Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
# Rindu Mommy #


__ADS_3

Ujar seseorang yang kini berada di samping Natali.


Pria itu tidak sengaja menabrak barang-barang Natali yang ia pegang setelah keluar dari dalam butik tersebut.


"Tidak apa-apa,,"ujar wanita itu, sambil berjongkok tanpa menoleh ke arah orang yang menabraknya.


Tangan kekar itu membantu memungut paper bag milik Natalia, setelah terkumpul semua dia menyodorkan semua itu pada wanita yang sempat tersenggol oleh nya.


"Sekali lagi maaf saya sedang terburu-buru, jika ada kerusakan atau ada barang yang harus saya ganti anda tinggal katakan saja."ujar pria tampan itu.


"Tidak-tidak tidak perlu lagipula ini bukan barang yang gampang pecah jadi tidak perlu diganti."ujar Natali bersikukuh menolak tawaran tersebut.


Akhirnya pria itu pun pergi dengan membawa boneka yang sangat besar untuk putrinya yang sangat ia rindukan.


Sementara Natali juga membelikan beberapa mainan untuk keponakan nya yang masih kecil-kecil itu.


"Ah semua sudah dibeli saat nya cari makan siang."ujar Natali yang kini berjalan menuju parkiran.


Natalia, membawa barang-barang yang begitu banyak itu sendiri tidak meminta sopir berondong itu membawakan nya karena Natali takut jika mereka mengira bahwa Natalia memiliki simpanan seorang berondong.


"Nona kenapa? tidak minta bantuan saya."ujar pria itu.


"Tidak-tidak setelah kau menjadi pria dewasa nanti barulah aku akan meminta bantuan mu."ujar Natali yang selalu berkata jujur.


"Tapi itu sudah tugas saya nyonya."ujar pria itu.


"Aku bilang nanti saat kau sudah menjadi pria dewasa tidak sekarang, aku tidak ingin orang-orang mengira aku menyimpan berondong saat ini bisa hancur reputasi ku."ujarnya.


Pria itu hanya tersenyum mendengar perkataan konyol wanita cantik yang memiliki body gold itu.


Sampai saat Natali masuk kedalam mobil seseorang yang sedari tadi sudah duduk di sudah berada di depan kemudi tersenyum untuk yang pertama kali nya, setelah duka mendalam yang ia alami selama ini atas kepergian orang yang sangat ia cintai.


Menurutnya wanita itu sungguh sangat menarik.


Biar bagaimanapun sudah jarang wanita yang berkata tentang isi hati nya secara langsung bahkan terlihat tidak pernah menyembunyikan apapun dari lawan bicaranya.


Sampai saat dia tiba di halaman rumah Agam, dia kaget melihat mobil yang sama berada di sana.


Pria itu langsung masuk tanpa menunggu dibukakan pintu karena Pitu sudah terbuka lebar.


"Asalamualaikum,,, Agis Daddy datang."ujar pria yang tidak lain adalah Haidar.


"Kau datang masuklah."ujar Agam.


"Apa? kabar kalian."ujar Haidar.


"Kabar baik, hanya saja akhir-akhir ini aku merasa prihatin, Agis sering menangis karena merindukan almarhum."tutur Agam yang kini terlihat bersedih.


"Dimana dia sekarang."ujar Haidar yang celingukan mencari keberadaan putrinya itu.


"Ada di kamar nya, kebetulan ada sepupuku yang sedang mengajak dia bermain."ujar pria itu.

__ADS_1


"Boleh aku kesana?."tanya Haidar.


"Tentu saja,, masuklah anggap ini rumah sendiri."ujar Agam ramah.


"Terimakasih, bagaimana? kabar Sherina."ujar Haidar.


"Dia baik, saat ini sedang menunggu hari kelahiran kedua putra kami."ujar Agam.


"Semoga lancar, jika waktu itu tiba kabari aku agar aku membawa Agis bersamaku selama masa persalinan nanti."ujar Haidar .


"Tidak usah, kamu sendiri pasti kerepotan menjaga Agis sendirian belum lagi pekerjaan mu yang segudang itu, jika dia disini akan ada Natali kak Anya juga Mommy Dy, jadi Agis tidak akan kesepian saat Sherina melahirkan."ujar Agam.


"Ya, kamu benar aku mungkin tak akan bisa menjaga Agis sebaik saat bersama dengan ibunya, tapi aku sangat merindukan putri ku, istri ku sudah tidak ada dan aku juga punya kewajiban untuk menjaga putri kami."ujar Haidar yang terlihat sendu.


"Begini saja saat weekend kau bisa membawa dia untuk berlibur."ujar Agam.


"Baiklah. terimakasih."ujar Haidar.


"Aku melakukan itu untuk kebaikan mu, Agis tau jika kau sangat menyayangi nya, tapi dia juga butuh kehangatan sebuah keluarga, setidaknya dengan begitu dia bisa melupakan kesedihannya."ujar Agam.


"Ya,, aku mengerti."balas Haidar.


Obrolan terhenti tepat di depan pintu kamar gadis kecil itu yang kini terbuka lebar karena ada Natali dan Sherina yang sedang mengajak gadis kecil itu bermain dengan mainan yang Natali berikan.


Haidar sempat mematung di tempatnya saat ini.


"Agis mau ikut aunty pulang ke Amerika enggak, disana ada Kaka sepupu mu Leon, dia minta adik perempuan yang cantik seperti Agis. tapi aunty tidak bisa memberikan nya."ujar Natali.


"Tentu saja Sayang."ujar Natali yang kini mengusap puncak kepala gadis kecil yang malang itu penuh kelembutan.


"Agis Daddy rindu Agis." ujar Haidar yang kini berjalan dengan boneka Teddy bear berukuran besar.


"Daddy,,,"ujar Agista yang langsung menghambur memeluk ayah sambungnya itu.


"Daddy sangat merindukan Agista sayang"ujar pria itu yang langsung menggendong putrinya itu membawa nya kedalam dekapannya ada tetes air mata yang coba ia sembunyikan dengan cara mengusapnya secara diam-diam.


"Agista juga rindu Daddy dan mommy, tapi Daddy Agam bilang bilang jika Agista harus jadi anak baik agar Mommy mengirimkan surat untuk Agis dari surga."ujar gadis kecil itu.


Air mata Haidar tidak bisa dibendung lagi, pria itu langsung memeluk erat putrinya itu, dia benar-benar merasa sangat sedih saat ini.


semua orang yang ada di sana ikut menitikkan air mata hanya Agam berusaha untuk tetap tegar sambil mengusap pundak Haidar menyalurkan kekuatan.


"Daddy sangat menyayangi Agis,,, jika pun Mommy tidak ada bersama dengan kita Agis masih ada Daddy, yang akan selalu menjaga Agis."ujar Haidar, sambil mengecup puncak kepala gadis kecil itu.


"Wah,, seperti Daddynya Agis bawa hadiah besar boleh aunty minta."ujar Natali mencairkan suasana.


"Tidak itu punya Agis, jika mau aunty beli sendiri."ujar Agista yang kini langsung minta diturunkan, fokus gadis kecil itu pada boneka yang Haidar bawa, boneka Teddy bear berukuran besar yang sangat menggemaskan berwarna pink.


"Daddy ini untuk Agis."ujar Agista begitu antusias.


"Tentu saja Sayang, apapun yang Agis inginkan Daddy akan berikan."ujar Haidar.

__ADS_1


"Tidak daddy Agis tidak ingin apapun, Agis hanya ingin mommy kembali ke sisi Agis."ujar gadis kecil itu.


Sontak semua orang terdiam, sekuat hati Haidar berusaha untuk menahan kesedihannya, entah bagaimana? caranya untuk menjelaskan pada gadis kecil itu jika Novita tidak akan pernah kembali lagi.


"Honey!,,, aku harus apa? kenapa? tidak menghukum ku secara terang-terangan saat kamu masih ada,,, kenapa? harus seperti ini,,, semua begitu terasa sangat menyakitkan andaikan waktu bisa aku putar kembali, mungkin aku akan mencegah mu untuk pergi."Gumam Haidar dalam hati.


Semua orang masih terdiam hingga Natali menggendong Agista dan mengajak gadis kecil itu pergi ke luar, dengan membawa mobilnya saat itu juga, wanita itu memang selalu melakukan hal yang benar-benar spontan.


"Agis,, aunty tidak ingin Agis sedih lagi,,,, apa? Agis tau sejak lahir kak Leon bahkan tidak pernah bertemu dengan Daddy nya, tapi dia tidak pernah bertanya dimana? Daddynya berada hingga saat ini tapi kamu beruntung kamu punya dua Daddy yang akan selalu menjagamu sampai Agis besar nanti. dan jika soal Mommy, Agis bisa panggil aunty dengan sebutan mommy meskipun wajah aunty tidak sama dengan wajah mommy Novita, tapi setidaknya aunty juga menyayangi Agis seperti putri aunty sendiri."ujar Natali.


"Tapi aunty,, mommy dimana? Agis sangat rindu pada mommy."ujar Agista.


"Agis,, mungkin sekarang Agis belum bisa mengerti dan belum saatnya Agis tau dimana? mommy tapi yang jelas Mommy Novita tau Agis dimana pun Agis berada saat ini, dan mommy Novita, akan sangat sedih jika Agis terus bersedih, jika Agis rindu mommy Agis cukup berdoa kepada tuhan agar dia menyampaikan pesan Agis pada Mommy."ujar Natali.


"Baik aunty, tapi apa? Mommy akan kembali, jika Agis selalu berdoa."ucap Agista.


"Tentu saja Sayang, suatu saat nanti saat Agis dewasa Mommy akan muncul.*bohong Natali karena sudah tidak tau harus bagaimana? menjelaskan semua itu.


Sampai mereka tiba di kedai eskrim, keduanya turun dari mobil, lebih tepatnya Natali, langsung menggendong gadis malang itu.


"Suatu hari nanti, Agis akan mengerti bahwa orang yang sudah meninggal tidak akan pernah bisa kembali lagi."gumam Natali dalam hati.


"Sayang,, hari ini kita akan makan eskrim, kamu bebas memilih ingin rasa apa? dan sebanyak apa? yang Agis inginkan."ujar Natali.


"Hore!." teriak Agis.


"Tapi,,, ada tapi nya sayang."ujar Natali.


"Apa? itu Aunty.


"Aunty tidak ingin Agis sedih lagi, dan jangan terus bertanya tentang Mommy, dan satu hal lagi jika kamu rindu Mommy harus berdoa."ujar Natali, dan Gadis itupun mengangguk pelan tanda ia mengerti.


Natalia pun menggendong Agis hingga mereka duduk di satu meja paling depan di kedai eskrim itu.


Natalia meminta gadis itu memilih rasa yang ada di dalam buku menu tersebut.


Dengan antusiasnya gadis kecil yang malang itu, memilih menu yang benar-benar sangat menarik menurut nya, dan dia hampir memborong semua itu, Natali mengiyakan semua asalkan gadis itu tetap tersenyum bahagia.


Hingga seseorang datang menyusul keberadaan mereka berdua,


"Sayang Daddy mencari mu."ujar Haidar yang ikut bergabung.


"Daddy, aunty baik deh dia belikan aku semua eskrim dan satu lagi dia mau menjadi mommy untukku."ujar gadis polos itu.


"Ya,,, sayang apapun itu."ujar Haidar.


Agista pun meminta Haidar bergabung"Duduklah Daddy kita akan makan eskrim bersama-sama Daddy."ucap Agista.


Haidar langsung duduk berhadapan dengan putrinya itu.


"Terimakasih atas kebaikan anda? ujar Haidar.

__ADS_1


"Tidak perlu berterimakasih untuk hal ini sudah menjadi kewajiban kita semua, dan lagi sebagai sepupu dari Agam, aku pun otomatis aunty nya dan aku janji sebisa mungkin saat berada di sini akan terus bersama dengan nya.


__ADS_2