
Semua orang masih terlihat sangat terpukul dengan keadaan Agis polisi yang kini tengah mengusut kasus kecelakaan lalulintas menyatakan bahwa rem mobil milik Agista ternyata blong dan saat memeriksa rekaman Cctv yang ada di halaman parkir rumah sakit ternyata ada orang yang tidak dikenal sedang melakukan sesuatu di sekitar mobil Agista dan tampak jelas dia tengah melakukan sesuatu disana.
Agam yang menerima laporan tersebut dia langsung meminta orang kepercayaannya untuk menangkap pelaku, dia juga meminta pihak kepolisian untuk meringkus tersangka itu secepatnya.
Haidar sendiri sudah bergerak sejak mendengar putrinya itu kecelakaan, saat ini dia sudah tahu dalang dibalik semua itu.
Wanita paruh baya itu adalah pelaku yang sebenarnya, dia tidak ingin Agista hidup bahagia dan semua orang menyayangi Gadis itu, sementara Putrinya harus menderita.
Sejak Raya palsu tubuh besar Agis selalu jadi bulan-bulanan gadis itu karena memang sifat jahatnya itu menurun dari Almira dan ibunya.
Kini gadis itu mendekam di penjara atas kasus penyerangan terhadap Daisy saat wanita itu tengah berada di rumah sakit.
Dan disaat itu Agista sudah dilarikan ke rumah sakit, sebenarnya yang raya naksir pada David tapi David malah memilih Agista untuk menjadi kekasihnya.
Bukan karena Raya ingin merebut apa? Yang dimiliki oleh Agis, tapi dia memang diam-diam tertarik pada pria tampan itu.
Sayang statusnya saat itu adalah sebagai kakak Raya, jika tidak mungkin saat ini sudah dia dapatkan dengan segala cara.
Dia juga tidak suka Agis bersikap seperti pahlawan kesiangan saat David menghajarnya, seolah dia adalah perempuan baik. meskipun memang Agista adalah orang yang sangat baik tapi tidak akan pernah baik bagi orang yang hanya memiliki rasa iri dengki itu.
Hingga puncaknya dia meminta orang lain untuk mencelakai Agista.
Akhirnya Agista berhasil di celakai oleh orang itu, dan pendarahan di otak Agista bukan disebabkan oleh kecelakaan tersebut tapi dia kembali di celakai oleh orang suruhan Almira untuk menghilangkan bukti perbuatan yang putrinya lakukan
Sementara itu di kediaman Rayan saat ini Kimberly tengah duduk di ruang keluarga bersama dengan Daisy yang memberikan potongan buah pada putrinya itu.
Sementara Rayan tengah fokus pada gadgetnya.
Setelah pertengkaran itu, Kimberly memohon kepada keduanya untuk tidak memperpanjang masalah yang sudah terjadi.
Kimberly akan menerima semuanya jika memang Raya benar-benar adik kandungnya namun Rayan tetap menyangkal bahwa Raya adalah putrinya meskipun kemiripan itu sudah jelas terlihat.
Namun prinsip Rayan cukup kuat, bisa jadi dia begitu mirip dengan orang yang telah merawatnya karena banyak terjadi kasus seperti itu.
__ADS_1
Karena faktor kasih sayang atau memang sudah sudah menjadi sebuah keajaiban.
Namun hati Rayan masih tidak tenang sebelum tes DNA itu membuktikan bahwa dirinya tidak ada hubungan darah dengan gadis yang selama ini menjadi kebahagiaannya itu.
Raya teramat sangat Rayan sayangi karena memang dia begitu manja pada Rayan.
Namun saat ini hanya rasa sakit yang Rayan rasakan. karena dengan adu domba yang dilakukan oleh Raya dia bahkan harus merendahkan dirinya dihadapan keluarganya Natali memohon untuk Leon menikahi Raya, dan beruntungnya pernikahan itu tidak terjadi.
Dan satu lagi bertahun-tahun lamanya dia selalu merasa marah dan benci pada Agista, gadis yang ia kira adalah biang kerok dari segala masalah yang menimpa Raya tapi ternyata Raya lah yang berbuat kesalahan dan melemparkan kesalahan pada Agista yang sudah pasti tidak akan ada yang akan berani membela gadis itu karena Rayan adalah yang tertua dan tidak akan ada yang berani melawan Rayan.
Namun saat disinggung tentang hubungan darah bahkan dia dengan Agam dan juga Anya pun hanya terikat oleh Daisy ibu kandung mereka.
Sudah jelas mereka adalah saudara sekandung berbeda ayah yang biasa disebut dengan saudara tir.
"Yank,,, aku ingin bicara."ucap Rayan.
"Bicaralah, aku juga ada yang ingin disampaikan."ujar Daisy.
"Tidak untuk apa? marah Daddy dan mommy memang seharusnya banyak berbicara berdua, karena Kimberly juga ingin punya adik yang menggemaskan."ujar Kimberly.
"Kimberly sayang mommy sudah tua tidak mungkin bisa memberikan mu adik, yang ada kamu berikan mommy cucu."ujar Daisy sambil mengusap puncak kepala putrinya itu.
"Kim belum mau menikah mommy."ujar gadis itu.
"Sayang mommy keatas dulu."ucap gadis itu.
"Baik'lah."ucap gadis itu.
mereka berdua pun pergi meninggalkan Kimberly yang kini hanya sendiri dan tengah fokus pada film yang baru saja dia putar di laptopnya.
Tiba-tiba Ray datang menyodorkan sebuah handbag berisi sebuah tas cantik dengan merek yang tertera dari brand ternama.
"Apa? ini kak."ujar gadis itu.
__ADS_1
"Aku melihat itu, dan aku tiba-tiba teringat dengan adikku yang sangat cantik ini."ujar gadis itu.
"Heumm,,, benarkah? terimakasih."ujar gadis itu.
Jika selama ini ia selalu menabung untuk hal apapun yang ia inginkan, sekarang lain lagi ceritanya dia hanya butuh bicara atau belanja sendiri karena saat ini dia bahkan sudah diberi beberapa kartu sakti yang bisa ia gunakan untuk membeli apapun.
Namun gadis itu tidak semena-mena mempergunakan semua fasilitas yang orang tuanya berikan.
Sementara itu di kamar, saat ini tengah terjadi adegan mengharukan, karena Rayan bersujud di kaki Daisy sambil menangis sesenggukan meminta maaf atas segala kesalahan dan khilaf nya.
Daisy sudah berusaha untuk meminta Rayan bangkit karena biar bagaimanapun dia adalah seorang imam dalam rumah tangga, dan tidak seharusnya ia melakukan hal itu.
Daisy hanya butuh permintaan maaf dan kesungguhan dirinya, meskipun untuk benar-benar bisa memaafkan itu butuh waktu lama.
Sementara itu sejak kedatangan Kimberly ke Mension tersebut gadis itu tidak pernah lagi melihat David yang entah dimana? selama ini.
Dan Kimberly tidak berani bertanya.
"Kakak pasti lelah hampir setiap hari bolak-balik ke luar kota apa? Tidak lelah."ucap Kim.
"Bohong jika aku bilang tidak lelah, tapi rasanya aku selalu merindukan adik sematawayangku ini."ujar Ray.
"Terimakasih kak, tapi kakak sebaiknya istirahat disana jika lelah mungkin bisa sewa rumah."ujar gadis itu.
"Untuk apa? sewa rumah disana ada rumah mommy warisan dari opah yang begitu betah dan sangat asri seperti villa pribadi."ujar Ray.
"Boleh aku ikut kesana, aku ingin lihat."ucap Kimberly.
"Boleh tapi ijin mommy dan Daddy dulu."ujar Ray.
"Heumm,,, baiklah-baiklah aku ijin mommy dan Daddy."ujar gadis itu antusias.
Ray pun tersenyum .
__ADS_1