Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Sampai nanti#


__ADS_3

Setelah berita kabar gembira itu diberitahukan tibalah saatnya mereka bersama.


David kini membawa Agista bersantai di kamarnya.


Pria itu bahkan melarang istrinya beraktivitas saat ini David melayani istrinya dengan sangat telaten.


Pria itu membawakan berbagai camilan sehat yang kaya akan gizi dari mulai buah sayur aneka seafood dan masih banyak lagi yang lainnya.


David bahkan tidak mengijinkan Agista untuk bekerja.


"Yank,, please jangan seperti ini, aku tidak mau begini aku sehat dan tidak sakit."ucap Agista.


"Sayang siapa?juga yang bilang kamu sakit aku hanya ingin menjaga mu dan kedua anak kita selama aku masih berada di rumah."ucap David.


"Ya, sayang terimakasih..... tapi Yank,,, aku tidak jaman jika tiba-tiba harus seperti ini."ucap Agista protes.


"Yank,,, ini adalah makanan yang harus kamu makan setiap harinya, aku sudah meminta koki untuk memasak semua yang harus kamu makan meskipun itu hanya sedikit."ucap David.


Wanita itu pun hanya menghela nafas panjang sebelum dia kembali berkata.


"Honey,,, aku tidak serakus itu."ucap Agista.


"Heumm,,, baik'lah sayang."ucap David mengalah.


Agis pun berbaring dan memejamkan matanya, saat itu juga dia tidak ingin suaminya terus mencekoki dirinya dengan segala menu yang ada meskipun itu masih dalam porsi yang wajar.


David pun meminta pelayan untuk membawakan semua nya kembali ke dapur pria itu memberikan makanan bergizi tinggi itu pada semua orang pelayan.


David pun kini mulai beralih ke laptopnya selain mengurus pekerjaan yang terbengkalai dia juga terus berkosultasi pada sang ahli yaitu sang mommy yang merupakan guru terbaik bagi David.


Sementara itu di kediaman Rayan, pria yang sebentar lagi akan dipanggil Opah oleh kedua cucunya itu tengah merenung di balkon kamarnya.

__ADS_1


Daisy pun mendekat dan mengusap lembut bahu suaminya itu.


"Belum tidur, ini sudah larut malam."ucap Daisy.


"Tidak apa-apa hanya saja aku merasa kehampaan."ucap Daisy.


Wanita itu pun duduk di samping Rayan.


"Kak, boleh aku bicara."ucap Daisy.


"Bicaralah yang sejak kapan kamu harus minta izin saat akan bicara dengan suamimu sendiri."ucap Rayan.


"Aku hanya tidak ingin suamiku salah faham dengan apa? Yang akan aku katakan."ucap Daisy.


"Heumm,,, baik'lah aku sadar selama ini aku sudah terlalu banyak berbuat kesalahan. maafkan aku."ucap pria itu.


"Tidak sayang kamu tidak salah apa-apa padaku, justru kakak yang punya masalah dengan diri kakak sendiri, aku bahkan kehilangan separuh jiwa suamiku yang tampan pengertian dan baik hati seperti dulu.... karena hanya itu yang selama ini membuat ku bertahan."


"Aku bahagia berada di sisimu karena kamu selalu mencintai ku sepenuh hati, setulus hati dan kamu adalah pegangan hidupku. kakak adalah rumah ku tempat aku pulang, tapi sejak Raya hadir sikap kakak berubah drastis, aku tau kakak begitu menyayangi putri kakak tapi semua itu terlalu berlebihan dan dari sana penyakit hati itu datang."


"Tapi saat Raya memiliki keluhan terhadap Agista yang ternyata tidak pernah berbuat kesalahan pada putri kita kakak langsung ikut-ikutan untuk membenci gadis yang tidak berdosa itu."


"Kini semua kebenaran sudah terungkap kakak harus bisa berdamai dengan hati kakak sendiri lepaskan semua beban yang ada lihat gadis kecil yang selama ini kakak benci dia yang akan memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya untuk keluarga kita, kakak akan menikmati kehidupan yang sempurna lewat calon cucu kita."ucap Daisy.


Rayan pun menitikkan air mata, saat itu juga dia memeluk Daisy dan menangis sesenggukan.


"Hal pertama yang harus kakak lakukan adalah meminta maaf kepada Agista dan yang kedua berdamailah dengan Raya, kasihan dia yang seorang yatim-piatu harus dimanfaatkan oleh wanita jahat itu."ucap Daisy.


"Tapi dia sudah menipu kita sayang."ucap Rayan.


"Bukan dia tapi Almira."ujar Daisy.

__ADS_1


"Lalu aku harus bagaimana?pada gadis itu."ucap Rayan.


"Bukankah dia juga putri kita maka bawah dia kembali tinggal seperti dulu benar kata Ray dia adalah keluarga kita, dan jika kakak ingin ada hubungan yang lebih kuat kenapa? tidak kita nikahkan saja Ray dan Raya."ucap Daisy.


Tapi tiba-tiba sikap angkuh itu muncul lagi seolah-olah Rayan lupa dengan yang mereka bahas.


"Kenapa? soal harta jabatan atau kekuasaan."ucap Daisy tiba-tiba.


Dan Rayan langsung terdiam."Semua itu hanya bersifat sementara kak, hubungan antara kita akan abadi sampai akhir hayat."ucap Daisy.


"Apa? kakak lupa dengan kisah cinta mommy Dy dan Daddy Rayendra.... mereka terpisahkan karena restu orang tua yang sampai akhir hayat tidak bisa dibawa tapi cinta dan hubungan itu akan abadi dan dipertanggung jawabkan nanti."ucap Daisy.


"Kau benar sayang,,, aku akan sangat bersalah pada mommy, dia pasti sedih."ucap Rayan.


"Dia tidak akan pernah bersedih lagi. asal kakak bisa menerima semuanya seperti Daddy Vino."ucap Daisy.


Obrolan mereka pun berakhir dengan pelukan mesra Antara keduanya.


Sementara itu Kimberly yang kini diberikan tanggung jawab untuk menjadi bagian dari perusahaan properti yang dimiliki oleh Rayan sejak dulu, gadis itu kini tengah berada di dalam mimpi indahnya.


Keesokan paginya disaat semua orang akan mulai beraktivitas, Raya kedatangan orang yang paling berharga didalam hidupnya selama ini.


Namun ekspresi wajah yang penuh dengan rasa bersalah dan ketakutan itu membuat kedua tamu itu memulai mengutarakan niatnya.


"Raya,,,, mommy dan Daddy sengaja datang untuk meminta mu kembali ke rumah, kamu adalah putri kami maafkan kami jika selama beberapa bulan ini membiarkan mu sendirian di luar rumah."ucap Daisy lembut.


Derai air mata Raya terus berjatuhan tatkala ia mendengar suara lembut seseorang yang hampir saja dia lukai.


Rayan menatap sendu gadis yang selama ini menjadi putrinya, gadis yang selalu ia kasihi dan yang paling ia sayangi.


"Maafkan Raya, maafkan saya yang telah berbuat kesalahan dan dosa....kalian sudah melakukan hal yang tepat dengan mengabaikan manusia tidak tahu diri ini..... maafkan saya."ucap Raya.

__ADS_1


"Sayang mommy sudah memaafkan Raya, asalkan Raya benar-benar berubah dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama, kamu masih tetap putri mommy dan Daddy meskipun kami tidak memiliki hubungan darah, tapi bagi kami itu tidak penting kau adalah pelipur lara yang tuhan kirimkan untuk menutup semua kehilangan atas saudara mu Kimberly, kalian berdua putri mommy pulanglah mommy tidak ingin kamu hidup sendirian."ucap Daisy lembut.


"Mommy."


__ADS_2