
Anak-anak Rayan yang kesal langsung mencebikkan bibir nya, mereka minta segera pulang.
mereka semua pun kembali dengan menggunakan tiga mobil termasuk mobil Haidar yang kini ditumpangi oleh ibu dan anak itu.
Rayan sengaja meminta Natali untuk ikut di mobil Haidar.
"Aku antar ke Mension atau kemana?."tanya Haidar.
"Ke Mension saja dulu mungkin setelah itu aku akan mencari tempat tinggal baru yang strategis dari rumah dan perusahaan juga sekolah Leon."ujar Natali.
"Heumm,, nanti aku cari tahu, siapa tahu ada yang sesuai dengan keinginan mu."ujar Haidar.
"Heumm,,, terimakasih sebelumnya."ujar Natali.
"Sama-sama."balas Haidar.
Sementara Leon mungkin karena kelelahan sejak tadi dia tertidur pulas di belakang.
"Bagaimana? jika kita menikah."ujar Haidar.
"Aku tidak tahu,,, aku belum memikirkan sampai kesitu, tapi aku akan coba berpikir dulu."jawab Natali.
"Heumm,,, baik'lah, setelah kamu siap aku akan langsung melamar mu."ujar Haidar sambil tersenyum.
Sejak beberapa hari ini Natali meminta untuk tidak memanggil dia dengan sebutan kakak ya,, menurut Natali sedikit aneh karena Agam saja yang berada di bawah nya umurnya itu, memanggil dia dengan sebutan nama saja.
usia Natali saat ini 33 tahun sementara Agam 32 tahun karena saat Gibran dan Wina memutuskan untuk menikah saat itu daisy belum punya anak dari Vino setelah Wina hamil baru Daisy menyusul.
Agam dan Anya lahir saat Rayan berusia tujuh tahun, dan kini usia Rayan 39 tahun sementara daisy 33 tahun.
Rayan sebagai yang tertua begitu mengasihi mereka yang masih sangat muda termasuk Natali meskipun tidak pernah ada hubungan darah Tao dia menghargai Gibran sebagai mantan suami almarhum Daisy.
...*******...
Setelah tiba di Mension, Haidar membukakan pintu mobilnya untuk Natali. setelah itu dia pun membantu menggendong Leon.
Sampai di dalam Mension tersebut Natali langsung masuk kedalam kamar nya diikuti oleh Haidar yang menggendong Leon, dia ingin membaringkan Leon di kamarnya, meskipun Rayan bilang jika kamar untuk Leon sudah disiapkan.
Sampai di dalam Haidar membaringkan Leon dan Natali langsung melepaskan sepatu yang Leon kenakan dia pun menyelimuti tubuh putranya itu.
"Terimakasih."ucap Natali lirih.
"Sama-sama, jika butuh bantuan tidak usah sungkan."ujar Haidar.
"Heumm,,, terimakasih."ujar Natali.
Haidar pun pergi meninggalkan Natali rencananya dia akan ke rumah Agam untuk untuk menemui Agista dan bilang jika Natalia sudah kembali.
Haidar pun ikut bahagia karena Agista akan kembali ceria saat dia bertemu dengan Natali nanti.
Sementara itu di rumah Agam, pria itu kini tengah menelpon Dokter agar dia bisa datang untuk memeriksa Agista.
Agis demam tinggi sejak pagi.
Saat Haidar tiba di sana dia kaget saat melihat Agista tidak bersemangat dan terus berada di dalam pelukan Agam.
"Agista sayang,,, kamu kenapa? nak."ujar Haidar yang langsung mendekat.
"Agis demam aku sedang menunggu dokter."ujar Agam.
"Agis gendong sama Daddy ya, kasihan Daddy Agam pasti belum istirahat."ujar Haidar.
__ADS_1
Agis langsung mengangguk setelah itu ia berpindah pada pangkuan Haidar.
"Sayang Daddy sedih lihat kamu sakit begini, apa? Agis tidak salah makan kan."tanya Haidar.
"Tidak dia susah makan dari kemarin dia bilang tenggorokan nya tidak enak."ucap Agam.
"Pasti ada radang."ujar Haidar.
"Aku sudah panggil dokter."ujar Agam.
"Ya aku tau,,, pergilah istirahat biar aku yang menemani Agis."ujar Haidar.
"Aku hanya akan mandi dan melihat kedua adiknya karena Sherina sedang berada di restoran."ujar Agam.
"Heumm ya."balas Haidar.
Agam pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua, Haidar yang kini memeluk dan mencium putri nya itu.
"Agis, cepat sembuh Daddy ada kabar baik untuk Agis, tadi Daddy jemput Mommy Natali."ujar Haidar.
"Aku hanya ingin Mommy Vita, Agis semalam di peluk Mommy Vita, dia menangis sambil memeluk Agis."ujar Agista.
Haidar langsung terdiam, tatapan mata nya berubah sendu, dia tau disaat seperti ini Novita benar-benar sangat dibutuhkan, karena perhatian orang lain tidak akan seperti perhatian ibu kandung nya.
"Daddy tau, kalau Agis merindukan Mommy tapi saat ini mommy sudah berada di surga, kamu hanya perlu berdoa saat kamu merindukan Mommy."ujar Haidar lembut.
"Daddy kapan Mommy kembali Agis rindu.."ujar Agista.
"Mommy Vita, tidak akan pernah kembali sayang, dia sudah tidak ada di dunia dia sudah menjadi bintang di langit dan tinggal di surga."ujar Haidar lembut.
Agis pun hanya bisa terisak, dia benar-benar belum bisa menerima kepergian Novita bahkan dia tidak mengerti apa itu kematian.
"Siapa? yang sakit."ujar Sherina pada Haidar.
"Agis."jawab Agam yang kini sudah terlihat segar karena sudah selesai mandi.
"Heumm...sini sayang Aunty gendong."ujar Sherina.
"Sebaiknya kamu bersih-bersih dulu yang si kecil dua-duanya sudah merindukan mu."ujar Agam.
Agam pun mengikuti Haidar untuk membawa Agis kedalam kamarnya sesampainya di sana dia langsung membaringkan Agista di ranjang nya.
Sampai saat Agista diperiksa oleh dokter tersebut, ternyata benar Agis terkena radang tenggorokan sehingga menyebabkan dia demam, namun dokter menyarankan agar Agis dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.
"Biar aku saja yang membawa putri kita ke rumah sakit kalian sudah pasti lelah dan akan sibuk dengan kegiatan dan juga kedua putra kalian."ujar Haidar.
Haidar langsung pergi meninggalkan kediaman Agam membawa Agista bersama dengan baby sitter nya untuk menuju ke rumah sakit.
Sesampainya di sana Agista langsung ditangani oleh dokter spesialis anak, sampai gadis kecil itu dipindahkan ke dalam ruangan rawat inap VIP.
Agis sempat menangis saat dokter memasang infus di tangan nya, meskipun tidak seberapa sakit tapi Agis takut dengan jarum suntik, akhirnya gadis kecil itu terdiam saat Haidar memeluk dan menggendong Agista dan dibawa jalan-jalan di ruang itu, agar Agista sedikit tenang.
Setelah Agista tidur, karena sudah ada obat pereda demam yang disuntikkan pada botol infus, akhirnya Agista tertidur pulas.
Haidar masih merasa cemas, tapi setidaknya Agista sudah bisa beristirahat.
Pria itu, menelpon asisten pribadi nya untuk menyiapkan segala keperluan nya dan meminta dia mengantar itu ke rumah sakit saat itu juga karena sampai saat ini dia bahkan belum mandi dan makan seharian hanya sempat sarapan pagi.
Tadinya Haidar Ingin mengajak Agista jalan-jalan sambil makan di luar namun ternyata Agis malah sedang sakit.
Haidar, meminta baby sitter Agis untuk istirahat, agar nanti saat Agis bangun wanita itu sudah siap untuk membantu Haidar merawat Agista.
__ADS_1
.................................
Sampai akhirnya mereka tidur, di dalam ruangan VIP tersebut.
Sampai, Natali datang saat Haidar tidur memeluk Agista. sementara baby sitter tidur di atas sofa.
Natalia duduk di samping bed pasien yang cukup untuk dua orang itu.
"Agis sayang ini Mommy sudah datang, kamu harus segera sembuh sayang."ujar Natali.
Haidar, yang mendengar itu. dia langsung bangun dan bangun perlahan.
"Kamu datang Nat."ujar Haidar.
"Iya,,, kenapa? tidak beritahu aku jika Agis sakit. kamu juga tidak bilang jika kamu bawa Agis ke rumah sakit."ujar Natali.
"Tadi,,, aku tidak sempat bilang karena Agis tidak bisa jauh dari Agam dan aku. aku juga tidak tega jika harus mengganggu waktu istirahat mu, jadi aku tidak memberitahu soal ini padamu karena rencananya besok baru mau bilang."ujar gadis itu.
Natalia, mengelus puncak kepala Agista dengan sayang.
"Aku,,, harus segera memberikan keluarga yang utuh untuk Agis, agar dia tidak lagi kesepian, namun rasanya sulit jika mencari calon ibu yang benar-benar sangat mencintai dan menyayangi Agis, agar dia tidak lagi meminta Novita untuk kembali. karena itu benar-benar tidak mungkin."ujar Haidar.
"Jika kamu ingin menikah lagi, biarkan Agis hidup bersama dengan ku, kamu tidak perlu merasa terbebani dengan itu."ujar Natali.
"Aku, tidak mementingkan diriku sendiri."ujar Haidar.
"Haidar,,, ibu sambung mana yang akan mencintai Agis seperti anak kandungnya sendiri, jangan naif hanya aku orang yang sayang padanya sepenuh hati."ucap Natali.
"Aku tau,,, maka dari itu ayo kita menikah, agar Agis benar-benar sepenuhnya bisa tinggal bersama dengan kita."ujar Haidar.
"Agam adalah Daddynya Agista dia yang akan memutuskan semuanya."ujar Natali.
"Aku juga Daddy nya, aku ingin putri ku hidup bahagia dengan keluarga yang utuh. kita yang akan menjadi mommy dan Daddynya."tegas pria itu.
Sampai saat pukul satu pagi Haidar dan Natali masih mengobrol.
Natalia, meminta waktu pada Haidar untuk berpikir. karena saat ini urusan yang paling besar yang harus dia urus. meskipun Haidar menawarkan bantuan untuk itu.
Natali tidak menjual aset yang berada di Amerika, dia hanya menukar kantor pusat yang ada di sana menjadi kantor cabang perusahaan dengan begitu jika Leon besar bisa memutuskan untuk tinggal di mana.
Sementara saat ini Natali akan tinggal di Indonesia bersama dengan Leon .
Sampai Agista terbangun di pagi hari gadis itu langsung berteriak memanggil Natali yang kini tertidur pulas dengan posisi berbaring dan kepala berada di pangkuan Haidar, yang kini tengah tidur sambil duduk sambil tumpang kaki.
"Mommy!!"teriak Agista.
Natalia, langsung bangun karena terkejut oleh suara Agis.
Namun saat sadar dengan posisinya saat ini Natali langsung bangun dari rebahan nya dan buru-buru menghampiri Agista saat itu juga.
Sementara Haidar saat ini tersenyum dalam hati, nyatanya wanita itu benar-benar pemalu saat berurusan dengan hal yang sifatnya intim.
"Agis sayang apa? demamnya sesudah turun dan apakah sekarang sudah ingin makan."ujar Natali.
Sampai akhirnya Haidar mengelus puncak kepala Agis.
"Agis, pasti sudah bisa makan, iyakan sayang Daddy."bujuk Haidar.
Pria itu, langsung pergi menuju kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.
"Kamu mau pesan apa? Nat aku mau keluar."ujar Haidar.
__ADS_1