
Sejak saat itu, Agam dan Anya, sering datang ke kantor untuk membantu kakak nya bekerja, karena Rayan, memiliki jadwal kesibukan yang begitu padat, hingga saat ini pria itu, tengah berada di sebuah restaurant, tengah meeting bersama dengan klien nya, tapi dia tidak pernah ikut jamuan makan siang, karena pola yang dia terap kan untuk kesehatan nya itu adalah mutlak, dia hanya meminum air putih sambil menemani klien nya makan siang karena dia makan siang hanya dengan salad atau pun irisan buah karena yang makan beratnya nanti saat pukul empat sore.
Rayan sedang fokus, pada berkas yang ada di hadapannya hingga seorang gadis tiba-tiba duduk di pangkuan nya sambil mengalungkan tangannya di leher Rayan, yang tiba-tiba melotot kaget karena dia tidak pernah mendapat perlakuan itu sebelum nya.
Rayan langsung mendorong wanita itu, yang langsung berakting seolah dia adalah kekasih nya, yang kejam, hingga tiba seorang pria seusia nya, menarik paksa gadis itu, jika tidak salah lihat itu adalah gadis yang menangis di kuburan yang mengakui makam pria yang berusia seratus tahun itu sebagai suami nya.
"Daddy please tolong aku, aku tidak mau dijodohkan dengan pria seperti dia yang sudah memiliki dua istri"ucap wanita itu yang kini berusaha meraih tangan Rayan, sementara Rayan menatap nya, datar dan klien nya menggelengkan kepalanya sambil menahan tawa.
"Hey, kau bawa wanita itu menjauh dari ku, dan jangan sampai aku melihat kalian lagi, sudah cukup kalian mengacaukan konsentrasi ku"ucap Rayan pada pria itu.
"Tidak Daddy jangan please Daddy, tolong aku gadis itu kemudian berakting seolah sakit parah dan pingsan, Rayan tidak peduli dengan itu, hanya pengunjung lain yang menolong gadis yang ternyata tengah membuat acara Frank tersebut.
sudah Rayan, duga karena alasan itu tidak masuk akal dan beberapa menit kemudian wajah Rayan, muncul di media sosial sebagai pria yang sangat pintar bahkan tidak terkena Frank tersebut.
hingga saat dia kembali ke kantor kedua adiknya yang berada di sana tengah menonton acara televisi itu, membuat Rayan kesal karena pekerjaan yang hanya tinggal sedikit tidak kunjung mereka selesaikan yang ada mereka seperti biasanya meributkan sesuatu yang tidak jelas, seperti acara yang tadi melibatkan dirinya.
"Wah....ini dia pemeran utama nya, kakak kita hebat ya, tidak terkena bujuk rayu si ratu Frank"ucap Anya.
"Itu perlu dipertanyakan apakah kak, Rayan adalah pria normal"ucap Agam, berbisik, meskipun suara bisikan nya masih terdengar oleh Rayan, dan mendapatkan lemparan berkas dari Rayan yang kini memaki dirinya.
"Gue bukan tidak normal, kurcaci tapi kalau gue ngurusin cewek siapa? yang akan ngasih Lo berdua makan dan uang jajan, kaya udah bisa mandiri saja, cepat bereskan pekerjaan kalian berdua, jika tidak tidak ada uang jajan untuk besok"ucap Rayan tegas.
"Jahat banget sih tar aku adukan sama mommy loh biar kakak dikutuk"ucap Agam, yang suka cplas-ceplos.
"Sanah ngadu, toh mommy dan Daddy tidak akan pernah kembali, kamu itu harus nya, kirim mommy do'a terbaik, bukan datang hanya untuk mengadu.
Rayan langsung terdiam melihat kedua adiknya itu terlihat menunduk sedih.
'Sudahlah, kalian boleh pulang biar kakak lembur untuk menyelesaikan semua nya"ucap Rayan.
"Aku juga akan selesai kan pekerjaan ku, kita pulang sama-sama ucap keduanya.
mereka pun mengerjakan tugas nya, masing-masing hingga selesai di jam empat sore akhirnya mereka pun pulang.
hingga Rayan membawa mereka untuk makan di restaurant yang buka dua puluh empat jam.
mereka pun makan disana .
hingga pulang ke rumah akhirnya mereka masuk ke kamar masing-masing.
"Mommy aku sangat merindukan mu, andaikan saja mommy masih ada di sini,aku tidak sanggup harus terus sendiri tanpa mommy, tapi kemana, aku mencari mommy yang bahkan sudah berada di surga"lirih Rayan.
pria muda itu menitikkan air mata sambil menatap foto, sang mommy yang sudah tidak ada lagi, dia teringat dengan Daisy, yang selalu mengutamakan semua kebutuhan ketiga anak nya itu hingga ketiganya sangat manja pada nya, begitu juga Vino, yang selalu memberikan dia perhatian penuh meskipun dia hanya seorang anak sambung.
Rayan tertidur, dan setiap hari hanya itu yang selalu ia lakukan sebelum tidur, begitu juga dengan kedua adiknya yang kini tidur terpisah, semenjak kedua orang tua mereka meninggal Agam dan Anya , selalu berbicara sebelum tidur, mereka bertiga pun selalu kompak melakukan itu.
keesokan paginya mereka pun bangun di jam yang sama, dan sarapan pagi di jam yang sudah Rayan terapkan meskipun kadang mereka terpaksa.
Rayan sendiri terus mendisiplinkan kedua adiknya agar mereka bisa lebih tegar dalam menjalani kehidupan dan tidak lagi menangis saat merasa sendiri, tidak hanya itu Rayan, selalu mengajak mereka ke panti asuhan, untuk beramal dan sekaligus untuk mengajarkan kepada keduanya sebuah ketegaran yang ada pada diri anak yatim Piatu yang ada di panti asuhan tersebut, dan Agam dan Anya pun, sama-sama belajar seperti mereka, hingga mereka sudah sedikit lebih baik.
sementara itu di rumah Rayendra.
"Daddy kak Rayan kenapa? tidak pernah datang"ucap anak sambung nya itu.
"Kakak mu sibuk dengan pekerjaan nya"ucap Rayendra.
__ADS_1
"Aku ingin kerumah kakak"ucap Teresa, putri sambung nya itu.
"Lain kali"ucap Rayendra tegas.
Rayendra sendiri pun tau putra nya akan sangat sibuk karena mengurus perusahaan dan juga kedua adiknya, andaikan saja Daisy masih ada dan yang pergi hanya Vino, mungkin saat ini mereka akan kembali bersama tapi itu hanya khayalan Rayendra, cinta nya pada Daisy tidak pernah hilang.
Daisy begitu membuat dunia nya, terus berputar pada wanita itu, dan dia tidak punya cinta lainnya, selain cinta nya pada Daisy.
siang ini Rayan masih berada di sebuah restaurant bersama dengan kedua adiknya dia sengaja akan datang terlambat kekantor dan meminta asisten nya, menyusul ke restaurant tersebut.
mereka akan mengadakan meeting penting bersama klien yang dari Jepang , Rayan ingin adiknya belajar bagaimana caranya bekerja sama dengan orang lain, karena perusahaan tersebut akan menjadi milik Agam, dan juga Anya.
sementara dirinya akan mengurus perusahaan milik nya, pribadi yang selama ini dia rintis dengan hasil dari kerja keras nya sendiri, Rayan menginginkan mereka untuk terus belajar, hingga mereka benar-benar mampu mengurus perusahaan peninggalan Daddy nya Vino, meskipun Vino juga mewariskan itu padanya, tapi bagi Rayan, keduanya yang lebih berhak atas semua itu.
saat sedang menunggu klien dan juga mengobrol santai, tiba-tiba seseorang wanita si ratu Frank, tersebut duduk di pangkuan Rayan.
sontak Rayan menahan nya, jika dulu Rayan tertipu dengan akting wanita itu kini Rayan tidak mau kalah dengan berpura-pura cuek, dia mendekap erat wanita itu hingga menjadi pusat perhatian nya, karena wanita itu sedang berusaha minta dilepaskan sambil memohon karena kamera terus menyorot kearah nya.
"Kau adalah gadis penipu dan kau sudah membuat ku rugi miliyaran rupiah, jadi jangan pernah berharap untuk bisa lepas dari ku, mengerti" ucap Rayan yang benar-benar menahan rasa kesalnya karena dia tidak mungkin melakukan semua itu.
semua kamera tertuju pada gadis itu, dan mereka semua bertanya-tanya apa? semua yang dikatakan oleh Rayan benar atau tidak.
Rayan bahkan menarik pinggang Shakira, untuk mendekat kearah nya.
andaikan saja wanita itu berontak Rayan, sudah pasti akan lebih agresif lagi untuk mempermalukan wanita tersebut.
hingga, klien penting datang Rayan langsung mendorong dia hingga terjatuh di lantai.
"Ahhhhhh kasar amat sih bang ,aku kan hanya bercanda"ucap gadis itu sementara Anya dan Agam, tertawa terbahak-bahak sebelum akhirnya ia langsung menutup mulut takut dikira menertawakan klien nya, mereka pun mulai membuka obrolan sambil mengeluarkan berkas perjanjian kerja sama yang sama mereka.
kini rapat sudah selesai semua orang sibuk mengisi perut nya, tapi tidak dengan Rayan, pria itu menatap sendu pada wanita yang sudah lama hilang dalam hidup nya.
ternyata hanya kini muncul di hadapan nya tapi dia tidak sendiri dan ternyata suaminya juga hadir di sana, dan ternyata dia adalah seorang warga negara asing.
entah kapan, Hana menjalin hubungan dengan pria itu, setau Rayan, Hana tidak pernah mengenal siapapun di Jakarta karena dia berasal dari luar daerah.
tapi ada satu petunjuk yang sangat mencengangkan saat itu, adalah disaat teman Rayan yang membawa kabar video yang menghebohkan jagad Maya, saat itu dikonfirmasi ada mahasiswa jurusan yang sama di kampus Rayan, tapi saat si konfirmasi tiba-tiba keesokan harinya Hana menghilang tanpa jejak sama sekali.
"Kak, lihat apa? sih serius amat ini klien kita sudah mau pamit pulang"ucap Anya, pada Rayan.
"Anya, ngagetin Kakak, kakak hanya melihat teman lama saat kuliah dulu tidak ada yang aneh"ucap Rayan jujur.
hingga seseorang menoleh ke arah nya.
"Hi... Rayan kan"ucap seseorang yang terlihat berpenampilan cantik.
"Lira , ya"ucap Rayan.
"Iya"jawab wanita cantik itu.
"Sebentar ya, klien ku akan pamit pulang dulu"ucap Rayan, yang langsung menoleh dan beramah-tamah dengan klien tersebut setelah itu klien nya berlalu pergi, Rayan pun meminta adiknya untuk pulang ke rumah Rayendra, karena hari ini orang tua itu tengah berulang tahun.
"Kalian duluan pulang ke rumah Daddy ya tunggu kakak disana dan berikan kado kalian terlebih dahulu kakak ada urusan"ucap Rayan.
"Baiklah apa boleh buat jika kakak sudah bertemu sahabat adik sendiri pun dia lupakan"ucap Agam.
__ADS_1
"Ingat jangan ngadu sama mommy"ucap Rayan.
"Iya tau"ucap keduanya hingga pergi tanpa mengucapkan salam.
"Asalamualaikum"ucap Rayan memberikan contoh.
"Waalaikum salam"ucap keduanya kompak sambut.
"Haduh kalian ini"ucap Rayan bergumam.
"Lira pindah ke sini duduk nya ,atau aku yang kesana"ujar Rayan yang sesekali menatap ke arah Hana.
"Ray kamu tidak pernah berubah"ucap Lira.
"Aku bukan satria baja hitam, yang bisa berubah Lira"ujar Rayan yang kini tersenyum manis pada sahabat nya itu.
"Heummm jika saja Lo, bukan sahabat gue sejak kecil, udah gue cium Lo"ucap Lira tampak gemas saat melihat Rayan tersenyum.
"Coba saja, jika bisa, heumm omong doang"ucap Rayan.
"Rayan, gue gak mau hubungan antara kita rusak"ucap Lira.
"Tuh tau, ya sudah kita tetap seperti ini seumur hidup"ucap Rayan datar.
"Gue kangen saat kita hangout bareng Ray, seperti dulu"ucap Lira.
"Gue punya dua anak yang harus gue jaga dan Lo, tau sendiri bagaimana sibuk nya gue setelah nyokap bokap gue tiada"ucap Rayan.
"Iya gue tau Ray, tapi mereka sudah besar Ray, tidak mungkin juga Lo, harus mengorbankan masa muda Lo, hanya untuk menjaga mereka"ucap Lira.
"Mereka memang sudah besar tapi sikap manja dan kekanakan nya, masih utuh hingga saat ini mereka akan bareng-bareng mengadu kepada, nyokap bokap gue yang sudah tiada, mereka akan berbicara seolah-olah aku adalah kakak yang paling jahat jika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan"ujar Rayan.
"Gila segimana ruwet nya hidup Lo, gak kebayang gue, sudah cape ngurus perusahaan ditambah lagi harus mengurus bayi gede, dua orang lagi"ucap Lira.
Rayan hanya terkekeh,lalu berkata"Makanya gue mau cari istri tuh yang bisa diajak kerja keras untuk bisa mengurus mereka berdua"ujar Rayan.
"Untung nya itu bukan gue, karena gue cinta sama Lo, tapi tidak sanggup jika harus mengurus anak muda itu"ucap Lira.
"Maka dari itu gue nolak Lo"ucap Rayan.
mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak.
hingga Rayan, selesai mengobrol di restaurant tersebut, dan Hana pun pergi bersama dengan suami dan juga putra nya itu.
Rayan pun pergi menuju kediaman Daddy nya yang benar-benar sudah disulap sedemikian rupa, karena sedang mengadakan sebuah pesta.
"Daddy, selamat ulang tahun"ucap Rayan.
"Terimakasih nak, kapan? kamu berikan kado terindah untuk Daddy, Daddy sudah sangat tua Rayan ingin segera menimang cucu dari mu"ucap Rayendra.
"Tugas Rayan, masih banyak Daddy, mereka harus benar-benar Rayan perhatikan, jika saja mereka sudah benar-benar bisa dewasa, Rayan, akan mempertimbangkan itu, tapi jika mereka masih seperti itu, aku tidak mungkin menikah Daddy"ucap Rayan.
bersabarlah suatu hari nanti mereka akan bisa lebih dewasa lagi, dan jika saat itu tiba, kamu harus segera menikah dan berikan Daddy cucu"ucap Rayendra.
"Iya Daddy, andaikan saja mommy masih ada hingga saat ini, mungkin kita tidak akan terlalu kesulitan melewati hidup ini"ucap Rayan sambil menerawang.
__ADS_1
"Andaikan saja dia masih hidup mungkin Daddy akan kembali bersama dengan nya"ucap Rayendra.
Rayendra menatap langit, dia melihat bayangan Daisy, yang sedang tersenyum manis.