
Perseteruan itu terus berlanjut sampai saat beberapa orang datang menyeret pria itu pergi bersama dengan bukti-bukti kecurangan dia saat berada di perusahaan.
"Sekarang kamu bisa memilih Dila, ikut dengan penipu itu atau tetap disini bersama dengan putramu, tapi ingat semua diawasi oleh ku dan tidak ada satupun kecurangan yang bisa kamu lakukan terhadap putraku."ucap tuan Wijaya.
Azka langsung mengantar sang ayah menuju kamar pribadinya yang ada di Mension tersebut.
Azka kini tengah membersihkan diri terlebih dahulu, setelah itu dia akan kembali mengurus pekerjaan bersama tuan Wijaya mengurus tatanan perusahaan yang sempat di rusak oleh pria itu.
Sementara itu di tempat lain Nabila tengah mendapat hukuman dari sang ayah yang mengurung dia di sebuah rumah yang jauh dari keramaian dijaga oleh beberapa orang bodyguard.
Hal itu dilakukan sebagai hukuman, dia diasingkan oleh seluruh anggota keluarga karena sudah benar-benar membuat keluarganya malu berkali-kali lipat.
Sementara Kimberly yang kini tengah tertidur pulas setelah pulang pergi dari Amerika kembali ke Indonesia, sungguh tubuhnya terasa remuk redam meskipun dia hanya duduk dan terkadang berbaring di dalam jet pribadi dengan fasilitas lengkap itu.
Tapi tubuhnya tidak bisa dibohongi.
Sampai keesokan paginya semua orang pun kembali beraktifitas, saat ini saat hari masih sangat pagi Agista kedatangan sang daddy yang selalu mencintai dia sejak kecil.
Bumil itu langsung memeluk sang daddy dengan pelukan hangat, rasa sayang Agam yang abadi itu sampai saat ini masih kentara.
Baginya memiliki Agis adalah sebuah anugerah terindah dari Tuhan yang tidak pernah bisa ia lupakan sampai kapan pun.
Sejak Agista berada di dalam kandungan istrinya Novita dia terus memberikan Agista yang masih berupa segumpal darah itu mengasihi dia dengan memberikan perhatian dan usapan lembut seperti yang sering ia lakukan saat dia bertemu dengan putrinya Agista usapan lembut di puncak kepala.
Sampai saat ini Agam tidak pernah percaya jika Agista bukan darah dagingnya, dia masih berharap akan keajaiban dunia bahwa putri sambungnya itu adalah putri kandungnya.
Tapi keajaiban itu tidak pernah muncul namun keajaiban lainnya bisa ia rasakan contohnya Agis kecil selalu memberikan warna dalam hidupnya bahkan hingga saat ini.
"Apa? kabar kamu sayang, maafkan daddy baru datang saat ini, daddy menjenguk kedua adikmu."ucap Agam.
"Tidak apa-apa daddy, apa? kabar daddy dan mommy juga adik-adik Agis disana."ucap wanita cantik yang kini tengah mengandung anak keturunan keluarga Davidson itu.
"Kami semua baik, Owh iya adik mu titip sesuatu untuk mu sayang entah apa? isinya."ucap Agam yang memberikan sebuah kado kecil.
"Terimakasih daddy nanti Agis telpon mereka, sekarang Daddy duduk dulu Agis biarkan minum."ucap Agista.
"Tidak usah sayang di rumah mommy sudah memberikan daddy minum yang banyak hingga perut daddy begah."ucap Agam yang kini terlihat mengusap perutnya itu.
"Heumm... sepertinya daddy buat mommy marah."ucap Agista.
"Tidak juga sayang hanya sedikit."ucap Agam.
"Hahaha.. daddy bilang hanya sedikit, pasti daddy ngambil jus buah milik mommy."ucap Agista yang tau akan kebiasaan Agam yang suka mengerjai sang istri jika dirumah mereka sedang berduaan.
"Daddy iseng minuman itu daddy berikan pada si Pongki hanya sedikit kok eh mommy hukum daddy suruh minum jus itu sampai habis.
Si Pongki itu anjing kesayangan kedua adik Agis jenis anjing kecil tanpa bulu.
"Aish... Daddy kurang kerjaan lagian itu anjing kenapa tidak dibawa oleh mereka, Agis geli lihatnya."ucap Agis.
"Justru mereka bilang hari di titip di rumah kamu sayang, Argha bilang itu untuk hadiah kedua keponakannya nanti."jelas Agam.
"Tidak, tidak aku tidak terima hadiah itu kedua anak Agis tidak boleh pelihara anjing. kalaupun mau Agis tidak mau anjing yang menggelikan itu daddy."ucap Agis.
"Terus bagaimana? dong masa daddy harus urus dia nanti yang ada mommy hukum daddy lagi."ucap Agam.
"Titip saja di penitipan hewan Daddy... atau kalau gak berikan saja pada orang lain."ucap Agis.
"Itu tidak mungkin sayang kasihan Daddy tidak tega."ucap Agam.
"Daddy memang yang terbaik, kalau begitu daddy bisa sering-sering kasih dia jus yang mommy punya, biar si pongki dan daddy sama-sama gendut dan tidak kekurangan cairan lagi."kekeh Agis saat itu juga.
"Heumm,,, baik'lah sayang daddy titip saja di penitipan anjing."ucap Agam.
Dia tidak bisa membayangkan jika Sherina marah setiap hari, bisa-bisa perut dia yang rata itu benar-benar buncit.
Sampai saat ini mereka tengah berbincang masalah seputar keluarga dan kehamilan Agis, Agam meminta agar David selalu siaga di setiap saat, karena wanita hamil itu terkadang tidak bisa di prediksi.
Agis pun hanya mangut-mangut, saat Agam menasehati dirinya dan David.
Keduanya tengah sarapan pagi, Agis selalu menghentikan suapan ke mulutnya saat dia hendak bicara.
"Sayang habiskan makanannya dulu baru bicara"ucap David.
"Iya sayang sebentar."ucap Agista.
"Jangan terlalu terburu-buru sayang Daddy masih disini sampai nanti siang karena rencananya mommy juga akan kesini."ucap Agam.
"Baiklah daddy aku sangat senang."ucap Agista.
Sementara itu di tempat lain, saat ini Kimberly tengah berada di sebuah restaurant berbintang bersama dengan Azka, mereka saat ini ada janji temu.
Azka sudah datang beberapa menit yang lalu.
Saat ini kedua tengah menatap kearah buku menu yang disodorkan oleh pelayan.
Setelah memesan menu yang berbeda akhirnya kedua saling tatap sejenak.
"Kim boleh saya bicara."ucap Azka.
"Ya,, silahkan tuan Azka."ucap Kimberly.
"Bisakah bicara biasa saja jangan terlalu formal kita tidak sedang membicarakan soal bisnis."ucap gadis pria itu.
__ADS_1
"Heumm,, baik'lah kak."ucap Kimberly.
"Itu lebih baik Kim."ucap pria tampan itu sambil tersenyum manis.
"Apa? pertanyaan ku waktu itu masih berlaku Kim."ucap Azka lembut.
"Pertanyaan yang mana kak."ucap Kimberly seolah lupa dengan apa? Yang Azka katakan.
"Tentang perasaan ku."ucap Azka.
"Eum...gimana? ya kak, aku bingung harus bagaimana... kenapa? tidak lanjutkan saja hubungan kalian berdua. lagipula Nabila cantik dan pintar kelihatannya."ucap gadis itu.
"Kim, dia memang pintar, dia pintar berbohong."ucap Azka.
"Maksudnya?...ah, maaf saya kaget."ucap Kimberly.
"Ternyata pria yang menjadi ayah dari gadis kecil yang selama ini memanggil ku ayah dia tidak lain adalah anak dari pria bajingan yang selama ini menjadi ayah tiriku."ucap Azka.
"Apahhh!! ah maaf are you sure."ucap Kimberly.
"Ya,,, aku serius."ucap Azka.
"Gila ini si gila kak Owh my God."ucap Kimberly yang benar-benar merasa terkejut.
"Aku baru tahu beberapa hari ini Kim."ucap Azka.
"Bagaimana bisa."tanya Kim lagi.
"Aku juga awalnya tidak percaya Kimberly, tapi aku memlihat bukti itu dengan mata kepalaku sendiri."ucap Azka.
"Lalu bagaimana? dengan ibunya kak Azka sendiri."tanya Kimberly.
"Dia seperti biasa tidak pernah mau percaya meskipun bukti sudah ada di depan mata aku juga tidak tahu sebegitu dalam cintanya kepada pria yang benar-benar gila itu, hingga Nabila pun tergila-gila."ucap Azka.
"Mungkin karena dia perfek bagi mereka, tapi kalau dimataku daddy ku yang paling perfek."ucap gadis itu.
..............................
Azka masih terdiam saat mendengar Kim bilang bahwa Daddynya yang paling perfek.
Kini keduanya tengah menghentikan pembicaraan, karena ada pelayan yang tengah menyajikan menu menu yang mereka pesan.
"Lalu aku."ucap Azka.
"Heumm perfek sih tapi tidak tahu di belakang kaya gimana?." ucap Kim.
"Heumm.. kamu benar-benar terlalu ya Kim."ujar Azka.
Azka pun tersenyum lalu"Terlalu sempurna dan terlalu jujur."ucap Azka.
"Yang sempurna untuk Tuhan bukan aku."ucap Kimberly sambil mencebikkan bibirnya.
Jujur Azka merasa bahagia saat ini bisa ngobrol santai bersama dengan orang yang dia sayangi meskipun semuanya belum jelas.
"Hati-hati makanya itu terlalu pedas."ucap pria itu saat melihat Kimberly kepedesan.
"Aku tidak tau bahwa rasanya akan sepedas ini ah rasanya bibir ini terbakar."ujar Kimberly yang kini meminum jus strawberry.
"Ini A..."ucap Azka yang menyodorkan deseret milik nya agar rasa pedas itu hilng.
Kimberly pun menerima itu.
"Terimakasih kak."ucap gadis itu merasa beruntung karena dipedulikan.
"Sama-sama sayang."ucap Azka tanpa sadar telah memanggil Kimberly dengan panggilan sayang.
"Sayang?."beo Kim.
"Ah... maaf tidak sengaja."ucap Azka.
"Tidak sengaja atau memang tidak niat."ucap gadis itu.
Azka dibuat serba salah."Niat kok Yank, hanya saja takut kamu marah.
Kim langsung tersipu malu.
"Jadi?."tanya Azka.
Gadis itu hanya memberikan anggukan kecil sebagai jawaban.
Azka langsung tersenyum manis."terimakasih Yank, sudah mau memberikan ku kesempatan."ucap Azka.
Azka pun meraih tangan Kimberly dia mengecup lembut punggung tangan yang putih dan halus itu.
"Tapi ingat jangan selingkuh, aku tidak akan memaafkan kakak jika selingkuh."ucap Kimberly.
"Siap sayang lagipula aku tidak menginginkan wanita lain selain dirimu."ucap Kimberly.
"Heumm..."lirih Kimberly.
Keduanya pun kini tengah sibuk mengobrol, Azka memberikan sebuah kalung dengan liontin inisial nama depan mereka berdua.
"A & K." lirih Kimberly.
__ADS_1
"Ya itu inisial nama kita."ucap Azka.
"Kakak beli ini dimana?."tanya Kim.
"Tidak beli Kim, tapi pesan."ucap Azka.
"Sejak kapan."tanya Kim lagi.
"Saat kita tengah berada di luar kota."ucap Azka.
"Apa? kakak seyakin itu bisa diterima."ucap Kimberly yang tidak percaya dengan semua bukti keseriusan yang ada.
"Aku yakin, seratus persen seperti rasa cintaku ini."ucap Azka.
"Terimakasih, semoga tidak hanya untuk sementara."ucap Kimberly.
Azka pun mengajak Kimberly bolos kerja karena ingin membawa gadis itu jalan-jalan.
"Mau cari tempat yang nyaman."ucap Azka.
"Tapi."ucap gadis itu ragu.
"Kita punya asisten pribadi untuk menghandle pekerjaan kita untuk sebentar saja."ucap Azka.
"Heumm,,, baik'lah nanti aku bisa lembur."ucap gadis itu.
"Besok libur honey, kita bisa bekerja di satu tempat sambil menikmati waktu."ucap gadis itu.
"Heumm,,, bukannya kerja tapi malah bolos lagi."ucap Kimberly.
"Baiklah sayang hanya sampai jam makan siang kok."ucap Azka.
"Janji."ucap Azka.
"Janji sayang aku janji."ucap Azka yang kini memberikan black card pada pelayan untuk membayar pesanan mereka berdua.
"Aku bayar sendiri saja kak."ucap Kimberly .
"Sayang,,, aku yang wajib bayar semua itu saat kamu jalan dengan ku, bahkan jika kamu mau beli apapun saat aku tidak ada kamu boleh masukkan tagihan itu padaku."ucap Azka.
"Tidak kak, aku bukan tipe wanita yang suka memanfaatkan keadaan."ucap Kimberly.
"Sayang tapi semua itu kewajiban calon suami mu ini, jadi tidak bisa dikatakan bahwa kamu memanfaatkan keadaan."ucap Azka menjelaskan penuh kelembutan.
"Lalu bagaimana jika aku kalap dan membuat dompet kakak terkuras."ucap Kimberly dengan sengaja.
"Tidak masalah habiskan saja, aku senang dengan begitu aku bisa lebih giat lagi bekerja untuk orang yang sangat aku cintai."ucap Azka.
"Kakak yakin tidak pernah mencintai Nabila, dia sangat cantik loh kak."ucap Kimberly.
"Tidak,,, cantik itu bukan sebuah patokan untuk bisa mencintai, karena yang tidak cantik saja banyak yang memiliki cinta yang tulus."ucap Azka.
"Berarti aku, masuk yang mana kak."ucap Kimberly.
"Cantik baik hati smart dan kamu mampu membuat aku tersiksa karena jawaban mu saat itu."ucap Kimberly.
"Heumm,,, lebay kenapa? tidak menyusul ku ke Amerika, siapa? tahu ada yang lebih kamu cintai barangkali."canda gadis itu.
"Heumm,,, kamu benar sayang aku akan menyusul mu lain kali tapi untuk bulan madu dengan mu."ucap Azka.
"Memangnya bisa."ucap Kimberly.
Kimberly terkekeh kecil, saat Azka bilang bahwa dirinya mampu melakukan hal itu jika Kimberly benar-benar kembali pergi ke Amerika.
Mereka pun pergi menuju sebuah tempat ramai untuk mencari hiburan berdua di saat keduanya bolos kerja.
"Sepertinya naik wahana permainan seru tuh."ucap Azka.
"Itu untuk anak kecil sayang kita sudah dewasa."ucap Kimberly.
"Kita bisa pura-pura menjaga anak kita beres bukan."ucap Azka.
"Anak dari Hongkong."ucap Kim.
"Bukan dari Hongkong, tapi dari rahim kamu sayang."ucap gadis itu.
"Heumm, nikah saja belum sudah berfikir kesana."ucap gadis itu.
"Harus dipikirkan dari sekarang sayang."ucap Azka.
Kimberly langsung menggeleng pelan saat itu juga tidak habis pikir dengan obrolan pria itu.
Puas berkencan Azka pun mengantar pulang Kimberly meskipun mereka menggunakan mobil masing-masing saat ini.
Azka hanya ingin memastikan bahwa gadis itu pulang dengan selamat, saat mereka tiba di Mension Azka langsung pamit pulang karena sama-sama memiliki pekerjaan.
Keduanya tidak habis pikir hanya karena ingin merayakan hari jadian mereka saat ini mereka bahkan bertingkah seperti ABG.
Sementara itu di Mension gadis itu tengah senyum-senyum sendiri karena saat ini dia tengah berbahagia saat di tembak oleh Azka pria yang selama ini ia kagumi.
"Heumm,,, sepertinya ada yang menang lotre nih."ucap Rayan.
"Ah, daddy bisa aja."ucap Kimberly.
__ADS_1