
Daisy, sudah bangun dia membersihkan rumah tersebut, yang rencananya akan dia, sewakan lagi hari ini setelah Dion, menjemput nya.
Dion, tau letak rumah itu karena dulu dia sering apel ke rumah itu sebelum Ambu, pindah.
Saat Daisy, selesai beres-beres dia kedatangan tamu yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah tersebut.
Dia adalah saudara Ambu, yang di panggil paman, tepat nya keponakan Ambu, dia datang saat melihat rumah yang kini Daisy tempati pintunya terbuka, padahal sudah dikunci.
Tapi saat melihat itu adalah Daisy, dia bersyukur karena bukan orang sembarangan yang masuk Daisy, mengambil kunci dari lemari milik Ambu, sebelum dia pergi sebenarnya rumah itu sudah dilupakan oleh Daisy, karena Ambu, bilang rumah itu sering disewakan.
Selama lima tahun dan saat Daisy, kembali memang kontrak nya sudah berakhir dan penyewa sudah kembali ke kota, rumah itu adalah rumah masa kecil ibunya, setelah ibunya menikah Ambu, pun pindah ke tempat rumah yang Rayan, renovasi.
Saat ini Rayan, sedang memohon pada Riki, untuk mengantar dia ke sebrang kali yang menyambung kan dua kampung itu, padahal ada jembatan tidak jauh dari sana tapi Daisy, yang sedang kalut lebih memilih menyebar meskipun dangkal dan tidak terlalu lebar tapi Rayan, belum mengenal daerah itu.
"Riki, antarkan aku kesana aku khawatir dengan anak dan istri ku"ujar Rayan.
"Tunggu saja tth, hanya sedang mendinginkan pikiran, dia bukan orang yang suka berpikiran pendek"ujar Riki.
"Tidak bisa Riki, dia terluka karena aku, semua salah ku"ucap Rayan.
"Kakak, sudah tau salah kenapa? wanita itu masih di urus"ucap Agam, yang marah sedari tadi saat dia tau mommy, nya tidak ada.
"Kakak, sudah bawa wanita itu ke luar kota agar tidak menggangu rumah tangga kakak lagi, tapi kakak, tidak tau jika akan seperti ini"ucap Rayan.
Rayan, pun berjalan kesana kemari dia tidak bisa tinggal diam sampai akhir Dion, datang ke sana dan berkata bawa dirinya akan membawa Daisy, putri nya pergi meninggalkan negara tersebut.
"Tidak Pah Rayan, mohon jangan pisahkan kami Rayan, tau Rayan, mengaku salah tapi semua bukan keinginan Rayan, semua itu terjadi karena wanita itu menjebak Rayan"ujar Rayan.
"Menjebak.... bagaimana? cara nya menjebak sampai berulang kali Rayan, kamu jangan banyak alasan... sudah menyakiti putri ku, sedemikian rupa.. jika kamu memang sudah tidak mencintai nya, pulang kan saja dia padaku, biarkan dia hidup bahagia"ujar Dion, yang emosi pria, itu langsung pergi meninggalkan rumah tersebut menuju kampung sebelah menggunakan mobil pribadi nya.
Sementara Rayan, yang berusaha untuk mengikuti nya dia, tertinggal jauh beruntung dia bertanya kepada warga, yang lewat dan ternyata jalan yang dia lewat itu bercabang dan Rayan, salah jalan.
pria itu langsung pergi menuju jalan yang tak ia abaikan tapi sesampainya di sana dia melihat Dion, sudah kembali dengan Daisy dan David, yang berada di dalam mobil tersebut.
Rayan, terus mengikuti mereka, hingga Rayan, menghubungi Agam dan Anya untuk membawa barang-barang miliknya dan mommy nya, dan langsung pulang karena Rayan, tengah mengejar Daisy, bersama dengan mertua nya.
Rayan, terus berusaha untuk menyalip dan menghentikan mobilnya Dion, tapi tidak berhasil karena lalulintas begitu padat tidak seperti biasanya, hingga kecelakaan tidak dapat dihindari mobil, yang ditumpangi Rayan, mengalami kecelakaan Rayan, sampai terlempar keluar dari dalam mobil, tapi Daisy, tidak tau itu hingga saat dia tiba di bandara, Anya, mengabari Dion, bahwa Rayan, mengalami kecelakaan dan sekarang sedang berada di ruang operasi.
Daisy, sempat syok tapi juga merasa tak percaya mungkin saja itu akal-akallan Anya, tapi saat Anya, memperlihatkan bawah dirinya dan Agam, sedang menunggu di ruang operasi akhirnya Daisy, dan Dion bergegas pergi Dion, yang kini tengah menggendong cucunya, pria itu bahkan mencoba untuk memenangkan putri nya.
Sesampainya di rumah sakit, tersebut Daisy, langsung bergegas menuju ruang operasi, disana Rayan, sudah empat jam ditangani oleh dokter, hingga saat ini belum kunjung keluar, Anya, langsung berhambur memeluk Daisy, begitu juga dengan Agam, mereka menangis sesenggukan di pelukan Daisy.
Daisy, pun sama, dia merasa sangat bersalah dan sekaligus sakit hati, karena wanita pun ternyata ada di sana.
Daisy, pun langsung langsung melangkah pergi meninggalkan Anya dan Agam yang kini berusaha untuk menghentikan langkahnya bertepatan dengan dokter, dan perawat yang keluar dari dalam ruangan operasi, Daisy hanya sempat melirik nya, hingga wanita, itu langsung pergi dengan air mata nya saat Nora, langsung mengikuti Rayan, bersama dengan Anya dan Agam.
__ADS_1
Hati Daisy, benar-benar sangat hancur melihat semua kejadian itu dia, memilih pergi, karena Anya dan Agam pun, tidak berusaha untuk mengusir keberadaan wanita itu.
Daisy, pun kembali ke bandara bersama dengan Dion, dan juga putra nya.
Daisy, pergi menuju negara tetangga bersama dengan ayahnya yang sudah beberapa lama ini tinggal disana.
Sementara itu di Indonesia, Rayan,kini masih berada di ruang ICU, rumah sakit masih dalam keadaan kritis.
Anya, sudah berulang kali, mencoba menghubungi Daisy, tapi seakan hilang di telan bumi.
Agam bahkan sudah mencari tahu dimana mommy nya berada kini tapi tidak kunjung ditemukan.
satu Minggu berlalu Rayan, sudah siuman dan orang yang pertama kali dia lihat adalah Nora, wanita itu bahkan tidak pernah jauh dari Rayan, yang kini bahkan tidak ingat siapa? dirinya.
Keadaan itu dimanfaatkan oleh Nora, untuk mendekatkan diri kepada Rayan, tidak perduli dengan Anya dan Agam, bahkan wanita itu sudah sering mengadu pada Rayan, bahkan membuat Rayan, murka pada mereka yang mengusir calon istri nya.
Agam dan Anya, bahkan tidak mengerti saat Rayan, menyingkirkan foto Daisy dan David, seakan semua adalah sampah tak berarti, saat Nora, ingin membakar nya Agam, dengan kasar merebut semua itu, tidak hanya itu dia juga menampar Nora, berulang kali dia marah besar hingga Agam, mencekik wanita itu.
Tapi suara bariton Rayan, menghentikan nya pria itu bahkan berani menghajar Agam, tangan yang selama ini, bahkan tidak pernah menyentil kuping sang adik sedikit pun, kini bahkan tinju itu bertubi-tubi menghantam wajah sang adik, Rayan bagaikan orang kesetanan.
"Hentikan! tolong hentikan! kak, Agam bisa mati Kakak!"Anya langsung memeluk Agam, saat adiknya terkapar di lantai.
"Jika dia memang lebih berharga dari pada kami adik mu, kami akan pergi, tapi ingat saat ingatan kakak kembali, jangan pernah lagi mencari keberadaan kami karena saat itu pun, kami tidak akan pernah mau kembali, mommy dan David, adalah anak dan istri mu, bahkan dia pergi sebelum kakak kehilangan ingatan, semua karena wanita, ****** ini semua karena dia! sekarang pun kami pergi karena kakak, lebih memilih mereka dari pada kami, Anya membawa foto yang menumpuk itu, sambil memapah Agam, sementara Rayan, mematung di tempatnya, dia sendiri tidak tau apa? yang harus dia lakukan.
..........................
Anya, sudah memanggil dokter untuk mengobati Agam, dia, juga menyuapi Agam, dengan sangat hati-hati tangis nya sulit untuk dihentikan apalagi saat melihat wajah Agam, yang dipenuhi memar dan sudut bibirnya yang pecah Anya, menyuapi Agam, dan sesekali mengusap air mata nya.
"Jangan menangis kak, aku akan segera baik-baik saja... kita, harus kuat tidak apa hidup berdua saja kita, juga akan mengambil alih semua perusahaan yang Daddy, tinggal kan karena aku, yakin semua ini adalah permainan seseorang"ujar Agam.
"Baiklah, jika memang itu...kenyataan nya meskipun kita harus menjadi musuh kakak, kita, akan terus bersama kita.. kuat apalagi jika mommy, benar-benar ada bersama dengan kita"ucap Anya.
Aku, sudah meminta orang untuk mencari tahu keberadaan mommy, dan setelah itu kita, akan membawa mommy, kembali tinggal bersama dengan kita, hanya mommy, satu-satunya kekuatan yang kita miliki"ujar Agam.
Sementara itu, di luar negeri pagi hari ini Daisy, tengah kesulitan membujuk putra nya yang tengah rindu pada sosok Daddynya, tapi itu tidak mungkin lagi buat Daisy.
Sudah cukup baginya, rasa sakit yang selama ini ia pendam sendiri, bahkan Rayan, tidak pernah datang untuk mencari dirinya Daisy, sudah tidak ingin berharap lagi, meskipun sulit untuk bisa move on, dari masalalu yang tidak pernah bisa dipungkiri jika Daisy, sangat mencintai Rayan, meskipun setelah itu ia harus menerima kekecewaan yang teramat dalam. sakit yang Daisy, dapat dari sebuah pengkhianatan cinta nya.
Daisy, mengusap air mata nya saat itu juga saat David, menoleh melihat sisa air mata sang Mommy.
"Mom, kenapa? mommy menangis"tanya David.
"Mommy, sedih karena putra mommy tidak menurut... David, terus merajuk ingin bertemu dengan Daddy, sementara itu Daddy, sedang pergi jauh"ucap Daisy.
"Tapi aku, rindu Daddy... mommy...aku ingin Daddy bersama dengan kita tapi bahkan dia tidak menghubungi kita dimana Daddy, Mom... kenapa? kita harus tinggal di sini tanpa Daddy"ujar Rayan.
__ADS_1
"Daddy, sedang melakukan perjalanan bisnis kita bahkan tidak diberi tahu"ujar Daisy.
"Kenapa? Daddy jahat pada kita"ujar David.
"Mungkin, bukan jahat sayang... tapi hanya sedang lupa memberikan kabar dia pasti sangat sibuk"ujar Daisy, biarpun dia ingin melupakan pria itu tapi David, tidak boleh melupakan atau pun membenci ayahnya, meskipun suatu saat nanti David, tau apa? penyebab mereka berpisah.
Hari demi hari mereka lalui bersama berdua ibu dan anak itu bahkan sering menyambangi sang ayah Dion, yang kini tengah sibuk mengurus perusahaan.
Dion, bahkan membuat jumpa pers, menyatakan bahwa David, adalah pewaris perusahaan 4D group. nama itu adalah singkatan dari Dion, Dinda dan Daisy juga David.
Perusahaan itu awalnya bernama Atmaja group, tapi karena semua sudah berpindah ke tangan Dion, oleh ayahnya tuan Atmaja, yang kini sudah tiada bersama dengan sang mommy.
Hingga, kabar itupun tersebar luas dan wajah keempat nya, terpanggang nyata di sebuah majalah bisnis foto Dion dan sang istri, yang disatukan diedit dengan Daisy dan David, sungguh keluarga yang terlihat sangat harmonis dan bahagia, meskipun mereka tau bahwa nyonya Dinda, sudah almarhum.
Bahkan di media sosial pun, dibanjiri kritik dan saran mereka bahkan memberikan banyak dukungan pada keluarga itu.
Sementara itu, di Indonesia Agam, yang selama ini menjadi CEO, di perusahaan yang selama ini diurus oleh Rayan, dia mendapatkan kiriman paket majalah dan juga foto-foto yang menunjukkan keberadaan Daisy.
Rayan, sendiri hanya termenung menatap majalah tersebut, dia tengah berpikir keras jika mungkin Daisy, menghianati cinta nya dan meninggalkan nya karena itu, lalu dimana? foto kebersamaan nya dengan pria tersebut bukankah publikasi itu untuk sebuah keluarga pengusaha tapi kenapa? tidak ada sosok lain yang muncul di sana.
"Daisy, kenapa? kau tidak pernah muncul di hadapan ku, benarkah kau adalah pengkhianat dan kenapa? wajah putra mu yang katanya anak di luar nikah kenapa? dia mirip dengan aku dan Daddy."gumam Rayan, dalam hati.
Agam, langsung menghubungi Anya, untuk bersiap pergi menemui Daisy, mereka bertekad untuk membawa sang mommy kembali hidup mereka, sudah sebatang kara selama beberapa bulan ini bahkan mereka, jarang memperhatikan pola makan tidak seperti saat bersama dengan Daisy, semua ada jadwal nya perut mereka, kenyang dengan makanan lezat, hati mereka pun senang karena Daisy adalah sumber kekuatan dan kebahagiaan bagi Anya dan Agam, selain Rayan.
Hingga Anya, datang membawa ransel dan dua koper berisi keperluan selama mereka, melakukan perjalanan dan perusahaan tetap terjaga karena asisten pribadi nya yang sangat bisa diandalkan dan dipercaya, tidak hanya itu mereka, juga masih bisa menghandle perusahaan dari jauh.
Saat Agam dan Anya, keluar dari ruangan tiba-tiba Rayan, datang bersama dengan Nora, yang kini bergelayut manja ywanita itu bahkan memberikan undangan pernikahan untuk mereka berdua dan pura-pura bersikap ramah, tapi sayang mereka berdua tidak berniat sedikit pun untuk menerima undangan yang Nora, sodorkan mereka berdua pergi begitu saja bahkan menabrak bahu Nora, yang hampir terjatuh.
"Hi... kalian berhenti! kalian mau kemana"ujar teriak Rayan.
"Bukan urusan anda tuan"ujar keduanya kompak.
Deg....
Tiba-tiba, ada rasa sakit yang sulit untuk di hilangkan saat ini menyelimuti hati dan pikiran nya.
"Mereka, lebih memilih wanita ****** itu dari pada aku honey"ujar Nora.
"Apa? kau bisa diam sebentar saja, kepala ku pusing"ujar Rayan.
"Honey... aku minta maaf... tapi itu kenyataan nya"ucap Nora.
Tapi Rayan, tidak menggubris pria, itu pergi begitu saja meninggalkan Nora, begitu saja bahkan dengan menggunakan mobilnya entah kemana dia pergi.
Rayan, kini sudah berada di bandara, dia meminta asisten pribadi nya membawa barang-barang pribadi nya termasuk paspor, setelah mengikuti kedua adiknya itu.
__ADS_1
Pria, itu hanya ingin tau kemana? adiknya akan pergi saat ini dan dia ingin mengikuti nya diam-diam.
Sementara itu Daisy, kini tengah berada di pusat perbelanjaan, bersama dengan sang putra dan Sheng , asisten pribadi Dion, yang menggendong David.