Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Lamaran#


__ADS_3

Agis tidak perduli dengan itu dia langsung pergi meninggalkan David yang terus berbicara.


Agis sudah tidak ingin lagi meladeni siapapun.


Sampai keesokan harinya, Agis beraktivitas seperti biasanya.


Gadis itu tetap semangat Meskipun pertunangannya gagal dengan pria yang dulu berniat serius dengannya.


Namun Agis sudah bisa menebak jika pria itu lebih memilih perusahaan daripada dirinya.


Ah,,, sudah lah Agis pun tidak ingin memikirkan hal itu lagi.


Lebih baik dia tidak bertemu lagi dengan pria manapun yang hanya ingin hidup senang dengan cara instan.


Saat ini dia tengah berada di butiknya, dia mengecek semua persediaan barang dari mulai dress dan juga lainnya.


Agis kini sudah tidak lagi bekerja sama dengan Jessica dan Agis sudah tidak memproduksi dress yang ia keluarkan dengan Jessica saat itu.


Agis kini masih sibuk beberes dengan kedua pelayan butiknya itu.


Setelah selesai dengan semua itu, Agis kembali membuat desain baru sambil menunggu pelanggan datang.


Sesekali gadis itu akan meminta karyanya untuk mengecek apapun yang biasanya dilakukan.


Sampai saat makan siang tiba Agista kembali ke Cafe untuk mengecek semuanya.


Sementara itu di kediaman Rayan saat ini Jessica tengah dilayani oleh beberapa pelayan rumah karena ngidam ini dan itu.


Sementara Daisy dia tidak begitu peduli dengan semuanya sejak awal kedatangan wanita itu ke Mension utama milik Rayan dia tidak pernah berinteraksi lebih intens.


Daisy bahkan seakan tak pernah menganggap wanita itu ada, terbukti saat wanita itu mengaku hamil anak David. Daisy seakan tak pernah percaya dengan itu, apalagi kalau mengingat sejak acara pertunangan itu, David tidak pernah tidak pulang meskipun itu sudah larut malam David akan pulang ke rumahnya.


Dan kalaupun mereka berbuat yang tidak baik pasti butuh waktu lama entahlah semua semakin membuat wanita paruh baya itu pusing.


Daisy sempat meminta untuk pulang kampung ditengah kegagalan dirinya menjaga anaknya.


Namun Rayan tidak pernah mengijinkan itu, pria itu bilang mereka akan menghadapi semuanya bersama-sama.


Dan kini Rayan tengah mempersiapkan perjodohan Raya dengan anak dari rekan bisnisnya itu.


Raya belum tau tentang hal ini, semua Rayan tutupi.


Raya pasti tidak akan pernah mau jika dia tau saat ini namun Rayan selalu menutup rapat tentang itu.


Rayan akan mengancam Putrinya dengan mengambil seluruh fasilitas yang Rayan berikan.


Gadis itu pasti tidak akan pernah mau itu terjadi.


Sementara keluarganya tengah kacau balau Ray kini tengah sibuk mengurus bisnis yang baru ia geluti.


Dari ketiga anak Daisy dan Rayan yang benar-benar mandiri adalah Ray.


Meskipun sejak kecil ia selalu dimanjakan dengan barang-barang mewah dan tidak pernah kekurangan apapun.


Ray bahkan selalu membela yang benar.


Dia menuruni sifat Daisy meskipun wajahnya persis Rayan saat muda.


Tampan dan gagah meskipun usianya baru 23 tahun.


Pria itu lebih fokus pada tujuan daripada dengan kehidupan percintaan yang sungguh rumit seperti sang kakak David.


Ray tau David mencintai Agista, namun sampai saat ini dia masih tetap tidak bisa mendapatkan Agista yang cantik.


Jangankan David Ray juga menyukai Agista hanya saja Ray lebih bisa mengendalikan hatinya karena dia tidak mungkin merebut wanita yang dicintai oleh kakaknya itu.


Sementara saat ini Ray masih baru merintis karir dia tidak ingin wanita yang ia nikahi nanti hidup kekurangan.


Ray ingin menghidupi keluarganya dengan baik dan juga penuh kedisiplinan tidak seperti sang Daddy yang selalu memanjakan anaknya dengan harta.


Ray malah setuju dengan cara asuh sang Mommy yang selalu terlihat sederhana meskipun Rayan selalu memberikan fasilitas yang cukup wow bagi Daisy.


Namun Mommy nya itu selalu hidup dalam kesederhanaan dan selalu mendidik mereka berdua dengan akhlak yang baik, meskipun Rayan juga tidak jahat namun kesibukannya membuat dia tidak bisa mengajarkan anak-anak nya dan dia pun memberikan perhatian dengan memberikan semua yang anaknya inginkan.


Ray kini sudah tinggal terpisah dari kedua orang tuanya dia tinggal di apartemen miliknya.


Sesekali Daisy akan datang untuk membawakan makan malam atau sarapan pagi jika tau putranya sudah berada di sana.


Sementara itu di kediaman Anya.


Kini dia sedang membantu putranya Richie menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai yang ia bawa dari kantor.


Sejak Richie lulus kuliah lebih dulu dari Vanya, Anya memberikan tanggung jawab untuk mengurus perusahaan milik nya yang ia wariskan kepada pria tampan itu dengan adiknya kelak seperti Agam dan dirinya dulu.


Kini Agam pun melakukan hal yang sama, meskipun dia masih membimbing kedua putranya itu.


Kedua anak Agam kini masih kuliah namun Agam senantiasa mengajari mereka untuk mengurus perusahaan.

__ADS_1


Sesekali mereka akan hadir di kantor membantu Agam.


Kali ini Agam tengah fokus mengawasi usaha yang tengah digeluti oleh Agista putrinya.


Dia tidak akan membiarkan siapapun mengganggu bisnis yang tengah putrinya jalani saat ini.


Meskipun itu pihak keluarganya sendiri Agam tidak akan mentolerir siapapun yang berani membuat putrinya itu terluka. karena Agam tau putrinya itu adalah gadis yang baik.


Sampai saat ini, Agam tidak pernah menemukan kesalahan yang Agis buat.


Gadis itu selalu berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan sama seperti dirinya.


Agista kini tengah mendapat klien yang ingin memesan gaun pengantin yang dia pajang di etalase butik tersebut.


Dia seorang wanita cantik dengan pria tampan yang sedari tadi menggunakan masker dan kacamata hitam tidak lupa juga topi namun Agista tau siapa? pria itu meskipun dia menutup wajahnya sekalipun.


Agista mengucapkan kata selamat untuk pernikahan mereka pada pria tampan itu.


"Selamat untuk pernikahan kalian mas semoga langgeng hingga akhir nanti."ujar Agista sambil terus fokus mengukur tubuh pria itu.


"Maafkan mas sayang mas terpaksa melakukan ini."ucap pria yang kini membuka kacamata dan masker yang ia gunakan.


"Tidak apa-apa mas,,, ini yang terbaik untukmu, semoga semua indah pada waktunya."ujar Agis sambil tersenyum.


"Kalian sudah saling kenal."ujar wanita cantik itu.


"Ya,,, kami berteman."potong Agis.


"Baguslah jadi kita bisa mendapatkan potongan harga."ujar wanita itu.


"Tidak perlu memikirkan bayaran, untuk satu setel gaun dan jas aku berikan sebagai kado pernikahan."ujar Agis yang hendak dipotong oleh pria yang merasa tidak enak hati.


"Wah Nona Agis benar-benar royal bahkan harga gaun ini saja sudah hampir seratus juta."ujar wanita itu lagi.


"Tidak apa-apa itu tidak sebanding dengan persahabatan ini."sindir Agis.


"Agista maaf,,, aku akan membayar semuanya kamu tidak perlu repot-repot ini satu kali untuk seumur hidup jadi tidak boleh ada yang gratis terimakasih untuk niat baiknya."ujar pria itu.


.............................


Sampai mereka pergi dengan membawa gaun pengantin yang dia buat sendiri untuk dirinya kelak Agis hanya tersenyum kecut.


"Tidak perlu bersedih, dunia masih lebar kemanapun kita melangkah pasti ada jalan begitu pula dengan jodoh kita."ujar Agista menyemangati dirinya sendiri.


Setelah itu dia kembali ke dalam ruangannya.


Agista menjual gaun dan jas pengantin dengan harga dua ratus lima puluh juta.


Gadis itu sengaja menjual tinggi gaun yang seharusnya ia kenakan saat ini.


Setelah berada di dalam kamarnya wanita itu langsung berbaring di atas ranjang empuknya.


Tidak lama setelah itu Kiki seorang pelayan butiknya datang mencari Agista dia bilang ada klien yang hanya ingin dilayani oleh nya.


Agista pun langsung bergegas mencuci wajah nya yang terasa sangat mengantuk itu dia kembali ke kamar mandi untuk merapikan penampilannya.


"Siapa? Ki."ujar Agista.


"Tuh orangnya berada di sana."ujar Kiki.


Agis melihat sepasang pria dan wanita yang tak asing baginya.


"Selamat sore Nona Jessica dan tuan David ada perlu apa? ya hingga harus saya yang melayani anda."ucap Agis.


"Heumm,,, bukankah itu sudah kewajiban Anda untuk melayani pelanggan VIP seperti kami."ujar Jessica.


"Heumm,,, anda bebae tapi waktunya sedang tidak tepat tadi aku sudah berpesan pada mereka untuk melayani tamu yang datang tapi jika ada yang minta saya itu artinya dia tidak percaya dengan pelayanan terbaik di sini jadi silahkan cari butik lain yang lebih berkelas karena kami tidak menyediakan layanan VIP atau VVIP, bagi kami pembeli adalah raja tidak membedakan seratus atau isi kantong yang jelas sekecil apapun barang yang mereka beli disini mereka akan tetap mendapatkan pelayanan terbaik."tutur Agis panjang lebar.


"Buatkan dress Bumil untuk calon istri ku, aku ingin yang terbaik yang kamu buat."ujar David.


"Heumm,,, saya hanya takut mengecewakan Nona Jessica jika bahan dan kualitas tidak sesuai dengan yang diinginkan Nona Jessica."jawab Agis tegas.


"Apapun itu, bayiku sedang ingin berbelanja di sini ya jika barang itu jelek aku mungkin akan sumbangkan kepada orang yang ada di lampu merah."ujar Jessica dengan angkuhnya.


Sifat asli dari wanita itu kini tampak nyata.


"Heumm baik'lah perhatikan baik-baik desain yang saya buat."ujar Agista.


Wanita itu pun mulai mengambil pena dan sebuah buku sketsa untuk menggambar pola yang ia rancang.


Setiap goresan tinta itu terlihat sangat mengagumkan tangan lentik itu mampu menghasilkan sebuah gambar yang sangat cantik meskipun itu hanya berwarna hitam putih tapi saat ini Agis bahkan melukis wajah Jessica sekaligus dengan dress simpel yang memperlihatkan perut buncit.


David yang melihat bakat Agista benar-benar mengaguminya dalam hati.


"Owh iya Nona Agis gaun pengantin yang waktu itu dipajang di sini kemana ya."ujar Jessica sambil menunjuk etalase.


"Ah,, kebetulan tadi sudah laku terjual."ujar Agista.

__ADS_1


"Kenapa? tidak ditawarkan padaku aku bisa membelinya dengan harga seratus juta."ujar wanita sombong itu.


"Ahhhhhh,,,wow tapi tadi sudah terjual dengan harga 250 juta sayangnya anda terlambat."ujar Agis sambil tersenyum manis.


Tiba-tiba wajah Jessica menggelap mungkin karena menahan malu atau marah entahlah.


Agis tidak perduli dengan itu yang jelas saat ini dia ingin segera istirahat.


Agista langsung menelpon seseorang yang kini bekerja di rumahnya untuk menjahit semua hasil karya Agis.


"Ya sekarang juga saya kirimkan desainnya."ujar Agista.


"Maaf Nona saya tiba-tiba tidak jadi memesan itu."ujar Jessica yang buru-buru beranjak.


"Owh tidak masalah lagi pula masih banyak yang minta dress untuk ibu hamil terimakasih sudah datang."ujar Agista yang langsung mempersilahkan pasangan menyebalkan itu.


Namun David tidak langsung beranjak pergi.


"Buat dua setelan jas untuk."ujar David tegas.


"Yank aku bisa buat yang lebih baik untukmu jadi untuk apa meminta dia yang buat."ujar Jessica.


"Kamu pulang saja lebih dulu aku masih ada urusan."ujar David tidak bisa dibantah dan Jessica pun pergi dengan kesalnya.


"Nona Jessica benar,,, jika ada yang lebih baik kenapa? harus custom disini."ujar Agista yang


Agista hendak pergi tapi tiba-tiba tangan kekar itu menarik kasar tangan Agista.


"Yank,,, kamu sudah sangat keterlaluan kenapa? tidak pernah peduli pada ku! aku mencintaimu Agista aku sangat mencintaimu."ujar David yang menarik Agista kedalam dekapannya.


Sementara Agista mematung sesaat, saat David memeluk erat dirinya.


"Lepas tuan muda ini tidak pantas kamu lakukan."ujar Agista.


"Aku tidak peduli pantas atau tidak yang jelas aku tidak ingin kehilangan mu lagi."ujar David.


"Agista pria itu datang Owh kerennya dia melebihi artis Korea."ujar Weni yang tiba-tiba berseru dari luar.


"Wen,,, siapa? yang kamu maksud?."tanya Agis.


"Dia yang semalam bilang jika dia akan melamarmu secepatnya."ujar Weni tidak ingin memberitahu nama pria itu di hadapan David.


"Suruh dia masuk."ujar Agis.


"Usir dia Weni jika kamu tidak ingin mendapatkan masalah."ujar David.


Agista pun menoleh ke arah David.


"Apa? urusannya dengan mu, dia itu bebas mau berkunjung ke sini kapanpun karena aku singel dia juga singel."ujar Agis dingin.


"Kau lupa bagaimana cara aku menyingkirkan pria itu dari hidupmu."ujar David tegas.


"Kali ini tidak lagi, karena dia bukan pengusaha."ujar Agista.


"Aku yakin dia punya orang tua."ujar David.


"Heumm,,, lakukan apapun yang ingin kamu lakukan, aku tidak peduli pada saatnya nanti aku tetap akan menikah meskipun tidak dengan mereka."ujar Agis.


Agis langsung pergi menemui pria yang sebenarnya memesan jas untuk acara pertunangan itu.


Saat tiba di tempat duduk pria yang sedari tadi menunggu di tempat nya.


"Sampai juga akhirnya Honey."ujar sahabat dunia Maya Agis tersebut.


"Aku sudah menunggu mu sejak tujuh purnama eh baru muncul."ujar Agis.


"Heumm,,, sepertinya Agista putri duyung sedang kurang bahagia."ujar pria itu.


"Eh,,, ketahuan ya dasar dukun santet."ujar Agista sambil terkekeh.


"Mau disantet hingga perutmu buncit."ujar pria tampan itu.


"Ogah mending gue nikah sama kambing."ujar Agista yang membuat keduanya terkekeh geli.


"Honey,,,, lihatlah cincin ini sudah jadi kemarikan jarimu."ujar pria itu sambil tersenyum manis.


Agis langsung menyodorkan itu.


"Wow,,, indah Nona Agista putri mau kah engkau menikah dengan ku."ujarnya.


"Heumm gimana ya? ujar Agista sambil tersenyum manis.


"Terimalah sayang bukan kah selama ini cinta kita bersatu."ujar pria itu serius.


"Heumm."


"Tidak bisa, apa? kau ingin mati."ujar seseorang di belakang Agis.

__ADS_1


__ADS_2