Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Halalkan#


__ADS_3

Kesibukan yang dijalani oleh Natalie, benar-benar kesibukan yang tidak ada habisnya.


Jika, dia tidak pernah memiliki orang-orang kepercayaan yang selama ini selalu ada di sampingnya selama ini sejak Gibran tiada.


Dia, memiliki 5 asisten pribadi yang selama ini membantu mengurus perusahaan. sejak papanya meninggal.


3 pria dan 2 orang wanita itu, selalu menjadi tangan kanannya hingga Natali bisa bepergian kapan pun dia mau.


Bahkan, untuk urusan kantor Dia memiliki wakil CEO dan tidak perlu menunggu dia untuk datang ke setiap meeting atau pun yang lainnya karena dia mempercayakan semua itu pada wakilnya.


Kecuali bila memang ada urusan yang kerja yang benar-benar mengharuskannya untuk datang ke perusahaan maka Natali akan datang untuk menyelesaikan masalah.


Ketiga asisten pribadinya di perusahaan selalu bisa menghandle semuanya, tanpa melakukan kesalahan sedikit pun, mereka benar-benar bisa dipercaya dan selalu setia.


Natalia, bahkan lebih pintar mengatasi semua nya, dia selalu mengontrol kestabilan perusahaan, dari jauh.


Wanita yang super sibuk itu sebenarnya butuh pendamping hidup yang bisa membantu mengurus semua itu, hanya saja hingga saat ini tidak ada satupun pria yang benar-benar cocok untuk itu semua.


Natalia, masih memilih untuk menyendiri selama tujuh tahun ini karena dirinya masih trauma pada pernikahan.


Bukan karena takut kehilangan harta tapi takut jika dikhianati untuk kedua kalinya.


Setelah sekian lama menjanda bukan tidak pernah merindukan belaian, tapi dia menahan diri, karena tidak ingin berbuat dosa yang akan ditanggung oleh dirinya dan kedua orang tua nya kelak.


Jika saja dia hidup sebatang kara mungkin selama ini ia tidak akan bisa mengontrol diri, jika berhubungan dengan masalah nafsu, namun selama ini ibunya selalu membantu ia dari belakang.


Dengan, cara memberikan support.lewat perhatian dan kasih sayang seorang ibu sekaligus ayah.


Wina menyiapkan semua kebutuhannya dan juga Leon meskipun Wina memiliki banyak pelayan tapi untuk urusan anak dan cucunya dia selalu mengutamakan itu.


Namun kini wanita lanjut usia itu sudah tiada lagi di dunia ini.


Natali pun, harus disibukkan dengan segala urusan pekerjaan dan juga urusan rumah dan masih banyak lagi yang lainnya.


Leon, sendiri mengerti keadaan yang kini Natali hadapi sungguh tidak mudah seperti yang dikatakan oleh Rayan saat Rayan hadir di hari pemakaman sang Omah.


Leon, selalu patuh terhadap Natalia. bahkan jika ibunya terlalu sibuk di luar dan tidak pulang ke rumah dalam waktu yang biasanya Natali anjurkan, pria kecil itu tidak protes dia akan mau di bantu oleh pelayan untuk bisa menyiapkan segala keperluan nya.


Dan disaat ibunya terlihat tidak bersemangat Leon selalu siap untuk menghibur Mommy nya itu.


Seperti saat ini Natali pulang saat Leon tengah belajar di dalam kamar nya sendirian, dia mengerjakan tugas sekolahnya itu.


"Sayang Mommy pulang nak,,, apa? kamu sudah bobo."ujar Natali sambil masuk kedalam kamar putranya itu.


"Masuk Mom, Leon sedang belajar."balas Leon.


Natalia langsung masuk dia langsung menghambur memeluk putranya itu.


"Sayang Mommy,,, kamu memang anak yang sangat cerdas, Mommy teramat bangga dan sangat sayang pada mu, maafkan Mommy pulang terlambat karena hari ini terlalu sibuk, pekerjaan Mommy begitu menumpuk."ucap Natali.


"Tidak apa-apa Mom, Leon tau Mommy terlalu sibuk, tapi Mommy harus menjaga kesehatan dan jangan terlalu lelah, satu lagi jangan lupa makan."ujar Leon.


"Tentu saja Sayang terimakasih banyak."ujar Natali sambil menghujani putranya itu dengan kecupan penuh sayang.


"Kalau begitu Mommy ke kamar dulu, kamu istirahat dulu sayang belajar besok lagi ini sudah larut malam."kata Natali sambil kembali mengecup puncak kepala putranya itu.


Sampai saat notifikasi pesan muncul di handphone miliknya .


"Jangan lupa istirahat dan selalu berdoa semoga esok hari akan jauh lebih baik dari hari ini."Haidar.


Pria yang saat ini baru bangun tidur itu dia langsung mengirimkan pesan pada Natali.


Sejak kepulangan nya ke Indonesia, Natali kini sudah sering berkomunikasi dengan Haidar.


"Aku baru kembali dari perusahaan setelah melewati meeting panjang seharian ini, rasanya sungguh sangat lelah jika saja Mommy masih ada, dia akan membantu aku untuk bisa istirahat lebih cepat dengan cara mengelus puncak kepalaku."balas Natalia.


"Mau aku gantikan heumm."Haidar.


"Kau sendiri pun sama-sama tidak bisa move on dari masalalu mu, bagaimana? kau akan membantu ku."ujar Natali.


"Video call."Haidar.


"Tidak-tidak aku bahkan belum sempat mandi."Natali.

__ADS_1


"Mandi bareng saja hehehe aku baru bangun ini mau mandi dan bersiap untuk pergi bekerja."Haidar.


"Apa? tidak salah."ujar Natali.


"Tidak salah aku juga baru mau mandi."ujar Haidar.


"Ajakan mu yang salah."ujar Natali.


"Aku hanya bercanda jangan dianggap serius."Haidar.


"Aku tidak bercanda jika kamu mau ayo mandi bersama."Natali.


"Owh my God honey,,, nanti tunggu halal,"Haidar.


Sementara Natali saat ini dia terkekeh kecil.


"Sudah siap menjadi suami ku,,, karena setiap hari setiap malam kau tidak akan pernah lepas dari ku."Natali menambahkan stiker mengejek.


"Heumm sudah tidak sabar."Haidar.


Pesan pun berakhir sampai saat Natali selesai mandi dan berganti pakaian, wanita itu lanjut meminum teh hijau yang biasa disediakan oleh sang Mommy, meskipun kali ini bukan Wina yang menyiapkan semua itu melainkan pelayan.


Sementara itu di Indonesia, Haidar mengawali harinya dengan senyuman di pagi hari setelah sebelumnya mereka saling bertukar pesan.


Haidar berangkat ke perusahaan bahkan sambil bersenandung kecil, dia tidak lagi seperti kemarin saat dirinya tengah bersedih dan menangisi kepergian istrinya Novita.


Semua cerita tentang mereka berdua akan tetap tersimpan di dalam benaknya, namun kini dia sudah bertekad untuk melanjutkan hidup dengan Agista putri sambungnya yang masih sangat membutuhkan sosok pengganti ibunya.


Sampai tiba di perusahaan? Haidar berjalan dengan begitu gagah dan sangat berwibawa.


Setiap hari, para karyawan akan menyapa dirinya, namun Haidar hanya membalas dengan anggukan kepala saja.


Pria itu, akan jarang tersenyum kepada karyawannya namun dia juga tidak pernah berperilaku sombong, seperti layaknya seorang bos besar.


Saat ini pun dia mencoba untuk tersenyum pada orang-orang yang telah menyapanya. sampai dia hilang ditelan lift yang menuju ke lantai teratas di mana ruangannya itu berada.


Di sana Haidar disambut oleh kedua asisten pribadinya. yang terdiri dari sekretaris dan juga asisten pribadi nya.


Sementara saat ini, Natali baru saja akan memejamkan mata. setelah kembali mengecek semua pekerjaannya melalui laptop yang dia gunakan selama ini.


Sementara itu, di Indonesia kini keluarga Sherina sudah kembali ke rumahnya pribadinya. bersama dengan Agis Agam dan kedua putranya, yang semakin menggemaskan itu.


Kedua anak Sherina dan Agam itu, adalah tipe anak yang sangat kalem jika sedang tidak menginginkan ASI. tapi bila mereka merasa haus tangisnya akan memenuhi seisi rumah.


Setelah, Agam memutuskan untuk mempekerjakan dua orang baby sitter tambahan. untuk mengurus kedua putranya itu.


Sementara, untuk Agista dia sudah memiliki baby sitter yang selama ini bekerja pada Novita, dan juga selalu setia mengurus Agista sejak dia lahir.


Agista selalu diikuti oleh wanita paruh baya itu karena baby sitter Agista memang sudah paruh baya. tapi soal ketelatenan tidak perlu lagi diragukan.


Sherina pun, akhirnya menyerah dan dia pun kini mengerti dan merasa terbantu dengan adanya kedua Baby sister tersebut.


Karena, dia pun bisa beraktivitas untuk mengurus putranya sekaligus menghandle perusahaannya dari rumah.


Dengan begitu Agam tidak terlalu kepayahan setiap harinya jika harus terus mengurus 3 perusahaan sekaligus.


Agam, sendiri saat ini merasa sedikit lega karena bukan hanya pekerjaan yang sedikit berkurang namun istrinya tidak lagi kerepotan sendiri jika harus merawat kedua putranya disela kesibukannya.


Meskipun, Agam sudah meminta Sherina untuk berhenti bekerja, dan mengurus seluruh perusahaannya.


Karena, dia sendiri pun masih mampu untuk mengatasi semua itu. namun Sherina masih terus ingin bekerja meskipun dia harus membagi waktu setiap harinya untuk keluarga dan juga untuk perusahaan dari rumah.


Sementara, gadis kecil itu akan pergi ke sekolah setiap paginya dan terjemput oleh baby sitter yang selalu ada di sampingnya.


Tentunya, dengan sopir yang bekerja untuk Agam selama ini.


Agam pun, sesekali akan mengantar Putri kecilnya itu untuk pergi sekolah sekaligus ia berangkat ke kantor. jika waktunya sedang senggang.


Pria itu, teramat menyayangi putrinya meskipun Agista bukanlah darah dagingnya.


Sementara, Haidar akan datang di saat akhir pekan untuk mengajak Agista untuk pergi berlibur.


Meskipun terkadang Agista sering menolak untuk pergi jauh. karena alasan tidak ingin jauh dari kedua adiknya itu.

__ADS_1


Namun, Haidar selalu punya cara. untuk mengajak putrinya itu pergi.


Bahkan, dia sering menjanjikan jika dalam waktu dekat ini Natalia akan kembali ke Indonesia, bersama dengan Leon putranya.


Yang akan menjadi kakak dari Agista, hanya perlu waktu sebentar lagi karena Haidar, sudah mulai melakukan pendekatan kepada Natali.


Natalia sendiri sudah mulai membuka hati meskipun dia tahu konsekwensinya karena perbedaan usia antara dirinya dan Haidar terlaut lima tahun.


Haidar, bukanlah pria yang sebaya dengannya Haidar lebih mudah darinya 5 tahun.


Namun, perberbedaan itu tidak tampak sama sekali. karena kecantikan Natali dan penampilan yang tampil awet muda.


Saat ini, bahkan penampilan Natali mengalahkan kecantikan Novita.


Meskipun, Novita sudah cantik alami. tapi wanita itu tidak pernah bersolek berlebihan atau pun menggunakan make up tebal.


Novita, almarhum istrinya itu, terkadang jarang menggunakan make up. karena baginya make up itu hanya untuk wanita yang selalu ingin tampil berbeda sedangkan dirinya tidak ingin tampil beda dengan caranya sendiri tidak hanya dari make up.


Novita, lebih suka mengganti gaya fashionnya daripada mengotak-atik wajahnya yang memang sudah cantik alami sampai akhir hayatnya.


Dia, hanya bisa menggunakan skin care selebihnya dia akan menggunakan make up dengan bantuanmu MUA, dan itu dilakukan di saat menghadiri pesta saja sementara untuk sehari-hari dia menggunakan tipis itu pun juga akan pergi ke kantor tapi di rumah dia akan melepaskan itu semua dan hanya berpenampilan seperti ibu-ibu pada umumnya.


Ibu-ibu yang tidak pernah menggunakan make up untuk menjaga kestabilan kulitnya Novita hanya menggunakan skin care kulit wajah yang mulus sudah putih alami.


Tidak terasa, satu bulan sudah Natali berada di Amerika. kini semua aset yang ia miliki sudah kembali ke Indonesia atas bantuan Rayan, dan juga para asistennya.


Dia, kembali membuka perusahaan lamanya milik sang Daddy yang selama ini dijadikan kantor cabang padahal dulunya adalah kantor pusat milik Gibran.


Dan kini ingin kembali dijadikan kantor pusat oleh Natalie, dan Natali menjadikan kantor pusat yang ada di Amerika dijadikan kantor cabang.


Semua itu, ia lakukan agar dia bisa merawat Leon dan juga mempertahankan kestabilan perusahaan dengan bantuan dari sepupu angkatnya yaitu Ryan, Agam dan Anya.


Hari ini, adalah hari penjemputan yang dilakukan oleh keluarga besar Rayan.


Yaitu, Rayan dan Daisy juga kedua anaknya. yang sering dibuat menangis oleh Natali.


Mereka tahu, jika Natalia akan kembali ke Indonesia saat ini.


Jadi mereka ingin menjemput Aunty nya itu.


Meskipun, bagi mereka wanita dewasa itu sangatlah menyebalkan. karena sering membuat mereka menangis.


Tapi, setengah setelah mengenal lebih jauh. ternyata Auntynya itu adalah wanita yang sangat baik.


Sehingga, mereka mau menjemput Natali.


Sementara itu, di bandara seorang pria tengah menunggu kedatangan ibu dan anak, yang sedari kemarin sudah memberikan dia kabar. bahwa dia akan kembali ke Indonesia hari ini.


Rayan, yang melihat itu pun dia langsung tersenyum penuh arti.


Sementara,Haidar tidak sadar jika saat ini ada yang tersenyum melihat tingkah lakunya seperti anak ABG yang tengah mengalami pubertas.


Sementara, Daisy hanya menggelengkan kepala saat melihat tingkat suaminya yang super duper lucu itu.


Rayan, mendekat dengan cara mengendap-endap dan setelah itu dia langsung menepuk bahu Haidar dengan sangat keras. hinggap itu hampir saja membalas perbuatan Rayan.


Namun, saat Haidar berbalik badan dan melihat wajah Rayan sedang tersenyum ke arahnya. pria dewasa itu hanya bisa kembali bersikap biasa saja. sambil memasang wajah datar.


"Sedang apa? kamu di sini"tanya Rayan.


Disini, tempat umum jadi aku bebas berada di sini karena ini adalah tempat semua orang yang belalang melakukan apa saja sambil menunggu seseorang atau menjemput seseorang,,, jadi tidak ada jawaban atas pertanyaanmu itu brother"ucap Haidar.


Rayan pun, terkekeh geli karena dia tahu apa yang sedang Haidar lakukan saat ini.


Hingga, kemunculan Natali bersama dengan Leon diikuti oleh beberapa orang kepercayaannya yang kini membawakan barang-barang milik wanita dan juga putranya itu, menjawab semua pertanyaan Rayan pada Haidar.


Haidar, langsung mendekat dan memberikan pelukan Selamat datang kepada Natalie dan juga Leon.


Namun, tidak lama Rayon merebut Natali dari Haidar sambil berkata.


"Kalau ingin buru-buru memeluk nya halalkan dulu baru boleh peluk."ujar pria itu dengan sengaja sambil meledek Haidar.


Sementara, Natalia hanya terkekeh sambil berpelukan dengan Daisy. lalu Natali berbalik melihat kedua keponakannya yang sangat menggemaskan itu.

__ADS_1


Dia, langsung mencubit kedua pipi anak Rayan itu yang kini berteriak dan menangis. karena kesakitan rakyat karena dia karena dia sangat kesal dengan tingkah natal yang tidak tahu tempat itu.


"Owh Atit ya,,, Maaf ya,,, nggak sengaja lagi dong nih."ujar Natali.


__ADS_2