Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Kemunculan calon pewaris#


__ADS_3

Mereka begitu bersuka cita, saat ini, karena selain keluarga inti Rayan, sudah kembali utuh, juga putra nya sudah lahir ke dunia dengan wujud tampan dan sangat cerdas.


Daisy, kini tengah menikmati perannya sebagai seorang istri dan ibu, bagi mereka Agam dan Anya, selalu pulang lebih awal, saat ini David, sudah mulai berdamai dan dekat dengan kedua nya.


"Mom, Agam, akan mengenalkan seseorang pada kalian!"teriak Anya.


"Apa? sih kak, jangan fitnah deh"ujar Agam, sambil tersipu.


"Bawa, saja mumpung masih ada Abang kalian"ucap Daisy.


"Tapi mom, dia pemalu"ujar Agam.


"Semua orang, pasti akan merasa malu, saat pertama kali bertemu, tapi semua tetap harus dihadapi"ujar Daisy.


"Iya, Agam, segera bawa dia, kamu sudah seharusnya berumah tangga"ujar Anya.


"Kaya dirinya, sudah nikah saja"celetuk David, sudah seperti orang dewasa.


Sontak semua orang tertawa, terbahak-bahak kecuali Anya, yang kini mencebikkan bibir nya.


"Aku belum saatnya, karena masih muda"ujarnya datar.


"Muda apanya, kakak lahir sebelum kak Agam lahir, jomblo sih jomblo aja"ujar David.


"David!"teriak Anya.


"Apa? jangan teriak nanti kuping aku rusak"ucap, bocah berusia tiga tahun itu, yang seakan sudah dewasa, gara-gara sering dibawa jalan bareng anak Abigail, yang sudah dewasa, dan interaksi itu sering David dengar.


"Kau itu masih bocah, tidak boleh bicara seperti itu pada orang dewasa"ucap Anya.


"Tuh kan ngaku sudah dewasa, lalu kenapa? masih jomblo"ujar David.


"Sayang, tidak baik bicara, yang bukan pembahasan anak kecil"ucap Daisy lembut.


"Aku tidak sengaja mom"ujarnya, meskipun bicaranya masih terbata dan cadel, David, yang pintar tidak bisa menahan diri untuk mengatakan hal yang dia ketahui sejak pertama kali dia pandai berbicara, sementara Rayan, geleng-geleng, melihat tingkah putra semata yang sangat menggemaskan.


"Ayo sini main game, dengan kakak"ujar Agam.

__ADS_1


"Tidak mau, bikin otak bodoh, iya kan Mommy"ujar David.


" Betul sayang"jawab Daisy.


"Memang pintar ni anak, tapi gak semua game itu, buat otak kita bodoh justru mendidik kecerdasan kita, hanya saja tidak boleh keterlaluan dan apalagi sampai lupa waktu, karena, selain mereka mata juga bikin orang malas beraktifitas"ujar Agam.


"Sudah, sekarang kita makan siang dulu"ucap Daisy yang baru selesai menghilangkan makan.


Rayan, mendekat dan mengecup bibir istrinya, yang kini menggendong putra nya, hendak membawa nya ke depan meja makan.


"Daddy, mommy aku"ucap David, sambil menyela mereka.


"Iya sayang, maafkan Daddy"ujarnya sambil mengelus puncak kepala putra nya, dan mengambil alih David.


David, duduk di kursi yang khusus diperuntukkan bagi nya, tepat di samping Daisy dan Rayan, sementara Agam, dan Anya di samping kanan Rayan.


Rayan, pun langsung menyuap kan makanan yang sudah Daisy, hidangkan, mereka makan dengan nikmat sajian lezat yang selalu, Daisy, siapkan.


Daisy, baru saja selesai makan, dia yang paling terakhir menghabiskan makanan nya karena harus menyuapi, putra nya terlebih dahulu.


Semua, orang masih berkumpul di sana, sampai akhirnya Daisy, selesai makan, pelayan langsung membersihkan meja, setelah mereka berpindah tempat duduk.


"Aku belum tau tapi coba tanyakan saja pada nya langsung"ucap Daisy.


"Sayang apa? kamu, sudah siap untuk sekolah"tanya Rayan.


"Aku mau, sekolah tapi berangkat sekolah nya bersama Daddy, seperti kakak Rihanna"ujar David.


"Tentu, Sayang"ujar Rayan, lembut.


"Dengan mommy juga sayang"ujar Daisy.


"Asik"ujar David.


Rayan pun tersenyum melihat senyum dan kebahagiaan putra nya, membuat hati nya tenang.


Sementara itu di dalam kamar nya, Agam, tengah mengobrol via telepon.

__ADS_1


Terdengar panggilan khusus untuk, seseorang yang ada di seberang sana, seorang wanita, yang bekerja menjadi office girl di kantor nya itu.


^^^"Una, kapan? kamu bersedia aku kenalkan pada keluarga ku, kamu tenang saja, semua orang baik kok"ucap Agam.^^^


^^^"Tuan, saya tidak pantas untuk itu"Aruna ^^^


^^^"Kenapa?... hanya karena profesi, kamu minder, kamu bisa naik jabatan, menjadi asisten pribadi ku, lagi pula, kamu juga kuliah di jurusan itu kan"Agam.^^^


^^^"Belum lulus, tuan"ujar Aruna.^^^


^^^"Tidak masalah, kamu bisa kuliah, sambil bekerja, dan agar kamu bisa mendapatkan gaji yang cukup untuk itu"Agam^^^


Rayan, yang mendengar percakapan itu, dia hanya terdiam, dan beranjak pergi menjauh, sambil berbicara di dalam hati nya.


"Mom, ternyata, kini mereka sudah dewasa sekarang, rasanya sungguh sangat berat menjadi kakak, sekaligus orang tua bagi mereka, tapi untungnya, ada istri ku, yang begitu mirip segalanya dengan mommy, awalnya aku, hanya ingin menahan dia, di sisiku, karena dia begitu mewakili mommy, dia mampu menggantikan posisi mommy, tapi, akhirnya dia benar-benar membuat ku, jatuh cinta pada nya, mommy tau putra kami begitu mirip dengan ku, dan Daddy"gumam nya dalam hati.


"Suruh, Agam segera melamar calon istri nya itu, jika memang mereka sudah serius untuk menjalin hubungan"ucap Rayan.


Daisy, mendekat.


"Memang nya, kenapa? harus aku mas, mereka juga adik mu"ucap Daisy.


"Kamu, adalah mommy mereka"kata Rayan.


"Aku, ingin Agam, lebih mengenal siapa? calon istri nya, aku tidak ingin kejadian diantara kita terjadi pada mereka nantinya, sudah cukup kita yang mengalami rasa sakit akibat kesalahpahaman"ujar Daisy dan memang ada benarnya juga.


Sementara itu, di kamar Anya, gadis itu tengah termenung, sambil melihat foto kedua orang tua nya, yang ada di pigura berukuran kecil.


"Mommy, Daddy... Agam sudah memiliki kekasih, dan mungkin sebentar lagi mereka akan menikah, aku bahagia sekaligus sedih, apa? aku bisa mendampingi nya, saat dia menikah nanti, sementara keadaan Anya, saat ini tidak memungkinkan"ucap nya lirih.


Anya, diam-diam menyembunyikan rahasia besar tentang dirinya, wanita yang saat ini terlihat baik-baik saja, ternyata dia mengidap penyakit serius, Anya, terkadang beralasan sedang tidak ingin di ganggu, ketika rasa sakit itu datang mendera.


Anya, di vonis mengidap kanker payudara, stadium empat, selama ini dia bahkan hanya meminum obat herbal, tanpa berobat dengan pengobatan medis, kecuali untuk mengecek kondisi nya, dia juga menolak untuk dirawat jika, rasa sakit nya, sedang tidak terkontrol hanya karena tidak ingin menambah beban bagi Rayan, yang saat itu tengah dilanda duka, akibat, kepergian Daisy saat itu.


Sebenarnya, dia sudah melakukan pengecekan sampai berkali-kali, karena gejala yang timbul, tidak termasuk dalam kategori tersebut, tapi Anya, terus menderita kanker rasa sakit yang dia dapatkan.


Daisy pun sebenarnya menyadari ada sesuatu yang Anya, sembunyikan tapi dia masih bisa memastikan nya.

__ADS_1


🙏 maaf belum bisa up seperti sedia kala, karena author sedang dilanda kesibukan 🥰


__ADS_2