
Sementara David kini tengah berada di perusahaan, Agista yang sejak malam hari menghubungi David namun pria itu tidak bisa dihubungi.
Agis takut jika ternyata pria itu benar-benar akan marah karena acara jamuan makan malam itu akan diadakan malam ini malam dimana dia berjanji akan segera kembali.
David sendiri yang baru keluar dari ruangan meeting saat itu melihat Handphone miliknya yang belum ia cek sejak malam hari.
Saat ia menghidupkan handphone tersebut dia kaget melihat panggilan dari Agista yang bahkan lebih dari tiga puluh kali.
Namun David kembali mengabaikan hal itu, rencananya malam ini dia akan membuat kejutan untuk Agista karena dia sendiri yang akan menjemput Agista kesana.
Sementara saat ini di rumah sakit, Rayan tengah memohon pada Natali untuk mengabulkan permintaannya.
Rayan ingin Leon menikahi Raya.
"Aku tidak bisa memutuskan hal itu, karena aku tidak ingin putra ku hidup tidak bahagia karena perjodohan, apalagi Raya sudah seperti adik bagi Leon."ujar Natali.
"Aku mohon selamatkan Dy, setidaknya dengan begitu istriku bisa kembali hidup dengan tenang jantungnya tiba-tiba melemah gara-gara kejadian ini, jika kamu mau aku bisa memberikan setengah saham perusahaan milik ku untuk putramu."ujar Rayan yang kini terus memohon.
"Sebaiknya kita bicarakan ini dengan anak-anak kita langsung."ujar Haidar memberikan saran pada keduanya.
Sementara Leon sendiri yang mengetahui apa? yang terjadi pada raya saat ini dia merasa bahagia karena gara-gara Gadis itu adik kesayangannya sampai menjauh dari dirinya.
Dan Leonardo lah yang selama ini mengirimkan bukti-bukti kegilaan Raya di luar sana.
Namun secara diam-diam dia meminta orang kepercayaannya itu untuk memberikan bukti tersebut pada Agista.
Leonardo ingin adiknya membela diri dengan semua bukti itu, namun sampai saat ini dia tidak mendengar kabar tentang semua itu.
Leonardo semakin dibuat kagum oleh gadis cantik yang selama ini menjadi adik angkatnya itu.
Leonardo begitu mencintai Agista hingga dia merasa tidak rela jika orang lain memiliki dirinya termasuk David, namun Leon juga tidak bisa melihat Agis bersedih.
Entahlah mungkinkah itu sebuah cinta untuk adik atau memang cinta pada lawan jenis, sampai saat ini rasa itu masih sama.
Saat ini Natali tengah menghubungi putranya agar menyempatkan diri untuk pulang karena ada hal yang ingin Natali sampaikan.
__ADS_1
Sementara Rayan terus berharap semoga Leon mau menikahi putri semata wayangnya itu karena dia tidak ingin pria bajingan itu menikahi putrinya itu.
Rayan sudah mengantongi kebenaran tentang pria yang menghamili putrinya itu hingga dua kali, dia adalah seorang berandalan yang di perintahkan untuk membalas dendam terhadap Rayan dan keluarganya karena kekalahan pria itu saat memperebutkan tender proyek pembangunan taman hiburan terbesar se-Asia itu, dan Rayan adalah pemenangnya bersama dengan perusahaan yang selama ini bekerja sama dengannya selama ini.
Sementara Leon sendiri merasakan firasat yang tidak baik, namun dia percaya kedua orang tuanya tidak akan mungkin menjerumuskan dia pada jurang tak bertepi.
Akhirnya Natali pun menarik nafas lega ketika Leon menyanggupi untuk kembali saat ini juga.
Sementara David sudah bersiap dengan penampilannya itu untuk menjemput Agista ke Bandung.
"Tunggu aku Yank."ujar David.
Pria itu langsung pergi dengan asisten pribadinya menuju Bandung dan hotel tempat Agis selalu menginap disana.
Sementara Agista sendiri saat ini sudah menggunakan gaun pesta untuk perayaan ulang tahun sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil milik pria tampan bernama Rainer Wijaya.
Seorang pria tampan yang berasal dari kota Surabaya.
Pria itu sengaja mengundang Agista untuk memberikan penghargaan pada gadis itu dengan nominasi pebisnis muda yang tangguh.
Rainer Wijaya, berusia 31 tahun dia sudah memiliki tunangan yang kini tinggal di sebuah negara karena sedang menyelesaikan karirnya sebagai model karena tahun ini rencananya mereka akan segera menikah.
Saat David tiba Agista baru saja di panggil oleh Rainer untuk diberikan sebuah penghargaan berupa sebuah gelang yang berinisial nama perusahaan tersebut.
Tidak hanya itu ada sebuah buket bunga mawar merah yang cukup besar langsung Rainer berikan padanya sebagai tanda terimakasih atas kerja sama mereka selama ini.
Atas kepercayaan Agista pada kualitas barang yang di produksi olehnya.
David langsung mematung saat melihat Agista yang tampil glamor dengan balutan dress pesta berwarna merah marun dengan belahan punggung yang begitu lebar.
Agis terlihat sangat akrab dengan pria tampan itu bahkan saat itu dia melihat pria itu seakan ingin mencium Agista jika dilihat dari samping padahal dia hanya ingin berbisik.
David tidak tinggal diam melihat itu, pria itu langsung menarik Agista kehadapan nya.
"Jadi ini kelakuan mu saat jauh dariku."ujar David datar.
__ADS_1
"Yank,,,, kamu sedang salah faham. dia adalah tuan Rainer Wijaya pemilik perusahaan tekstil yang ada di kota ini."ujar Agista.
Agista, pun langsung membawa David yang tampak enggan untuk mengikutinya.
Hingga saat mereka tiba di dalam kamar yang Agista tempati.
"Yank,,, jangan marah gitu, aku hanya menghadiri undangan darinya tidak lebih kok."ujar Agista.
"Apa ini kamu bilang tidak lebih."ujar David yang kini menarik dress yang dikenakan oleh Agis.
Beruntung dress itu tidak copot.
"Yank,,,maaf tapi ini tidak sengaja aku tidak bawa dress untuk pesta karena aku kira tidak sebesar ini perayaan nya."ujar Agista membela diri dan menyembunyikan kebenaran bahwa dress tersebut pemberian Rainer saat mereka habis makan malam bersama.
Agista pun langsung bergegas menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.
David sendiri masih menatap penuh rasa kesal karena merasa diabaikan oleh Agista.
Setelah selesai berganti pakaian dan menghapus makeup, gadis itu pun kembali menghampiri David.
"Sudah makan malam belum Yank?."tanya Agista.
"Heumm, tentu saja belum kamu pikir aku tipe orang yang bisa tenang-tenang sambil jalan-jalan meskipun meninggalkan orang yang ia sayangi."sindir David.
"Yank,,, aku tidak jalan-jalan aku datang kesini untuk berbelanja stok bahan yang sudah habis, jika tidak percaya lihat di mobil ."ujar gadis itu.
"Ah, sudahlah sekarang kamu bisa istirahat aku sepertinya mengganggu acara mu."ujar David .
Agista pun langsung menarik tangan David.
"Kita akan pulang bukan hayo itu kita akan makan bersama sambil jalan-jalan dengan ."ucap Agis.. lembut.
Dia tau bahwa saat ini David sedang sangat marah karena merasa diabaikan.
"Kita makan di sini dan tidak ada jalan-jalan atau pulang aku ingin istirahat."ucap David.
__ADS_1
"Ya baik'lah."