Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Masih diam#


__ADS_3

Waktu itu terus berjalan, kini acara pembukaan pun dimulai sebagai penyambutan dilakukan oleh Rayendra.


"Hadirin yang berbahagia, saya ucapkan terimakasih atas kehadiran anda semua ke tempat kami, kami mengadakan pertemuan ini tiada lain halnya ingin, berbagai kebahagiaan dan juga ingin mengadakan syukuran atas bertambahnya usia kedua anak kami, dan saya juga mohon do'a nya untuk almarhum kedua orang tua mereka, yang tengah berulang tahun yang tak lain adalah, adik saya Vino dan Daisy, semoga anda semua berkenan untuk memberikan do'a terbaik untuk kedua almarhum dan juga untuk kedua anak yang ditinggalkan , saya ucapkan banyak-banyak terima kasih sebelum dan sesudah nya, atas do'a terbaik yang anda semua berikan, sebagai orang tua mereka saya memiliki banyak harapan selain menjadi anak yang sehat dan panjang umur, saya juga berharap mereka bisa menjadi manusia yang berguna untuk menjemput bahagia itu, selamat bertambah usia untuk Agam dan Anya Daddy berdoa semoga kalian selalu bahagia, sekian dan terimakasih.


Agam dan Anya pun, ikut terharu mereka menitikkan air mata, baru kali ini, pesta ulang tahun mereka dirayakan secara khidmat dan juga penuh haru, biasanya mereka akan merayakan ulang tahun dengan party, atau pun dengan makan-makan bareng temen tapi kini hidupnya benar-benar terasa berharga bisa didoakan oleh orang banyak secara tulus, dan do'a bersama untuk kedua orang tuanya, yang terakhir kalinya mereka doakan adalah belasan tahun lalu.


Semua berkat kehadiran Daisy.


Tapi saat do'a bersama itu digelar wanita itu tidak terlihat dimana pun entah dimana dia saat ini, tidak hanya Anya dan juga Agam, Rayan yang sedari tadi bersama dengan wanita yang ada di panggilan video pun, celingukan mencari keberadaan Daisy.


Agam yang ingin mengucapkan banyak terimakasih pun berusaha untuk mencari wanita itu, dan saat Agam tiba di rumah tersebut betapa terfana nya Agam mendengar lantunan ayat suci Al Quran yang dibacakan oleh Daisy saat ini, sungguh jika tuhan menciptakan seorang bidadari cantik yang menyerupai ibu kandung nya, dialah bidadari nya, Daisy adalah bidadari tak bersayap.


Agam pun langsung bergegas ke tempat acara, ratusan anak yatim-piatu yang kini tengah duduk bersila dan berbaris melingkar dengan lantunan do'a yang teramat sangat menyentuh hati, hingga Agam pun menangis sesenggukan sambil memeluk Anya sang kakak, yang hanya beda beberapa menit tersebut, Agam benar-benar merasa tersayat melihat mereka yang kurang beruntung tidak seperti dirinya yang hingga kini memiliki sanak saudara keduanya pun menangis sambil berpelukan, dan Rayan yang melihat itu pun langsung bergegas meninggalkan wanita itu dan memeluk kedua adiknya saat ini, Rayan tau bagaimana sedihnya, menjadi mereka berdua, jika Rayan hanya kehilangan ibu mereka, maka Agam dan Anya kehilangan keduanya.


"Sayang kalian berdua masih punya kakak masih punya Daddy, Daddy juga Daddy kalian jadi jangan bersedih lagi oke, sekarang kita do'akan semoga mommy dan Daddy yang sudah meninggalkan kita, bisa masuk surga firdaus"ucap Rayan.


keduanya pun, mencoba untuk ikhlas dan bersiap untuk berdoa karena pak ustadz sudah mulai memimpin do'a, untuk kedua almarhum, saat ini.


sementara Daisy yang baru selesai membacakan doa, dia tersenyum kearah bayangan sepasang manusia yang sudah berbeda alam, yang di naungi oleh cahaya kini terlihat tersenyum bahagia"Tuan dan nyonya, tidak usah khawatir lagi mereka sudah dewasa dan saya siap menjaga mereka segenap jiwa saya"lirih Daisy seakan bisa berinteraksi dengan arwah.


Setelah selesai melakukan do'a bersama akhirnya mereka kini langsung masuk ke jamuan makan, dan Daisy dan Anya membantu Rayan dan Agam menyantuni anak yatim.


Agam pun membagikan lembaran uang, selain yang ada di dalam amplop, dia tambahan dengan uang miliknya yang kini dipegang oleh asisten rumah tangga.


"Semoga kalian berbahagia sayang, dan panjang umur"ucap Daisy.


"Semoga selalu sehat ya kak"ucap semua anak bergantian.


"Sama-sama sayang kalian juga lain kali kakak main ke tempat kalian dan do'a kan ada rejeki nya, untuk membawakan hadiah untuk kalian semua"ucap Anya.


Sementara Rayan melirik ke arah gadis di sebelah nya, wanita itu sedari tadi hanya diam diri, tidak ada satupun kata yang terlontar seakan dia bisu, hanya ada usapan lembut dan senyum yang dia berikan kepada anak yatim Piatu, sambil memberikan makanan yang sedari pagi dia siap kan, dan bingkisan cantik yang Rayan, berikan.


Selesai sudah semua acara yang mereka adakan Daisy terus berkutat membereskan dan membersihkan rumah kembali bersama dengan para pelayan disana, sementara tangan Rayan yang kini menjadi sandaran wanita cantik itu, mengepal erat.


Rayan benar-benar merasa kesal tingkat dewa saat ini melihat Daisy yang seolah benar-benar menjadi seorang pelayan rumah, seperti yang keluarga Rayan katakan bahwa Daisy hanya seorang pelayan dan disaat Rayan membela Daisy, gadis tidak terima dia malah semakin mendekat kan Rayan dengan Kasandra.


"Rayan yang sulit untuk menolak, perintah orang tua, memang sifatnya menurun dari Rayendra, Daddy nya itu tidak pernah menolak perjodohan dari kedua orang tua nya, seperti halnya Rayan saat ini, Rayendra juga dulu memiliki ibu tiri yang punya power, untuk urusan keluarga.


Rayan, tidak pernah menolak untuk dijodohkan dengan siapapun, meskipun Rayendra tidak pernah memaksakan kehendak nya, terhadap Rayan, karena pria itu tau bagaimana sakit nya kehilangan wanita yang sangat ia cintai, hanya karena terhalang restu dari orang tua nya, yang menjadi alasan utama mereka saat itu adalah kasta.


Rayan duduk di sofa hingga semua orang pergi dari rumah tersebut tepat saat adzan Maghrib berkumandang, semua orang sudah selesai bersih-bersih rumah, begitu juga dengan Daisy, wanita itu sedang terburu-buru untuk pergi ke dalam kamar nya hingga tidak melihat pria yang kini mencegah langkah nya.


Bug...


"Ahhhhhh!"pekik Daisy yang sedikit tertahan karena jidatnya terasa nyeri saat bertabrakan dengan dada Rayan.

__ADS_1


Tapi bukan Rayan yang meminta maaf, melainkan wanita cantik itu yang langsung membungkuk meminta maaf.


"Maaf kan, saya tuan, saya benar-benar tidak sengaja"ujar Daisy yang hendak pergi kembali, tapi kemudian tangan kekar itu menahan lengan Daisy.


"Apa? sebegitu bencinya kau, padaku hingga tidaksudi untuk menatap ku"ucap Rayan.


"Bukan begitu tuan saya sedang buru-buru ingin pergi ke kamar mandi"ucap Daisy yang menatap melirik ke arah lain.


"Oke, alasannya kali ini masih masuk akal, setelah selesai mandi temui aku di atas"ucap Rayan tegas.


"Tidak janji tuan, rasanya sudah sangat lelah, bagaimana jika besok sore saja"ucap Daisy karena pagi-pagi nya Rayan akan bekerja.


"Aku bilang setelah mandi"ujar Rayan tegas.


Pria itu pun langsung berlalu pergi meninggalkan, Daisy yang sedari tadi berusaha untuk menghindari nya.


"Oh, tuhan begini amat saat dihadapkan dengan seorang penguasa"gumam nya lirih.


........................................


Setelah selesai mandi dan menunaikan ibadah sholat Maghrib, Daisy tidak langsung pergi tapi dia duduk selonjoran di sofa yang ada di dalam kamar tamu tersebut, hingga tanpa sengaja matanya langsung terpejam mungkin karena wanita itu sudah sangat lelah.


Daisy, bahkan tidak sadar jika saat ini pria yang tadi meminta dirinya untuk menemuinya ada di sana.


Pria, itu berjongkok tepat di hadapan Daisy, Rayan menatap lekat wajah cantik alami milik Daisy yang kini tengah mendengkur halus, mungkin saking lelahnya, gadis itu tidak sadar Rayan mendekatkan wajahnya ke wajah Daisy dan akhirnya.


Tapi Daisy tidak bergeming sedikitpun, mungkin karena terlalu lelap atau karena malu setelah merasakan hal yang tidak pernah ia lakukan dengan siapapun.


Hingga Rayan, memindahkan dirinya ke atas ranjang Daisy tak kunjung bangun.


Rayan pun menyelimuti tubuh Daisy, dan mengelus puncak kepala gadis itu perlahan, lalu pergi meninggalkan kamar Daisy.


Sementara itu di kamar Anya gadis itu tengah berdoa menengadahkan tangan nya, memohon pengampunan untuk kedua orang tua nya dan mendoakan nya agar masuk surga.


setelah itu dia pun melepaskan mukena yang kini ia kenakan diatas sajadah, dan menyimpan nya di atas sofa singgel yang ada di sana.


Anya pun merebahkan diri nya di atas ranjang, dia menarik selimut dan tak lupa berdoa seperti yang selalu diingatkan oleh Daisy yang saat ini terbangun karena belum sholat isya, dan betapa kagetnya dia, saat sadar ternyata dia sudah berada di atas ranjang, berarti mimpi nya bertemu dengan seorang pangeran berkuda putih itu, bukan mimpi, lalu kecupan itu, tapi kemudian Daisy pun kembali menggelengkan kepalanya.


"Itu tidak mungkin disini bahkan tidak ada pangeran berkuda putih, meskipun ada dua pria tampan, tapi yang jelas itu tidak mungkin, karena yang satunya sudah memiliki kekasih dan yang satu lagi adalah anak angkat ku"ujar Daisy sambil terus menggelengkan kepalanya.


Daisy pun langsung mengambil air wudhu dan menunaikan ibadah sholat isya.


Sampai akhirnya ia kembali tertidur setelah sholat isya, gadis itu bangun di pagi hari dan langsung mandi dan menunaikan ibadah subuh, setelah itu pergi membuat sarapan pagi untuk ketiga tuan rumah nya itu.


Setelah selesai masak sarapan pagi untuk mereka semua, akhirnya Daisy pun menata nya di meja makan tersebut dia tidak menunggu siapapun turun, gadis itu pergi menggunakan motor metik yang ada di halaman rumah, milik pak satpam.

__ADS_1


Daisy ingin mencari sarapan pagi di luar, dia kangen dengan makanan kampung seperti pecel dan nasi kuning, setelah keluar dari kompleks perumahan mewah tersebut,tak jauh dari tempat itu ada sebuah taman kota dia langsung menghentikan motornya di tempat parkir.


Daisy langsung memesan ketoprak, dan juga berbagai jajanan pasar, yang dijual di sana Daisy pun membungkus jajanan aneka kue basah dan masih banyak lagi yang lainnya, tidak hanya itu Daisy juga membeli berbagai jenis minuman yang mereka jual, setelah puas icip-icip gadis itu pun pergi meninggalkan taman tersebut, menuju kompleks perumahan tersebut, Daisy bahkan membagi jajanan yang sudah dia pisah untuk satpam yang bekerja di rumah Rayan.


Daisy berterimakasih kepada satpam tersebut karena sudah meminjamkan motor nya.


Setelah itu dia berjalan menuju pintu samping, untuk menghindari majikan nya itu, sesampainya di sana dia juga membagikan makanan tersebut kembali membawa satu keresek penuh aneka kue basah.


"Dari mana saja kamu, tidak lihat sedari tadi kami menunggu mu untuk sarapan"suara bariton tersebut terdengar sangat menegangkan.


"S saya tadi sudah siapkan sarapan pagi dan juga kopi untuk tuan, dan karena saya ingin sarapan pagi dengan jajanan kampung, saya mencarinya dan makan nya di sana, sementara yang saya bawa hanya kue basah"ucap Daisy yang masih memasukkan kue-kue tersebut ke atas piring.


"Mom.... sepertinya itu enak boleh minta"ucap Anya.


"Tentu saja nona cantik"ucap Daisy yang langsung memberikan piring kue tersebut.


"Anya, kamu belum sarapan"ucap Rayan.


"Iya Mommy kita nunggu mommy"ucap Agam.


"Owh, ya ampun maafkan saya tuan muda, saya sudah sarapan, silahkan kalian sarapan bertiga saja, saya simpan ini di kulkas"ucap Daisy.


"Kebangetan"ujar Rayan yang langsung pergi meninggalkan meja makan tersebut.


"Maafkan saya tuan muda, maafkan saya Nona muda"ucap Daisy yang terlihat menatap sendu.


"Mom... jangan diambil hati, kakak sedang banyak masalah mungkin, jadi tidak perlu sedih"ucap Anya.


"Tidak nona, saya baik-baik saja kok, nona muda tenang saja silahkan dilanjutkan sarapan pagi nya, biar saya bawa sarapan tuan besar ke atas"ucap Daisy.


"Tidak usah kakak, paling bakalan sarapan pagi bersama dengan kekasih nya yang sudah kembali dari Amerika" ucap Agam .


"Owh baik'lah kalau begitu saya permisi dulu mau beres-beres kamar"ucap Daisy berbohong karena kamar nya sudah rapi sejak pagi setiap hari nya.


Sesampainya di sana, Daisy langsung duduk di tepi ranjang, dia menitikkan air mata, rasanya sangat menyedihkan jika di abaikan oleh tuan rumah, sementara dirinya hanya menumpang di sana, Daisy melihat tas usang miliknya, dia pun mengambil baju saat pertama kali dia datang ke sana, Daisy akan pamit pulang kampung saja dengan begitu dia tidak perlu merasa malu, dia bahkan tidak membawa apa-apa, kecuali sedikit uang hanya untuk ongkos pulang kampung, yang dulu sempat Daisy terima.


Daisy pun menyimpan semua barang-barang pemberian Rayan diatas nakas Daisy buru-buru keluar.


"Nona, saya harus segera pulang kampung, katanya Ambu sedang sakit, saya buru-buru tolong berikan pada tuan semua nya ada di atas nakas dan saya mengucapkan banyak terimakasih untuk semua nya selama ini"ucap Daisy sambil langsung berjalan.


"Mommy tunggu tidak bisa begini mom, aku siapa? yang rawat"ucap Anya.


"Akan ada masanya kalian mendapatkan yang baru dan lebih baik lagi dari saya, tolong lah nona ini benar-benar darurat, sudah ya"ucap Daisy.


Sampai akhirnya suara ribut-ribut itu terdengar oleh Rayan, dan itu langsung menghampiri mereka.

__ADS_1


"Ada apa? lagi ini"ucap nya, sambil menatap kearah Daisy.


__ADS_2