Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Bertemu David#


__ADS_3

"Termasuk adik laki-laki mu Ray."ujar Leon.


"Omong kosong apa? ini."ujar David.


"Kau bisa tanya mereka."ujar pria itu yang kini menyusul Agista ke kamarnya.


Sementara David pun mengejar Leon dia tidak akan membiarkan Agista pergi lagi dan tidak ada satupun pria yang akan mendekatinya.


Sampai saat lift itu tertutup David pun menghubungi Leon untuk menanyakan keberadaan Agista namun Leon tidak kunjung mengangkat panggilan tersebut.


Agista sendiri kini terlihat sangat gelisah dia kembali menghubungi Agam untuk menjemput dirinya ke Amerika bahkan dia mengatakan bahwa ia tidak nyaman tinggal di sana.


Dengan begitu Agam pasti akan segera bergerak karena dia tahu bahwa putrinya akan merasa tersiksa gara-gara itu.


Agam pun langsung menghubungi Leon yang kini tengah berdiri di hadapan Agis, pria itu baru masuk kedalam kamar nya.


"Temani kakak makan ujar Leon yang melihat adiknya resah seakan menyembunyikan sesuatu.


Hanya beberapa detik Leon pun akhirnya mengerti bahwa Agista baru saja menelpon Agam.


Pria itu pun langsung berbicara dengan Agam hingga mereka berdebat namun kini Leon kalah dengan Agam.


"Bersiap lah jika kamu ingin kembali, tapi ingat kakak tidak ingin lagi mengajak mu kesini sekarang temani kakak sarapan."ujar pria itu.


"Terserah kakak saja."ujar Agis pasrah.


"Kamu pikir dengan kembali ke Indonesia kamu sudah bisa menghindari mereka."ujar Leon.


"Aku tidak punya tempat tinggal di sini jadi aku memutuskan untuk pulang ke rumah ku, apa? itu salah."tanya Agis.


"Alasan mu terlalu konyol Agista, kamu itu adikku jadi semua yang aku miliki adalah milikmu juga."ujar Leon.


Agis hanya menunduk kala melihat Leon marah.


Sampai saat pelayan datang membawa menu sarapan pagi di meja itu. Leon duduk diikuti oleh Agista.


"Aku tidak ingin kakak terganggu dengan adanya aku, ditambah lagi ada dia yang selalu datang kehadapan ku."ujar gadis itu.

__ADS_1


"Agis cobalah untuk bersikap dewasa dia akan pergi dengan sendirinya jika kamu bilang tidak bersedia untuk menjadi istri keduanya."ujar Leon dengan sengaja padahal dia tahu pasti jika David gagal menikah.


"Kakak,,, tidak lihat bagaimana? dia mengejar Agis."ujar Agista.


"Kenapa? kamu tidak menerima dia sejak dulu, dia tampan tajir sudah pasti dan satu lagi kamu bisa menjadi wanita sukses tanpa harus cape bekerja."ujar Leon.


Bertepatan dengan itu David datang, namun tidak lagi melanjutkan langkahnya karena dia ingin mendengarkan jawaban secara diam-diam.


"Kakak ku juga punya segalanya dan aku pun bisa untuk berhenti bekerja, tapi yang aku tidak bisa lakukan saat ini adalah melupakan rasa sakit dari luka yang diberikan oleh keluarganya terutama Raya. dia akan merasa besar kepala jika ternyata aku memilih menerima cinta David wanita itu akan semakin menghinaku."ujar Agista.


"Kalau begitu menikahlah denganku,maka semua urusan beres apalagi mommy sudah sangat menyayangi mu sejak kecil ."ujar pria tampan itu.


"Aku akan menikah dengan kakak saat tidak ada lagi yang mau dengan ku."ujar Agis sambil tersenyum.


"Apa? wajah kakak mu ini begitu jelek hingga kau tega membuat ku menjadi urutan terakhir."ujar Agista.


Agista pun hanya tertawa geli.


"Sudah tertawanya sekarang lebih baik bersiap kita akan pulang."ujar Leon.


Sementara David masih terdiam dan mencerna ucapan Agista.


"Apa? begini kelakuan adik kakak saat jauh dari keluarga."ujar David saat melihat Agista tengah memeluk Leon.


"Kami saling menyayangi apa? tidak boleh."ujar Agista tegas.


"Menyayangi,,," ujar David sedikit tersentak.


"Ya...."ujar Agista.


David tidak tahu jika kedatangannya terlihat dari pantulan cermin di dalam kamar hotel Agista.


Dan gadis itu langsung memeluk Leon yang tidak sedikit pun bergeming karena pelukan mesra dari Agista membuat perasaan yang selama ini dia pendam kembali hidup.


David langsung menarik Agista dan membawa dia keluar dari dalam kamar tersebut, lalu membawa dia pergi ke kamar nya dan langsung mengunci pintu kamar hotel yang dia tempati beberapa jam yang lalu.


"David untuk apa? kau bawa aku kesini jika istrimu tau bagaimana?."ujar Agista pelan.

__ADS_1


"Istri darimana Agista, istri ku hanya akan ada satu yaitu kamu."ujar David tegas.


"Kau bicara apa? aku tidak mengerti."ujar Agista.


"Aku tidak pernah menikahi siapapun, dan aku datang kesini untuk menikah dengan mu."ujar David.


Pria itu membawa Agista duduk di sofa.


"Jangan main-main David, anak mu bagaimana?."ujar gadis itu.


"Heumm,,, anak, bagaimana? aku bisa punya anak tanpa berhubungan intim dengan wanita manapun. bukankah butuh melakukan itu agar bisa punya anak jika kamu mau kita bisa lakukan itu."ujar David dengan ekspresi wajah datar.


"Kau gila, aku tidak akan pernah melakukan itu sebelum aku punya suami."ujar Agista.


"Ya, karena aku calon suami mu."ujar David.


David menarik Agista kedalam dekapannya wanita itu tidak bergeming karena Agista masih kaget tapi beberapa detik kemudian dia langsung berontak.


"Lepaskan aku, kamu ini apa-apaan sih peluk-peluk segala."ujar Agista.


"Heumm, baik'lah sayang tapi sebentar saja berikan aku waktu sebentar saja untuk memeluk dirimu."ujar David.


"Yank, aku rindu kamu! apa? kamu tau aku berharap kamu datang saat pernikahan akan digelar dan aku sudah merencanakan pernikahan jebakan untuk mu."ujar David.


"Apa? kau sudah gila tuan muda, apa? kau pikir aku akan mau mengambil resiko untuk mendapatkan cacian maki dari orang banyak."ujar Agis sambil menatap tajam kearah David.


"Aku tidak akan pernah membiarkan orang lain mencaci maki dirimu honey percayalah."ujar David.


"Ah sudahlah aku sudah harus pulang ke Indonesia saat ini juga kak Leon sudah menunggu ku."ujar Agista.


"Kau tidak akan kembali hari ini, tapi lusa dengan ku."ujar pria itu.


"Heumm,,, kamu pikir siapa? dirimu seenaknya mengatur hidup ku."ujar Agista.


David langsung mencium bibir Agista tanpa aba-aba, pria itu tidak ingin menjelaskan dengan kata-kata bahwa dirinya sangat mencintai gadis itu. karena percuma saja Gadis itu tidak akan pernah mengerti.


Sampai saat ini gadis itu tetap menolak dirinya namun David tidak akan pernah menyerah sampai Agista menjadi miliknya dan dia bisa membangun keluarga yang bahagia.

__ADS_1


Agista sendiri larut di dalam ciuman tersebut, Gadis itu tidak memberontak seperti biasanya hingga dia hampir kehabisan pasokan oksigen saat itu barulah ia melepaskan ciuman itu dengan memukul dada bidang David.


"Kau keterlaluan David."ujar Agista kesal.


__ADS_2