
dua Minggu kemudian, Vino sudah berada di rumah Daisy, pria itu bahkan sudah sangat merindukan istrinya itu.
"Yang kangen kamu"ucap Vino yang sedari tadi memeluk Daisy setelah mereka bercinta di tengah hari bolong, saat Rayan tengah bermain dengan Bu Maryam.
"Daddy, aku sudah mendengar nya berkali-kali, aku juga sama tapi kita sudah bertemu dan kamu juga sudah mengambil jatah, Daddy aku bahagia bisa hidup seperti ini, andaikan sedari dulu aku percaya bahwa kamu benar-benar mencintai ku, mungkin aku adalah orang yang paling bahagia di dunia ini, maafkan aku karena telah meragukan cinta mu"ucap Daisy.
"Tidak apa-apa sayang aku mengerti karena saat itu, aku juga tidak mungkin bisa menikah dengan mu, karena masih dibawah umur ia kan"ucap Vino kemudian.
pria itu kembali memberikan ciuman lembut di bibir sang istri, dan kini kembali berubah menjadi ciuman yang panas mereka pun mengulang percintaan itu, dan benar-benar membuat mereka berdua terbang bebas ke alam nirwana, Daisy mungkin sudah sering melakukan hal yang sama dengan mantan suaminya begitu juga dengan Vino, tapi hubungan yang mutlak benar-benar bahagia itu hanya bisa dia rasakan saat ini, dia tidak perlu merasa bersalah, merasa khawatir akan menyakiti hati orang lain, dan juga suaminya hanya milik nya seorang.
berbeda dengan Rayendra, Daisy selalu dipaksa untuk melakukan hubungan suami istri, karena Daisy yang sering merasa bersalah dengan keadaan itu, dan rasa sakit nya karena tidak bisa melihat Rayendra seutuhnya, selalu seperti itu mereka saling mencintai tapi tidak bisa hidup dengan damai,sikap posesif Rayendra yang tidak pernah bisa bersikap tegas dan tidak bisa mengambil keputusan tegas, menjadikan pernikahan yang penuh dengan masalah.
selama beberapa hari di desa Vino tidak pernah jauh dari dekat istrinya, saat ini Vino bahkan tidak pernah membiarkan istrinya untuk melakukan kegiatan rumah, dia hanya meminta Daisy untuk terus menemani dirinya.
"Yang kamu tidak pernah belanja, kenapa? tidak ada laporan keuangan di ponsel ku"ucap Vino.
"Daddy dimana aku harus belanja, disini tidak ada mall atau butik dan jika pun ada, mungkin tempat nya jauh, ucap Daisy sebenarnya di sana ada pusat perbelanjaan tapi tidak sebesar di kota-kota meskipun tempat itu terlihat seperti pasar.
"Makanya ikut ke kota dan rumah kita sangat sepi"ucap vino.
"Mungkin nanti setelah aku hamil Daddy"ucap Daisy.
"Kenapa? harus menunggu hamil dulu, sementara rumah itu,aku bangun sejak aku jatuh cinta pada mu, honey"ucap Vino, yang membuat Daisy yang kini menangis sesenggukan di pelukan Vino.
"Daddy maafkan aku"ucap Daisy.
"Tidak apa-apa sayang, aku bahkan tidak mengijinkan siapapun singgah di rumah itu, aku berharap suatu hari nanti kamu akan menempati rumah itu"ucap Vino.
"Aku akan ikut, setelah mengurus kepindahan sekolah Rayan"ucap Daisy.
"Sekarang pun bisa sayang"ucap Vino lagi, dan setelah berbicara panjang lebar, akhirnya Daisy menemukan kesepakatan bahwa ia akan ikut dengan suaminya itu.
akhirnya mereka pun berangkat menuju rumah mereka di ibu kota.
Daisy duduk di samping Vino sementara Rayan duduk di depan samping sopir, Vino tidak hentinya membelai wanita yang kini berada di samping nya.
Daisy pun bersandar di dada suaminya saat ini, Vino memang berusia lebih muda dari Daisy tapi postur tubuh nya, yang tinggi dan tegap sehingga menutupi perbedaan antara mereka, bahkan mereka terlihat seumuran jika mereka tidak tau.
Daisy yang cantik dengan tubuh langsing dan dengan tinggi sebahu Vino, mereka terlihat sebagai pasangan yang sangat serasi apalagi Daisy selalu dimanjakan dengan kata-kata dan perbuatan, penuh cinta itu.
hingga tiba di sebuah rumah megah yang vino persembahan untuk cinta nya, Daisy benar-benar merasa bahagia, betapa vino begitu sangat mencintai nya saat dia melihat tulisan yang ada di depan pintu masuk.
Rumah ini milik Ratu Daisy, ratu tercinta Vino.
Daisy langsung memeluk Vino dan mengalungkan tangannya di leher suaminya itu, dia juga berjinjit dan mencium bibir Vino, dan binar bahagia itupun, terlihat dari keduanya Vino merasa sangat bahagia, karena kini istrinya itu membuat dia seakan menjadi pria satu-satunya dalam hidupnya.
Daisy pun menggenggam tangan Rayan dan berjalan masuk setelah pintu itu terbuka.
sesampainya di dalam Daisy menitikkan air mata, dia melihat semua gambar dirinya, terletak di dinding ruangan santai dengan semua kebersamaan mereka dulu.
entah kapan vino mengabadikan foto tersebut.
Daisy menjelajahi seluruh rumah tersebut dan berbagai ruangan.
semua begitu nyaman, wanita itu bahkan pernah memimpikan rumah semacam itu.
Daisy pun menuju kamar utama sementara Rayan tengah asik dengan kamarnya yang sangat nyaman dan juga memiliki banyak mainan, ditemani oleh babby sister nya yang baru datang Daisy menutup mulutnya saat membuka kamar utama rumah itu yang sudah di dekorasi oleh para asisten Vino disulap menjadi kamar khusus pasangan pengantin baru.
hingga tangan kekar itu melingkar di pinggang ramping nya.
"Apa? kamu suka rumah ini sayang ku"ucap Vino.
"Sangat Daddy, sangat menyukai nya"ucap Daisy.
Daisy mendongak ke atas dan sebuah kecupan mendarat di bibir Daisy.
mereka pun akhirnya bercumbu mesra dan melanjutkan nya dengan percintaan, bahkan mereka tidak pernah merasa lelah padahal baru tiba dari desa yang sangat jauh.
__ADS_1
hingga Daisy, bekerja keras memuaskan suaminya, saat ini.
hingga dua hari berlalu,kini Vino akan memulai kembali ke kantor, Rayan sekolah di sekolahnya yang baru dan anak itu begitu antusias karena tempat nya begitu nyaman dan aman, apalagi Rayan, adalah putra pemilik sekolahan itu.
Rayan sekolah dengan babby sister nya, karena Vino hanya mengijinkan Daisy keluar rumah hanya untuk shopping dan pergi merawat diri, Vino tidak ingin kecantikan istrinya itu dinikmati oleh orang lain.
Daisy pun merasa sangat dihargai, dan dicintai wanita itu, bahkan lebih bahagia saat ini.
setelah menyiapkan semua kebutuhan suami dan putra nya, hingga Vino berangkat ke kantor dan Rayan, sekolah diantar oleh Vino, akhirnya Daisy pun pergi ke dalam kamar nya untuk bersantai karena tidak ada lagi kegiatan, dan semua pekerjaan rumah dikerjakan oleh para pelayan.
Daisy mendaratkan bokong nya di kursi yang tersedia di balkon, wanita yang kini tengah menikmati pemandangan dari balkon.
sementara Vino, senyum-senyum sendiri saat teringat dengan kerja keras Daisy yang memuaskan dirinya di ranjang meskipun pria itu tidak pernah meminta itu.
"Kamu memang yang terbaik sayang ku I love you more honey"
🌹💖💖💖🌹
hingga satu bulan berlalu, tepat di pagi hari, Daisy bangkit dari tempat tidur dan berlari menuju kamar mandi dia langsung memuntahkan cairan yang banyak dari perutnya, dan Vino langsung mengikuti istrinya.
"Sayang kamu kenapa?"ucap Vino yang hampir mendekat tapi Daisy meminta Vino menjauh.
"Daddy jangan kesini nanti kamu jijik uwo.."Daisy kembali muntah.
tapi Vino, langsung mendekat dan mengelap bibir Daisy dengan tisu tanpa merasa jijik.
pria itu justru terlihat sangat khawatir.
"Kita kerumah sakit, kamu sedang tidak baik-baik saja"ucap Vino yang langsung mengangkat tubuh istri nya dia tidak sadar bahwa saat ini mereka masih menggunakan piyama tidur dan Daisy menghentikan langkahnya hingga sampai di depan ranjang.
"Daddy sebaiknya kita mandi dulu, dosa bepergian sebelum mandi wajib"ucap Daisy.
"Baiklah sayang kita mandi dulu"ucap Vino yang langsung pergi menuju kamar mandi, setelah itu dia langsung bergegas mengisi air.
Daisy pun kembali dibawa ke kamar mandi dan mereka pun mandi bersama, vino membantu istrinya membersihkan tubuh nya hingga mereka selesai mandi vino, membantu istrinya mengeringkan rambut dan membantu dia berpakaian.
setelah semuanya siap akhirnya mereka pun pergi menuju rumah sakit, Daisy kini langsung dibawa ke ruangan IGD, tapi kemudian dokter langsung memeriksa kondisi Daisy dan Vino menunggu istrinya itu di luar.
"Istri anda hanya kelelahan, dan karena dia sedang mengandung jadi istri anda akan mengalami hal yang sama setiap pagi hari nya.
"Apa dok, istri saya hamil Owh ya Allah terima kasih"ucap Vino yang langsung berlari masuk dia langsung mencium bibir istri nya saat itu juga.
Daisy yang sudah jauh lebih baik akhirnya dia tersenyum manis.
"Kamu sedang hamil cinta"ucap Vino.
"saya pikir kalian sudah tahu karena usia kehamilan Nyona Daisy, karena sudah memasuki Minggu kedelapan"ucap dokter tersebut.
dan itu artinya sejak pernikahan nya.
setelah memastikan melakukan USG dan lain sebagainya sudah dipastikan saat ini Daisy mengandung bayi kembar, wanita itu terlihat sangat bahagia, begitu juga dengan Vino, bahkan vino berkali-kali mencium bibir dan puncak kepala nya.
Vino dulu memang terlahir kembar tapi adiknya tidak bisa diselamatkan karena terlalu lemah.
diruang VVIP itu Daisy kini tengah berbaring karena hampir dehidrasi dan kelelahan, setelah memuntahkan cairan yang cukup banyak, hingga dokter menyarankan untuk rawat inap, agar janin yang dia kandung lebih kuat.
dan Vino, untuk sementara menitipkan Rayan di rumah Daddy kandung nya, hanya untuk satu hari satu malam saja.
Rayan bahkan terlihat sangat antusias, saat ini saat tau bahwa dirinya akan memiliki adik.
Rayan pun menurut saat Vio, meminta meminta nya untuk menginap satu malam di rumah Rayendra.
Vio kembali ke rumah sakit setelah mengantar Rayan, dan Rayendra yang mendengar kabar tersebut hati kecil nya merasa sakit karena Daisy bisa menerima Vio, sementara saat dirinya memohon agar mereka kembali bersama, wanita itu terus-menerus menolak nya.
Daisy bahkan meminta nya untuk tidak terlalu sering menemui mereka.
sekarang Daisy terlihat bahagia, akhirnya Rayendra mengerti hanya ketulusan yang Daisy butuhkan tapi dia juga memberikan itu, hanya saja sikap posesif nya itu membuat Daisy tidak nyaman.
__ADS_1
hingga berkali-kali, Daisy dan Rayendra putus nyambung, tidak ada yang mengerti dengan pikiran mereka berdua.
Daisy terbangun dia melihat tidak ada siapapun di sana hingga beberapa menit kemudian pintu ruang inap terbuka tampak seseorang tersenyum manis .
"Mi apa? kabarmu"ucap Gibran bersama dengan istrinya yang baru gadis berusia dua puluh enam tahun itu kini terlihat tengah hamil tua.
"Mas, kamu tau aku disini"ucap Daisy.
"Aku mendengar dokter membicarakan nama mu yang hamil bayi kembar, seperti istri ku saat ini, dan ternyata itu benar-benar kamu"ucap Gibran.
"Hay... saya Daisy"ucap Daisy ramah.
"Hay kak, aku Wina"ucap Wina.
"Kamu cantik dan baik,aku bersyukur mas Gibran mendapatkan istri yang sempurna seperti mu, semoga kalian berbahagia selalu"ucap Daisy.
"Terimakasih kak, semoga kakak juga bahagia ,aku selalu mendengar, mas Gibran bercerita tentang kakak, adalah wanita terbaik"ucap Wina.
"Kamu bisa aja win, kapan-kapan kamu bisa main kerumah bersama mas Gibran, dan juga anak kalian, agar keluarga kita bisa terus bersilaturahmi"ucap Daisy.
"Tentu lain kali saja mi"ucap Gibran.
"Ia mas"ucap Daisy.
mereka pun pamit, dan setelah kepergian mereka akhirnya Vino datang membawa buah dan beberapa camilan favorit Daisy.
Vio mendekat dan mengecup bibir istri nya.
"Sayang ada yang datang tadi"ucap vino.
"Mas Gibran"jawab Daisy.
"Heummm mas"ucap Vino.
"Dad".... aku hanya sudah terbiasa dengan itu tapi tidak ada maksud lain nya"ucap Daisy
Dion pun hanya diam sambil bersiap untuk mengupas buah, sementara Daisy saat ini terus menatap ke arah Vino.
Vino mendekat lalu menyuapkan buah yang ada di tangan nya.
Vino melihat ke arah Daisy yang saat ini menatap sendu.
"Sayang jangan sedih,,, aku tidak marah karena itu, aku hanya merasa belum terbiasa saja, setelah sekian lama kalian berpisah tapi sumpah aku tidak marah sayang"ucap Vino.
"Aku hanya tidak ingin karena itu rumah tangga kita goyah seperti yang sudah-sudah"ucap Daisy lirih.
"Tidak sayang sumpah tidak akan, seperti itu"ucap Vino.
Vino langsung mendekat dan memeluk Daisy dan mengecup kening nya.
"Daddy jangan seperti itu aku hanya menganggap dia seperti saudara ku sendiri saat ini"ucap Daisy.
"Ia sayang ,aku janji"ucap vino.
malam pun berlalu Vino, dan Daisy tidur di ranjang yang sama, mereka berpelukan hingga dokter yang hendak memeriksa kondisi Daisy mengurungkan niatnya.
hingga pagi menjelang mereka baru terjaga Daisy tersenyum manis saat melihat suaminya, masih memejamkan mata nya dan Daisy, langsung mengecup bibir seksi milik suaminya itu, yang dulu sering dia kecup yang dulu, sering mengecup pipinya, meskipun Daisy sedang mengandung Rayan.
"Kamu dulu begitu nakal Daddy"ucap Daisy.
"Morning kiss cinta"ucap Vino.
"Sudah tadi Daddy, bangun lah jika dokter datang ingin memeriksa kondisi ku"ucap Daisy.
Daisy pun berusaha bangkit tapi Vino justru telah mengungkung istri, hingga akhirnya seseorang datang, dan vino langsung bangkit dan pergi menuju toilet.
Vino langsung mandi dan bersiap untuk membawa istrinya pulang .
__ADS_1
sesampainya di rumah nya, Vino langsung membawa Daisy menuju kamar nya.
wanita itu bahkan tidak diperbolehkan untuk beraktifitas, Daisy hanya bisa pasrah dan berdiam diri di kamar, sementara Vino bersiap untuk pergi ke kantor.