
Daisy kini tengah membersihkan kamar Rayan, dengan sangat cekatan dia mengganti seprei dan bedcover dengan yang berwarna putih polos, sementara pemilik kamar tengah sibuk dengan laptop nya, sesekali Rayan melirik kearah gadis yang tengah sibuk membersihkan kamar, mulai dari menyapu lantai dan pel juga bersihkan karpet dari debu menggunakan faqum cleaner.
Rayan, pun melihat Daisy yang sedang kesulitan untuk membersihkan lampu gantung yang ada di kamar nya hingga hampir terjatuh tapi Rayan langsung menangkap tubuh ramping itu.
"Apa? yang kau lakukan, jangan paksakan diri jika tidak mampu, lagipula akan ada orang yang membesih kan semua itu"ujar Rayan.
"Baik"ujar Daisy sambil menunduk dia tidak hanya kaget tapi ada rasa tidak enak hati.
Daisy pun kembali mengambil peralatan bersih-bersih nya dan pergi begitu saja membawa semua itu.
sementara Anya dan Agam tengah menikmati camilan yang Daisy buat.
"Kak mau nyoba ini buatan Mommy , enak deh iya kan kak"Anya meminta persetujuan pada Agam.
"Heumm"ucap ujar Agam mengiyakan nya.
"Sini kakak coba? ucap Rayan.
"Baiklah coba-coba saja kakak pasti ketagihan"ujar Anya.
"Heumm, benarkah"ucap Rayan yang kini ikut bergabung.
"Tentu saja kakak , ngomong-ngomong Mommy dimana"ucap Anya pemasaran.
"Tadi habis bereskan kamar kakak"ucap Rayan.
"Bukan nya dia hanya bertanggung jawab untuk memasak kan kak, lalu kenapa? meski beres-beres rumah juga, apa? gunanya mereka"ucap Anya bertanya tanya.
"Kakak juga sudah mengatakan itu, tapi dia malah bilang tidak ingin makan gajih buta"ujar Rayan.
"Tapi kan dia masak sampai tiga kali sehari"ucap Agam kini bersuara.
"Sudah-sudah nanti kakak bicarakan lagi dengan nya"ujar nya.
mereka bertiga pun kembali mencolek makanan tersebut.
sementara Daisy, tengah melamun di kamar nya, dia merasa bahwa sesuatu yang aneh saat Rayan, menolong nya tadi perasaan apa? itu Daisy pun tidak tahu.
hingga akhirnya Daisy pun memejamkan mata nya dia akan beristirahat hingga sore tiba untuk mengurus makan malam mereka.
Agam dan Anya pergi mengikuti kegiatan kampus di siang itu dan para pelayan pun, sedang berlibur seharian ini, karena ini weekend.
Daisy masih tertidur pulas, mungkin karena merasa sangat lelah setelah beberes rumah yang begitu besar tersebut sendirian karena pelayanan tidak mau kerepotan disaat weekend tiba.
terpaksa Daisy yang mengurus semua nya, wanita itu tidak pernah pilih-pilih pekerjaan, selama ini yang penting dirinya sehat dan juga kuat untuk mengerjakan semua nya.
Rayan sendiri sedang sibuk mengecek email yang dikirimkan oleh asisten pribadi nya yang ada di kantor meskipun weekend, asisten nya itu selalu berusaha untuk mengurus pekerjaan yang sempat tertunda, karena dia adalah seorang, jomblo dan tidak punya kegiatan selain gym , selama satu jam di pagi hari terus lanjut mandi dan berpakaian rapi.
pria itu, berpenampilan menarik, meskipun terlihat sedikit Nora tapi tegas dalam bekerja.
Bukan apa-apa gayanya sengaja ia pakai untuk menutupi ketampanan yang selalu di eluheleuh kan oleh para wanita, jadilah dia berpenampilan menarik, maksud nya menarik perhatian karena gaya nya yang seperti cupu.
"Da'i"ujar Rayan sedikit berteriak memanggil Daisy yang kini tengah tertidur pulas di atas sofa di dalam kamar nya.
"Daisy"ujar Rayan.
Tapi tidak ada sautan sama sekali.
Pria itu pun, membuka pintu kamar yang sedikit terbuka mungkin Daisy, lupa mengunci pintu tersebut.
"Heumm tidur rupanya"ujar Rayan.
__ADS_1
Rayan pun kembali sibuk dengan laptop nya, pria itu tadinya ingin mengajak Daisy untuk pergi mencari bahan untuk acara ulang tahun kedua adik nya, Anya dan Agam.
Tidak terasa. delapan tahun sudah kedua orang tua mereka tiada, sebenarnya bukan tidak terasa, tapi semakin kesini, rasa sakit dan rindu itu masih sangat berasa tapi Rayan selalu berusaha untuk kuat demi kedua adik nya.
Dan kehadiran Daisy, cukup mengobati kerinduan, ketiganya akan sosok sang ibu yang hingga kini masih jelas di memory dan sekarang sosok keibuan yang Daisy muda itu tunjukkan sedikit mengobati rasa rindu mereka.
Agam yang tadinya cuek, irit bicara setelah adanya Daisy, dia jadi kembali hangat seperti dulu, Agam juga selalu meminta makanan yang selalu mommy mereka buat, karena tangan ajaib Daisy, selalu bisa mengobati rasa rindu nya, dengan masakan sang Mommy.
"Siapa? kamu sebenarnya Daisy, apa? tuhan mengirimkan mu pada kami untuk mengobati rasa rindu kami terhadap mommy"gumam Rayan dari dalam hati.
Tanpa dia sadari wanita yang tengah dia gumam kan sudah berada di hadapan nya dengan secangkir teh panas dan juga biscuit yang dia buat secara khusus untuk ketiga penghuni rumah itu.
"Mungkin ini, bisa menemani anda yang sedang bersibuk tuan"ucap Daisy.
"Daisy, terimakasih, tapi boleh kah aku mengajak mu untuk membeli sesuatu"tanya Rayan lagi.
"Heumm, baik tuan" jawab nya sambil berlalu pergi, wanita itu mengambil Hoodie dan dompet nya, dia juga butuh membeli bahan untuk membuat cake ultah untuk Anya, rencananya Daisy ingin membuat kejutan untuk gadis itu.
"Sudah siap, ucap Rayan yang kini berjalan menuruni tangga menuju ke arah Daisy.
"Sudah tuan saya juga mau beli sesuatu"ujar Daisy.
"Heumm, baik lah pria itu masuk kedalam mobil nya, setelah membuka kan pintu untuk Daisy.
"Tuan bilang mau beli sesuatu untuk apa" ucap Daisy ragu.
"Besok adikku ulang tahun, biasanya aku tidak membuat perayaan dirumah, tapi karena kini ada kamu yang selalu membuat Anya tersenyum bahagia aku ingin kita merayakan hari esok di rumah saja" ujar Rayan.
"Saya juga mau beli bahan untuk membuat cake, semoga saja mereka suka"ucap Daisy.
Dan pada akhirnya keduanya pun sekilas saling tatap.
mereka pun tiba di mall yang lumayan sedikit agak jauh dari rumah mereka saat ini.
Rayan pun, berhenti di sebuah Butik ternama, yang ada di pusat perbelanjaan tersebut, wanita itu bahkan meras tidak percaya jika saat ini, dia tengah berada di sana yang dia tonton di tv, atau majalah lama yang sering dia pinjam dari teman nya yang sedikit berada.
"Daisy tolong bantu aku pilih kan beberapa barang untuk kedua adikku, dan jika kamu mau kamu boleh memilih nya juga"ucap Rayan.
"T tidak tuan saya tidak berani, saya takut salah karena tidak tau selera tuan dan nona Anya"ucap Daisy yang gelagapan.
"Ayolah seperti nya, pilihan mu selalu tepat"ucap Rayan yang tanpa sengaja meraih tangan Daisy.
..................................
"Tapi tuan "ucap Daisy ingin protes.
"Sudah terima saja, kamu tau pilihan yang terbaik"ujar Agam.
"Tuan, mau beli apa? ujar Daisy.
"Menurut mu, apa? yang bagus untuk keduanya"Rayan balik bertanya.
"Bagaimana jika belikan sepatu atau T-shirt untuk tuan Agam, tapi itu hanya hanya saran saya sih, tidak tau tuan Agam suka nya yang mana"ucap Daisy.
"Heumm kita coba saja, beli keduanya, tapi kamu yang pilih"ucap Rayan.
"Tapi takut salah tuan"ucap Daisy Jujur dia ragu.
"Sudah santai saja, Agam tidak pernah protes untuk sebuah hadiah, yang akan buat dia protes adalah uang jajan yang dikurangi"ucap Rayan sambil tersenyum manis, dia selalu ingat dengan tingkah konyol kedua adiknya yang akan protes, dan mengadu kepada kedua orang tua nya sampai seharian di pemakaman, dan mereka akan membawa bekal makanan untuk mengganjal perut mereka, kedua adiknya kini masih sering melakukan hal itu, meskipun mereka sudah jauh lebih dewasa.
"Bagaimana kalau sepatu yang itu dan t-shirt yang ini"saran Daisy, ketika melihat deretan iklan brand ternama yang ada di sebuah layar, semacam papan iklan yang ada di Butik tersebut dan kita bisa memilih nya langsung di sana sambil duduk atau sengaja berkeliling ruangan Butik yang begitu besar itu, mungkin akan pegal sendiri karena hampir satu lantai mall tersebut besar dari area Butik tersebut.
__ADS_1
"Itu bagus, sepertinya kamu tau dengan brand terkenal"kata Rayan.
"Tau sih tuan, tapi tidak pernah beli, karena harganya tidak bisa diraih oleh orang kampung seperti saya"ucap Daisy, sambil menghentikan pergerakan layar tersebut.
"Ini sepertinya, sangat cocok di Nona, Anya"ujar Daisy sambil menunjuk sebuah kardigan edisi terbaru dan dari brand ternama limited edition pula.
"Kau, hebat dan sepertinya tabungan ku akan sedikit terkuras, pilihkan satu barang lagi"ucap Rayan sambil melihat layar tersebut dan ikut, menggeser layar tersebut.
"Tuan, kan sudah dua, tadi tuan bilang untuk dua kado persatu orang"ucap Daisy.
"Aku mau kasih kado juga buat seseorang"ucap Rayan.
"Kalau itu sih tuan sendiri yang harus memilih"ucap Daisy sambil beranjak dari tempat tersebut.
"Daisy mau kemana?"tanya Rayan.
"Cari bahan cake tuan, jika tuan masih betah di sini ya,,, silahkan, saya harus buru-buru membuat cake untuk mereka biar nanti tepat jam dua belas malam cake nya sudah siap"ucap Daisy.
"Iya aku tau tapi kadonya belum dibungkus"ucap Rayan.
"Memang nya, mau dibungkus dimana"tanya Daisy bingung.
"Langsung di sini"jawab Rayan.
"Daisy, duduk di sofa yang ada di sana, menunggu Rayan yang tengah melakukan pembayaran sekaligus, menyaksikan langsung pembungkusan kado yang seharga hampir satu lima ratus juta itu, untuk empat barang branded yang gadis itu pilih, tidak hanya itu, Rayan juga membeli sesuatu barang yang mungkin harganya hanya beberapa juta, dari satu barang yang menurut Rayan penting untuk seseorang yang berarti bagi mereka saat ini.
Daisy, langsung berdiri ketika melihat Rayan membawa lima hand bag, di tangan nya dari brand ternama saat ini.
"Biar saya yang bawa tuan"ucap Daisy.
"Tidak usah biar saya saja, apa? kamu lapar,biar kita isi perut dulu sebelum lanjut berbelanja"ujar Rayan.
"Boleh saya makan di KPC tuan, saya ingin mencoba ayam yang katanya terbaik itu"ucap Daisy.
"Boleh, saya antar kamu ke sana"ucap Rayan, sambil berjalan menuju tempat tersebut yang juga tidak jauh dari lantai tersebut, Rayan pun membawa Daisy untuk memilih menu yang ada di sana, dan Daisy hanya memilih kentang goreng dan juga ayam bagian sayap dengan nasi putih yang sudah ter takar itu, Daisy yang berasal dari kampung dia mencibir, porsi makanan tersebut.
"Heumm, saya kira ini nasi sama ayam nya gede, tapi ternyata sama saja dengan yang ada di rumah, tau gitu dirumah buat sendiri"ucap Daisy, yang membuat Rayan, menahan tawa.
"Sudah jangan marah-marah depan rejeki, pamali jika masih belum kenyang kamu bisa pesan lagi"ucap Rayan yang sibuk dengan ponselnya nya.
"Heumm baiklah-baiklah"ucap Daisy.
Rayan pun mengalihkan perhatian nya pada layar handphone nya, dia tidak ingin sampai wanita itu, membuat dia tertawa ngakak di hadapan orang banyak.
Karena sikap Daisy, cukup konyol jika sedang kesal pada sesuatu hal apapun itu.
"Tuan tidak suka, dengan makanan ini, ucap Daisy yang mencomot kentang dengan saus lalu disodorkan ke bibir Rayan, pria itu sempat kaget bukan jijik, tapi baru kali ini ada wanita yang begitu peduli dengan nya, seperti sang mommy.
Rayan pun membuka mulutnya, perlahan dan menerima suapan tersebut"Maafkan saya jika saya lancang tuan, saya hanya tidak terbiasa makan sendiri seperti orang yang tidak berperasaan saja"ucap Daisy.
Sementara itu Rayan pun tersenyum, sedikit canggung setelah menerima perlakuan manis dari Daisy.
"Ayo habiskan, jika kamu suka, kita bisa pesan lagi"ucap Rayan.
"Tidak tuan, saya lebih baik masak sendiri di rumah dan kita bisa makan sama-sama rasanya seakan ada di kampung halaman, heumm jadi rindu Ambu di kampung"ucap Daisy.
"Siapa? itu Ambu"tanya Rayan.
"Dia nenek, saya sedari kecil saya tinggal bersama dengan nya, karena kedua orang tua saya sudah tidak ada, tenggelam di kecelakaan kapal, saat saya masih kecil, mereka baru akan pergi menjadi TKI, tapi di perjalanan kapal yang di tumpangi meledak."kenang Daisy dengan tatapan sendu.
"Jangan sedih, semua sudah takdir"ucap Rayan.
__ADS_1
Setelah Daisy selesai makan, Gadis itupun lanjut mengajak Rayan ke, super market yang ada di lantai bawah, mereka sudah seperti sepasang suami istri, Rayan mendorong troli belanja, dan Daisy yang mengisi nya, dengan semua bahan pokok untuk membuat cake dan juga untuk acara makan-makan yang akan mereka adakan di rumah besar itu.
Hingga selesai berbelanja, mete pun kembali dengan semua barang-barang belanjaan nya, yang sebagian diantar oleh jasa antar dari market tersebut karena mereka membeli dalam jumlah banyak, yang awalnya hanya ingin mengadakan perayaan kecil, tapi ide-ide lain bermunculan karena Desi bilang agar lebih berkah ulang tahun nya mereka harus mengadakan do'a bersama dengan para anak yatim-piatu lainya dan mendoakan almarhum kedua orang tua Rayan yang sudah tiada.