Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Bertemu Sherina#


__ADS_3

Saat ini dia tengah berada di Inggris, Agam yang tengah membuka bisnis barunya di bidang kuliner di Inggris kini tengah sibuk memantau beberapa restaurant yang ternyata masih dalam tahap pengerjaan tersebut.


Saat sedang fokus menatap kearah sebrang jalan, Agam terbengong saat melihat wanita yang seharusnya berada di Italia, saat ini berada di seberang jalan tepat di hadapan nya, yang sama-sama melirik ke arah nya.


"Sherina!"panggil Agam.


"Kak Agam!"balas Sherina yang langsung menyebrang jalan.


"Apa? aku tidak salah lihat, sedang apa? kau disini"tanya Agam.


"Aku sedang berlibur sekaligus mencari pekerjaan"ucap Sherina.


Agam langsung menaikan alisnya, meminta penjelasan ulang.


"Aku ingin hidup mandiri, dan bekerja meskipun harus jadi tukang kuli angkat beban"ucap Sherina sambil tersenyum.


"Beban hidup saja sudah terlalu berat jangan ditambah lagi"ucap Agam.


"Heumm...kak Agam tau saja kak Agam cenayang ya"ucap Sherina.


"Bukan itu masalah nya"ucap Agam.


"Lalu apa?"tanya Sherina.


"Kenapa? pergi jauh meninggalkan orang yang sangat menyayangi mu"ucap Agam.


"Nenek, belum lama ini meninggal dunia, dan di keluarga ku sedang terjadi perebutan kekuasaan dan harta gono-gini, dan aku tidak ingin ikut terseret. ya lebih baik seperti ini saja daripada harus celaka gara-gara semua itu"ucap Sherina yang kini merasa trauma atas kejadian di masa lalu.


Agam mengangguk-angguk kan kepalanya kemudian ia menggeleng"Bukan mereka yang aku maksudkan"ucap Agam.


"Aku tidak tau maksud kakak, karena yang aku tau hanya nenek ku, oh iya apa? nyonya ikut"tanya Sherina, yang kini celingukan.


Agam hanya diam tak menjawab pertanyaan tersebut, dia malah mengalihkan pembicaraan.


"Kak bis nya sudah datang aku pergi dulu"ucap Sherina.


"Tetap di sini jangan pergi"gumam Agam dalam hati.


Sherina yang tengah pamit dia merasa heran tapi kemudian, dah kak Agam semoga selalu bahagia"ucap gadis itu yang memeluk Agam, sebagai salam perpisahan, untuk kedua kalinya.


Tapi kali ini jantung keduanya seakan saling bersautan hingga akhirnya Sherina berlalu dengan bus tersebut, Agam masih berdiri mematung di tempatnya.


"Sherina apakah aku tidak bermimpi"lirih Agam.


Pria itu langsung bergegas menuju mobilnya yang terparkir di depan restaurant tersebut, dia hendak menyusul Sherina, entah kenapa? Agam tidak bisa menghindari gadis yang satu itu.


Agam melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga bisa menyusul bus tersebut.


Agam langsung menghentikan bus tersebut meskipun awalnya sulit tapi bus tersebut akhirnya berhenti juga dan Agam, meminta ijin untuk memeriksa apakah ada Sherina didalam bus tersebut.


Tapi setelah mencari dan meneliti tidak ada gadis itu di sana, yang ada hanya penumpang lainnya.


Agam kembali menuju mobilnya dengan langkah gontai, dan saat itu juga seorang wanita yang tadi sempat dibantu pria yang duduk di samping nya untuk bersembunyi saat melihat Agam masuk kedalam hendak mencarinya, pria itu bersedia menolong Sherina.


"Bukan Sherina, membenci Agam, tapi dia sedang menghindar dari perasaan yang salah, dan saat ini adalah pembuktian ternyata benar adanya Sherina mencintai Agam, dia jatuh cinta pada kebaikan nya, dan semua yang ada pada diri Agam, kecuali harta, Sherina tidak pernah tertarik pada harta yang hanya membuat semua orang lupa diri.


Sampai dirinya tiba di Italia, pikiran nya tidak pernah luput dari Agam, sosok pria tampan dan baik hati rela membahayakan keselamatan nya, hanya demi menolong diri nya.


"Maafkan aku yang sudah berani jatuh hati padamu kak"lirih Sherina.


Bus yang ditumpangi oleh Sherina kembali melaju sementara Agam, mengekor di belakang hingga akhirnya Sherina turun, Agam langsung menghampiri gadis itu.


"Kenapa? kamu menghindari ku Sherina"ucap Agam.


"K kak Agam"ucap Sherina yang kini berdiri di trotoar jalan.


Agam langsung menggenggam tangan Sherina yang kini terlihat kaget.


"Ada apa? Sherina, kenapa? kamu gugup"ucap Agam.


"Tidak apa-apa kak, siapa? juga yang menghindari mu"ucap Sherina.


"Dimana? barang-barang mu, ayo ikut dengan ku, bukan nya kamu sedang mencari pekerjaan, aku sedang membuka bisnis kuliner di negara ini, jadi kamu tidak perlu repot-repot mencari pekerjaan lagi"ucap Agam.


"Tidak terima kasih kak, aku tidak bisa bekerja dalam bidang itu, aku sudah bekerja di sebuah perusahaan"jawab gadis itu.


"Benarkah"ucap Agam yang kini menatap lekat wajah cantik itu untuk mencari kebenaran di sana dan Agam meragukan itu.


'Kemari kan ponsel mu"ucap Agam yang langsung merebut ponsel.


Agam, langsung mengetik nomor ponsel nya.

__ADS_1


Agam, pun menelpon ponselnya dan saat ini nomor ponsel Sherina terlihat, di layar Agam juga mentransfer sejumlah uang kedalam akun bank milik Sherina.


"Aku tau kamu menghindari ku, meskipun aku tidak tau kenapa? tapi jika suatu saat nanti kamu butuh aku atau apapun itu kamu bisa menghubungi ku, sudah satu bulan lalu aku tinggal di sini dan minggu dengan aku kembali, jika kamu ingin kembali, itu nomor handphone ku"ucap Agam.


"Kenapa? kakak terlalu baik padaku, bagaimana jika dia marah karena salah faham"tanya Sherina.


"Kamu bilang apa? aku tidak punya siapa-siapa yang akan salah faham, dia sudah pergi bersama calon anak mereka"jawab Agam yang kini sudah membuat gadis itu mematung.


"Maksudnya"ucap Sherina yang kini bersandar di samping mobil sport yang Agam bawa.


"Sudah tidak ada yang harus dibahas lagi, intinya tidak ada wanita lain dalam hidup ku, selain mommy dan kak Anya"ucap Agam.


Sherina terdiam.


"Masih mau terus berdiam diri"ucap Agam.


"Owh silahkan kak"ucap Sherina salah paham, dia berpikir jika Agam, meminta gadis itu untuk menyingkir dari mobil nya.


Tapi sedetik kemudian Agam menarik Sherina masuk kedalam mobil.


"Ikut tinggal bersama dengan ku, sekarang katakan dimana barang-barang mu itu"ucap Agam.


"Di dalam"jawab Sherina sambil menunjuk kearah hotel.


"Mari aku antar kamu mengambil nya"ucap Agam.


"Kak, aku akan pindah ke sebuah apartemen, yang dekat dengan tempat ku bekerja nanti"ucap nya.


"Aku sudah membeli rumah, dan saat ini aku laper sudah satu bulan ini aku hanya makan roti"ucap Agam jujur.


"Begini saja,, aku buatkan masakan di rumah kakak setelah itu aku pulang"ucap Sherina.


"Mau pulang kemana, kamu disini sewa hotel"ujar Agam.


"Heumm tadi aku sudah bilang sebentar lagi aku pindah ke apartemen"ucap Sherina.


"Heumm aku tunggu kabar baik nya"ucap Agam.


"Ya sudah kakak pasti lelah lebih baik istirahat di rumah kakak"ucap Sherina.


..................


"Sherina, kamu mengusir ku"ucap Agam.


"Aku memang lelah Sherina, tapi aku akan istirahat di kamar hotel mu"ucap Agam.


"Hotel itu bukan milikku kak"ucap Sherina.


Saat mereka tengah berdebat tiba-tiba sebuah telpon masuk lewat handphone nya.


"Baiklah aku akan segera kembali"ucap Sherina.


Gadis itu berkata dalam bahasa Italia.


"Ada apa?"ucap Agam.


"Aku harus segera kembali ke Italia, mereka ingin bicara"ucap Sherina yang kini terlihat kecewa.


"Sherina, perjalanan mu itu sungguh jauh apa? tidak bisa besok lusa saja"ucap Agam.


"Mereka minta aku pulang sekarang juga"ucap Sherina yang hendak beranjak pergi, tapi tangan itu menahan Sherina didalam mobil.


"Sherina, apa? itu termasuk alasanmu untuk menjauhi ku"ujar Agam.


Sherina hanya menggeleng"Terserah kakak mau percaya atau tidak yang jelas itu bukan alasan, lagi pula kita bukan musuh"ucap Sherina.


"Sherina, apa? kamu mencintai ku"ucap Agam.


"Hahaha...kakak bicara apa? ngarang aja aku tidak mungkin mencintai suami orang dan tidak mungkin juga mencintai kakak, kita terlalu jauh berbeda kakak adalah langit dan aku hanya serpihan debu kecil di eum" ucapan Sherina terhenti saat Agam, tiba-tiba mencium bibir seksi itu.


"Kak"ucap Sherina, terlihat gelagapan.


"A ingin kamu tetap di samping ku"ucap Agam.


"Tidak bisa kak aku harus segera kembali, maaf"ucap Sherina yang langsung pergi, dia terlihat menahan tangisnya.


"Sherina, aku"ucapan Agam terhenti saat melihat wanita itu sudah tidak ada lagi di hadapan nya Sherina ternyata sudah naik taksi, entah dimana? kini Sherina tinggal dan tadi rupanya Sherina hanya berbohong.


Hingga akhirnya satu Minggu telah berlalu Agam pun kembali ke Indonesia, sejak hari itu Agam, tidak bisa menghubungi Sherina dia bahkan tidak bisa lagi melakukan pencarian terhadap gadis itu di jejaring sosial, hingga Agam membuat akun palsu dan akhirnya dia bisa melihat akun Sherina yang kini memperlihatkan wanita itu bersama dengan pria lain dan seorang anak kecil .


Dengan hastag my husband and my children.

__ADS_1


Agam mengeratkan genggaman tangan nya sendiri, saat itu juga dia berusaha untuk menghubungi Sherina, tapi nomor tersebut sudah tidak aktif lagi.


Agam semakin dibuat tak karuan.


Hari-hari iya lalui dengan bekerja dan terus bekerja tanpa beristirahat, seperti yang lainnya dia hanya akan istirahat di jam tidur nya saja.


Agam, selalu pergi pagi pulang malam pria itu kini tidak tinggal lagi di rumah besar, dia tinggal bersama di Mension, dan sesekali menjaga keponakan kembarnya yang belum lama ini lahir.


Disaat Daisy, memasak .


Raya Davidson, dan Riyan Davidson adalah anugerah terindah kedua yang Daisy dapat, awalnya Daisy mengira dia hamil tunggal saat di periksa ternyata kembar satu pasang.


Agam yang belum mempunyai anak dia begitu bahagia mendapatkan keponakan saat ia kembali dari Inggris.


Setiap ada waktu luang sebelum berangkat kerja Agam, akan menemani keduanya, yang ia panggil sebagai adik nya itu.


"Mommy, sepertinya Raya haus botol susu milik dia yang mana!"teriak Agam.


"Yang ada warna pink nya sayang" Jawab Daisy.


"Oke mommy"jawab Agam.


Pria itu langsung memberikan Raya susu di susul oleh Rayan yang juga meminta hal yang sama.


Agam pun tersenyum dia bisa merasakan bahagia menjadi seorang ayah saat ini meskipun dia belum pernah memiliki anak, karena ternyata istrinya hamil anak orang lain.


Agam harus melupakan semua nya.


"Makan lah dulu setelah itu kamu baru bisa berangkat"ucap Daisy.


"Terimakasih mommy"ucap Agam sambil tersenyum.


Pria itu berjalan menuju meja makan disusul oleh Rayan dan Daisy, sementara kedua anak nya kini tengah diasuh kedua suster nya.


Agam duduk di samping berhadapan dengan Daisy, sementara Rayan di samping Daisy.


"Honey, hari ini sepertinya akan pulang terlambat kamu tidak usah menunggu ku, jika ingin makan atau tidur duluan saja bobo sama sikecil saja"ucap Rayan.


"Ya mas hati-hati saja di jalan"ucap Daisy.


"Mommy gak usah khawatir aku akan pulang lebih lebih dulu"ucap Agam.


"Ya itu jauh lebih baik"ucap Rayan.


"Kapan? kamu akan mengenalkan dia pada kami, jangan menunggu terlalu lama nanti keburu diambil orang"ucap Rayan.


"Dia siapa?"ucap Agam.


"Sherina Abraham"ucap Rayan.


"Dia sudah menikah"ucap Agam.


"Kau percaya itu"ucap Rayan.


"Aku tidak ingin memikirkan hal itu, rasanya terlalu melelahkan"ucap Agam.


"Agam,, tidak semua wanita jahat"ucap Daisy.


"Ya, Mom"ucap Agam.


Mereka pun selesai sarapan pagi Agam dan Rayan berangkat bersama-sama meskipun tidak satu mobil.


Agam tiba di kantor nya, dia langsung disambut oleh sekertaris sekaligus asisten pribadi nya itu hingga aktivitas harian itu dia lakukan seperti biasanya.


Agam terus fokus pada pekerjaan nya hingga seseorang datang dalam keadaan sangat menyedihkan saat ini dan hal itu membuat Agam terhenyak kaget.


"Bang Agam"lirih Novita dengan wajah babak belur dan perut yang membuncit itu.


"N Novita"ucap Agam sambil berlari ke arah Novita.


"Maafkan aku mas, semua kesalahanku sekarang sudah terbalaskan perusahaan diambil alih oleh istri dia, dan dia tidak membela ku, saat wanita itu sudah menyakiti ku, aku sudah tidak punya apa-apa lagi hanya rumah peninggalan papah dan tabungan yang selama ini dibekukan, jika aku tiada nanti tolong jaga rumah itu untuk putra ku ini"ucap Novita sambil menangis sesenggukan memohon di hadapan Agam yang kini tengah memegang bahunya itu.


Agam langsung membawa Novita kedalam dekapannya, biar bagaimanapun Novita masih tanggung jawab nya, hingga saat ini bahkan setelah dia dan Novita nanti bercerai.


"Siapa? yang berani menyakiti mu Vita, aku tidak akan membiarkan orang itu lolos"ucap Agam yang kembali memeluk istrinya itu.


"Ini semua salahku Bang andaikan saja aku tidak termakan rayuan dia mungkin rumah tangga dan semua ini tidak akan berakhir seperti ini"ucap Novita.


"Sudah sekarang kamu mandi dulu ya Abang bantu Vita obati luka setelah Vita mandi"ucap Agam dengan lembut.


Tubuh Vita yang kotor mengharuskan dia untuk mandi, sementara Agam meminta asisten nya untuk membeli dua buah dress khusus ibu hamil lengkap dengan pakaian dalam nya, Novita berada di dalam kamar mandi dan ia masih menangis sesenggukan, rasa perih dari luka-luka di wajah dan kepala juga Agam bahkan sudah memanggil dokter saat ini untuk memeriksa kondisi fisik Novita dan bayi yang ia kandung.

__ADS_1


Setelah Novita selesai mandi Agam langsung membawa dia duduk di atas ranjang tempat ia beristirahat.


__ADS_2