
Sampai akhirnya Kimberly pulang ke ibukota, gadis itu tidak lagi berharap pada pria manapun dia ingin jodoh itu datang dengan sendirinya.
Sesampainya di rumah dia disambut oleh Rayan dan Daisy, kedua orang tuanya itu menyambut nya dengan pelukan hangat.
Rayan puas dengan kinerja Kimberly, anak gadis Rayan satu-satunya itu mampu membuktikan bahwa jiwa bisnis itu benar-benar turun temurun adanya meskipun dia adalah seorang anak perempuan.
Sementara itu Ray setelah beberapa hari terakhir tinggal di luar kota dia begitu merindukan Raya.
Sampai tiba di rumah Raya, pria itu melihat Raya yang kini tengah mengajar beberapa orang pemuda yang merupakan peserta kursusnya itu.
Pria itu langsung masuk kedalam rumah tanpa menyapa Raya.
Sementara wanita itu terus melanjutkan aktivitas nya.
Sampai saat telpon itu berbunyi terus menerus, Raya langsung mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Masih belum selesai juga."ucap pria itu.
"Ray..."ucap Raya sambil melirik ke atas ternyata pria itu tengah berdiri di balkon kamarnya.
"Maaf adik-adik kita sudahi sampai disini pelajaran hari ini besok kita bisa mengulanginya lagi sekarang kakak sedang kedatangan tamu."ucap Raya lembut.
Mereka pun mengangguk mengerti dan setelah itu dia pun kembali merapihkan beberapa buku yang ia gunakan untuk mengajari mereka semua.
Saat itu juga Raya langsung bergegas ke dapur untuk membuat kopi untuk Ray.
"Kenapa? dihentikan lanjutkan saja aku juga masih bisa menunggu hingga besok."ucap Ray yang sedikit kesal karena kedatangannya seakan diabaikan oleh Raya.
"Aku tidak sengaja Ray, aku benar-benar baru melihat kedatangan mu saat kamu menelpon."ucap Raya.
"Oh."ujar Ray dingin.
"Ini ngopi dulu biar kamu tidak lagi kesal."ucap Raya.
"Ya,,, aku marah karena sudah dua jam lebih aku nunggu kamu."ucap Ray.
"Maafkan aku Ray, aku benar-benar tidak tahu."ucap Raya.
"Iya karena kamu asik banget dengan pria-pria tampan itu."ucap Ray.
"Ray, aku tidak ingin kita ribut aku sudah minta maaf kenapa? masih diperpanjang."ucap Raya.
"Aku perpanjang semu itu karena kamu. tidak peka Yank,,, aku sudah merindukan mu beberapa hari ini tapi kamu begitu cueknya bahkan tidak menyambut ku dengan baik layaknya seorang kekasih."ucap Ray sambil menatap lekat wajah cantik itu.
Raya langsung mendekat wanita itu langsung memeluk Ray.
"Maafkan aku, aku juga merindukan mu."ucap Raya sambil mengeratkan pelukannya itu.
"Apa? itu benar."ucap pria itu.
"Tentu saja."lirih gadis itu.
Barulah Ray membalas pelukan gadis itu dengan erat.
Sementara itu kediaman Agista, saat ini keduanya tengah bersiap untuk pergi ke dokter,ingin memeriksa kehamilan Agista seperti janji David dua hari yang lalu.
Karena sempat tertunda selama dua hari gara-gara pria itu harus menyelesaikan pekerjaannya yang diluar dugaan tersebut.
Kini setelah Agista berada di ruangan tersebut dokter yang sudah mengecek tensi dari bumil itu kini tengah menyiapkan beberapa peralatan untuk melakukan USG.
Agista sudah berbaring di atas ranjang pasien, setelah itu dokter menyemprotkan jell di perut Agista dan mengoleskan itu ke bagian perut bagian bawah Agis lalu memulai proses USG tersebut terlihat saat ini tumbuh kembang janin yang masih berbentuk gumpalan darah tersebut mulai berkembang.
usia kehamilan Agista saat ini menginjak 12 minggu.
David terlihat tersenyum melihat perkembangan calon twins itu.
Setelah selesai keduanya kini tengah mendengarkan saran dokter yang mengatakan bahwa kedua janin itu terlihat sangat sehat dan dengan begitu dokter menyarankan menjaga kestabilan kesehatan janin tersebut dengan meminum vitamin dengan teratur dan juga istirahat yang cukup.
David sedari tadi terus menyimak hingga selesai pria itu pun membantu istrinya untuk berdiri padahal Agista bisa melakukan hal itu sendiri.
"Terimakasih dokter kami permisi dulu."ucap David.
"Silahkan tuan dan nyonya bulan depan jangan lupa kembali untuk diperiksa."ucap dokter itu.
"Tentu."jawab Agista.
Setelah berada di dalam mobil David langsung bertanya kepada Agis.
"Sayang apa? kamu menginginkan sesuatu."ucap David bertanya.
"Tidak ada Yank,,, aku akan bilang kok jika ada yang aku inginkan."ucap Agis.
__ADS_1
Agis tersenyum pada suaminya itu yang kini terlihat begitu perhatian dan semakin terlihat tampan.
Agista pun menetap kearah lain karena saat ini David mendekat untuk mengusap bibirnya yang basah karena ciuman singkat mereka.
"Sayang kamu itu selalu membuat ku rindu dengan semua yang ada pada dirimu."ucap David.
Pria itu langsung melajukan mobilnya menuju rumah mereka.
Sejak menikah tidak sekalipun David membawa istrinya pulang ke Mension karena dirinya juga tidak pernah pulang sejak hari itu.
Sementara Daisy sudah beberapa kali berkunjung ke rumah tersebut setelah kabar kehamilan Agista, meskipun tidak bersama dengan suaminya.
Daisy tidak ingin memaksakan kehendak untuk membawa Rayan datang berkunjung ke rumah putra dan menantunya itu.
Sementara itu di tempat lain Ray kini tengah duduk bersama dengan wanita yang ia cintai, Raya baru saja selesai memasak untuk makan malam mereka.
"Sayang malam ini aku menginap di sini ya, cape jika harus pulang ke apartemen."ucap Ray.
"Sayang aku hanya takut terjadi fitnah."jawab Raya.
"Tenang saja kita bisa atasi itu dan jika pun ada yang memfitnah kita dan meminta kita untuk menikah aku akan segera menikahi mu."ucap Ray.
"Bagaimana dengan kedua orang tua mu?."tanya Raya.
"Itu urusan nanti sayang ku."ucap pria itu.
"Itu mustahil kan Ray, kita tidak akan mungkin bisa menikah."ucap Raya insecure.
"Sayang aku bisa jamin semua akan baik-baik saja."ucap Ray.
"Heumm... semoga saja."ucap gadis itu.
Ray mendekap erat wanita itu sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk segera menyantap makanan tersebut.
Sampai saat makan malam itu berakhir keduanya kini tengah duduk bersama di ruang televisi setelah beberapa saat mengobrol mereka pun kembali terdiam.
Raya fokus pada televisi yang sedang menayangkan film, sementara tangan Ray kini tengah membelai kepala Raya .
Sesekali ia mendarat kan kecupan di puncak kepala itu.
"Ya,,, apa? kita menikah saja Yank,,,toh kita sudah sama-sama dewasa."ucap Ray.
"Aku terserah kamu saja Yank, tapi apa kamu tidak akan menyesal beristrikan wanita yang bahkan sudah terlalu kotor."ucap Raya.
"Tapi Yank,,, aku hanya tidak ingin kamu menyesal, dan apa? Yang kamu harapkan dariku."ucap Raya.
"Banyak Ya... banyak asal kamu tahu aku sangat mencintaimu, aku ingin kamu juga seperti aku! dan aku ingin kita bersama untuk selamanya dan jika mungkin aku ingin kamu menjadi ibu dari anak-anakku."ucap Ray.
.........................
Ketenangan berbuntut keributan meskipun itu adalah keributan kecil, dan hanya berisi curahan hati, tapi itu cukup berpengaruh terhadap keduanya.
Ray sempat ingin pergi dari rumah, tersebut karena dia tidak ingin mendengar keluhan Raya terus tentang masa lalunya.
Ray sudah menerima semua yang ada di dalam diri Raya tapi gadis itu tetap kekeuh ingin Ray mempertimbangkan semuanya.
"Yank,,, aku mohon jangan pergi dalam ketidak jelasan seperti ini, aku tidak mau mengira-ngira tentang semua yang akan terjadi nanti."ucap Raya.
Ray langsung berbalik dan mengangkat tubuh Raya membawa wanita itu langsung pergi ke kamarnya.
"Ray lepas apa? yang ingin kamu lakukan."ucap Raya.
"Kamu lihat apa? yang akan aku lakukan sayang aku akan memberikan mu kepastian."ucap Ray.
"Ray jangan lakukan ini, Yank... kamu tidak boleh berbuat seperti ini masadepan mu masih panjang tidak seperti ku."ucap Raya.
"Yank,,, aku bilang diam."ucap Ray.
Pria itu tidak ingin lagi jauh dari Raya, dia pun memutuskan untuk menjadi satu dengan Raya apapun yang terjadi kedepannya nanti.
Hingga percintaan itu terjadi, keduanya tidak tau jika saat ini alam pun mendukung suasana yang mereka ciptakan saat ini.
Hingga pagi dini hari tiba mereka baru terlelap satu sama lainnya.
Sementara itu di kediaman Rayan, Kimberly kini tengah berada di dalam mimpi yang sangat buruk.
Dia melihat orang yang sangat ia sayangi tengah bercinta dengan wanita yang ia jumpai saat itu.
Kimberly baru tersadar saat dia berada di dalam dekapan sang mommy yang mendengar Isak tangis putrinya itu .
Daisy yang seperti biasanya terbangun di jam dua pagi untuk memastikan semua pelayan bekerja dengan hati-hati demi ketenangan semuanya. saat itu dia pun selalu mengambil air mineral jika dia lupa mengisi air minum di atas tepatnya di kamar putrinya itu.
__ADS_1
Karena lantai tiga itu tidak pernah dijamah oleh orang lain jika bukan permintaan dari Rayan atau Daisy.
Karena semua kebersihan lantai itu dibersihkan oleh robot dan juga Daisy yang selama ini selalu membersihkan tempat pribadinya itu.
Sampai saat ini dia tidak pernah meminta orang lain untuk bersih-bersih terutama kamar pribadinya dengan suaminya.
Terkecuali kamar ketiga anaknya.
Saat Daisy tiba di lantai empat dimana kamar putrinya berada dia pun kaget saat mendengar tangis sendu dari dalam kamar tersebut .
Daisy langsung masuk kedalam dan melihat putrinya tengah terisak didalam tidurnya.
Daisy mencoba membangunkan putrinya itu, hingga saat ia mendekapnya tapi Kimberly belum juga terbangun dari tidur dan mimpi buruknya itu.
Saat ini keduanya tengah saling memeluk Kimberly masih terisak di dalam pelukan sang mommy.
"Mom kenapa? rasa suka itu begitu menyakitkan."ucap gadis itu.
"Apa? yang kamu maksud sayang."ucap Daisy.
"Kimberly menyukai seseorang tapi beberapa hari ini Kim melihat pria itu tengah bersama anak dan istrinya." ucap Kimberly jujur.
"Sayang, pria mana yang kamu maksud?."ucap Daisy.
"Itu mommy dia adalah partner bisnis ku beberapa minggu ini."ucap gadis itu.
"Azka maksudnya."ujar Daisy.
"Ya,,, Azka mom."ucap gadis itu.
"Dia memang sudah dijodohkan dengan seorang janda beranak satu tapi mereka belum menikah."ucap Daisy.
Kimberly terdiam, gadis itu pun kembali menatap sang mommy untuk meyakinkan apa? yang dia dengar tadi.
"Iya sayang dia belum menikah hanya baru bertunangan."ucap Daisy.
"Mommy semua sama saja."ucap gadis itu.
"Sebaiknya sayang mommy bisa membuang rasa itu karena jika jodoh takkan kemana. agar Kim tidak terluka sayang."ucap Daisy lembut.
Kimberly pun mengangguk, gadis itu akan mengikuti nasihat dari sang mommy agar terhindar dari sakit hati.
Sampai saat ini keduanya pun tidur bersama Daisy membelai rambut putrinya itu.
Kimberly pun kembali terlelap dalam tidurnya bersama dengan sang mommy.
Sementara itu di kediaman Agista bumil satu itu tengah merengek pada suaminya karena ingin makan rujak di jam empat pagi.
David meminta pelayan untuk membuatkan rujak tersebut tapi Agista ingin rujak buatan David.
Alhasil pria itu pun susah payah menjadi koki dadakan dari YouTube yang ia tonton sambil sibuk mengupas buah yang sudah dikeluarkan dari dalam kulkas para pelayan yang tadinya ingin membantu malah menjadi penonton calon daddy yang tengah bekerja keras demi buah hatinya dan istri tercintanya itu.
Sampai satu jam kemudian saat rujak itu jadi David menyuguhkan itu di hadapan Bumil yang kini tengah tertidur di meja makan.
Agista langsung terjaga di saat penciuman tajam itu mencium bau yang dia inginkan, sampai saat dia mencicipi semua itu, dia langsung mengacungkan jempol.
David yang melihat itu sebetulnya senang tidak senang bukan apa-apa selain rujak itu dominan dengan mangga muda karena itu sesuai dengan keinginan Bumil tapi juga dengan puluhan cabai yang super pedas hingga David tidak kuasa untuk mencicipi cabai tersebut.
David berkali-kali menelan ludah saat ini karena melihat bibir seksi milik istrinya sama dengan anggur merah yang sudah di simpan selama puluhan tahun, merah merona.
"Sayang kamu tidak apa-apa kan? Aku yang makan rujak kenapa? kamu yang seakan kepedesan."ucap Agis.
"Tidak apa-apa sayang lanjutkan saja, tapi jika perut kamu sakit langsung bilang ya,,, kita bisa langsung telpon dokter atau langsung pergi ke rumah sakit."ucap David.
"Tidak sayang,,, aku tak akan pernah sakit perut karena ini tuh rasanya sangat enak karena ada banyak cinta di setiap gigitan."ucap Agista sambil tersenyum.
David sedari tadi tidak bisa diam dia terus mengusap keringat yang keluar dari wajah agis. sepert asisten dokter yang tengah sibuk mengusap keringat doter tersebut saat berada di dalam ruang operasi.
"Sayang aku gak bisa fokus jika kamu terus mengusap keringat ku."ucap Agista.
"Ya sayang maafkan aku tapi keringat mu nanti masuk kedalam rujaknya."ucap David.
"Tidak akan daddy aku bisa mengusapnya sendiri, lebih baik daddy sekarang tidur lagi ini masih terlalu pagi nanti ngantuk loh saat bekerja."ucap Agista lembut.
"Tidak sayang,,, aku tidak mungkin meninggalkan mu disini tidak apa-apa jika aku ngantuk aku bisa istirahat di kantor."ucap David.
"Terimakasih Yank,,, kamu selalu ada di saat aku butuh."ucap Agista.
"Sama-sama sayang itulah gunanya pasangan."ucap David.
"Kamu lebih dari pasangan sayang kamu adalah daddy dari anak-anak ku."ucap Agista.
__ADS_1
David pun tersenyum manis pada Agista.
"Love you"