya di depan ruang operasi saat ini karena luka tusukan itu cukup dalam hingga mengenai orang dalam.


Gibran harus menolong gadis yang ternyata sudah berusia dua puluh lima tahun, tapi karena kecantikan dan tubuh nya yang terlihat lebih awet muda, saat ini wanita itu adalah seorang anak pungut dari keluarga yang miskin, dia bernama Wina, wajah cantik nya membuat siapapun tidak akan percaya bahwa dia dibesarkan di keluarga yang sangat pas-pasan bahkan tidak bermoral seperti yang dilihat.


menurut cerita warga yang membantu Gibran saat ini, Wina adalah anak yang terpisah dari kedua orang tua nya, saat berlibur di Bali, ayah angkatnya menemukan dia sedang menangis mencari kedua orang tua nya, yang berasal dari luar, daerah.

__ADS_1


tapi karena tidak kunjung bertemu dengan keluarga nya dan sudah waktunya dia pulang ke kampung halaman akhirnya pria itu memutuskan untuk membawa pulang anak itu , dan sudah dua puluh tahun lebih mereka merawat nya, sementara saat dia lulus SMA, kedua orang tua angkat nya meninggal dunia dan kini tinggal kakak laki-lakinya itu yang kejam dan tidak bermoral, Wina bahkan harus bekerja keras untuk menghidupi pria itu, membayar hutang judi sang kakak dan mengurus seluruh biyaya hidup nya.


Gibran merasa sangat miris hingga dia berniat akan membawa wanita itu pergi dari tempat tersebut setelah keluar dari rumah sakit nantinya.


kini jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari, Gibran bahkan tidak tidur barang sekejap pun dia tidak bisa beristirahat sekalipun berada di ruang VVIP rumah sakit itu, melihat gadis itu tertidur pulas masih dalam pengaruh obat bius.


hingga asisten nya datang dan membawa semua yang diperlukan termasuk baju ganti dan tas kerja yang tadi tertinggal di mobil yang mogok tersebut.


pas di cek mobilnya bahkan baik-baik saja dan tidak ada kerusakan apapun, karena mobil mewah itu selalu terawat dengan baik.


Gibran berpikir mungkin ini jalan yang tuhan berikan untuk bisa menolong wanita itu.


Gibran sudah selesai membersihkan diri, dia kini duduk di sofa dan memakan makan malam nya yang benar-benar terlambat.


hingga pagi tiba Gibran meminta seseorang yang akan menjaga keselamatan Wina .


dan dua orang bodyguard pun Gibran perintahkan untuk menjaga di depan pintu selain suster dan dokter tidak ada yang diperoleh kan masuk.


hari ini adalah weekend Gibran pulang untuk beristirahat, dia tidak ingin ada yang mengganggu tidur nya.


bahkan saat Wina sudah sadar, dia hanya bertemu dengan suster yang diperintahkan untuk menjaga nya di dalam.


"Dimana??...saya"ucap Wina lirih.


"Anda berada di rumah sakit semalam tuan Gibran, yang membawa anda kemari dan menolong anda yang bersimbah darah, anda jangan banyak bergerak dulu karena bekas operasi masih belum kering"ucap suster itu.


"Aku di operasi"ucap Wina kaget.


"Luka tusuk yang anda alami cukup dalam hingga melukai organ dalam"ucap suster tersebut.


Wina akhirnya teringat kejadian tadi malam dia pun memejamkan mata nya, ia benar-benar tidak habis pikir kenapa?... kakak nya tega melakukan itu.


suster pun pamit sebentar untuk memberitahu dokter bahwa Wina sudah sadar dia juga tidak lupa mengirim pesan pada Gibran bahwa Wina sudah sadar.


sementara Gibran masih terlelap hingga pukul tiga sore dia baru bangun dan bergegas mandi.


dia harus segera kerumah sakit untuk menemui gadis yang kemarin malam ia tolong.


setelah selesai bersiap dia pun turun dan minta pelayan untuk membuatkan makan siang yang sudah terlewat itu.


selama Gibran makan handphone nya terus berbunyi ratusan pesan dan juga panggilan dari beberapa rekan bisnis dan juga sahabat serta keluarga nya, karena kini aksinya menolong gadis itu tersebar di media sosial.


pemberitaan itu, menyatakan bahwa seorang pengusaha sukses, bernama Gibran sudah menolong seorang gadis yang terkena luka tusuk.


Gibran tidak menghiraukan itu, menurut nya,itu tidak lah penting, dan setelah menghapus semua pesan dan riwayat panggilan, akhirnya Gibran pun menyudahi makan siang.


akhirnya setelah sampai di rumah sakit, Gibran langsung berjalan menuju kamar rawat Wina.


sesampainya di depan pintu, dia menyuruh para bodyguard nya untuk beristirahat dan memberikan mereka uang untuk membeli makanan meskipun mereka sudah makan siang.


Gibran masuk setelah mengucapkan salam, wanita itu ternyata sedang menatap ke arah kedatangan nya.


"Om... sudah datang"ucap wanita itu.


"Ya win... maaf tadi pagi saya pulang dulu"ucap Gibran.


"Om tau nama saya"ucap Wina sedikit kaget.


"Ya...dari tetangga kamu yang membantuku semalam"ucap Gibran.


"Terimakasih sudah menolong ku,om bisa mencatat semua biyaya yang sudah om keluarkan, biar setelah saya punya uang saya bayar"ucap Wina.


"Saya ikhlas nolongin kamu, bahkan setelah ini jangan pulang ke rumah mu lagi, sebaiknya kamu tinggal di tempat ku,itu jauh lebih aman"ucap Gibran.

__ADS_1


"Tapi Om... kita orang asing dan aku tidak kenal om siapa?..."ucap Wina.


"Kenalkan saya Gibran,aku tinggal di daerah xx dan kamu bisa percaya pada saya, saya tidak mungkin berbuat jahat"ucap Gibran.


__ADS_2