Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Rebutan anak dan cucu#


__ADS_3

Saat ini adalah pekerjaan rumah yang sungguh sangat menguras tenaga dan emosi, David kini tengah sibuk melakukan pencarian pihak polisi pun kembali dilibatkan.


Namun pencarian masih belum berhasil hingga saat ini David benar-benar tidak tahu lagi harus berbuat apa? untuk bisa menemukan istrinya itu.


Sementara itu di sebuah rumah mewah yang memiliki pagar menjulang tinggi itu seorang wanita yang kini tengah hamil muda itu berada di dalam sebuah ranjang dengan kaki dan tangan terikat.


Wanita itu tidak berkata apapun ataupun meminta dilepaskan, dia seolah sudah tidak memiliki suara atau tenaga untuk itu semua.


Sampai saat seseorang datang membawa nampan berisi makan malam untuk wanita itu.


"Makanlah nona dan menurutlah jika tidak maka bukan hanya nyawa suamimu dalam bahaya tapi juga nyawa kedua bayi kembar itu juga akan terancam."ucap pria itu.


"Siapa? yang mempekerjakan mu."ucap wanita itu.


"Saya sendiri juga tidak tahu, yang jelas saat ini adalah, keadaan kita sama."ucap wanita itu.


"Apa? maksudnya."tanya wanita itu lagi.


"Suamiku ditahan oleh mereka dan saya dipaksa untuk melakukan pekerjaan kotor seperti ini."ucap wanita itu lagi.


"Lepaskan ikatan ku aku tidak akan pernah kabur."ucapnya.


"Tidak nona tolong jangan persulit saya, saya bisa memijat kaki anda jika anda mau."ucap wanita itu yang kini hendak menyuapi tahanan itu.


"Makanlah nona."ucap wanita itu.


Wanita hamil itupun mulai menerima suapan tersebut berharap makanan tersebut tidak mengandung racun.


Dengan lahapnya wanita itu memakan makanan tersebut, mungkin karena sudah dua hari dia disana dan baru saat ini dia sadar dari pingsan setelah berkali-kali diberi obat bius.


Beruntung kedua anaknya masih bertahan hidup lewat pergerakan yang kini semakin terasa.


Wanita itu adalah Agista, dia kini tengah bercucuran air mata saat baru pertama kali mendapati kedua anaknya sudah bisa bergerak.


"Sabar sayang semoga kita semua bisa selamat."ucap Agista.


Sementara itu di kediaman David pria itu benar-benar tidak sedang baik-baik saja tekanan darah nya terus naik turun saat mengingat istri dan anaknya kini tengah berada dalam bahaya.


Seluruh keluarga kini tengah berkumpul mereka tengah mengatur strategi bersama petugas kepolisian.


Penculik sudah mulai mengirimkan teror pada seluruh keluarga David, mereka meminta David menyerahkan diri ke tempat yang masih menjadi misteri.


David pun kini tengah dijaga ketat oleh Rayan dan orang-orangnya agar putranya tidak berbuat ceroboh.


"Istriku dalam bahaya Daddy bagaimana? Aku bisa diam saja disini."ucap David.


"Tidak David percayalah nak bawah Agis akan baik-baik saja, bila perlu daddy sendiri saja yang pergi menyelamatkan putri dan cucu daddy."ucap ayah kandung Agista.


"Tidak dia bukan hanya putrimu tapi putri kami juga. kami akan datang ke tempat itu jika benar-benar Agis ada di sana."ucap kedua hot daddy tersebut.


"Kalian memang pantas mendapatkan kasih sayang dari putri ku, dia yang selalu membangga-banggakan kalian saat pertama kali kami bertemu. itu semua karena ketulusan hati kalian.... aku sebagai ayah kandungnya sama sekali tidak punya jasa apapun biarlah untuk saat ini setidaknya diakhir hayatku aku bisa meninggalkan kebaikan untuk putriku sendiri meskipun mungkin tidak ada apa-apanya jika dibanding dengan jasa kalian selama ini, jadi izinkan aku yang pergi."ucap pria itu.


"Kau ingin mati konyol sebelum melihat cucu kita lahir."ucap Agam.


"Tapi jika terus menunggu bukan tidak mungkin nyawa putriku akan berada dalam bahaya, cukup ceritakan pada mereka suatu hari nanti bahwa masih ada satu opah mereka yang sudah keterlaluan dan bilang pada mereka bahwa jangan pernah meniru perbuatan laki-laki tidak bertanggung jawab ini."ucap pria itu.


"Tidak!! menurut dan tinggal disini kami juga tidak ingin hidup jika putri kami membenci kami gara-gara membiarkan dirimu mati sia-sia seperti yang sudah-sudah."ucap Agam.


"Dia benar, sudah cukup rasa sakit atas kepergian mending selingkuhan mu itu. aku tidak ingin lagi disalahkan atas kematian mu."ucap Haidar.


"Apa? kalian lupa dia mantan istri kalian."ucap ayah Agista.


"Kami tidak pernah lupa bahkan hingga saat ini, dan karena dia juga kami sudah mendapatkan pendamping hidup yang sesungguhnya."ucap Agam dan Haidar berbarengan.


"Jadi kita harus bergerak bersama demi putri kita."ucap ketiganya berbarengan dengan hacker yang kini tengah mendapatkan apa yang dia cari.


"Dapat, lokasinya sedikit lebih jauh di luar kota dan kita butuh melewati perjalanan panjang jika ditempuh melalui jalur darat."ucap hacker tersebut.

__ADS_1


"Kita gunakan helikopter atau jet pribadi."ucap Rayan.


"Itu jauh lebih baik tapi juga harus dipersiapkan segala sesuatunya lebih dulu."ucap Agam dan semua orang pun mengangguk.


Sementara para istri sedari kemarin terus terlintas gelisah tangis pilu hanya bisa disembuhkan dengan dekapan hangat dan harapan yang terus-menerus diberikan oleh para kepala keluarga.


David langsung bersiap untuk pergi, tapi polisi meminta David untuk menggunakan rompi anti peluru sebelumnya.


setelah semuanya siap kini kelima orang enam pria dewasa dan beberapa anggota kepolisian sudah bergegas menuju titik lokasi penyekapan Agista berada.


Mereka pergi menggunakan jet pribadi untuk menuju kota tersebut disana ada pihak kepolisian setempat yang sudah bersiap untuk membantu.


Setelah menempuh perjalanan dua jam lebih tiga puluh menit akhirnya mereka tiba di tempat tujuan .


Saat ini mereka tengah bersiap dari kejauhan, terlihat sebuah rumah megah yang bisa disebut sebagai villa pribadi yang jarang didatangi pemiliknya.


Saat ini polisi tengah mengintai dari kejauhan karena tampak beberapa orang berjaga di setiap sudut villa tersebut.


"Rumah itu dijaga ketat oleh puluhan orang bodyguard kita harus lebih berhati-hati kelihatan mereka semua memiliki senjata."ucap salah seorang polisi.


"Agis bertahanlah sayang daddy disini."ucap Agam.


"Ayo segera bergerak istri ku dalam bahaya."ucap David.


"David jangan gegabah, mereka bisa saja menghabisi nyawa kalian berdua."ucap Rayan.


"Tapi daddy."ucap David yang tidak terima.


"Sekarang jalankan rencana B."ucap salah seorang polisi tersebut.


Rayan pun mengangguk.


Pria itu langsung masuk kedalam mobil bersama dengan David.


Tidak lama mobil itu tiba di depan gerbang.


Semua orang kini menggunakan earphone di telinganya mereka tampak waspada.


"Keluar, tunggu bos kami datang."ucap salah seorang dari mereka yang merupakan ketua dari mereka.


David sudah dibawa e mereka semeantara Rayan masih berada di dalam mobil tersebut dia kini tengah diawasi oleh mereka sementara tanpa mereka sadari pengawal mereka yang ada di bagian belakang telah dilumpuhkan.


Seseorang yang kini tengah menelpon bos mereka pun tiba-tiba terjungkal karena tembakan bius sementara Rayan sudah menggunakan masker oksigen saat ini karena kenalpot mobil itu kini tiba-tiba mengeluarkan gas beracun yang akan membuat mereka pinsan.


Kini Agam dan Haidar sudah menyebar begitu juga dengan para polisi, mereka mencari keberadaan Agista sambil melumpuhkan lawan.


Sampai saat seseorang wanita datang bertepuk tangan sambil diikuti pembawa Sandra saat ini.


Dia adalah Jessica yang kini terlihat bergandengan dengan salah seorang musuh David dalam berbisnis.


David sendiri kini sudah di todong pistol tepat di pelipisnya saat dia hendak meraih Agista yang kini terlihat kesakitan saat rahangnya di cengkram erat oleh pria bertubuh besar itu.


"Tidak semudah itu honey,,, jika kamu ingin mengambil wanita ****** ini."ucap Jessica.


"Lepaskan istriku sialan!! jangan pernah berfikir untuk menyakitinya, jika kau benar-benar pria sejati ayo hadapi aku."ucap David.


"Owh,,, besar juga nyalimu tapi aku tidak suka buang-buang tenaga, sekarang tandatangani surat pengalihan lima puluh persen saham mu atau kau bersiap untuk kehilangan istri dan anak mu."ucap pria itu.


"Tidak daddy jangan ."ucap Agis.


David yang kini ditekan untuk menandatangani perjanjian tersebut pun melirik kearah istrinya.


"Cepat tanda tangan atau anak kalian lenyap lebih dulu."ucap Jessica.


"Baiklah aku tanda tangan."ucap David.


Tiba-tiba saja ayah Agista yang sedari tadi mengendap-endap di belakang mereka memukul kepala pria yang kini menyandra Agis hingga pria itu langsung terkapar, tapi sayang Jessica tiba-tiba menembak ayah Agista tetap di bagian dadanya, saat kericuhan terjadi David menghajar pria itu.

__ADS_1


"Daddy!! teriak Agis yang kini melihat Daddynya terkapar tapi tidak lama Agis pun mendapatkan geliran tapi beruntung pluruh tersebut meleset dan kini sebuah tembakan menembus bahu Jesika sehingga pistol yang tengah dia pegang terjatuh di lantai.


Agam segera membawa Agis kedalam pengamanan anggota kepolisian begitu juga dengan Haidar yang membawa ayah biologis Agista tanpa bantuan sama sekali dia membopong pria yang baru sembuh dari stroke tersebut.


"Kau berat sekali sialan awas saja jika kau benar-benar mati konyol aku tidak pernah memaafkan mu sampai kapan pun."ucap Haidar yang kini benar-benar khawatir.


Anggota polisi yang kini sudah berada di depan Haidar langsung membantu Haidar dan dengan mobil yang ada di sana mereka membawa ayah Agista ke rumah sakit.


Sementara David yang kini sudah berhasil melumpuhkan lawan dibantu polisi yang tengah mengamankan barang bukti dan orang-orang yang dari mereka, dan kini Jessica pun mendapat giliran.


Wanita itu dilumpuhkan dengan timah panas yang bersarang di bahunya itu.


Agista sendiri kini tengah berada di rumah sakit Agam mendampingi putrinya di periksa.


Setelah semua kondusif, David yang kini menyusul Agista pun dia langsung mencari keberadaan istrinya itu.


Agista kini masih berada dalam kamar rawat inap.


Dia terus meminta pada Agam agar dia bisa melihat sang ayah yang kini masih berada di dalam ruang operasi.


Namun Agam, tidak terus meyakinkan bahwa ayahnya baik-baik saja.


"Sayang!."panggil David yang langsung berlari dan menghambur memeluk istrinya itu.


"Daddy, kamu baik-baik saja Owh syukurlah...."ucap Agista yang kini menangis sesenggukan.


David pun melepaskan pelukan itu dia memindai istrinya dari atas sampai bawah dia bahkan menyibak selimut yang menutupi kaki Agista hingga pinggang.


"Semuanya baik-baik saja daddy bahkan kedua putra kita sekarang sudah bergerak di sini."ucap Agista.


"Oh, syukurlah sayang ku, jika tidak aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri."ucap David.


"Sayang aku baik-baik saja, tapi tolong selamatkan orang yang sudah berbaik hati menjaga kami bertiga selama kami disekap, wanita itu tidak jahat dia juga korban."ucap Agista.


"Sayang aku akan meminta pihak kepolisian untuk melakukan hal itu."ucap David.


"Terimakasih daddy. sekarang antarkan aku bertemu dengan daddy."ucap Agis.


"Jangan dulu sayang dokter bilang kamu harus banyak istirahat jangan sampai anak kita setres."ucap David.


Akhirnya Bumil itu pun menurut, jika semua itu urusan anak.


Sementara itu di ruang perawatan, kini pria yang baru saja keluar dari ruang operasi itu masih memejamkan mata.


Haidar terus mendampingi pria yang merupakan cinta pertama bagi Novita yang juga menjadi istri pertama Haidar sebelum wanita itu bunuh diri.


"Kau tau aku begitu membenci dirimu saat aku tau kau mencampakkan putri kesayangan ku, jika saja aku tau kau masih hidup di muka bumi ini maka aku yang akan lebih dulu menyeretmu ketiang gantungan."


"Untuk menjemur mu disana sampai kau benar-benar berubah menghitam dan mengering agar putriku tidak mengenal mu lagi untuk selamanya."ucapnya lagi.


Sementara Rayan saat ini masih terdiam, melihat Haidar terus berbicara sendiri.


"Apa? Novita tidak terkena sihir hingga dia jatuh cinta pada pria yang jelas-jelas jauh dari kata istimewa kau hanya menang dari tampang mu, tapi kau tak memiliki apapun yang kami miliki. kau bahkan tidak pernah memberikan dia masadepan yang pasti kecuali janji palsu."ucap Haidar lagi.


"Bangun bajingan tengil jangan buat tangan ku ini gatal, jika saja aku bertemu denganmu dalam keadaan segar bugar aku akan menghajarmu habis-habisan hingga kau tidak akan lagi dikenali putriku."ucap Haidar yang kini tengah cemas karena pria itu tidak kunjung sadar.


"Sudah jangan buat dirimu seperti orang tak waras, dia akan bangun jika memang dia ingat bahwa dirinya masih memiliki cucu."ucap Rayan.


"Kau tidak tau aku yang akan disalahkan oleh putriku karena aku yang memberitahukan kejadian itu padanya. dan pria kurang ajar ini sengaja membuat ku cemas setengah mati, aku tidak bisa kehilangan kebahagiaan putriku."ucap Haidar.


"Kita akan menghadapi semuanya bersama-sama, biarkan dia menyerah dengan hidupnya itu artinya dia benar-benar tidak menyayangi putri kita."ucap Agam.


Tiba-tiba saja telunjuk pria itu bergerak dan saat itu juga mata pria itu terbuka.


"Kalian bersekongkol untuk menyingkirkan aku dari putri kita! maka jangan harap itu akan terjadi, aku akan membawa mereka bertiga untuk tinggal bersamaku."ucap pria itu lirih.


"Dasar sialan giliran cucunya saja baru dia tanggap."ucap Agam.

__ADS_1


"Mereka berdua cucu kita bertiga."ucapnya.


"Tidak kalian tidak punya hak atas cucu ku, setelah mereka lahir nanti aku yang akan membawa mereka ke kediaman ku karena aku opah mereka."ucap Rayan.


__ADS_2