Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Syukuran rumah baru#


__ADS_3

Saat, mereka pulang dari hotel Agam membawa Sherina pulang keu rumah yang empat hari lalu mereka tinggalin, tapi kali ini semua terlihat berbeda, dari saat masuk karena Agam menghiasi semua dengan bunga-bunga.


Agam, langsung menggendong istrinya, menuju ruang santai.


Sesampainya di dalam kamar kedua pengantin baru tengah duduk bersama sambil saling mengobrol panjang lebar canda tawa berdua hingga mereka berdua tertidur pulas di atas ranjang.


Hingga pukul dua siang hari itu Agam bangun dia langsung bergegas menuju dapur mencari ikan yang ia beli di dalam freezer, untuk dia masak sendiri dia akan belajar masak meskipun terlihat sedikit sulit untuk istri tercinta nya.


Sementara Sherina yang baru membuka mata dia melihat ke sekeliling kamar tersebut dia tidak melihat suaminya ada di sana, gadis itu pun mencoba untuk meraih kursi roda yang ada di samping ranjang nya sambil merayap menggunakan tenaga dari tangan nya sampai ia bisa menahan tubuhnya dan terduduk di kursi roda nya.


Dia pergi ke kamar mandi untuk mandi karena merasa lengket setelah tidur seharian.


Sampai selesai mandi dengan susah payah, akhirnya Sherina selesai menggunakan pakaian, gadis itu langsung bergegas pergi menuju lantai bawah, dia yakin jika suaminya ada di bawah karena jika Agam pergi keluar rumah pasti dia memberitahu Sherina.


Setibanya di lantai bawah wanita itu langsung bergegas menuju dapur.


"Yank kamu dimana?"ucap gadis itu.


"Kamu sudah bangun Yank"ucap Agam yang keluar dari pintu dapur tersebut.


"Sudah, Sayang aku bahkan sudah mandi"jawab Sherina.


Agam pun mengecup istrinya itu.


"Ih, bau amis"ucap Sherina.


"Ah lupa belum bersih-bersih sayang, tunggu disini sebentar yang"ucap Agam.


Pria itu mendorong kursi roda tersebut dan diposisikan sejajar dengan kursi meja makan.


Agam langsung pergi ke dapur melepaskan apron dan membersihkan tangan yang masih bau amis itu dengan sabun khusus untuk menghilangkan amis, tidak hanya itu Agam juga menyemprotkan parfum ke tangannya.


Lalu dia membawa Ikan panggang ala chef YouTube.


Sementara, Sherina, merasa bahagia melihat suaminya bersusah payah untuk memasak makan siang untuk mereka berdua, terutama untuk dirinya.


"Sayang kamu pintar memasak"ucap Sherina.


"Sayang, aku baru belajar entah ini benar atau tidak, tapi semoga saja istri ku suka"ucap Agam.


"Apapun itu,, aku yakin ini enak karena kau membuat ini dengan tulus.


"Heumm,, istriku memang sungguh sangat pengertian"ucap Agam.


Agam langsung mengambilkan piring dan mengisi piring tersebut dengan ikan bakar dan sedikit nasi dan sambal kecap, lalu memberikan itu pada istrinya Sherina.


"Sayang coba ini mudah-mudahan enak ya"ucap Agam.


Agam pun duduk dan mengambil bagian nya.


Gadis itu langsung menyicipi ikan bakar tersebut, tapi kemudian dia berhenti sejenak dan memejamkan mata nya, seakan sedang menikmati semua itu.


Agam langsung bertanya"Jika rasanya tidak enak jangan memaksakan diri jika tidak enak Yank,, aku bisa pesankan makanan untuk mu"ucap Agam.


"Aku tidak serakah seperti itu yang, ini sudah jauh lebih cukup bahkan ini sangat enak"ucap Sherina sambil tersenyum manis.


Agam tersenyum bahagia, saat istrinya memuji masakan yang ia buat.


"Terimakasih cinta"ucap Agam.


"Heumm sama-sama sayang, aku boleh nambah lagi kan yang"tanya Sherina.


Agam langsung mengangguk, mereka pun makan siang dengan penuh kenikmatan dan juga kebahagiaan, setelah selesai makan siang, Agam juga memberikan makanan penutup yaitu puding coklat kesukaan istrinya itu.


Hingga saat mereka berpindah tempat bersantai puding itu tetap dibawa oleh Agam, karena saat ini Sherina masih menikmati itu.


Sampai saat Agam selesai mengerjakan pekerjaan nya yang sempat tertunda, beberapa hari ini, Agam melihat istrinya masih merebahkan diri di sofa tempat mereka duduk.


"Sayang, mau sesuatu"ucap Agam.


"Aku tidak ingin apa-apa aku hanya ingin segera bisa berjalan dengan lancar,agar aku bisa menjadi istri yang sempurna untuk mu Yank"ucap Sherina.


"Sayang,, kamu itu jauh lebih dari sempurna"ucap Agam.


"Aku tidak bisa melayani mu Yank"ucap Sherina.


"Heumm,,, sabar ya sayang, nanti juga bisa "ucap Agam menyemangati istrinya sambil mengelus puncak kepala istrinya itu dengan penuh sayang, Agam mengecup bibir istrinya itu.


"Aku belum menjadi wanita yang sesungguhnya"ucap Sherina.


"Heumm,,, tidak masalah kita akan menyempurnakan itu, saat Sherina ku ini benar-benar sembuh"ucap Agam.

__ADS_1


Jika kedua sejoli itu tengah berbahagia, berbeda dengan Novita, saat ini Ibu satu orang anak itu, masuk rumah sakit karena sebuah kecelakaan saat seseorang tak sengaja menabrak Novita yang tengah terburu-buru menyebrang saat dia tengah bertelepon dengan seseorang.


Beruntung pria yang menabraknya itu tidak lari dia sangat bertanggung jawab dan dia juga langsung menolong Nobita membawa ibu dari Agista itu ke rumah sakit.


Novita mengalami luka-luka yang cukup serius di bagian kepala, dan juga di bagian lengan nya.


Pria, berusia 27 tahun itu, adalah seorang pengusaha sukses berasal dari keluarga yang sangat kaya raya, dia baru kembali dari Amerika. namun sayangnya dia sudah tidak punya keluarga lagi dia, sudah kehilangan kedua orang tua nya saat pria itu masuk kuliah.


Sampai, pria itu menunggu di ruang VIP tersebut.


Sampai saat, Novita sadar dia menatap ke sekeliling ruangan yang serba putih itu.


"Aku dimana?"lirih nya.


"Anda di rumah sakit nona"ucap Noval Anggara.


"Kamu siapa?"tanya Novita.


"Saya Noval Anggara"ucap pria itu.


"Tolong hubungi seseorang aku harus memastikan putriku baik-baik saja, dia di rumah bersama dengan susternya, aku akan menghubungi Ayahnya.


"Siapa?"tanya, Noval.


"Mantan suami ku"ucap Novita.


"Ini Ponsel mu"ucap Noval.


"Iya"ucap Novita yang langsung mengambil handphone nya, dan menghubungi Agam.


"Aku sedang berada di rumah sakit, aku mohon tolong jaga Agista, aku sebenarnya tidak ingin merepotkan mu bang,, tapi aku tidak bisa pulang mungkin besok aku akan pulang paksa"ucap Novita yang ragu untuk meminta tolong.


"Abang tidak usah datang ke rumah sakit, aku tidak ingin semakin merepotkan mu, dan tolong sampaikan maaf ku pada Sherina, aku tidak bermaksud mengganggu kalian"ucap Novita lirih.


Noval berpura-pura fokus pada laptop nya, namun dia masih menyimak obrolan Novita.


"Terimakasih Bang, setidaknya Agista baik-baik saja itu sudah jauh lebih cukup, Abang bisa mengurung Agista dan susternya di kamar tamu, agar tidak menggangu kalian berdua"ucap Novita lagi.


"Kau memang pria yang paling baik, terimakasih Abang"ucap Novita.


Panggilan pun berakhir, kini Novita mengusap air mata nya.


...............


"Tidak,, aku yang menghianati dia"ucap Novita.


"Apahhh! ma-maafkan aku, bukan maksud ku bersikap tak sopan"ucap Noval.


"Tidak apa-apa itu adalah kenyataan nya, aku yang salah karena telah mempercayai pria dari masalalu ku"ucap Novita.


"Ah, sudah lah, tidak perlu dibahas lagi"ucap pria itu.


Novita terlihat meringis.


Noval, langsung bergegas memanggil dokter.


Sementara itu di kediaman Agam, Sherina kini tengah menunggu Agam yang kini meninggalkan rumahnya untuk menuju rumah Novita.


Sherina, sebenarnya tidak setuju jika Agam pergi menemui Novita, tapi gadis itu tidak bisa berbuat dia tidak ingin dirinya dianggap sebagai penghalang untuk hubungan baru diantara mereka.


Agam sendiri saat ini langsung menjemput Agista, setelah itu ia pergi menuju rumah sakit, yang kebetulan tidak terlalu jauh dari arah rumah wanita itu.


Sesampainya di sana, Agam begitu kaget saat melihat Novita tengah ditangani oleh dokter dan perawat karena saat ini wanita itu tengah menangis kesakitan dan tangan nya yang cedera kini tengah diobservasi oleh mereka sementara ada seorang pria yang cukup tampan berdiri di sana membantu Novita mengelus tangan itu perlahan.


Ada rasa yang tidak bisa ia ungkapkan saat ini, sampai dia masuk kedalam dan Novita menatap lekat wajah nya sambil menahan rasa sakit dengan derai air mata.


"Abang"ucap Novita lirih.


"Apa? yang terjadi padamu Vita"ucap Agam yang kini mengusap puncak kepala mantan istri nya dengan sayang.


"Kenapa? tidak menghubungi ku, atau meminta ku datang lebih awal"ucap Agam.


Novita tidak menjawab hanya Air mata yang mewakili rasa sakit yang ia rasakan saat ini.


"Pulang lah, Sherina pasti menunggu Abang, aku hanya minta maaf karena telah mengganggu kalian dengan menitipkan Agista"ucap Novita.


"Jangan berpikir yang macam-macam tetap fokus pada kesembuhan mu, aku bisa meminta kakak untuk menjemput Sherina"ucap Agam.


Novita tidak bisa menolak Agam, memerintahkan dua orang untuk menjemput Agista dan Sherina untuk dibawa pulang ke Mension, sore itu juga.


Semua, karena Agam ingin menangani semua nya.

__ADS_1


Sementara itu pria yang sedari tadi menunggu Novita kini masih berada di sana melihat interaksi Agam dan Novita yang begitu dekat membuat, pria itu menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang istimewa dari hubungan mereka.


"Perkenalkan saya Noval Anggara, saya yang tidak sengaja menabrak nona Novita"ucap Noval.


Agam, hanya mengangguk.


Sementara, itu Sherina kini tengah duduk termenung di balkon kamar nya tepat di atas kursi roda.


Gadis, itu bahkan meneteskan air mata, dia sudah bisa membayangkan semua ini sejak awal.


Itulah kenapa? Sherina menolak Agam dulu, karena wanita itu tau cinta Agam untuk Novita, masih tetap ada seperti sekarang ini.


Tiba-tiba suara derap langkah terdengar begitu nyaring, dan ternyata itu adalah Rayan.


"Sherina ayo kita pulang ke Mension, Agam tidak bisa kembali karena wanita itu ternyata keadaan nya sangat parah"ucap Rayan.


"Tidak usah kak, tidak apa-apa aku disini saja, lagipula ini bukan kali pertama aku tinggal sendiri"ucap Sherina.


"Sherina!" ucap Rayan yang tidak ingin dibantah.


"Aku tidak akan pergi kemanapun"ucap Sherina .


"Kau terlalu keras kepala, Sherina tapi ingat jika kamu terus tenggelam dalam kecemburuan suatu saat kamu yang akan rugi karena pria akan jenuh dengan wanita seperti itu"ucap Rayan tegas.


"Kak Rayan tenang saja jika itu terjadi, lebih baik lagi secepatnya terjadi karena aku tidak ingin terus terikat dengan pria yang tidak bisa move on dari masalalu nya"ucap Sherina.


"Terserah kamu saja, lagipula jika keadaan mu terus seperti ini, Agam juga akan terlambat untuk mendapatkan pewaris"ucap Rayan tanpa sadar.


"Suruh adikmu untuk menceraikan aku sekarang juga, agar kalian bisa lebih cepat mendapatkan pewaris"ucap Sherina yang terlanjur sakit hati.


Rayan langsung meninggalkan Sherina yang kini tengah menangis sesenggukan sambil memukul-mukul lutut nya itu.


"Kenapa! hiks hiks hiks hiks kenapa? aku harus seperti ini tuhan aku sudah sangat lelah, aku ingin pergi saja"ucap Sherina.


Sherina bahkan mencoba untuk berdiri dan mengangkat hendak melangkah namun baru saja dua langkah dia terjatuh dengan sangat keras bahkan keningnya terluka karena benturan keras pada ujung pelek kursi roda nya itu.


Namun gadis itu tidak mau menyerah Sherina sekuat tenaga berusaha untuk bangkit dan sampai saat ia berhasil berdiri sambil berpegangan, Sherina berusaha untuk berjalan darah mengalir deras, tapi dia tidak perduli, hingga akhirnya ia kembali terjatuh lagi, dan terus seperti itu, hingga tiba di atas ranjang nya.


Sherina, menjatuhkan tubuhnya begitu saja, hingga saat ia merasa pusing dan tak sadarkan diri.


Agam yang baru kembali setelah Rayan memberitahu bahwa gadis itu mau diajak ke Mension, dan pesan itu baru iya buka saat pukul satu dini hari, Agam langsung pulang menuju rumah nya.


Hingga saat ia tiba di pekarangan rumah, Agam kaget dan langsung bergegas masuk masuk kedalam rumah.


Agam langsung menyalakan seluruh lampu ruangan sambil mencari Sherina, yang tidak ia temui di manapun.


Sampai tiba di dalam kamarnya, Agam kaget melihat keadaan kamar yang berantakan dan saat melihat keatas ranjang dia melihat Sherina tertidur dengan darah yang mengering di keningnya, dan Agam tidak pernah mengira semua itu akan terjadi hingga akhirnya gadis itu dibawa ke rumah sakit yang tak jauh dari arah rumah nya.


"Sayang kamu dengar aku,, bangun sayang maafkan aku Sherina"ucap Agam, sambil mengguncangkan tubuh istrinya itu


Hingga tiba di sebuah rumah sakit, Sherina langsung ditangani oleh dokter.


Hingga, beberapa? saat gadis itu tersadar setelah di pindahkan ke ruangan VIP.


Sherina hanya menatap kearah lain tanpa bicara apapun, pada Agam karena bagi Sherina ini sudah berakhir.


"Yang, apa? yang terjadi,, kenapa? tidak ikut dengan kak Rayan"ucap Agam.


Sherina tetap diam seribu bahasa.


Dan Agam terus, menerus mencoba untuk bicara terus menerus.


Namun Sherina tidak tetap tidak menjawab, hingga saat Agam memanggil nama nya.


"Sherina!"ucap Agam.


"Ceraikan aku sekarang juga, agar kamu secepatnya dapat pewaris, dan juga bisa langsung kembali padanya"ucap Sherina.


"Yank!"bentak Agam.


Agam langsung menarik tangan Sherina.


"Aku cacat dan tidak berguna, untuk apa? mempertahankan pernikahan ini jika hanya akan menghambat proses untuk memiliki pewaris, bahkan aku tak bisa mengurus diriku sendiri, bagaimana? bisa membuat mu bahagia bahkan memberikan mu keturunan."ucap Sherina, yang kini menangis sesenggukan.


"Siapa? yang sudah membuatmu seperti ini"ujar Agam.


Agam langsung meraih ponsel nya, dia mengecek Cctv kamar tersebut, untuk mengetahui apa? yang sebenarnya terjadi, hingga rentetan kejadian itu terlihat jelas, Agam hanya bisa mengepalkan tangannya, saat ini.


Dia tau Sherina, tidak akan pernah meminta itu jika harga diri nya tidak terluka, Ingin sekali dia menjerit keras saat melihat istrinya jatuh bangun dan menyakiti diri sendiri karena perkataan Rayan.


Pria itu berbalik dan menatap ke arah Sherina, yang kini sudah memunggungi Agam.

__ADS_1


"Maafkan aku Yank,,"ucapnya lirih.


__ADS_2