
"Mau tambah lagi sayang?."ucap Daisy.
"Heumm,,, sudah kenyang mommy."jawab Agista.
"Ya sudah sekarang kamu bobo lagi tidak baik begadang saat sedang hamil."ucap Daisy sambil mengusap puncak kepala Agista penuh kelembutan.
"Ya, mom terimakasih untuk semuanya."ucap Agista.
"Sama-sama sayang."balas Daisy.
David pun langsung membawa istrinya kembali ke dalam kamarnya.
Sementara Daisy kini tersenyum melihat kemesraan keduanya, mereka mampu membuktikan bahwa mereka bisa saling menjaga.
Setelah ini Daisy bisa tenang saat meninggalkan mereka semua, dia berencana untuk menghabiskan sisa hidupnya bersama dengan Rayan di kampung halamannya itu.
"Sudah selesai sayang, sekarang giliran mu untuk tidur karena mulai besok kita akan segera kembali ke desa."ucap Rayan.
"Apa? tidak bisa menunggu sampai cucu kita lahir nanti sayang."tanya Daisy.
"Jarak bukan halangan sayang kita bisa datang kapanpun kesini, yang jelas saat ini aku ingin menghabiskan masa tua kita berdua."ucap Rayan.
"Baiklah daddy, besok pagi aku akan menyerahkan tanggung jawab kepengurusan rumah ini pada Agista dan Raya."ucap Daisy yang kini sudah berada di dalam gendongan Rayan.
"Kelak mereka akan jauh lebih dewasa dan saat itu mungkin kita sudah benar-benar tiada, aku hanya berharap suatu saat nanti mereka tetap menjaga nama baik keluarganya."ucap Rayan.
"Semoga saja daddy."balas Daisy.
Keesokan harinya tepat pukul tujuh pagi semua orang tengah berkumpul untuk sarapan pagi, Daisy dibantu oleh asisten pribadi Rayan membawa beberapa koper besar turun ke bawah.
"Mommy mau kemana?."ucap semua orang kaget.
"Duduklah, kita bicara dulu."ucap Daisy.
Mereka semua pun duduk tenang sambil menunggu Daisy dan Rayan bicara.
"Begini anak mommy semuanya, mommy dan Daddy sudah memutuskan untuk tinggal di kampung halaman mommy."ucap Daisy.
"Tapi kenapa? mom... apa? karena Agis disini."ucap Agis yang merasa tidak enak hati.
__ADS_1
"Tidak sayang bukan seperti itu, mommy dan Daddy memang sudah tinggal di kampung sebelum kejadian kamu di culik tapi itu hanya untuk sementara, namun kali ini mommy sudah bisa tenang karena sudah ada kalian disini. sekarang mommy ingin menyerahkan tanggung jawab kepengurusan rumah ini pada Agista dan juga Raya kalian yang akan menggantikan mommy mengurus rumah ini, dan mommy harap kalian selalu rukun dan tetap saling menjaga."ucap Daisy.
"Tapi mommy."
"Tidak ada tapi-tapian sayang, kalian sudah dewasa semua jadi mommy tidak khawatir lagi jika harus meninggalkan kalian semua disini."ucap Daisy.
"Baiklah mommy tapi mommy harus janji untuk sering-sering mengabari kami disini."ucap Raya.
"Tentu saja Sayang mommy juga akan pulang kesini sesekali."ucap Daisy.
"Tentu saja mommy harus pulang ini rumah mommy karena David dan Agis juga sudah punya rumah, jadi yang akan menetap disini adalah Raya dan Kimberly."ucap David.
"Tidak sayang sampai tiba waktunya lahiran nanti Agista dan kalian semua harus tetap berada di sini."ucap Daisy.
"Tinggal dua bulan lagi mommy apa? mommy tega ninggalin anak cucu mommy."ucap David.
"Baiklah sayang hanya satu bulan saja setelah itu kami kembali."ucap Daisy.
"Tidak Yank... nanti saja saat cucu kita lahir."ucap Rayan .
Jika sudah seperti itu semua orang pun tidak bisa menentang keputusan kepala keluarga itu.
Sementara Agis hanya mengangguk pasrah.
Keduanya langsung terdiam, sebelum Daisy kembali memberikan senyuman dan berkata."Sejak kecil Agista dan David juga sudah mandiri jadi mommy percaya kalian bisa mengurus rumah tangga kalian dengan baik tanpa bantuan mommy dan Daddy, begitu juga dengan Raya dan Ray kalian selalu bersama sejak lahir dan selalu bekerja sama dengan Ray. jadi mommy bisa tenang."ucap Daisy yang kini memberikan sarapan pagi.
"Ya,,, pergilah mommy semoga mommy dan Daddy selalu bahagia."ucap Ray.
Ray pun mulai menyuapkan makanan yang Raya berikan padanya berkata dengan pelan sebenarnya dia tidak tega melihat kepergian kedua orang tuanya saat ini tapi itu demi kebahagiaan keduanya.
Sampai saat Daisy dan Rayan pergi diantar oleh sopir pribadi mereka akhirnya semuanya kembali masuk tapi Agis terlihat menitikkan air mata, begitu juga dengan Raya.
"Sudahlah sayang mungkin mommy sudah ingin istirahat dari kesibukannya, selama tiga puluh tahun lebih mengurus kita semua."ucap David.
"Aku sedih karena mommy pergi disaat aku butuh kehadirannya saat ini."ucap Agista berbohong.
Padahal dia sedih melihat kedua paruh baya itu pergi ke desa seakan tengah berada di dalam cerita dongeng anak-anak yang mengusir kedua orang tuanya.
Agis kini duduk bersama David yang sedang bersiap untuk pergi ke kantor.
__ADS_1
"Sayang tidak apa-apa kan aku tinggal, disini ada raya dan juga para asisten rumah. ingat jika ada apa-apa segera hubungi aku."ucap David.
"Tentu saja pak su."ucap Agista.
Heumm, istriku sayang memang sangat cerdas."ucap David.
"Segera kembali jika urusan pekerjaan sudah selesai, aku kesepian disini tidak ada mommy."ucap Agista.
"Ada Raya, berdamai lah."ucap David.
"Berdamai, memangnya kapan aku perang dengannya."ujar Agis pura-pura lupa dengan kejadian dimasa lalu.
"Istriku sayang memang bidadari tak bersayap kamu adalah yang terbaik."ucap David.
"Jangan berlebihan sayang di dunia ini tidak ada yang sempurna kecuali maha pencipta."ucap Agis.
"Iya Bu ustazah...."ucap David yang kini mengecup bibir Agista sambil mengelus puncak kepala istrinya itu.
"Sayang nakal deh."ucap Agista.
"Tidak nakal sayang hanya gemesin lihat bibir ini semakin seksi."ucap David.
"Puas-puasin sebelum nanti puasa panjang."ucap Agista.
"Asiappp... sayang jagoan daddy, kalian baik-baik di rumah jangan nakal kasihan mommy dan tunggu daddy pulang."ucap David yang kini berjongkok mengecup perut buncit Agista dan memeluk perut itu dengan sayang.
"Baiklah daddy, daddy tidak usah khawatir."ucap Agista yang meniru suara anak kecil itu.
Agista pun mengantar suaminya turun kebawah begitu juga dengan Raya, mereka pun bertemu di bawah.
Saat keduanya sudah pergi Raya menyapa Agista.
"Kak, ke taman belakang yuk."ucap Raya.
"Baiklah tapi tunggu aku buat jus buah dulu rasanya sangat haus."ucap Agista.
"Bagaimana? jika kita buat sama-sama aku juga butuh itu untuk mempercepat kehamilan."ucap Raya.
"Ya, hamil itu bukan karena buah tapi karena memang sudah diberikan rejeki oleh yang maha kuasa."ucap Agis lembut.
__ADS_1
"Heumm,,, aku tau tapi apa? salahnya mencoba saran teman katanya jika minum jus buah yang masam akan mempercepat kehamilan."ucap Raya.
"Heumm,,, mungkin ya mungkin juga tidak, tapi boleh dicoba juga."ucap Agis.