Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Kepergian Novita#


__ADS_3

Kini Novita mengerti kenapa? suaminya buru-buru ingin memiliki anak, ternyata dia tidak ingin hartanya habis oleh mereka dan setelah anak itu ada, pria itu akan menjadikan dia sebagai ahli waris.


"Mas,, aku rela jika kamu ingin menikah lagi, jujur aku insecure saat mengingat pengobatan yang belum tentu bisa membuahkan hasil yang maksimal."ujar Novita.


"Sayang,, aku tak akan pernah melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya, aku tau jika kamu memang tidak bisa memberikan ku anak aku akan pasrah kita pun masih punya putri kita Agista."ujar Haidar sambil tersenyum.


"Mas,, nama mu sungguh bagus tapi kenapa? harus diganti. setidaknya kamu bisa menggunakan nama pemberian dari kedua orang tua mu saja tanpa nama keturunan."ujar Novita.


"Apa? kamu suka dengan nama itu Sayang."ujar gadis itu.


"Suka sih mas, tapi jika kamu tidak suka tidak masalah jika kamu ingin melupakan itu."ujar Novita yang menghargai pilihan suaminya itu.


"Mas,, aku akan pulang lebih awal,mas bisa pilih sekertaris manapun yang cocok dengan mas, meskipun itu adalah wanita yang sangat sempurna. aku tidak punya hak untuk ikut campur urusan perusahaan mu."ujar Novita.


"Hi,,, sayang aku hanya ingin kamu bisa percaya aku bahwa aku lebih mencintaimu, sampai kapanpun."ujar Haidar.


"Aku percaya meskipun aku pernah sangat kecewa, semua aku serahkan kepada mu, sekalipun kamu kembali pada keinginan mu untuk memiliki anak dengan wanita lain, aku siap mundur."ujar Novita.


"Yang,,, kamu tau selama ini aku tidak pernah merasa ketakutan untuk hal apapun, tapi untuk kehilangan dirimu sampai kapan pun aku tak akan pernah sanggup aku benar-benar merasa takut kehilanganmu. kehilangan wanita yang sangat aku cintai sungguh adalah ketakutan terbesar sepanjang sejarah hidupku."ujar Haidar yang kini memeluk Novita.


"Mas, aku tidak bisa egois, karena kamu pun butuh bahagia."ujar Novita yang kini memberikan jarak.


"Kamu adalah bahagia ku saat ini."ujar Haidar.


Novita hanya merespon dengan senyuman kecil, setelah itu ia pun kembali pamit pulang.


Sampai Haidar mengantar istrinya hingga tiba di bawah, Novita kini sudah berada di dalam mobil yang dikendarai oleh sopir pribadi Haidar namun setelah keluar dari area parkir kantor Novita meminta sopir itu untuk berhenti dan dia pun segera turun dari mobil dan tidak memperdulikan panggilan sopir tersebut.


"Nyonya, bagaimana jika tuan marah pada saya,, saya bisa dipecat."ujar pria paruh baya itu.


"Bapak bilang saja saya ada yang menjemput."ucap Novita yang langsung masuk kedalam taksi.


Novita saat ini hanya ingin menenangkan diri dari rasa gundah yang menyelimuti hati,


Wanita itu pergi menuju makam ayahnya yang tidak pernah Haidar ketahui.


Sesampainya di sana, Novita berjalan gontai membawa buket bunga dan keranjang kecil berisi kelopak bunga.


Dia langsung duduk di samping makam sang ayah dengan derai air mata, karena rasa bersalah dan rasa sakit atas semua derita yang selama ini ia pikul sendiri.


"Asalamualaikum Pah,, Novita datang,, maafkan Novita Pah, Novita tidak bisa menjaga amanat papah, bahkan semua sudah hilang karena ketidakmampuhan Novita untuk mengurus semuanya."ujar wanita itu sambil berderai air mata.


Novita terus berkeluh kesah, hingga saat sebuah tangan kekar mengelus bahu wanita itu.


"Yang,, kamu disini."ucap pria yang belum lama ia tinggalkan.


"Mas,, tau tau darimana? aku disini."ujar Novita sambil mengusap air mata nya.


"Maafkan aku yang tidak peka dengan perasaan mu saat ini."ucap Haidar, bukannya menjawab pertanyaan Novita.


"Aku hanya sedang merindukan papah."ujar Novita.


"Tapi seharusnya kamu bilang jika ingin datang kesini,,, setidaknya aku bisa mengantarkan mu menemui papa mertuaku, yang bahkan baru kali ini aku tau."ujar Haidar.


"Aku tidak ingin mengganggu kesibukanmu"ujar Novita.


"Apa? itu Yank, kamu tau sendiri aku sangat mencintaimu, sesibuk apapun aku akan berusaha meluangkan waktu menemanimu kemanapun kamu mau."kata Haidar.

__ADS_1


"Haidar pun langsung berjongkok di depan makam ayah mertuanya.


"Hi Pah ,, maafkan saya baru bisa datang itupun karena putri papah ternyata datang berkunjung kesini, saya Vero Abraham, anak dari tuan Syarif Abraham. saya adalah suami Novita putri papah, dan saya mohon doa restu nya semoga rumah tangga kami menjadi rumah tangga sakinah mawadah warahmah, seperti do'a yang selalu dipanjatkan setiap orang."ujar Haidar.


"Aku tidak tau bagaimana? dulu papah bisa menikahkan istri ku dengan pria yang jujur membuat Vero, iri dengan segala kebaikan nya selama ini, dia bahkan selalu ada untuk istri ku dan aku selalu jadi yang kedua."ujar pria itu.


"Mas,, setidaknya kamu tidak sedikit beruntung tidak seperti bang Agam yang pernah terluka oleh ku."lirih gadis itu.


"Sampai saat ini, aku tidak pernah bisa melupakan semua itu."ujar Novita yang kini kembali berlinang air mata.


"Sudah, sayang semua itu sudah masalalu kamu harus benar-benar melupakan semua itu."ujar pria itu.


"Aku tidak bisa melupakan semua itu begitu saja mas, apalagi saat tuhan membalas perbuatan ku lewat dirimu."ujar Novita.


Haidar langsung meraih mendekap Novita berulangkali meminta maaf kepada wanita itu.


"Maafkan aku honey,, maafkan aku."ucap Haidar.


Novita hanya bisa mengangguk pelan sampai Haidar mengecup kening nya begitu penuh perasaan.


Merekapun memutuskan untuk kembali pulang.


Sementara itu di kediaman Agam, kehamilan Sherina yang kini memasuki trimester tiga, dia sudah tidak bisa beraktivitas banyak karena perutnya yang semakin membesar dan beruntungnya gadis kecil itu selalu peka untuk membantu Sherina.


Meskipun hanya hal kecil termasuk mengambil tissue untuk bumil itu.


Sherina yang sering kesulitan bangun dari tempat tidur pun kini dibantu oleh suster yang Agam pekerjakan saat ini untuk membantu istrinya itu disaat dirinya sedang berada di luar rumah.


Dan kini di rumah itu ada beberapa orang lainnya termasuk pelayan, juga sopir pribadi dan satpam yang berjaga jika sewaktu-waktu istrinya akan melahirkan.


Sudah tiga bulan sejak Agista tinggal bersama dengan mereka, saat ini kebahagiaan mereka semakin bertambah, bukan Novita tidak ingin merawat putrinya sendiri, tapi saat ini Agam yang meminta Agista untuk tetap tinggal bersama dengan nya.


Novita ingin pergi menghilang dari kehidupan Haidar agar dirinya tidak lagi menjadi penghalang kebahagiaan untuk pria itu.


Hingga suatu hari Novita, pulang ke rumah lamanya yang sudah direnovasi lebih baru suasana nya, dari uang hasil penjualan saham tersebut sebagian lagi dia tabung untuk putrinya itu.


Ya,, baginya masadepan Agista jauh lebih penting dari pada dirinya yang mungkin tidak akan berumur panjang, seperti diagnosa dokter bahwa saat ini dia menderita kanker darah stadium lanjut.


Sampai saat ini dia merahasiakan semua itu dari siapapun.


Sebenarnya dia mengalami itu saat sebelum hamil Agista, namun sel kanker itu sempat berhenti berkembang entah mungkin karena keajaiban atau ada hal lain namun saat ini penyakit itu kembali kambuh.


Saat ini dia tengah merasakan sakit yang teramat sangat, demam tinggi dan gejala mual itu kembali terasa.


Novita sempat tidak percaya jika dirinya sakit keras, karena selama ini ia bahkan hidup baik-baik saja dan tubuh nya bit, tapi diagnosa itu kembali menghampiri dirinya.


Sudah dua hari ini, Haidar tidak pulang ke rumah karena saat ini dia tengah berada di luar kota, namun perasaan nya tidak enak sejak hari kepergian nya, dia selalu teringat akan keberadaan istrinya, meskipun suami mengingat istri disaat mereka sedang berjauhan itu adalah hal yang wajar namun kali ini ada hal yang berbeda.


Haidar pun memutuskan untuk menghubungi rumah karena sudah dua hari ini handphone Novita tidak pernah aktif.


Setelah berdering beberapa kali seseorang mengangkat telpon tersebut dan itu adalah pelayan yang mengatakan jika Novita tidak pernah kembali sejak mengantar Haidar ke bandara.


Pria itu semakin cemas dan akhirnya meminta asisten pribadi nya untuk mencari tahu keberadaan istrinya itu.


Sampai saat keesokan harinya pria itu tidak kunjung mendapatkan kabar tentang keberadaan Novita karena ternyata Agam pun tidak tau keberadaan istrinya itu.


Haidar terpaksa memutuskan untuk pulang ke kota tempat dimana kini tinggal bersama dengan istrinya itu.

__ADS_1


Namun sesampainya di sana dia mendapat kabar jika istrinya tidak ditemukan dimana pun.


"Lakukan pencarian sampai ketemu aku tidak mau tau pokoknya dalam waktu singkat istri ku harus sudah ditemukan."ujar Haidar tegas.


Agam yang mendengar kabar itupun dia meminta ijin pada Sherina untuk mencari keberadaan Novita, dan Agam pergi bersama dengan Haidar menuju ke rumah lamanya.


Sesampainya di rumah peninggalan almarhum mertuanya itu, mereka langsung bergegas masuk saat seorang pelayan yang menjaga rumah bilang nona muda mereka sudah dua hari ini tidak keluar kamar bahkan tidak menyahut saat dia menawarkan makan siang sore dan malam ini meskipun kemarin masih sempat meminta tolong untuk mengambil obat dan pelayan itu membantu dia untuk meminum obat tersebut.


Saat Agam masuk setelah pintu di dobrak, nampak lah sebuah pemandangan yang benar-benar mengejutkan, Novita sudah terbujur kaku dengan luka sayatan di tangan kirinya.


"Novita!!!"Teriak Agam.


Sementara Haidar saat ini pria itu tidak bisa berkata apa-apa dia bungkam seribu bahasa tubuhnya ambruk di lantai, tepat di samping jasad Novita, tetesan air mata itu mengalir deras, tapi tanpa suara berbeda dengan Agam yang berteriak-teriak sambil menggoyangkan tubuh Novita yang sudah dingin dan kaku itu.


Agam menangis histeris sambil memeluk jasad wanita yang sangat ia cintai sebelum Sherina itu, dia benar-benar menyesal karena tidak bisa melindungi wanita yang kini telah pergi meninggalkan dunia ini.


Agam gagal memenuhi janji nya, hingga akhirnya pihak kepolisian datang dan mengungkapkan kasus kematian tersebut, tidak ada tanda-tanda kekerasan kecuali luka yang dibuat oleh korban sendiri.


Bahkan sebelum bunuh diri, Novita sudah membuat surat wasiat terakhir nya lewat rekaman video dan juga surat tertulis di sana dia menyatakan bahwa dia sudah tidak kuat menahan cobaan hidup yang datang silih berganti hingga kegagalan dirinya untuk menjaga amanat papanya dan dia juga meminta maaf kepada suaminya yang sangat ia cintai karena tidak bisa memberikan kebahagiaan selama pernikahan mereka.


Novita pergi meninggalkan dunia ini meninggalkan Agista yang baru berusia empat tahun kurang.


Agam, benar-benar terpukul, tapi setiap kali ia mengingat surat wasiat yang Novita tinggalkan bahwa dia menitipkan putri semata wayangnya itu pada Agam, dan dia juga menyimpan sebuah amplop besar berisi surat-surat penting aset berharga miliknya dan juga dua buku rekening bank miliknya dan satu surat asuransi pendidikan untuk Agista.


Seakan semua sudah ia siapkan sebelum kepergiannya.


Sementara untuk Haidar, wanita itu hanya bisa minta maaf,atas segala kekurangan nya selama pernikahan yang mereka berdua jalani wanita itu menginginkan Haidar hidup bahagia meskipun tidak bersama dengan nya, Novita juga berdoa semoga Haidar mendapatkan momongan seperti yang ia harapkan meskipun bukan dari dirinya.


Novita mengambil jalan pintas, karena dia tidak ingin menyusahkan siapapun lagi termasuk Agam dan Sherina.


Dia juga menitipkan dua puluh amplop kecil berupa surat yang akan mereka berikan di setiap putri nya berulang tahun.


Sherina yang mendapat kan itupun dia benar-benar shock dan sangat berduka .


Sementara Haidar pria itu terus menangis dalam diam dan mengurung diri di dalam kamar nya, setelah proses pemakaman itu usai.


Dia masih menangis dalam diam, sampai suara ketukan pintu membuat ia harus beranjak dari tempatnya saat ini.


Pria itu masih bungkam seribu bahasa, dia menahan rasa sesak yang teramat sangat, dari kepedihan yang ia rasakan saat ini.


Hatinya teramat pedih dan sangat sakit saat istri tercinta nya mengakhiri hidupnya dengan cara tragis, bahkan dia merasa tidak berguna disaat istrinya tengah berjuang melawan rasa sakit yang bahkan menyebabkan kematian itu terjadi.


"Mas, dibawah ada tuan Agam dan nona kecil."ujar seorang ibu-ibu yang merupakan tetangga dekat Novita.


"Ya,, Novita di makamkan di samping makam sang papah karena makam ibunya berada di luar kota, tempat kelahiran ibunya.


Haidar pun turun menemui Agam yang kini terlihat sembab pria itu pun lebih terpukul dari Haidar, apalagi saat ini buah hati Novita ada bersamanya dan Gadis kecil itu bahkan tidak pernah mengerti apa itu kematian.


"Daddy, dimana mommy, kenapa? mommy tidak kembali menemui Agis, padahal satu Minggu lalu mommy datang dan memberikan kado untuk Agis."ujar gadis itu.


Sontak keduanya saling tatap lalu kemudian mereka memeluk Agista dengan sangat erat sambil berderai air mata.


"Agis sayang mommy sudah tidak ada lagi di dunia ini, dia sudah berada di surga, tapi kamu jangan sedih ada Daddy,, dan daddy Agam yang akan menjaga Agis, Agis putri Daddy sayang."ujar Haidar yang kini benar-benar tidak kuasa menahan air mata nya.


"Untuk Agis seperti yang diwasiat kan oleh Novita, aku yang akan membesarkan dia, kamu cukup memberikan dia kasih sayang itupun jika kamu mau."ujar Agam.


"Kau itu bicara apa? Agis juga putri ku dan sampai kapan pun akan tetap seperti itu, meskipun aku bukan ayah kandungnya aku akan membiayai hidupnya, sampai dia dewasa nanti dan sampai saat dia menemukan jodoh nya."ujar Haidar.

__ADS_1


"Jangan lupa kau pun diminta untuk hidup bahagia bersama dengan calon istri mu kelak."ujar Agam.


__ADS_2