Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Membantu#


__ADS_3

Sesampainya di rumah, mereka terlebih dahulu pergi ke kamar mereka masing-masing, Daisy juga langsung melepaskan Hoodie, dan menyiapkan dompet nya, setelah itu dia pun mencuci tangan dan wajah setelah itu merapihkan rambut nya lalu melangkah keluar untuk, mulai membuat cake.


Sementara Rayan dia masih berada di dalam kamar menyimpan kado yang ia beli untuk diberikan kepada kedua adiknya sesuai rencana, setelah bersih-bersih dia juga langsung pergi ke dapur, dan melihat aktifitas Daisy, yang tengah proses membuat cake.


"Apa? ada yang bisa aku bantu"ucap Rayan.


"Tidak tau tuan tapi lihat saja nanti" ucap Daisy yang baru selesai membuat adonan cake, setelah itu dia menuangkan adonan tersebut kedalam loyang yang sudah dia alasi dengan kertas roti, dan menghentakkan loyang tersebut sampai tiga kali setelah itu dia pun langsung memasukkan adonan tadi ke oven yang sudah dipanaskan terlebih dahulu.


Ada beberapa adonan di oven tersebut, saat ini dan sambil menunggu adonan cake matang akhirnya wanita itu, membuat butter krim yang terlihat begitu menggugah selera, dengan kelembutan butter krim tersebut.


Daisy pun melelehkan coklat batang dengan cara di panaskan di atas uap air panas.


Hingga oven yang digunakan pun berbunyi menandakan bahwa cake nya sudah matang akhirnya gadis itu pun mengeluarkan nya dari oven dan dan didiamkan terlebih dahulu, hingga cake nya dingin.


Sambil menunggu semuanya dingin, Daisy pun memasukkan krim tadi kedalam plastik segitiga, lalu menyiapkan spuit dan juga alas cake yang sempat ia beli tadi.


Sedari tadi Rayan, terus memperhatikan gerak-gerik Daisy yang begitu cekatan dalam membuat cake tersebut.


Sekarang tinggal finishing, Daisy mengoles sedikit krim, ditengah alas cake lalu dia memotong cake tersebut menjadi beberapa layer dan di taruh satu persatu,di atas alas cake tadi dan kemudian mengoles krim tersebut meratakan nya di setiap cake yang terus ia tumpuk ke atas hingga cake berbentuk persegi itu mulai terbentuk sempurna hanya dengan butter krim tahap awal.


"Boleh aku minta bantuan tuan"tanya Daisy.


"Bantu apa? katakan lah" tanya Rayan tolong bantu aku memindahkan ini kedalam freezer sebentar hanya tiga puluh menit, setelah itu aku akan manju mendekorasi cake nya"ucap Daisy.


"Baiklah, tapi sepertinya butuh kerja sama, karena itu butuh ke hati-hatian" kata Rayan.


"Ya, saya juga tau tuan"jawab Daisy.


Mereka berdua pun bekerja sama memindahkan cake tersebut kedalam freezer yang berukuran besar, nunggu set dulu setelah cake masuk Daisy pun menyiapkan bahan untuk membuat makan malam istimewa, nanti nya, wanita itu tidak kenal lelah saat ini dia kembali berkutat dengan peralatan masak.


sementara bahan-bahan krim dan coklat tadi dia singkirkan terlebih dahulu.


Sampai saat masakan hampir matang Daisy pun meminta bantuan yang lainnya untuk meneruskan masakan nya yang tinggal menunggu matang saja tidak perlu lagi ditambahkan ini itu lagi.


Daisy pun kembali melanjutkan mendekorasi cake tersebut, dan Rayan pun ikut membantu, dengan menulis nama kedua adik nya di tengah tidak hanya itu Rayan juga mencetak coklat berwarna merah marun itu, di cetakan berbentuk love sesekali dia memakan cokelat tersebut dan bahkan menyuapi Daisy yang tanpa sadar mau menerima suapan dari Rayan.


Tapi kemudian Daisy akan kembali fokus dengan pekerjaan nya, dan Rayan, mencolok butter krim itu lalu mencolok di hidung Daisy, yang juga membalas nya, seakan mereka adalah sepasang kekasih, tidak ada lagi Rayan yang kaku dan dingin hari ini.


Daisy, selesai merias cake ultah tersebut dengan sangat cantik dan perfek tidak lupa ucapan selamat ulang tahun yang di tulis oleh Rayan, sesuai arahan dari Daisy.


"Heumm,,,, selesai juga akhirnya"ucap Daisy.


Daisy pun kembali mengambil alih masakan yang belum di sajikan dan di tata sedemikian rupa ,mengugah selera.


"Tuan, nona Anya dan tuan muda Agam dimana jam segini belum kembali ini sudah larut"tanya Daisy.


"Paling juga habis dari makam, sudah biasa, setiap ada apa-apa mereka selalu mengadu pada mommy dan Daddy, apalagi sekarang ini mereka pasti akan sangat lama disana, sebaiknya kamu bersih-bersih dulu sambil nunggu mereka pulang, aku juga akan bersih-bersih"ujar Rayan.


"Baiklah"jawab Daisy.


Daisy pun pergi meninggalkan Rayan yang juga berjalan menuju kamar nya, saat itu mereka akan mandi terlebih dahulu sambil menunggu makan malam tiba, sementara itu, kedua anak muda itu baru kembali dari luar, seperti biasanya, mereka akan terlihat sedih setelah seharian selesai berkeluh-kesah pada kedua orang tua nya.


Hingga Daisy dan Rayan pun selesai bersih-bersih, mereka berdua kompak menghampiri keduanya yang duduk bersandar di sofa.


"Kalian baru pulang?"tanya Rayan.


"Ya kak, mommy bilang harus belikan tiket liburan untuk kita"canda Anya.


"Baiklah, kakak akan beli tiket liburan kalian ke Alaska, sekalian biar tak bisa pulang ke sini lagi, mau"ucap Rayan tegas,


"Ampun!"ucap keduanya.


"Ayo kita makan"ucap Rayan.


"Heumm, baiklah-baiklah, mommy masak apa?"tanya Anya.


"Lihat saja di sana"ucap Rayan, yang langsung beranjak pergi menuju meja makan diikuti oleh Daisy Anya dan Agam.

__ADS_1


"Wah sepertinya ada hal yang istimewa nih"ucap Agam.


Besok kalian bantu Daisy untuk memasak dan menyiapkan semua nya, akan ada doa, bersama dengan para anak yatim di rumah kita"ucap Rayan.


Rayan pun melirik ke arah Daisy"Apa? besok perlu bantuan koki profesional"tanya Rayan.


"Boleh juga agar lebih mudah"jawab Daisy.


"Baiklah aku akan minta Daddy untuk mengirim dua koki Mension, untuk datang membantu"ucap Rayan.


"Tentu"ujar wanita itu lagi sambil mengambil kan Rayan makan malam nya.


"Mom, aku juga mau yang itu"ucap Anya.


"Tentu, sebentar ya"jawab Daisy.


setelah semua siap dengan piring dan makanan nya masing-masing kini mereka berempat pun makan dalam satu meja.


Hingga selesai makan mereka langsung beristirahat di kamar masing-masing, tidak ada satupun, yang keluar dari dalam kamar nya hingga alarm di dalam kamar masing-masing , mereka pun terbangun tepat saat Daisy memanggil mereka, Rayan sadar ini sudah saatnya mereka berdua memberikan kejutan pada Agam dan Anya.


Rayan sendiri membawa kado itu ke atas meja, sementara Daisy, menata cake yang lumayan besar itu di atas meja, wanita itu bahkan sudah menyiapkan pisau dan piring cake khusus untuk mereka.


"Agam Anya buka mata kalian"ucap Rayan yang melihat adiknya berjalan sambil meraba-raba.


"Kejutan"ucap Daisy sambil bernyanyi diikuti oleh Rayan, sontak keduanya membuat mata dengan sempurna.


........................................


"Selamat ulang tahun....... selamat ulang tahun


selamat ulang,,,, tahun..... semoga panjang umur dan bahagia."teriak Daisy.


"Selamat ulang tahun, semoga panjang umur sehat selalu dan bahagia selalu, untuk kalian berdua maafkan Kakak, belum bisa menjadi kakak yang terbaik untuk kalian"ujar Rayan sambil merentangkan tangan selebar-lebarnya.


Anya, dan Agam pun menghambur memeluk Rayan, suasana haru pun tercipta disaat ini, bagaimana tidak, mereka sedari dulu hanya tinggal bertiga di rumah besar itu, tepat disaat Agam dan Anya baru kelas tiga SMP, Daisy dan Vino kecelakaan, mereka meninggal dunia di tempat kejadian.


"Terimakasih kak, bagi kami kakak, adalah kakak terbaik yang kami miliki, tidak ada yang bisa menggantikan kakak"ucap keduanya yang kini menangis di pelukan sang kakak.


"Kue nya sudah siap ayo tiup lilin dulu"ucap Daisy, memecah suasana agar tidak terlalu larut dalam kesedihan


"Daisy benar, lihat cake yang dia buat dengan tangan ajaib nya"ucap Rayan.


"Wah ini sih lebih bagus dari yang di jual di toko luar kompleks rumah kita"ucap Anya.


"Berdoalah, setelah itu kalian tiup lilin"ucap Rayan.


keduanya pun memejamkan mata, mereka berdua meniup lilin tersebut sama-sama karena Daisy, sengaja hanya bikin satu cake untuk mereka, seperti mereka yang terlahir bersamaan.


Agam dan Anya pun memotong cake tersebut dan mereka menyuapi Rayan terlebih dahulu setelah itu mereka saling menyuapi dan terakhir mereka bertiga pun menyuapi Daisy bergantian dan Rayan pun berikan hal yang sama sambil berbisik, cake nya begitu enak manis nya pas, dan sangat lembut, kau sungguh luar biasa"ucap Rayan.


"Heummm"kedua adik Rayan berdehem keras mereka begitu kompak.


"Seperti nya ada something"ucap Agam dan Anya, kompak sambil tertawa terbahak-bahak .


"Owh begitu ya, batal kasih kado"ucap Rayan.


"Tidak!!"teriak keduanya.


"Tidak sengaja"ujar Anya manja.


"Heumm, baiklah-baiklah dimaafkan kalian bisa ambil kado nya dan berterimakasih lah pada mommy kalian yang sudah membobol ATM milik kakak"ucap Rayan sambil tersenyum.


"Owh mommy terimakasih, mommy memang terbaik"ucap keduanya sambil memeluk Daisy.


"Saya tidak membelikan hanya di suruh memilih, meskipun tidak tau selera kalian, tapi tuan besar, maafkan saya jika saya keterlaluan"ucap Daisy.


"Tidak apa-apa mom, jangan sedih, jika mommy mau sering-sering lah wakili kita untuk itu"ucap Agam dan di angguki oleh Anya.

__ADS_1


"Sudah jangan ribut nanti kalian kecewa dengan hadiah nya yang tak sesuai kakak, tidak ada kasih ulang"ucap Rayan.


"Wah terimakasih mom,,, aku bahkan sudah mengincar barang ini dari dua hari lalu"ujar Agam.yang kembali memeluk Daisy.


"Wow,,, mommy,.....ini lebih keren lagi, makasih mommy kakak"teriak Daisy.


"Sama-sama"ucap Rayan.


Daisy hanya tersenyum, rasanya sangat lega karena keempat pilihan nya sangat tepat, sementara Rayan menghampiri dirinya, dan memberikan satu paper bag, untuk Daisy.


"Kamu juga dapat, sebagai hadiah dari kerja keras mu hari ini"ucap Rayan.


"Terimakasih tapi tuan saya ikhlas melakukan semua itu, demi kalian yang sudah berbaik hati menolong saya"ucap Daisy.


"Sudah seharusnya kita saling membantu, jika bukan kamu pun, kita akan menolong orang lain yang saat itu butuh pertolongan, dan perlindungan"ucap Rayan.


"Dan mungkin tuhan berbalik hati menghadirkan mommy kembali sebagai pengganti nya, meskipun mommy kami tidak tergantikan oleh siapapun"ucap Anya.


"Tentu saja nona, kasih sayang kedua orang tua kita tidak pernah ada duanya"ucap Daisy.


"Simpan cake itu untuk ku, besok mom"ujar Anya, yang memang suka sekali makan cake.


"Baik"jawab Daisy.


Daisy pun bergegas menyimpan cake tersebut dan merapihkan sisanya, meskipun Rayan, meminta dia untuk istirahat karena ada yang lain yang akan mengurus kebersihan rumah esok hari.


Hingga saat selesai bersih-bersih, Daisy pun kembali ke ruang keluarga, dia kaget saat melihat Rayan, masih berada di situ dan menatap nya.


"Kamu itu susah dibilangin ya Daisy, sudah dibilang jangan terlalu kebangetan, ada mereka, yang akan bersih-bersih, jika kamu sakit siapa? yang bisa mengurus kedua bocah itu, mereka bisa kembali ke makam setiap hari seperti dulu, gara-gara tidak ada yang cocok mengurus mereka"ucap Rayan beralasan.


"Tapi tuan besar, ini tugas saya, besok mereka juga akan bekerja keras"ucap Daisy.


"Mereka digaji untuk itu, dan aku tidak pernah pelit setiap bulan aku selalu beri mereka bonus, jadi sudah sewajarnya mereka bekerja keras"ucap Rayan.


"Saya, tau tuan"jawab Daisy.


"Saya tidak mau tau besok kamu hanya boleh memberikan saran saja pada mereka jangan coba-coba turun langsung, karena kamu harus tetap fit, untuk menjaga kedua bocah itu, satu lagi besok biasakan panggil aku Rayan jangan tuan besar aku tidak suka dan biasakan panggil mereka juga hanya nama"ucap Rayan tegas.


"Tapi tuan"


"Tidak ada tapi-tapian kamu harus panggil"


"Ya Ra Rayan"ucap Daisy gugup.


"Aku mau mengerjakan pekerjaan ku, dulu tolong bawakan selimut ke dalam ruang kerja ku dulu"ucap Rayan.


"Baiklah tuan"ucap Daisy.


"Rayan Des"ucap Rayan.


"Iya itu"ujar Daisy.


"Itu apa?"tanya Rayan.


"Maksud saya Rayan"ucap Daisy.


"Bagus"ucap Rayan sambil beranjak pergi, sementara Daisy mematung di tempatnya.


Rayan bukan tanpa alasan meminta Daisy memanggil mereka semua dengan nama, karena bagi mereka Daisy bukan pelayan, dia adalah teman yang ia pekerjakan untuk mengurus kedua adik dan dirinya meskipun Rayan juga memberikan tanda terimakasih pada Daisy.


Daisy berjalan menuju kamar Rayan dia mengambil selimut milik pria itu, dan membawa nya ke dalam ruang kerja nya yang bersebelahan dengan kamar nya, entah apa? maksud nya, ingin mengerjakan pekerjaan tapi membawa selimut tebal, mungkin kah Rayan bekerja sambil tiduran lalu kenapa? tidak di kamar nya saja, pikir Daisy.


sesampainya di sana, Rayan ternyata tengah sibuk mengobrol lewat panggilan video dengan seorang wanita cantik yang entah siapa? namanya.


Daisy pun diam-diam menyimpan selimut tersebut dan langsung pergi begitu saja takut mengganggu obrolan mereka, berdua.


Gadis itu pun pergi menuju kamar nya, Daisy pun membuka isi papar bag yang Rayan berikan sebagai hadiah kerja keras nya hari ini, Daisy kaget saat melihat dompet, seharga lima juta rupiah yang dibelikan oleh Rayan karena baginya harga dompet tersebut terlalu mahal, hingga hanya akan disimpan

__ADS_1


__ADS_2