Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
"Baby boy 2#


__ADS_3

"Mas, aku mau pulang kampung, atau kita pisah saja"ucap Daisy.


"Dy, sayang baiklah-baiklah, kamu pulang kampung tapi Anya dan Agam, bagaimana, bagaimana dengan aku, di kamu boleh marah boleh juga benci aku, tapi please, pikirkan cinta kita, bayi kita, dia hanya masa lalu ku, yang mungkin tidak jelas kapan usai nya,dulu, tapi sekarang aku sudah punya masadepan dan kalian adalah segalanya bagiku Dy, please jangan egois, aku tau kemarin, aku tidak sempat bersikap tegas, karena aku juga sibuk mencari kamu sayang"ucap Rayan.


Pria itu terlihat benar-benar kacau saat ini.


"Please sayang jangan tinggalkan aku dan kedua adik ku, jangan bawa putra kita juga, kita akan terus hidup bersama selamanya"ucap Rayan, kembali memohon sambil memeluk Daisy, yang kini terdiam.


"Kamu pun, mengharapkan putra laki-laki Ray, kamu sama saja dengan Daddy mu"ucap Daisy.


"Sayang apapun itu,mau laki-laki atau perempuan, aku akan sangat menyayangi nya, tapi saat ini aku punya keyakinan bahwa bayi kita adalah baby boy"ucap Rayan.


"Sayang, maafkan ayah, keributan kecil dalam rumah tangga itu, sudah biasa dan jangan terlalu dibesar-besarkan, jika pun diantar kalian, ada salah-satunya yang salah, kalian harus berbicara dengan kepala yang dingin, karena jangankan, orang yang sudah berumah tangga, bahkan hubungan persahabatan pun, pasti akan memiliki masalah, meskipun masalah itu terkadang hanya masalah sepele, tergantung kita menilai nya dari sudut mana, tapi selagi bisa dibicarakan dengan baik, sebaiknya bicarakan dulu, dan jangan selalu menganggap bahwa masalah yang ada tidak punya jalan keluar kecuali berpisah, itu bukan solusi yang baik, kecuali jika memang benar-benar tidak ditemukan jalan terbaik nya, ya apa boleh buat"ujar Dion, menasehati putri dan menantunya.


"Tapi ayah, mas Rayan, tidak mau berpisah dengan dia"ucap Daisy.


"Dy, jangan mengada-ada, kapan? aku bicara begitu"ujar Rayan.


"Buktinya mas masih menyimpan foto dan semua barang-barang kenangan diantara kalian,di Mension, mas juga tidak bicara apapun pada dia, saat jelas-jelas dia meminta mu, tetap bersama dengan nya"ucap Daisy.


"Apa? benar itu, Ray"tanya Dion.


"Aku hanya belum sempat membuangnya Pa"ujar Rayan.


"Begini saja, sekarang biarkan Daisy, menenangkan diri, dan selama itu, kamu bisa bersihkan semuanya termasuk barang-barang tersebut"ucap Dion.


"Baiklah Pa, tapi tidak pulang kampung, karena perjalanan sangat jauh, dan kondisi nya masih kurang memungkinkan"ucap Rayan.


"Aku tinggal bersama dengan Anya dan Agam, di rumah ibu"ucap Daisy, Rayan bingung, bukan kah rumah ibunya ada di kampung halaman.


"Maksudnya, rumah ibu?"tanya Rayan.


"Papah sempat membelikan rumah, untuk mamanya Daisy, sebelum kami mengalami kecelakaan, dan rumah itu, sempat kami tinggali, selama beberapa bulan, sampai saat kami akan pulang kampung, kami mengalami kecelakaan tepat setelah merayakan ulang tahun putri kecil kami Daisy"ucap Dion, sendu.


"Baiklah, aku ijinkan tapi ingat hanya sementara saja"ucap Rayan.


Agam dan Anya pun pun pulang untuk menyiapkan semuanya, sampai selesai lalu kembali ke rumah sakit.


Daisy, pun kini makan disuapi oleh Rayan, sebenarnya dia masih sangat kesal tapi Rayan memaksa dan kini Rayan berkata"Sayang, aku akan pulang setiap pulang kerja ke sana"ucap Rayan.


"Mas, kamu pikir kita sedang liburan"ucap Daisy.


"Tentu saja"ujar Rayan.


"Mas, jangan seperti anak kecil begitu, mas tadi sudah setuju"ujar Daisy.


"Dy, kamu tidak kasihan dengan mas"ujar Rayan memelas.


"Mas, ya sudah aku tidak jadi pergi"ucap Daisy.


"Itu jauh lebih baik sayang, setidaknya aku bisa membuang semua barang-barang yang ada di sana, dan mengganti dengan yang baru" ucap Rayan.


"Jangan boros, buang saja, barang-barang kalian berdua dan bersihkan semua yang pernah dia sentuh"ucap Daisy.


"Sayang, tidak boros, hanya saja aku tidak ingin kamu marah lagi dengan itu"ucap Rayan.


"Aku akan marah jika mas, terus mengenang dia"ucap Daisy.


Sementara itu, Anya dan Agam yang sudah membawa koper mereka masing-masing, saat ini sudah berada di dalam ruang perawatan Daisy, meskipun koper ada di dalam mobilnya mereka.


"Semua sudah siap mom"ucap Anya.


"Baiklah, setelah mommy keluar, kita akan langsung pergi untuk berlibur"ucap Daisy.


Rayan pun, tersenyum tanpa melarang nya, karena memang kepergian mereka hanya sementara, dan Daisy, akan segera kembali.


Sampai saat Daisy diijinkan untuk pulang, mereka pun langsung pergi kerumah tersebut akhirnya, mereka tiba di sebuah rumah yang dikelilingi pohon rindang, dan sangat sejuk, rumah itu cukup besar meskipun tidak sebesar Mension, tapi semua nya terlihat begitu nyaman.


Daisy Anya dan Agam juga Rayan, diikuti oleh Dion, langsung masuk, disambut oleh suami istri yang bekerja menjaga kebersihan rumah yang sudah seperti villa, pribadi bagi Dion, ditengah kepenatan hidup nya, selama ini, dia akan datang seorang diri kesana.


"Selamat datang di rumah kita, putri ku"ucap Dion, Daisy langsung menitikkan air mata, ternyata foto kenangan masa kecil nya, bersama dengan kedua orang tua nya ada disana, dan masih banyak lagi yang lainnya.

__ADS_1


"Mama" ucap Daisy yang melihat foto ibunya terpanggang nyata di hadapan nya, tepat di dinding ruangan keluarga.


disana juga banyak foto Dion dan Dinda, saat mereka masih kuliah dan saat mereka sedang pacaran, seakan seperti musim foto hampir di setiap ruangan ada foto mereka, dan satu lagi foto keluarga Ambu, Abah sang Mama dan papa juga dirinya yang digendong oleh sang Mama.


Agam dan Anya, ikut terharu sementara di rumah besar pun, tidak sebanyak itu foto kenangan mereka karena hanya ada di beberapa album, tentang dirinya dan Agam, sementara tentang mommy dan Daddy nya, hanya berfoto jika ada momen penting, terkecuali, di ponsel sang Daddy, yang terdapat banyak jepretan foto sang mommy yang selalu diambil secara diam-diam.


Daisy, dan Vino, selalu mengabadikan momen indah itu didalam diri mereka, masing-masing kecuali saat setelah mereka menikah dan mempunyai Anya dan Agam.


Rayan, berjalan menuntun sang istri untuk beristirahat, sementara Agam dan Anya berteriak seolah-olah menemukan harta Karun.


"Mommy, ikan nya, jauh lebih besar wah.... banyak"ucap Agam yang kini berada di halaman belakang.


"Biarkan saja, mereka paling suka melihat Empang"ucap Rayan, pada Dion.


"Papah kira apa? itu adalah permintaan Mama, saat kita tinggal di sini, katanya obat rindu dengan kampung halaman, disini juga masih ditanami pohon dan sayuran"ucap Dion.


"Heumm"


.........................


Satu malam berlalu, Rayan, kini sudah bersiap untuk pulang, karena harus bekerja, sementara Anya dan Agam , terus berada bersama dengan Daisy.


"Mas, sarapan pagi nya sudah siap"ucap Daisy.


"Terimakasih sayang seharusnya tidak usah masak atau melakukan pekerjaan apapun, kamu harus banyak istirahat sayang dengar kata dokter kan"ucap Rayan.


"Mas aku buat sarapan dibantu bibi kok"ucap Daisy.


"Heumm, baiklah-baiklah cinta"ucap Rayan sambil mengecup bibir istrinya itu.


"Mas, apa? nanti malam pulang ke sini"ucap Daisy.


"Kenapa? sayang, belum juga ditinggal"ujar Rayan.


"Tidak apa-apa mas, hanya saja aku khawatir, kamu kesini malam-malam disini jalanan sepi, takut ada orang jahat"ucap Daisy.


"Tidak akan ada, sayang siapa? yang akan berani mencegah mobil dengan kecepatan tinggi"ucap Rayan.


"Tapi tidak ada kamu sayang, rasanya sangat sepi, aku gak mau"ucap Rayan.


"Heumm, dulu juga sendiri"masih baik-baik saja"ujar Daisy.


"Tapi tidak sama Sayang, tidak seperti saat bersama dengan mu, aku bahkan selalu merindukan mu"ucap Rayan.


"Heumm tidak bohong kah"goda Daisy.


"Tentu saja tidak sayang"kata Rayan.


"Masih pagi juga kalian sudah bahas rindu"ucap Agam.


"Bocah mana tau"ujar Rayan.


"Mommy tuh kan, aku dibilang bocah lagi"ucap Agam.


"Mas, Agam, sudah dewasa"ucap Daisy.


"Iya- iya, syukur lah jika memang begitu, jadi mas bisa pulang cepat, karena sebentar lagi ada Agam, dan Anya yang mengurus perusahaan"ucap Rayan.


"Kak, belum"ucap Agam.


"Kamu sudah mau lulus S2 loh"ucap Rayan.


"Yah baik'lah demi adik bayi, aku siap"ucap Agam.


"Keponakan mu Agam"ujar Rayan lagi.


"Adik"ucap Agam.


"Sudah-sudah yang penting kamu sayang"ucap Daisy.


"Tentu saja mom"ucap Agam.

__ADS_1


"Aku akan ikut ngantor, setelah benar-benar lulus kak"ucap Anya.


"Baiklah"ucap Rayan.


"Sudah sekarang sarapan dulu semua nya, setelah itu, terserah kalian mau ngapain"ujar Anya.


"Baiklah" ucap ketiganya.


Mereka pun sarapan bersama, sementara Dion, tidak berada di sana karena dia langsung pulang setelah mengantar putri nya itu.


Sementara itu di sebuah hotel, yang merupakan milik Rayan, seorang wanita dan pria yang lebih tua darinya nya, yang pantas di panggil ayah oleh nya, saat ini sedang bergumul di sana.


Wanita itu sengaja menjalin hubungan dengan pria tua itu, yang merupakan seorang pengusaha, untuk melancarkan aksinya, menjebak Rayan, hingga rumah tangga Rayan, hancur dan dia akan mendapatkan pria itu.


Pria itu berulang kali menanam benih nya, di sana, di ladang yang gersang, agar tumbuh bibit unggul yang selama ini ia inginkan, sementara perempuan itu membantu mewujudkan nya, karena pria itu bisa membantu dia mewujudkan rencana dendam nya terhadap Rayan.


Daisy sendiri setelah Rayan, pergi di pagi hari ini, menemani kedua anak itu, memancing ikan, seperti biasanya, dia akan meminta Daisy, untuk membuat olahan ikan.


"Mom, kok ikan nya, tidak mau makan kailnya"ucap Anya dan Agam.


"Sudah jangan dipaksakan, nanti di ambilkan sama mang Adi"ucap Daisy.


"Tapi janji yang mom, masakin ikan, dan mommy tinggal masak doang kami yang bantu bersih-bersih ikan, dan siapkan bumbu, sampai selesai, sambil belajar juga"ujar Agam.


"Kamu saja Agam, aku gak mau bunuh ikan"ucap Anya.


"Iya aku juga dibantu oleh bibi"ucap Agam,si bibi yang ramah itu juga akhirnya mendekat.


"Sini bibi ambilkan ikan nya,den"ucap si bibi yang membawa semacam kain saringan dan beberapa bambu kecil yang sudah di rancang khusus untuk mengambil ikan.


Wanita tua itu, memasukkan kain tersebut kedalam kolam ikan, dia juga melempar pakan ikan berupa deudeuk dari penggilingan padi.


Sampai mereka melihat pergerakan ikan masuk ke sana, akhirnya bibi Tati, mengangkat jala ikan itu dan benar saja beberapa ikan langsung masuk kedalam sana dan lumayan besar-besar hingga hampir kewalahan ngangkat nya, langsung Agam bantu hingga ikan tiba di darat dengan sempurna barulah Agam dan Anya membantu memasukkan ikan itu kedalam ember.


"Sudah dapat bukan, ayo masuk, kita masak"ujar Daisy.


"Tentu saja mom"ucap Daisy.


"Mommy, mau buat ikan bakar bumbu Padang"ucap Daisy.


"Seperti nya, itu lebih sedap"ucap Anya.


"Ayo, bantu bibinya, bersihkan ikan"ucap Daisy.


"Baiklah mom"jawab Agam.


"Anya, bantu mommy, siapkan bumbu"ucap Daisy.


"Tentu mom"ujar Anya.


"Sekarang siapkan cabe rawit merah secukupnya, cabai merah besar, secukupnya,bawang merah dan bawang putih , jahe dan daun secukupnya, ketumbar, lada secukupnya, dan santan kelapa kental juga minyak dan margarin tidak lupa jeruk lemon atau purut, setelah itu haluskan semua bahan kecuali margarin dan jeruk dimasukkan terakhir bersama dengan santan setelah semua siap, ikan juga siap, lumuri ikan dengan bumbu tadi bersama dengan santan hingga tercampur merata, dan setelah itu diamkan dalam kulkas selama tiga puluh menit, atau satu jam setelah itu keluarkan, masukkan margarin aduk hingga tercampur rata, lalu diamkan hingga suhu ruang, dan setelah itu baru dibakar"ucap Daisy.


"Mommy, sepertinya itu enak banget"ucap Agam yang baru datang mengambil alih pekerjaan Daisy dan dia meminta Daisy, untuk membuat pepes ikan dan semur ikan seperti biasanya, setelah sebagian ikan lagi siap.


Hingga dua jam mereka berkutat dengan ikan, akhirnya semua matang dan kini Daisy, begitu antusias, saat memakan olahan ikan, tidak seperti biasanya, saat ini dia bahkan begitu bersemangat, mungkin karena bawaan bayi nya.


Mereka berlima makan siang bersama dalam satu meja, hingga berbagai pujian terus dilontarkan oleh mereka berempat, terutama pada ikan bakar bumbu Padang.


Daisy, pun tersenyum saat melihat betapa antusiasnya mereka memakan masakan yang mereka buat sama-sama tadi.


"Masih mau lagi"ucap Agam dan Anya.


"Habiskan saja, lagi pula di kulkas masih ada stok untuk makan malam, jika mas Rayan pulang kesini"ujar Daisy.


"Siap mom, itu pepes ikan kesukaan kakak masih banyak"ucap Agam.


"Bisa disimpan di freezer, atau di kulkas untuk nanti dihangatkan jika lagi mau makan, lagian biar tidak terus-terusan masak, mas Rayan, melarang nya"ucap Daisy.


"Benar mom"ucap Anya.


Sementara itu di Mension, semua pelayan, sudah membuang barang-barang yang disentuh oleh wanita itu bahkan Rayan menggantikan dengan yang baru, sementara yang lama dijual ke tempat barang bekas masih dengan harga tinggi, meskipun tidak sama seperti saat pertama kali membelinya.

__ADS_1


"Beres"


__ADS_2