
Sejak saat itu Agista sudah kembali membaik, dokter pun sudah mengijinkan dia pulang.
Gadis itu pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya meskipun kedua keluarga menginginkan dia untuk kembali ke rumah mereka tapi Agista tidak ingin salah satu diantara mereka merasa cemburu atau salah faham Agis tau keduanya begitu mengasihi dirinya.
Kini dia masih menggunakan kursi roda dan akhirnya dia memutuskan menempati kamar utama yang ada di bawah untuk sementara sebelum dia benar-benar sembuh total.
Kedua keluarga kini tengah berada di tempat itu, mereka ingin melihat apa? Yang dibutuhkan oleh Agista saat ini.
Agis pun mencoba mengerjakan kursi rodanya sendiri, saat itu juga.
David yang kini memutuskan untuk tinggal bersama Agista pun keinginannya itu tidak bisa dibantah, seperti sang ayah yang selama ini menjadi pemimpin di dalam keluarga.
Sementara itu di kediaman Raya, gadis itu tengah mencari tahu tentang siapa? orang tua kandungnya selama ini.
Dia tengah melihat bukti-bukti yang menyatakan bahwa dia juga bukan putri dari Almira, lalu siapa? orang tuanya dan dimana mereka ataukah sejak lahir dia sudah tidak punya orang tua atau yatim Piatu tapi semua pasti ada jejak nya.
Sampai saat dia menghubungi Ray, dia ingin meminta bantuan kepada saudara angkatnya itu untuk mencari tahu tentang kebenaran siapa? orang tua kandungnya meskipun jika di pikir-pikir itu adalah mustahil mengingat itu sudah 23 tahun yang lalu.
Raya hanya bisa berdoa, dia bisa segera mendapatkan titik terang tentang semuanya karena dia yakin jika seseorang anak itu terlahir karena adanya ayah dan ibunya, meskipun antara masih hidup dan tidaknya.
Sementara itu di kediaman Agista kini dia tengah makan malam bersama kedua keluarganya, mereka berbincang penuh kehangatan, sementara David saat ini tengah pergi karena ada hal yang ingin diselesaikan.
Sampai Agista mengantuk setelah beberapa saat setelah makan malam dan minum obat akhirnya gadis itu pun dibantu oleh kedua Daddynya untuk berbaring di atas ranjang.
"Agis sayang bagaimana jika kamu ingin pergi ke kamar mandi."ujar Agam.
"Aku bisa kok daddy jangan khawatir."ujar gadis itu.
"Agista sayang Daddy tidak akan pernah marah jika kamu ingin tinggal di manapun semua demi kebaikan mu, tapi disini tidak akan ada yang benar-benar menjaga dirimu."ujar Haidar.
"Tidak daddy Agis sudah nyaman dengan rumah ini."ujar Agista.
*Tentu saja Sayang,,, baik'lah tapi ingat jika ada apa-apa langsung hubungi Daddy."ujar keduanya bergantian.
"Aku akan menjaga putri kalian uncle kenapa? ribet sekali."ujar gadis itu.
"Heumm,,, baik'lah, uncle percaya tapi ingat kau harus benar-benar menjaganya karena uncle akan menghukum mu seberat-beratnya jika itu terjadi."ujar keduanya.
__ADS_1
"Daddy jangan diijinkan nanti dia akan melanggar peraturan, bisa-bisa Daddy punya cucu sebelum waktunya."ujar gadis itu.
"Eh,,, syirik aja lo."balas David.
"Bukan syirik tapi menjaga."ujar gadis itu.
"Sudah-sudah ayo kita pulang."ujar Haidar.
"Besok Daddy kesini."ujar Agam begitu juga dengan Haidar.
"Makasih Daddy."kata Agista.
"Sama-sama sayang, cepat pulih agar bisa kembali beraktifitas lagi."ucap Sherina.
"Ya mom."ujar Agista.
Natali pun mendekat lalu memeluk erat gadis yang kini tengah berbaring.
"Mommy pulang dulu ya sayang jangan lupa hubungi mommy jika ada apa-apa, kakak mu pasti marah pada kami jika kamu kenapa-napa."ucap Natali.
"Yank,,, masih banyak kamar kosong."ujar Agista.
"Nanti kalau kamu sudah benar-benar sembuh sayang ku."ujar Agista.
"Heumm,,, baik'lah tapi jaga jarak."ucap Agis yang mulai memejamkan matanya kembali.
Namun David malah mengecup bibir manis itu sekilas.
Agista membulatkan matanya.
"Duh sayang kamu lebih baik tidur di kamar lain saja ya."ujar Agista.
"Tidak bisa yank,,, nanti jika terjadi apa-apa sama kamu bagaimana, sudah lah menurut saja lagipula ini tidak akan pernah selesai jika kamu tidak bobo."ujar gadis itu.
"Heumm,,, baik'lah cepat tidur."ucap Agista.
Sampai saat Agista kembali tertidur pulas, David pun berdoa, semoga mereka selalu bersama hingga akhir hayat nanti.
__ADS_1
David tetap memeluk erat tubuh gadis itu, sampai pagi tiba tepat pukul tiga, gadis itu berusaha untuk bangkit dan meraih kursi roda tapi pergerakan itu telah membangunkan David.
"Sayang kamu mau kemana? heumm."ujar David yang langsung bangkit mendekat ke arah Agista yang sedang bersusah payah untuk naik ke kursi rodanya itu.
"Aku mau buang air kecil."ujar gadis itu.
"Heumm tunggu sebentar."ucap David yang kini langsung turun dari atas ranjang dan menggendong Agis begitu saja membawa dia kedalam kamar mandi.
David dengan sigap mendudukkan Agista di atas toilet tersebut namun saat itu juga Agista meminta David untuk buru-buru pergi dan meminta bibi untuk membantu dia.
"Baiklah sayang tinggal buka saja,,, aku juga bisa sambil merem."ujar David.
"Pergi sayang,,, aku sudah benar tidak tahan."ujar Agista lembut.
"Baiklah sayangku."ujar David yang langsung pergi meninggalkan kamar mandi itu dan memanggil bibi asisten pribadinya saat itu juga.
Wanita paruh baya itu pun masuk setelah Agis memberikan isyarat padanya untuk masuk kedalam kamar mandi.
Tidak lama kemudian si bibi itu berkata"Tuan muda nona Agista sudah selesai."ucap Bibi.
David pun mengangguk dan langsung masuk kedalam kamar mandi tersebut.
Pria itu langsung menggendong Agista masuk kedalam kamar yang ia tempati berdua.
Sampai saat David memberikan Agista di atas ranjang empuk tersebut, gadis hitam meminta bumi untuk mengambilkan minum karena tenggorokannya terasa haus begitu juga dengan David yang meminta untuk dibawakan air mineral untuk dia minum bersama dengan Agista.
Wanita paruh baya itu pun pergi meninggalkan mereka berdua, yang kini sedang bersandar di kepala ranjang tersebut.
Mereka sedang menunggu si bibi memberikan air untuk mereka minum.
Sampai saat wanita paruh baya itu datang membawakan dua buah botol air minum dalam kemasan yang dingin.
Namun David tidak memperbolehkan Agista minum terpisah dengannya, pria itu selalu ada saja tingkahnya membuat Agista kadang gemas ingin sekali dia mencubit perut yang berbentuk roti sobek itu.
Setelah minum keduanya bukannya tidur lagi tapi malah mengobrol hingga satu jam lamanya.
Sementara itu di kediaman seorang wanita paruh baya yang dulu begitu cantik dan sangat menarik kini tengah meratapi nasibnya karena ternyata wanita itu gagal melakukan operasi.
__ADS_1