Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Hari bahagia#


__ADS_3

Saat yang ditunggu-tunggu pun datang, seluruh keluarga besar berkumpul di ruangan yang cukup sempit bagi keluarga besar Rayan yang kini hadir di sana.


Ditambah tenda pelaminan yang ada di halaman rumah tersebut cukup memakan tempat, tapi semua itu masih bisa dimaklumi oleh para anggota keluarga.


Semua itu adalah proses untuk menjadikan Raya sebagai keluarga Rayan yang seutuhnya.


Mereka yang hadir merasa terharu karena disana semua orang tahu bahwa Raya adalah anak akat dari pengusaha sukses yang bernama Rayan Davidson.


David pun merasa kasihan terhadap adik angkatnya itu.


Dulu dia pernah sama-sama memanjakan gadis itu dengan seluruh fasilitas yang ada, tapi mungkin sudah suratan takdir jika semua kebenaran itu harus terungkap saat ini.


David sempat meminta maaf atas perbuatannya pernah memberikan pelajaran yang mungkin tidak akan pernah terlupakan, tapi Raya tahu itu adalah cara David menunjukkan kepeduliannya terhadap Raya.


Acara berlangsung sangat khidmat, tepat setelah ijab kabul selesai David pamit lebih dulu karena harus menyusul istrinya yang kini tengah berada di luar kota bersama dengan Weni.


Sepanjang perjalanan David terus membayangkan kebersamaan dirinya dengan sang istri yang diam-diam David sudah merencanakan bulan madu kedua di hotel megah tersebut.


David sudah memesan kamar honeymoon sweet, dan semua itu sudah benar-benar selesai disiapkan oleh pelayan hotel tersebut bahkan langsung dikirim gambar penampakan kamar setelah di hias dengan bunga-bunga di dalamnya.


Butuh waktu tiga jam pelajalan untuk sampai di sana.


Ya saat ini David tengah menuju ke kota Bali.


Sesampainya di hotel tersebut pria itu langsung disambut oleh rekan bisnisnya itu.


"Kamar anda sudah siap tuan Davidson."ucap pria itu.


"Terimakasih tuan Rei."ucap David.


Sementara waktu David berhenti di depan pintu lift untuk menghubungi istrinya yang kini tengah makan malam bersama dengan Weni setelah selesai acara pagelaran busana usai.


"Sayang setelah itu langsung ke kamar yang sudah aku pesan, nanti akan ada pelayan yang akan membawa kamu kesana."ucap David.


Agis pun mengiyakan permintaan suaminya itu.


David sendiri kini diantar oleh pelayan hotel yang membawakan koper miliknya.


Rencananya sampai satu minggu kedepan David akan mengajak istrinya untuk bulan madu.


Saat ini Agista pun dijemput pelayan untuk segera diantar ke kamar yang David tempati saat ini.


Agista begitu terkejut saat dia tiba di depan pintu kamar bertuliskan honeymoon sweet.


Agis langsung masuk saat pelayan hotel tersebut membuka pintu untuk dirinya sekaligus memberikan kunci kamar tersebut pada bumil cantik itu.


Agis langsung berjalan masuk ke dalam kamar tersebut dan disana dia tidak melihat siapapun, sampai saat seseorang memeluk dia dari belakang, wangi maskulin yang menyeruak menyegarkan penciuman Agista satu kecupan mendarat di curuk leher Agis.


"Malam sayang bagaimana.... apa? kamu suka."ucap David.


"Sangat suka sayang... tapi bagaimana? dengan kamar yang sudah aku pesan sebelumnya."ucap Agis yang kini berbalik dan menatap David yang kini masih menggunakan bathrobe setelah mandi.


Tetesan air dari rambut David yang kini menetes semakin membuat wajah tampan itu terlihat seksi.


Agista langsung menyambar bibir Rayan sambil mengalungkan lengannya di leher pria yang memiliki tubuh tinggi tegap itu.


"Eum,,, honey aku sangat merindukan."ucap Agis disela ciuman tersebut.


"Aku juga sayang ku, bagaimana? kabar kedua anak kita."ucap David yang kini kembali mencium bibir istrinya sambil meraba perut istrinya itu.


"Kabar mereka baik karena sedari tadi yang bekerja kebanyakan Weni, sementara aku hanya menonton, dan ada adegan pemotretan juga tidak terlalu melelahkan."ucap Agis.


"Selamat ya sayang,,, istriku yang cantik ini telah dinobatkan sebagai designers resmi dan Lebel milik mu sudah dipatenkan A . N colection."ucap David.


"Makasih yang semua ini juga tidak lepas dari dukungan mu Tuan David Davidson."ucap Agista yang kembali mencium bibir suaminya yang tidak pernah puas setiap harinya.


Selain David yang candu dengan bibir Agista ternyata Agista juga memiliki hal yang sama.


Keduanya kini tengah sibuk dengan sesapan lembut, hingga David mengakhiri itu dan dia pun membawa istrinya itu berendam di kolam air hangat yang tidak ada di kamar itu.


Disana adalah kelebihan yang tidak dimiliki oleh hotel lainnya.


Ada kolam berukuran dua kali dua meter yang khusus di rancang untuk pasangan yang tengah berbulan madu.


Disana David tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, kolam yang di desain sangat indah dengan taburan kelopak bunga itu berbahan porselen yang menyerupai bathtub-e.


Bernuansa serba putih bertabur kelompok bunga mawar merah membuat kesan romantis itu semakin keluar.


Kini keduanya tengah bercinta di dalam kolam tersebut.

__ADS_1


Agis begitu terlihat seksi dengan keadaan basah di dalam kolam air hangat tersebut.


Sampai saat mereka setelah melakukan ritual percintaan itu, Agista pun selesai mandi di jam sepuluh malam bersama dengan David yang kini tengah membantu mengeringkan rambutnya itu.


"Sayang aku laper karena belum sempat makan malam tadi apa? kamu juga laper."ujar David.


"Tentu saja Sayang tenagaku rasanya sudah habis terkuras."ucap Agista.


"Heumm,,, suruh siapa? kamu nakal."ucap David yang langsung membuat wajah Agista pink merona karena malu dengan tingkahnya tadi.


"Aku tiba-tiba kepikiran ingin itu sayang."ucap Agista.


"Itu bagus sayang, dengan begitu istriku tercinta ini sudah pandai menyenangkan suami."ucap David.


"Heumm... tuan David yang sangat beruntung mendapatkan lotre."ucap Agis sambil tersenyum pada David.


"Terimakasih istriku tercinta nyonya Davidson yang sangat cantik."ucap David.


"Kita pesan makan malam dulu sayang."ucap David.


"Tentu saja Sayang jangan lupa aku ingin makan rujak buah segar."ucap Agista.


"Sayang,,, tidak bisakah itu besok siang saja."ucap David.


"Tidak mau maunya sekarang."ucap Agista yang kini tengah menatap sendu.


"Iya... iya sayangku aku akan pesan itu juga."ucap David lembut.


Agista yang mendapatkan usapan lembut dari tangan David itu kini dia tersenyum kembali.


David sebenarnya merasa khawatir dengan kesehatan Agista, tapi ternyata dokter bilang itu adalah bawaan kehamilan. jadi David pun mulai tenang selagi itu aman untuk ketiga orang yang sangat ia cintai.


Agista pun kini duduk di pangkuan David di sofa yang super empuk yang benar-benar di desain khusus untuk pasangan bulan madu itu.


Kini keduanya tengah saling mendekap.


David merasakan kebahagiaan yang berlipat ganda saat ini.


"Sayang,,, aku berencana untuk membangun Mension yang indah untuk keluarga kecil kita nanti yang akan berubah menjadi besar karena aku ingin setiap dua tahun sekali kamu hamil."ujar David yang membuat Agista membulatkan matanya.


"Tuan Davidson! kau pikir hamil itu gampang heeuh?...aku tidak setuju dengan itu. jika kau ingin memiliki anak banyak lebih baik kamu menikah lagi dengan wanita lain dan kita."ucapan itu langsung terhenti saat David membungkam bibir Agista dengan ciuman yang memabukkan meskipun demikian Agis tidak menolak itu.


Agista pun hendak mencium bibir David kembali, hingga saat bel pintu berbunyi makanan yang David pesan datang.


Kini keduanya langsung bersiap di meja makan berukuran kecil yang ada di sana cukup untuk berdua dengan suasana yang sangat romantis itu.


..............................


Sementara itu di tempat yang berbeda saat ini kedua pengantin baru itu tengah beristirahat, sebelum mereka memutuskan untuk berangkat ke Maldives Mali pulau yang sangat cantik dengan sejuta keindahan di dalamnya .


Tempat itu sering dikunjungi oleh pasangan yang tengah berbulan madu karena villa resort yang di desain begitu nyaman dan sangat strategis bagi pasangan pengantin baru.


Didukung dengan keindahan alam yang ada di sana.


"Sayang,,, apa? kamu bahagia."ucap Ray lirih saat memeluk istrinya yang kini masih terlelap itu.


Raya dinikahi Ray dengan cinta yang begitu besar sebenarnya lebih tepatnya takut kehilangan orang terdekat dan rasa itu saat ini berubah menjadi cinta seiring berjalannya waktu.


Ray, pun berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan membahagiakan istrinya itu semampunya.


Rencananya setelah mereka pulang dari bulan madu Ray akan membawa Raya tinggal di luar kota, tempat dimana perusahaan miliknya berada.


Ray tidak ingin terus bolak-balik dan meninggalkan istrinya di rumah itu jadi dirinya sudah membeli sebuah rumah yang cukup mewah namun masih terbilang sederhana untuk Ray karena kehidupan yang selama ini ia jalani termasuk kehidupan glamor dengan berbagai fasilitas yang kini ia miliki.


Tapi Ray sudah memutuskan untuk hidup sederhana bersama dengan Raya meskipun harta yang ia miliki berlimpah ruah.


Karena Ray juga memiliki warisan yang cukup banyak dari kedua orang tuanya, dia juga akan terus mengelola itu untuk masadepan anak cucunya kelak.


Sampai keesokan paginya Raya sudah bersiap untuk pergi dengan Ray ke bandara.


Ray yang kini terus merangkul pinggang istrinya itu dia terus memancarkan senyum kebahagiaan hingga dia tiba di bandara dia langsung dibawa ke pesawat jet pribadi milik Rayan.


Keduanya begitu terlihat serasi dengan penampilan keduanya saat ini.


"Sayang kamu mau duduk di jok penumpang dulu atau mau langsung ke kamar."tanya Ray.


"Kekamarnya nanti saja sekarang aku sedang ingin menikmati pemandangan Yank."jawab Raya.


Keduanya pun duduk di kursi penumpang hingga mereka tiba di pulau yang sangat indah itu.

__ADS_1


Sementara di perusahaan yang kini dikelola oleh Kimberly, gadis itu kini tengah berada di dalam ruangan meeting.


Saat ini dia tengah memimpin rapat dengan beberapa kolega bisnis yang membahas pembangunan gedung pencakar langit yang kini tengah mereka bahas.


Kimberly terlalu fokus pada pembahasan tersebut hingga dia tidak sadar bahwa saat ini seseorang tengah memperhatikan dirinya.


Kimberly pun terlihat sangat berwibawa saat memimpin rapat tersebut.


Hingga rapat itu berakhir setelah berlangsung empat jam lamanya.


Kimberly pun sudah bersiap untuk keluar.


Gadis itu tidak sadar saat jalannya dihadang oleh seseorang.


"Kim,,, aku ingin bicara."ucap Azka.


"Saya rasa tidak ada yang harus dibicarakan tuan Azka, lagipula semuanya sudah dibahas tadi." balas Kimberly santai.


"Kimberly ini tentang kita."ucap Azka.


"Kita."ucap Kimberly datar.


"Kim aku tahu kamu salah faham padaku saat kita berada di luar kota."ucap Azka.


"Salah faham bagaimana? tuan Azka."ucap Kimberly yang kini berjalan keluar meninggalkan Azka yang tengah menyusul dibelakang.


Azka terus mengikuti langkah gadis itu hingga tiba di depan ruangan Kimberly.


"Boleh aku masuk."ucap Azka.


"Silahkan saja."ucap Kimberly yang kini meminta asisten pribadinya untuk membuatkan kopi.


"Silahkan duduk."ucap Kimberly.


"Terimakasih."ucap Azka.


"Saya akan berbicara jujur pada mu Kim, aku sudah bertunangan dengan seorang wanita yang kamu lihat waktu itu. dia belum menjadi istriku dan gadis kecil itu adalah anaknya, tapi karena kedekatan kami dia memanggil ku papah."ucap Azka terjeda karena saat ini gadis yang sedang dia ajak bicara itu tengah fokus pada ponselnya.


"Kim..."lirih Azka.


"Oh iya sampai dimana tadi? maafkan saya sedang berbalas pesan dengan teman."ucap Kimberly.


"Ah, sudahlah silahkan lanjutkan karena saya tahu ucapan saya tidak penting."ucap Azka yang hendak bangkit tapi tangan Kimberly refleks menggenggam tangan Azka.


"M maafkan saya."ucap Kimberly.


"Tidak apa-apa silahkan saja lanjutkan sepertinya kamu sangat sibuk."ucap Azka.


"Maaf, harus berapa kali saya minta maaf, tadi saya sedang mendengarkan anda bicara."ucap Kimberly.


Azka pun menatap gadis cantik itu."Apa? jika aku mengatakan bahwa aku tidak mencintai dia kamu akan percaya."ucap Azka.


Kimberly pun menggeleng karena interaksi mereka terlihat intim dan sudah sangat dekat satu sama lainnya.


"Apa? maksudnya anda mengatakan itu pada saya."ucap Kimberly.


"Karena aku jatuh cinta padamu."ucap Azka yang membuat Kimberly menggeleng pelan.


"Aku serius Kim, pernikahan itu hanya sebuah pertimbangan aku tidak tega keluarga Nabila memohon untuk menikahi putrinya agar gadis kecil itu bisa memiliki keluarga, karena ayah kandungnya sudah memiliki istri dan anak lainnya."ucap Azka.


"Tuan Azka sepertinya sangat dermawan hingga rela berkorban demi menolong orang lain. tapi aku ingin tahu apa? tuan juga akan bunuh diri jika seseorang memohon tentang hal itu pada Anda."ucap Kimberly.


Gadis itu berbicara sekenanya karena siapapun akan meragukan hal itu jika melihat kecantikan Nabila yang begitu cantik sempurna.


"Aku akan melakukan hal itu jika yang meminta itu adalah orang yang sangat aku cintai."ucap Azka.


"Tuan Azka, saya sangat berterimakasih jika anda benar-benar jatuh cinta pada saya, tapi maaf saya tidak bisa menerima itu karena biar bagaimanapun anda sudah menjadi milik orang lain."ucap Kimberly.


"Aku ingin tau jika aku tidak dimiliki oleh orang lain, apa? kamu bersedia menjadi kekasih ku."tanya Azka.


"Tergantung bagaimana bagaimana cara anda untuk membuktikan rasa itu."ucap Kimberly.


"Tolong tunggu aku, sampai aku bisa membuat semua kembali ke semula."ucap pria itu.


"Maksud anda."tanya gadis itu.


"Maksud saya saya akan membatalkan pernikahan itu secara baik-baik karena saya juga tidak ingin terjebak dalam pernikahan tanpa cinta."ucap Azka.


"Maafkan saya tuan Azka saya tidak ingin dijadikan pelarian."

__ADS_1


__ADS_2