
"Sherina jangan nekat kamu ya Aku melakukan ini karena demi kebaikanmu kamu lihat semua milikmu sudah hilang jika kamu tidak menurut juga kamu juga akan celaka"ucap Agam.
"Sherina menurut lah Sayang jika kamu tidak menurut, kamu juga dalam bahaya saat ini mereka sedang mengejar mu mengincar nyawamu karena mereka mendapatkan semuanya,, jadi milik mereka kamu ingatkan bagaimana kejamnya mereka menjebak saat hari pertunangan kita" ucap pria itu.
"T tidak aku bilang tidak lebih baik aku mati saja daripada semuanya mengirimkanku sudah cukup! sudah cukup,,, semua penderitaan ini lebih baik aku pergi saja untuk menyusul mereka berdua. karena hanya mereka yang tulus mencintaiku hanya mereka yang tulus menolong dan mengasihi ku selama ini. hanya kedua orang tuaku setelah mereka tidak ada ini aku juga kan pergi untuk menyusul mereka Selamat tinggal semuanya yang kejamin semoga mendapatkan panas apa yang aku rasakan saat ini"ucap Sherina.
"Sherina jangan nekat kamu lepas"ucap Agam.
"Tidak kak Agam aku tahu kamu memanfaatkan keadaan ini aku tidak akan pernah menjadi wanita simpanan atau semacamnya Aku tidak mau lagi hidup menderita"ucap Sherina.
Kejadian itu disaksikan oleh Rayan yang baru saja datang dari luar.
Pria itu baru kembali dari kantor saat siang hari karena ingin makan siang bersama istrinya Daisy.
Tapi saat tiba di depan halaman mention pria itu melihat keributan di hadapannya Rayan langsung keluar dari mobil dan menghampiri mereka saat itu juga.
Dia bertanya"Ada apa ini Agam Apa yang sedang kalian ributkan! dan siapa? mereka"ucap Rayan sambil menatap ke arah kedua orang yang tidak ia kenal sama sekali.
Tapi ada satu ingatan yang melintas di kepala Rayan, wanita itu adalah wanita yang sempat Agam kejar saat itu dan Ryan meminta dia untuk menikahi wanita tersebut.
Agam, langsung menghampiri Rayan, dia memberikan penjelasan tentang siapa mereka berdua dan tujuannya membawa Sherina pulang ke mention agar wanita itu aman saat Agam menolong Sherina untuk menyelamatkan semua aset berharga miliknya.
Dan Rayan pun setuju jika Sherina tetap berada di sana sesuai keinginan Agam pria itu langsung meminta Sherina untuk masuk ke dalam sementara agama kembali pergi entah ke mana, bersama dengan pria yang tadi ia mintai tolong.
Pria yang pernah ada di masa lalu Sherina pria yang telah menyesali semua perbuatannya.
Atas semua kebodohan kini dia bersama Agam akan membantu Sherina untuk kembali memiliki segalanya Agam tidak pernah main-main untuk satu hal itu meski kedepannya ia akan merelakan, jika Sherina menolak untuk bersamanya.
Agam, memang mencintai Sherina, tapi rasa sayang pada Novita tidak mungkin bisa ia buang begitu saja meskipun wanita itu pernah menyakitinya. tapi saat melihat kesungguhan istrinya itu membuat hatinya tidak tega untuk menghianati Novita Agam akan menyerahkan semuanya pada takdir meskipun jalan yang kini ambil adalah jalan yang salah semuanya demi kebaikan semuanya demi keamanan wanita yang pernah hadir dalam hati dulu dan saat ini.
Hingga ia selesai mengurus semua masalah tentang Sherina, dengan mantan ibu tirinya itu, Agam pun pulang menuju kediamannya.
Disana ia disambut oleh disambut oleh Novita, dengan senyum manis tetapi wajahnya tetap terlihat seperti sedang sangat lelah ketika membawakan tas kerja milik Agam.
"Sayang ada apa sepertinya kamu sangat lelah saat ini,,, apa? Kamu kecapean atau kurang vitamin atau bagaimana sebaiknya kamu banyak istirahat atau kita periksa ke dokter saja biar semuanya jelas"ucap Agam cemas.
"Tidak usah sayang,, aku baik-baik saja kok hanya sedikit kurang tidur mungkin karena menjaga Agista seharian kamu yang seharusnya banyak istirahat! karena kamu habis bekerja seharian. baru pulang sampai selarut ini apa? sudah makan malam atau belum biar aku siapkan" cap Novita.
"Tidak usah sayang,, tadi aku sudah makan di luar bersama temanku. aku sedang mengurus sebuah masalah yang belum bisa kuceritakan biar nanti saja setelah semuanya selesai."
"Aku akan bicara agar kamu tidak bertanya-tanya ke mana suamimu ini pergi saat ini, mungkin untuk beberapa hari ke depan pun aku akan pulang larut tapi kamu jangan khawatir hati ini masih ada untukmu dan Putri kita kamu adalah wanita yang paling kucintai"ujar Agam tulus.
"Aku, percaya itu sayang sekarang lebih baik kamu mandi dulu, aku akan menyiapkan air dan piyama milikmu"ucap Novita.
Wanita itu langsung berjalan menuju kamar mandi di dalam kamar mereka, untuk menyiapkan air untuk Agam mandi di dalam bathtub setelah air terisi penuh akhirnya Novita keluar dan berjalan menuju walk in closed dia meraih piyama tidur milik suaminya itu.
Sementara itu dimension Sherina kini tengah mengobrol panjang lebar bersama Daisy dan beberapa orang pelayan yang ikut meramaikan suasana.
Bukan obrolan yang serius tapi mereka ngobrol tentang sebuah menu, yang tadi mereka makan. yang dirasa cukup aneh oleh Daisy dan juga para pelayan makanan Italia yang dibuat oleh Sherina tadi.
"Sherina, yang baru saja masuk ke dalam rumah itu, gadis itu cepat akrab dengan semuanya. karena keramahannya semua orang menyukainya.
Bahkan, Sherina yang sedang memiliki masalah, tidak nampak sedikitpun kesedihan di raut wajahnya saat ini, yang terlihat hanya canda tawa dan obrolan yang menarik bagi mereka yang penasaran saat Sherina tinggal di Italia.
Sementara itu Rayan hanya menatap sesekali memperhatikan wajah cantik Sherina yang alami bahkan siapapun pasti akan menyukainya.tapi Rayan menyukai Sherina untuk Agam.
__ADS_1
Sang adik yang iya sayang ia ingin Agam bahagia meskipun kehidupan rumah tangga Agam dengan Novita tidak ada masalah sampai saat ini.
Rayan ingin Agam menikah lagi meskipun itu tidak dibenarkan tapi Agam butuh penerus, setelah ini karena Novita sudah trauma dengan kehamilan nya, dan kelahiran bayi tersebut, tapi Rayan menyerahkan semua itu pada Novita.
Rayan menyerahkan semuanya pada Sherina dan Agam. apapun yang mereka pilih nanti Rayan hanya akan menjadi pendukung yang baik, untuk adiknya itu sementara Sherina tetap menjadi pilihan bagi Rayan jika suatu saat nanti adiknya ingin kembali menikah dengan wanita lain.
Sementara Daisy juga berpikiran sama dengan Ryan tapi wanita itu juga tidak tega melihat Novita harus tersakiti.
Jadi Daisy, menyerahkan semuanya pada keputusan Ryan ataupun Agam dan Sherina. Daisy akan menjadi penengah bagi ketiganya.
Agam kini tengah bersiap untuk pergi ke luar kota, tapi sebelum itu dia mengantar istri nya untuk dia titip di Mension.
Sesampainya di sana Agam yang kini merangkul pinggang istri disambut ramah oleh pelayan yang ada di hadapannya, sementara suara gelak tawa menghiasi ruang keluarga di sana ada Sherina yang tengah bermain bersama kedua anak Daisy.
Riyan dan Raya keponakan Agam yang kini tengah berceloteh bahasa bayi dan Sherina, seakan larut dalam suasana dia berjoget ria di hadapan kedua bayi yang kini tertawa menggemaskan bagi siapapun yang melihatnya.
"Sherina sudah-sudah nanti kita bisa ngompol"ucap Daisy dan beberapa orang pelayan yang ada di sana.
"Eheum"suara seseorang berdehem keras membuat gerak tari Sherina, terhenti dan mematung di tempatnya.
"Sherina!"teriak Novita antusias, dia kaget saat melihat gadis itu berbalik kearah mereka, Agam langsung melepaskan rangkulan tangan nya dari pinggang Novita.
"Nyonya Novita"ucap Sherina sambil tersenyum ramah, dia langsung mendekat dan berjabat tangan dengan Novita bahkan Sherina, langsung mengambil alih bayi perempuan yang lucu itu.
"Sherina, kau begitu menyukai anak kecil, apa? kau tidak ingin memiliki anak yang kamu kandung secara langsung"ucap Rayan tanpa ragu.
"Hehehe..kak Rayan bisa saja, aku sedari dulu suka dengan anak kecil, hanya saja tidak ada anak kecil di kolong langit ini, yang mau tinggal bersama ku"ucap Sherina, sambil nyengir kuda.
"Siapa? yang akan mau hidup dengan mu, yang jomblo abadi, sebelum mereka memutuskan pun mereka akan berpikir sangat lama karena tidak ada yang akan membeli eskrim untuk mereka"ucap Daisy sambil tersenyum manis.
"Aku hanya bercanda Sherina jangan dimasukkan kedalam hati."ucap Daisy.
"Tidak apa-apa kak, lagipula itu kenyataan, dan aku tidak tersinggung sama sekali benarkan Agista"ucap Sherina, yang langsung membuat semua orang mematung di tempatnya, darimana gadis itu tau jika nama putri Agam dan Novita adalah Agista.
"Kalian kok, malah bengong apa? aku salah menyebut nama gadis cantik ini"ucap Sherina yang langsung menghujani gadis itu dengan kecupan.
"Tidak ada yang salah tapi kau bukan cenayang kan yang tau nama Agista, secara langsung tanpa diberi tahu"ujar Daisy.
"Ah...kak Daisy kurang peka lihat di atas meja berita terhangat seorang pengusaha sukses muda berbakat yang kini sudah memiliki putri bernama Agista dari sang istri tercinta Novita"Sontak semua orang melirik pada majalah yang baru saja Rayan baca, yang ia letakkan di atas meja.
Sementara Agam sedari tadi mematung menatap lekat wajah Sherina, yang kini terlihat menahan kesedihan.
"Agam apa? kau ingin berdiri terus"ucap Rayan yang kini melirik ke arah sang adik.
"Eh ya, aku hanya ingin menitipkan istri ku di sini karena aku harus pergi ke luar kota untuk urusan bisnis"ucap Agam.
Tapi satu hal yang tidak semua orang sadari saat ini Agista terlelap tidur di pangkuan Sherina yang kini tengah menggendong nya..
Agam bergumam di dalam hati nya.
"Andaikan dia adalah putri kandungku apa? kau akan tetap menyayangi dia seperti saat ini"gumam Agam.
"Agam makan lah dulu sebelum berangkat"ucap Daisy, baik'lah mom"kata Agam.
Pria itu langsung melirik ke arah Sherina, tapi yang dilirik kini anteng menidurkan bayi nya.
__ADS_1
Sementara itu Daisy langsung beranjak dan meminta Sherina untuk membantu membuat sesuatu di dapur nya itu.
"Sherina tolong bantu kakak di dapur"ucap Daisy.
"Baiklah, ini Agista tidurkan di sini saja ya bareng Bocil dua ini"ucap Sherina.
"Ya boleh"ucap Novita yang juga hendak menyusul Agam.
Sampai akhirnya Sherina pergi ke dapur, gadis itu langsung membantu Daisy membuat bekal makan malam untuk Agam, yang Sherina tidak tau itu untuk siapa?.
"Kakak bikin rendang secepat ini"ucap gadis itu.
"Tidak Sherina ini hanya di hangatkan saja "ucap Daisy,
"Sementara yang berkuah itu untuk sekarang kamu bisa hidangkan di meja"pinta Daisy.
Sherina langsung membawa menu tersebut ke meja makan, tapi saat sampai di sana Sherina sempat mematung beberapa detik saat melihat Agam, tengah membingkai wajah Novita saat ini.
"Tuan Agam ini makan siang anda"ucap Sherina, yang kini membuat keduanya refleks melepaskan tangan dan menjauhkan wajah mereka.
"Ah terimakasih Sherina"ucap Novita, sementara Agam tidak mampu berkata apa-apa lagi.
Sudah sudah dua kali Agam kepergok bermesraan dengan istrinya itu.
Sherina langsung pergi menuju dapur disusul oleh oleh Agam, yang berpura-pura ingin mengambil air dingin.
Sesampainya di dapur Agam langsung meraih tangan Sherina lalu berbisik di di belakang Sherina.
"Temui aku di apartemenku setelah ini karena kita harus bicara serius"ucap Agam.
Sherina tidak menjawab dia tetap tak bergeming sedikitpun dari tempat ia berdiri, sementara Daisy tengah menyiapkan bekal makanan untuk Agam.
Agam sendiri sudah berada di meja makan itu kembali dan sudah menyantap makanan tersebut.
Agam pun melirik sekilas pada Sherina yang berlalu pergi meninggalkan dapur melewati ruang makan dimana mereka tengah saling menyuapi.
Sementara, Sherina pergi menuju kamarnya dia bersiap untuk pergi menuju apartemen Agam seperti yang pria itu katakan Sherina akan pergi tapi tidak tahu Apa tujuan Agam memintanya untuk datang ke sana yang jelas saat ini dia sudah minta izin kepada Daisy dan Rayan untuk pergi ke sana.
Karena diantar mereka tidak ada rahasia sama sekali sementara Rayan hanya tersenyum melihat saat Sherina, meminta izin untuk pergi ke apartemen agama.
Dan mereka membuat janji bertemu di sana bagi Rayan, itu adalah suatu kemajuan untuk hubungan mereka bukan Ryan tak kasihan pada Novita tapi Rayan ingin adiknya memiliki keturunan.
Agar kelak akan memiliki ahli waris untuk seluruh harta kekayaan yang dimilikinya keputusan Rayan sudah Bulat untuk menjodohkan agama dengan Sherina.
Meskipun harus ada yang tersakiti tapi Rayan berharap Novita memberikan izin untuk hal itu, semua demi kebaikan mereka karena Novita juga sudah memiliki bagian yang merupakan perusahaan miliknya sendiri yang dibantu oleh agama untuk kembali berdiri.
Itu sudah lebih dari cukup mempunyai hak sebagai istri tidak untuk anak yang ia besarkan saat ini karena Agista bukan darah daging Agam akan memberi biyaya hidup tapi tidak dengan warisan.
Agam langsung pergi menuju apartemen nya menggunakan mobilnya sementara Sherina diantar oleh supir Daisy menuju tempat tersebut.
Sesampainya di basement apartemen tersebut, Agam langsung membawa Sherina masuk kedalam mobil nya dan memerintahkan sopir itu untuk pulang ke Mension.
"Kak katanya kita harus bicara"ucap Sherina.
"Bukan bicara Sherina, kita akan pergi ke luar kota bersama, dan kamu adalah petunjuk arah nya, kamu tau villa milik keluarga mu yang ada di luar kota"ucap Agam.
__ADS_1