
Dua puluh tahun telah berlalu sejak pernikahan Natali dan Haidar mereka dikaruniai dua orang anak laki-laki dan perempuan mereka adalah anak kembar yang kini sudah berusia sepuluh tahun.
Sementara itu di kini Agista dan Leon pun sudah menginjak usia dewasa, Leon 27 tahun sebelumnya Agista 24 tahun adik mereka Vivian dan Vino kini berusia sepuluh tahun.
Di keluarga Rayan dan Daisy David pun sudah berusia 31 tahun dan kedua bocah cengeng Raya dan Ray kini berusia 22tahun
Di keluarga Agam, kedua twins A kini berusia 20 tahun.
Sementara itu di keluarga Anya, Kedua anak itu kini berusia 23 tahun mereka berdua sedang mengejar S2 si kembar yang kini tinggal jauh dari kedua orang tua nya karena harus menyelesaikan studi nya di Amerika.
Sampai saat ini seluruh keluarga besar itu selalu saling support dan saling akur hanya saja akhir-akhir ini, sesuatu sedang terjadi pada ketiga anak dewasa mereka.
Sejak Dion meninggal dunia David kembali tinggal bersama dengan kedua orang tua nya, dia bahkan sudah sukses menjalankan bisnis.
Sampai saat ini pria itu masih merajai itu semua seperti Rayan yang handal berbisnis.
Namun ada satu hal yang tidak pernah para orang tua tau jika kini antara Rayan dan juga Leon tengah memperebutkan gadis cantik yang ada di tengah-tengah keluarga mereka yaitu Agista yang kini tumbuh menjadi gadis dewasa yang sangat cantik itu.
Agista bahkan sudah menyelesaikan kuliah S2 nya dan kini wanita cantik itu tengah menjalani karier sebagai seorang designer .
Agis yang sudah sejak lama tinggal sendiri di rumah peninggalan Novita yang sudah direnovasi oleh Agam dan Haidar kini menjadi lebih baru.
Sejak SMA Agista memutuskan untuk mandiri karena tidak jarang dia mendapatkan ejekan sebagai anak pungut dari raya dan juga Vanya anak Anya dan Riki jika mereka kalah bersaing di luar.
Agis tau dia hanya anak pungut dari kedua keluarga yang sejak ia lahir selalu merawat dirinya.
Tapi dia tidak pernah mengadukan hal itu. sepahit apapun Agis selalu memendam rasa sakit itu, dia yang sudah tau dimana makan sang Mommy gadis itu akan datang dan menangis di depan makam itu.
Hingga hatinya merasa sedikit lega akhirnya gadis itu akan pulang.
Sebenarnya Agam tidak mengijinkan putrinya itu tinggal sendiri tapi Agis selalu berusaha meyakinkan Agam.
pria berusia 55 tahun itu selalu mengkhawatirkan putrinya itu namun Agista selalu bilang ingin hidup mandiri.
Sesekali Agista akan datang berkunjung namun tidak pernah menginap di rumah itu lagi.
Begitu pula di rumah Natali, sejak kelahiran kedua anak kembar Natali, Agista tidak pernah lagi bersikap manja pada wanita itu.
Agis hanya akan datang jika Haidar memintanya tapi tidak jika Haidar tidak meminta itu.
Bukanya Agis kecewa dengan mereka tapi Agis merasa malu karena dia selalu disebut sebagai benalu selama ini oleh kedua gadis di keluarga besar itu.
Bahkan Raya tidak sedikit pun mewarisi sifat Daisy yang penyayang dan sangat lemah lembut, dia selalu bersikap arogan jika orang lain berbuat salah padanya atau tidak mengikuti kemauan gadis itu.
Mungkin karena kedua orang tuanya selalu memanjakan dirinya dan apapun maunya selalu diikuti hingga saat mereka mengidolakan pria yang diidolakan para gadis di kampus tapi malah Agista yang dilirik oleh pria itu mereka benar-benar merasa iri.
Tidak jarang Agista di kata-kata sebagai anak pungut anak yang bahkan mereka menghina almarhum Novita sebagai wanita tukang selingkuh. jika sudah begitu Agista hanya bisa menangis.
Agista akan pergi menjauh dan menangis di sebuah taman belakang area kampus itu.
Jika sudah begitu kedua adiknya yang merupakan mahasiswa tingkat awal akan mengadu kepada Agam jika kakak nya sudah di kata Katai sebagai anak pungut dan ibunya tukang selingkuh.
Awalnya Agam begitu sangat marah dan bahkan sempat akan menegur kedua keponakan nya itu namun kedua orang tua mereka seakan tutup mata mereka hanya bilang jika itu adalah hal yang wajar dan biasa terjadi pada anak muda meskipun Daisy sempat marah pada Raya namun Rayan tidak pernah terima hingga bukanya menasehati putrinya dia malah mengatakan jika Agis harus mengalah.
Agam pun pulang dengan rasa sesak karena merasa tidak bisa berbuat apa-apa, hingga Agista memutuskan untuk pergi dari kedua rumah yang selama ini menaunginya.
Sementara Haidar juga tidak bisa berbuat apa-apa kedua orang yang dulu selalu memprioritaskan kebahagiaan gadis itu kini dibuat tidak berkutik.
Agis sempat ditawari untuk mengurus perusahaan milik almarhum Novita yang sudah ia akuisisi.
Namun gadis itu cukup tau diri, dia tidak ingin menerima apapun lagi dari kedua orang tua angkatnya, dia pun menyelesaikan kuliah dengan asuransi pendidikan yang ibunya siapkan sebelum dia meninggal dunia.
Selebihnya uang tabungan peninggalan wanita itu beserta beberapa set perhiasan yang masih tersimpan di berangkas rumah itu ia gunakan sebagai modal awal untuk membuka butik karena di rumah itu memang sudah dibuat sebuah butik kecil dulu saat Novita remaja bercita-cita untuk menjadi seorang designer.
Kini dia sudah membuka hasil karyanya sendiri meskipun yang ia butik itu tidak seterkenal butik lain pada umumnya tapi banyak dari kalangan ibu-ibu kompleks yang menggandrungi hasil karyanya.
__ADS_1
Selain barang nya bagus harga juga terjangkau untuk kalangan menengah kebawah.
Gadis itu mulai karirnya dari nol.
Agista sempat mengantarkan pesanan milik seorang sekertaris di perusahaan yang David pimpin hingga saat ia bertemu dengan pemimpin perusahaan itu dia berpura-pura tidak melihat namun David menarik lengan gadis itu saat itu juga.
"Datang kesini berpura-pura menjadi orang asing. apa? kau pikir bisa lolos dariku."ujar David.
"Kak David Agis hanya tidak ingin orang lain salah faham dengan kita dan seorang anak pungut tidak pantas berada di tengah kalian."ujar Agista yang langsung membuat David menatap lekat wajah cantik itu.
"Agista."ujar David.
"Nona Agista maaf apa? bisa kita bicara."ujar seorang resepsionis kantor tersebut.
"Ah iya maaf, sebentar."ujar Agis yang langsung menatap David.
"Kak David,,, maafkan aku aku ditunggu oleh orang lain."ujar Agis.
David terpaksa melepaskan gadis itu.
Agis langsung bergegas menemui wanita cantik yang kini berpenampilan rapi dengan pakaian formal itu.
Mereka terlihat berbincang dan saat itu juga wanita itu langsung membuka ponselnya dan terlihat menunjukkan sesuatu lanjut menulis sesuatu di secarik kertas lalu dia memasukkan itu kedalam tas nya dan bersalaman dengan para wanita itu lalu pergi begitu saja tanpa menghiraukan David yang sedari tadi menunggu dirinya.
.............................
Sejak saat itu Agista tidak lagi mau bertemu dengan keluarga besar nya dulu sebagai anak pungut dia cukup tau diri.
Bukan Agis tidak tau balasbudi hanya saja dia tidak ingin menyusahkan orang lain lagi, cukup selama ini ia dirawat dan dibesarkan oleh mereka, tapi untuk menerima pemberian tidak lagi.
Agis akan mengatakan seribu alasan untuk bantuan yang diberikan oleh mereka. intinya gadis itu ingin menghindari penumpukan hutang budinya.
Agis tidak ingin membebani keduanya lagi apalagi dengan perselisihan yang terjadi selama ini.
Agista hanya bisa pasrah kemana takdir akan membawa nya.
Hari ini adalah hari dimana butik baru di buka, dia mengundang Natali dan Sherina untuk hadir di acara gunting pita untuk peresmian butik tersebut.
Namun hingga acara akan dimulai mereka tidak satupun yang hadir di sana, karena saat itu bertepatan dengan ulang tahun Ray dan Raya.
Agis pun hanya bisa menahan rasa sesak di dadanya gadis itu cukup tau diri dimana posisi nya selama ini.
Agis langsung menggunting pita tersebut dengan batin menjerit keras dia berharap suatu saat nanti dia akan bisa sukses dan tak lagi bergantung pada mereka dan dia juga langsung berniat untuk mengembalikan semua yang telah mereka keluarkan selama mereka mengurus Agista.
Agis langsung membuka butik itu di hari pertama dibantu oleh temannya yang kini bekerja sebagai asisten pribadi nya.
Sampai pengunjung itu tiba ada beberapa orang yang membeli beberapa barang dan juga ada pula yang melakukan pemesanan.
Agista sendiri ikut sibuk melayani mereka satu persatu. hingga saat sore hari mereka masih berada di sana kebetulan mereka sedang membereskan barang-barang di manakin dan etalase juga si rak lain Agista sendiri sedang menyimpan data costumer.
Sampai seseorang datang dan membawa sebuah buket bunga mawar.
"Maafkan aku sayang aku baru kembali hari ini."ujar seseorang yang kini tersenyum manis di hadapan Agista.
Agis masih berdiam diri tanpa merespon pria tampan yang ada di hadapannya.
"Maaf apa? ada yang bisa saya bantu tuan."ujar Agista datar.
"Kamu marah pada ku hanya karena telat datang ke mari,,, oke aku mengaku salah karena tadi lebih dulu datang ke ulang tahun Raya."ujar pria bule tampan itu.
"Tidak ada yang akan marah akan hal itu tuan lagipula dia adalah ratunya dan prioritas semua orang, dan seorang anak pungut dan anak wanita tukang selingkuh bahkan tidak pantas mendapatkan perhatian dari siapapun."ujar Agista datar.
Leon menatap lekat wajah cantik yang kini tengah menyimpan luka yang dalam itu.
"Agis untukku kamu tetaplah prioritas utama kau adikku Agis."ujar Leon.
__ADS_1
Namun Agista menggeleng .
"Aku tidak punya siapa-siapa lagi, semua sudah hilang terimakasih untuk kebaikan kalian semua selama ini. aku berharap bisa mbalas jasa kalian suatu saat nanti."ujar Agista yang kembali fokus dengan pekerjaannya.
Leon masih berdiri mematung sambil menatap sendu pada gadis kini tengah terluka batinnya.
"Agis Aku minta maaf."lirih Leon.
"Anda tidak punya salah apa-apa tuan, jika pun ada yang salah disini hanya aku yang tidak tahu diri."ujar gadis itu.
"Agis! jangan berpikir seperti itu aku tidak pernah menganggap mu sebagai orang lain, kamu itu adikku sama seperti kedua adik kita. ya,,, aku akui aku salah karena datang tidak tepat waktu tapi apa? dengan begitu kita bisa lepas hubungan."ujar Leon yang saat ini juga merasa kacau.
Agis tidak menjawab dia tetap fokus pada laptop nya.
"Baiklah Agista mungkin kamu butuh waktu, tapi kamu harus tau bahwa aku tidak akan pernah bisa memutuskan hubungan diantara kita."ujar Leon.
Sampai saat Leon pergi wanita itu langsung langsung menundukkan wajahnya di atas keyboard laptop nya yang sudah ia matikan sedari tadi.
Tangisnya pecah saat itu juga, temannya Weni mengusap punggung nya dia bilang pada Agista untuk tetap tegar mereka akan bersama-sama melewati semua itu.
Sampai saat Agista mengangkat wajah yang sudah basah dengan air mata dia mengusap wajah dengan tissue yang ada di meja nya.
gadis itu langsung meminta sahabatnya itu untuk menutup butik. sementara dirinya pergi ke lantai atas untuk bersiap pulang.
Agista turun dan sudah menggunakan Hoodie tidak lupa menggendong tas laptop nya dan ada beberapa Totti bag berisi beberapa jenis kain dan juga aksesoris yang harus ia bawa untuk dikerjakan di rumahnya.
Gadis itu selalu lembur setiap malam karena pesanan selalu datang.
"Wen,, kenapa? belum."
"Kenapa? tidak datang di pesta."ujar seseorang dengan bariton itu.
"Saya tidak di undang dan saya sibuk tuan muda David yang terhormat. lagipula pesta itu hanya dihadiri oleh kalangan atas dan saya tidak cocok untuk berada di sana."ujar Agista yang kini berjalan melintasi pintu keluar.
"Wen tutup saja karena kita tidak punya janji dengan orang kalangan atas."ujar Agista yang langsung berlalu menuju mobil tua milik Mommy nya itu.
"Agista apa? begini caranya memperlakukan keluarga mu dan orang yang selama ini ada di hidupmu."ujar David.
"Maafkan saya tuan muda David yang terhormat. jika saya kurang sopan."ujar Agista yang kini membungkukkan badan di hadapan David.
"Agis!."teriak David.
"Maafkan saya tuan saya harus segera pergi."ujar Agista.
Wanita itu langsung bergegas masuk kedalam mobil namun pintu mobil itu ditahan oleh David.
"Turun!."ujar David yang kini terlihat sangat kesal.
"Maafkan saya sedang buru-buru."ujar Agis.
Weni sudah masuk kedalam mobil Agista namun dia tidak berani ikut campur dalam urusan mereka berdua.
"Apa? aku harus menyeret mu agar kamu mau turun."ujar David.
Agis masih bertahan di sana.
"Aku akan bicara pada Daddy untuk menghukum Raya jika itu bisa membuat mu memaafkan semuanya sekaligus dengan Vanya."ujar David.
Agis masih terdiam higa akhirnya dia berkata.
'Siapa? saya yang bisa memerintahkan seseorang untuk menghukum seorang ratu. lagipula adik anda benar saya hanya seorang anak pungut yang harus tahu diri. dan saya sudah melakukan hal itu tapi untuk apa? kalian pertanyakan."ujar Agis.
Agis langsung melepaskan tangan David dari pintu mobilnya dan saat itu pula dia menutup pintu itu.
"Agista kamu mungkin bisa menghindari ku saat ini tapi besok atau seterusnya."ujar David.
__ADS_1
Pria hanya bisa menahan rasa sesal atas perbukitan adiknya yang telah melukai relung hati terdalam dari Agista.