Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Datangnya masalalu#


__ADS_3

Daisy, kini tengah bersibuk di dapur untuk membuat sarapan pagi, wanita itu ingin sekali membuat nasi goreng seafood, sampai akhirnya dia pun memasak dengan jumlah banyak sekalian untuk mereka yang akan mulai pergi bekerja dan kuliah.


Dibantu oleh pelayan, akhirnya selesai, dia pun menghidangkan itu dalam dua mangkuk besar, karena, tidak mungkin membiarkan Rayan,tau jika dirinya memasak untuk mereka juga, dan akhirnya, Daisy pun kembali ke dalam kamar menyiapkan air untuk mandi sang suami dan berbagai perlengkapan pakaian untuk kekantor.


Setelah semua selesai, Daisy menghampiri Rayan, yang masih tertidur pulas sambil memeluk guling yang tadi, sempat ia gantikan dari tubuh nya.


"Mas bangun sudah pagi"ucap Daisy.


"Heumm, lima menit lagi Yang, masih ngantuk, lagian suruh siapa? semalam terlambat bobo kamu nya"ucap Rayan.


"Mas tidak tidur, bukankah semalam mas tidur lebih dulu"ucap Daisy, kaget, karena otomatis Rayan, melihat saat dirinya menangis dalam diam.


Tapi tangis Daisy, tidak pernah bisa disembunyikan dari Rayan, karena isakkan kecil itu membuat kuping Rayan, yang begitu peka itu, tersadar dari mimpi pengantar tidur itu.


Sampai, pria itu tetap pura-pura memejamkan mata, padahal dia sesekali mengintip, bukan karena tidak perduli dengan sang istri yang tengah menangis tapi, Rayan, ingin memberikan waktu untuk Daisy, meluapkan segala kesedihan yang selalu dia pendam sendiri.


"Sayang jangan kamu ulangi lagi seperti semalam, ingat aku tidak akan pernah meninggalkan mu, apapun yang terjadi, sampai kapanpun aku, tidak akan pernah meninggalkan mu cinta"ucap Rayan, yang langsung mengecup bibir tipis itu.


"Jorok, belum gosok Gigi juga"ucap Daisy, pura-pura merajuk.


"Baiklah, tunggu setelah aku menggosok gigi, kamu tidak boleh kabur sayang ku"ujar Rayan.


"Tidak janji sayang"jawab Daisy, selembut mungkin.


"Akan aku cari meskipun sampai ke ujung dunia"ucap Rayan.


"Memangnya kamu tau ujung dunia dimana"ucap Daisy, lagi .


"Dy, jangan berikan pertanyaan itu sayang, karena sekalipun ada, aku tidak akan pernah membiarkan mu, untuk pergi ke sana"ucap Rayan.


"Mandilah dulu Yang nanti air nya, keburu dingin.


"Baiklah cinta"jawab Rayan.


Rayan, pun masuk kedalam kamar mandi, Daisy menunggu nya disana, sampai saat Rayan keluar dari dalam kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggang dan handuk kecil di tangan, untuk mengeringkan rambut nya, Daisy pun mengambil alat pengering rambut dan membantu suaminya mengeringkan rambut nya.


tidak sampai beberapa menit, rambut Rayan akhirnya kering, pria itu pun menggunakan body losion, setelah itu menggunakan skincare khusus pria dan menyemprotkan parfum ke seluruh tubuh, hingga Daisy membantu menggunakan undersrt dan kemeja, juga yang lain hingga pelengkap terakhir dasi dan jam tangan serta cincin pernikahan.


Daisy, pun berjalan disamping Rayan, yang kini membawa tas kerja nya, dan sebelah tangannya lagi, merangkul pinggang istri nya.


Daisy dan Rayan tiba di lantai bawah, mereka sudah ditunggu untuk sarapan bersama dengan mereka.


Rayan duduk di kursi utama di samping ada istrinya dan Agam juga Anya dan teman mereka yang saling berhadapan.


Hingga Daisy selesai menyajikan sarapan untuk Rayan, dan kedua adiknya, mereka pun sarapan pagi,di selangi dengan obrolan, kecil terutama Rayan, yang mengatakan bahwa mereka bisa mulai bekerja di hotel milik Rayan sebagai pelayan dan tukang bersih-bersih, dengan gaji seperti yang sudah ditetapkan dan mereka juga akan tinggal di tempat yang disediakan khusus para pegawai.


Daisy, pun ikut berbicara"Jangan dipaksakan jika kalian tidak betah, kalian bisa bicara langsung pada kami, jangan sampai pergi tanpa pamit, karena tanggung jawab ku cukup besar"ucap Daisy.


"Iya, teh terimakasih atas kebaikan kalian semua, terutama tuan Rayan, yang sudah memberikan kami, kesempatan untuk bekerja"ucap Yanwar, sebagai perwakilan.


Hingga sarapan pun selesai, Daisy, pun mengantar Rayan, untuk pergi bekerja, Daisy , mencium punggung tangan Rayan dengan sayang dan Rayan, memeluk dan mencium kening Daisy, terakhir di bibir, hingga membuat mereka baper, sampai Anya dan Agam mencium tangan keduanya dengan takzim.


Sampai mereka semua berangkat, tinggallah Daisy, seorang diri.


"Daisy, pun mencuci pakaian suaminya dan dirinya di ruang laundry, setelah selesai dia pun menjemur pakaian tersebut sendiri tanpa bantuan pelayan hingga selesai.


Daisy, lanjut membereskan tempat santai dan juga ruang kerja Rayan di lantai atas, rencananya Rayan, akan pulang cepat saat ini dia ingin memeriksakan kehamilannya.


Sampai saat,jam sebelas siang, terdengar suara klakson mobil milik Rayan, dari jauh, saat Daisy sedang menata makan siang di meja, sampai Rayan, di depan pintu Daisy, langsung, menyambut nya, dengan senyum manis dan pelukan, hingga Rayan, mendaratkan kecupan mesra.

__ADS_1


Mereka berdua pun langsung masuk kedalam pintu lift, naik menuju lantai atas, dimana kamar mereka berada, sesampainya di dalam kamar, Daisy, mengambil alih tas dan jas, milik suaminya, setelah menyimpan semua di tempatnya, Daisy, menyusul Rayan duduk di sofa dia hendak melepaskan sepatu milik suaminya, namun Rayan, menolak nya.


"Sayang biar aku saja, kamu bisa tolong siapkan air, aku ingin mandi"ucap Rayan.


"Baik mas"ucap Daisy.


Tidak lama kemudian Daisy kembali dari dalam kamar mandi"Mas, airnya sudah siap"ujar Daisy.


"Terimakasih sayang, tunggu mas sebentar ya, setelah makan siang kita akan cek baby kita"ucap Rayan.


"Ya, mas"ucap Daisy.


Wanita itu dengan setia menunggu setelah menyiapkan pakaian santai untuk suaminya itu, Daisy menyiapkan pakaian santai, hanya celana jeans panjang dan kemeja lengan pendek, untuk pergi ke rumah sakit sebentar lagi.


"Sayang, kamu sudah bersiap"ucap Rayan.


"Sudah Yang"jawab Daisy, sambil tersenyum.


"Wah, istri siapa? ini, cantik bukan main"ujar Rayan menggoda.


"Mas, bisa saja, padahal kekasih mas lebih cantik loh"ucap Daisy.


"Kekasih apa? kekasih dari Hongkong"ucap Rayan.


"Aku tadi beresin ruang kerja nya mas Rayan, tapi jangan marah ya, sayang aku tidak sengaja melihat foto kalian berdua"ucap Daisy sambil menunduk.


"Dy, aku minta maaf tapi, itu masalalu tidak ada hubungan nya dengan saat ini"ucap Rayan.


"Aku tau mas, tidak perlu minta maaf juga, jika itu masih berlanjut pun, aku maklum kok, harusnya aku yang minta maaf karena aku datang disaat yang tidak tepat"ucap Daisy, sambil menatap lekat dengan wajah Rayan, yang terlihat sedikit pucat.


"Dy"ujar Rayan.


"Ayo, mas buruan nanti, aku terlambat antrian"ujar Daisy.


"Dy"ujar Rayan, lagi saat melihat istrinya melamun.


...........................


"Ah...ya Mas, sudah siap ayo"ucap Daisy yang jalan lebih dulu.


"Sayang...."ucap Rayan sambil meraih tangan Daisy, yang berjalan lebih dulu.


Daisy, langsung pura-pura tidak terkaget.


"Dy, sayang kamu sedang memikirkan apa?" ucap Daisy.


Daisy, pun hanya menggeleng pelan lalu kemudian dia tersenyum manis pada Rayan.


Rayan langsung memeluk istrinya itu"Fokus pada, calon anak kita, sayang jangan pikirkan yang lain nya"ucap Rayan.


Rayan, pun langsung bergegas membawa Daisy, ala bridal style, Daisy yang mengalungkan tangannya di leher Rayan, tapi wajahnya tetap menunduk.


"Sayang kalau kamu terus memikirkan sesuatu, tanpa mau jujur, lebih baik kita tidak jadi pergi saja"ucap Rayan.


"Tidak, usah mas, tidak usah diperiksa, aku juga sedang datang bulan kok, mungkin dokternya keliru"bohong Daisy.


"Sayang, kamu jangan bercanda, tidak mungkin dokter salah, sudah jelas tes kehamilan itu nyata adanya, dan saat di periksa pun sama"ucap Rayan.


Daisy hanya menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Mas, begini saja, mas istirahat saja jika lelah biar aku yang pergi"ujar Daisy.


"Sayang, kamu bicara apa sih, aku tidak lelah, aku hanya tidak ingin kamu melamun"ucap Rayan.


"Aku tidak melamun mas, hanya ingat kampung halaman, apa? ikan dan ayam, terawat dengan benar termasuk tanaman ku, rasanya selalu rindu kampung halaman, jika saja, aku tidak punya kewajiban di sini, aku lebih betah di kampung saja"ucap Daisy.


"Sayang, begini saja, saat pulang bulan madu, nanti, aku akan menemani mu, tinggal barang satu Minggu saja, tapi setelah itu kita kembali pulang kesini please, sayang sudah cukup dua Minggu lalu, kita hidup terpisah, aku tidak bisa jika kamu tidak ada disini, sungguh rindu itu berat, maka jangan sampai coba-coba untuk itu."ujar Rayan.


"Aku juga rindu Empang"ujar Daisy.


"Sayang please deh"ujar Rayan, sambil mendudukkan Daisy, yang kini duduk di kursi samping, Rayan langsung langsung meminta pelayan untuk menyajikan makanan tapi Daisy, cegah dia ambil alih piring itu dia tidak ingin suaminya di layani oleh siapapun kecuali dirinya sendiri sedang sakit,atau tidak ada di rumah.


"Mas, selagi aku ada dan tidak sakit, semua tentang mu aku yang urus semuanya, kecuali jika aku sudah tidak ada"ujar Daisy tegas.


"Sayang, aku tidak ingin kamu kecapean" ucap Rayan.


"Terimakasih mas, tapi aku tidak apa-apa, justru jika aku, berdiam diri rasanya sakit semua badan ku ini"ucap Daisy.


"Kau memang yang terbaik sayangku, tapi aku tidak mau kamu abai terhadap anak kita yang ada di sini"ucap Rayan, yang mulai menyuapkan makanan tersebut.


Sampai saat akan selesai makan, tiba-tiba seorang wanita cantik berpenampilan sempurna itu masuk, dan langsung menghampiri mereka dan langsung mengecup bibir Rayan, tanpa aba-aba.


"Honey, kamu benar-benar tega, sudah hampir satu tahun, bahkan chat yang aku kirim tidak satupun kamu balas, aku sangat mencintaimu dan sangat merindukan mu, sekarang aku sudah putuskan untuk kembali tinggal bersama mu disini, sampai anak-anak kita lahir nanti"ucap wanita itu yang sama sekali tidak melirik Daisy, yang kini bangkit dan hendak pergi, tapi tangan nya, langsung dicekal kuat oleh Rayan, agar tidak pergi meninggalkan mereka.


"Maaf tuan, saya, sudah selesai makan, sekarang mau lanjut beres-beres bekas makan dulu"ucap Daisy.


"Sementara, Amina, sempat melotot tajam kearah Daisy, wanita itu tidak terima Rayan, menggenggam tangan Daisy.


"Dy, kamu itu apa-apaan sih sayang!"teriak Rayan yang hampir melempar semua yang ada di hadapannya.


"Tuan, sudah saat nya, saya pergi, jadi tolong lepaskan tangan saya"ucap Daisy yang kini meringis kesakitan.


Tiba-tiba Amina, langsung melepas tangan mereka berdua dengan secara kasar, dan tangan Daisy lepas Daisy, langsung meraih tas dan pergi begitu saja tanpa menghiraukan panggilan Rayan.


Daisy pergi sekuat tenaga untuk ia berlari menuju jalan raya, hingga taksi lewat langsung dia cegat, Rayan, yang mengejar Daisy, tapi tidak bisa dia raih hingga taksi itu berlalu pergi.


Rayan, langsung mengambil foto,plat mobil taksi yang ditumpangi Daisy, dan langsung mencari tahu, sambil bergegas menuju mobilnya.


Daisy, sendiri hanya bisa menangis, hingga sopir taksi kebingungan.


"Nona, ini mau kemana"ucap sopir taksi tersebut.


"Apa? disini ada pantai pak, tolong bawa saya kesana? ucap Daisy.


" Lokasi nya sangat jauh nona, bagaimana kalau ke tempat lain, ke mall, misalnya, saya sih bisa saja mengantar anda ke pantai, tapi akhir-akhir ini cuaca buruk jadi pantai di tutup"ucap sopir tersebut.


"Baiklah tolong antar kan saya ke hotel saja"ucap Daisy.


pria tua itu pun mengangguk, itu jauh lebih baik dari pada harus pantai, takut wanita muda itu bunuh diri, jika di hotel kemungkinan itu, sangat kecil, dan jika terjadi sesuatu pun, akan ketahuan secara di hotel banyak Cctv nya.


Daisy, pun langsung turun di sebuah hotel berbintang, dia bahkan menyodorkan kartu ajaib, yang Rayan berikan dan sampai di kamar termahal yang ada di sana, Daisy, minta layanan terbaik, mulai dari makanan dan semua yang Daisy, inginkan.


Dia, tau Rayan, akan tau dimana dirinya saat ini jika dia menggunakan kartu itu, tapi Daisy tidak peduli, saat ini bahkan jika bisa dia ingin membuat suaminya bangkrut, agar tidak ada lagi, ulat bulu yang mendekat.


Daisy, duduk selonjoran di dalam bathtub dengan air susu di dalam nya, dia sedang menikmati semua kemewahan yang sering ia lihat di tv, bahkan wanita itu pun, meminta eskrim berlapis emas, yang ada di drama Korea yang pernah ia tonton, dia juga menggunakan layanan salon kecantikan yang ada di sana, hingga sampai Rayan, datang wanita itu sudah tampil sempurna dengan balutan dress selutut yang sungguh menggoda, dari segi penampilan nya saat ini.


Rayan, sampai melongo dibuat nya, gadis desa yang cantik dan polos itu, kini tampil cantik dan elegan, juga seksi, uang memang bisa merubah segalanya, hanya dalam hitungan jam, uang Rayan sudah habis sepuluh milyar, termasuk dengan harga flat shoes yang di memiliki manik-manik dari butiran berlian.


Rayan, tidak sedikit pun merasa dirugikan, justru, dia kagum, dengan cara Daisy, marah.

__ADS_1


Wanita itu, bukan nya, menghabiskan uang untuk sesuatu yang tak penting, tapi ini jauh lebih penting, meskipun kesederhanaan Daisy, yang membuat Rayan, jatuh cinta, tapi untuk penampilan Daisy, saat ini Rayan, rela untuk lebih bekerja keras lagi.


"Sayang, aku mencari mu kemana-mana, please jangan jangan kabur lagi"


__ADS_2