
Agista terus bermonologi sampai dia dikagetkan oleh David yang sedaritadu melihat istrinya tengah merenung entah melamunkan apa?yang jelas David tidak suka karena dia tidak ingin diabaikan oleh istrinya itu.
Saat ini mereka tengah berada di dalam jet pribadi untuk menuju pulau pribadi milik Natalie, yang menyarankan mereka untuk berbulan madu di sana .
Pulaunya yang sangat cantik dan banyak orang yang mengincar pulau tersebut karena selain alami di sana juga ada berbagai satwa yang hampir punah yang Natali lindungi bersama dengan para pegawai.
Dan satu lagi, villa pribadi yang dia bangun bukan hanya satu atau dua, tapi sampai ada 5 villa yang benar-benar sangat menyatu dengan alam.
Dan tidak hanya itu bangunan itu sungguh sangat megah meskipun kemegahan itu terlihat dari berbagai bahan yang digunakan untuk membangun desa tersebut wilayah yang sangat cantik dan menampakkan kesan asri di setiap ruangan tersebut.
Ada villa modern, klasik, dan lainnya, dari kelima villa tersebut Natali bangun dengan hasil kerja kerasnya sejak sang Daddy meninggal dunia setelah membeli pulau pribadi tersebut.
"Sayang bisakah kamu fokus pada suamimu saja dan jangan terus melamun seperti ini.... aku bosan dicuekin, apa kamu tidak setuju kita datang ke pulau pribadi milik mommy."ucap David.
"Mommy,,, aku sedang memikirkan perkataan Mommy Sherina."ujar Agista.
"Shut....Sayang dengarkan aku, orang yang sudah meninggal dunia tidak akan pernah kembali lagi, maafkan aku bukan aku ingin membuat mu sedih tapi yang jelas, saat ini mommy Novita sudah tidak ada Yank, jika kamu rindu kita bisa kirim do'a untuk beliau."ucap David.
Agista tidak menjawab, tidak pula merespon ucapan terakhir David, wanita itu langsung pergi meninggalkan David yang kini terus memanggilnya menuju kamar yang ada di dalam jet pribadi tersebut.
"Sayang! kamu itu kenapa? heumm,,, aku sedari tadi bicara tapi kamu seolah tak peduli."ucap David yang kini mencegah langkah Agista.
"Yang aku jetleg jadi aku ingin pergi ke kamar."ucap wanita itu.
"Apa? kamu ingin mengobati itu."ucap David bertanya.
"Bagaimana caranya?."tanya Agista.
"Kita bisa mulai dengan bercinta misalnya."ujar David.
"Yank,,, kamu tidak pengertian banget sih, aku tidak bisa lakukan itu, apa? kamu tidak kasihan padaku."lirih wanita itu.
__ADS_1
"Maafkan aku Yank, aku kira kamu sudah terbiasa karena sudah gol."ucap David.
"Kamu ingin ngerasain bagaimana? jadi aku."ucap gadis itu.
"Tidak-tidak sayang bukan begitu maafkan aku yank."ucap David.
Pria itu langsung mengangkat Agista kedalam gendongannya, dan meminta pramugari untuk menyediakan sesuatu yang akan membuat istrinya tidak pusing lagi.
Sesampainya di dalam kamar yang ada di sana, David membaringkan Agista dengan sangat hati-hati.
Sementara Agista hanya tersenyum di dalam hatinya karena dia berhasil mengerjai suaminya itu.
David kini percaya bahwa Agista memang mengalami jetleg, padahal Agista baik-baik saja entah karena dia berangkat dengan suaminya saat ini, karena dia merasa rileks dan nyaman. tidak seperti saat bersama dengan David di waktu mereka belum menikah dulu.
Sementara itu di kediaman Raya, gadis itu kini tengah menangis sesenggukan karena kekasihnya menanyakan keberadaan anak mereka yang seharusnya masih ada di dalam perut Raya.
"Tega kamu gugurkan benih cinta kita Raya, aku tidak menyangka kamu akan melakukan hal itu lagi, padahal aku sudah berusaha untuk bertanggung jawab atas kehamilan mu."ucap pria tampan itu.
"Adi,,, terserah jika kamu tidak percaya, aku tidak pernah melakukan hal itu,,, oke pertama kali aku akui, tapi apa? kamu pikir aku sekejam itu mengugurkan bayi tidak berdosa yang bahkan sudah hampir tumbuh kembang disini bahkan aku hampir gila asal kamu tahu."ucap Raya jujur.
"Kenapa? tidak ikuti saja perjodohan itu, dengan begitu kalian akan mendapatkan apa? yang kalian inginkan."ucap Raya.
"Kamu gila Yank,,, semua itu sungguh tidak mungkin."ucap Adi.
"Kamu laki-laki Di... kamu bisa lakukan apapun bahkan kamu bisa bercinta tanpa perasaan, setelah itu pasti cinta itu akan tumbuh."ucap Raya.
"Tidak! Raya, aku tidak bisa melakukan itu, aku hanya ingin kamu yang menjadi istriku."ucap pria itu.
"Sudah cukup Di, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi dan kamu lihat keadaan ku sekarang aku bahkan dapat ini dari belas kasih kakak angkat ku, aku sudah tidak punya apa-apa lagi untuk bisa bersanding denganmu, jadi sebaiknya kamu ikuti saja perjodohan itu."ucap gadis itu.
"Tidak sayang, aku hanya ingin kita terus bersama dalam ikatan pernikahan."ucap Adi.
__ADS_1
"Tidak Adi, aku bahkan tidak akan pernah bisa hamil lagi.dan dengan begitu aku sudah mutuskan untuk menyendiri sampai selamanya."ucap wanita itu.
"Apa? benar apa? yang kamu katakan."ucap Adi.
"Tentu, jika kamu tidak percaya kamu bisa cek semua itu di rumah sakit."ucap Raya.
Ray yang saat itu baru tiba, dia langsung mengusir Adi dari rumah tersebut.
Raya tidak bisa berbuat apa-apa karena dia terlalu berhutang budi pada Ray, yang sudah memberikan rumah barunya itu.
Adi langsung pergi tapi sebelum itu dia berkata bahwa ia tidak akan pernah menyerah.
Ray pun berkata kepada wanita yang ada di hadapannya bahwa dia harus lebih waspada terhadap pria itu.
Setelah itu Ray langsung mengajak Agista untuk makan malam.
"Ray,,, apa? tidak sebaiknya kamu bawa asisten pribadi mu kesini aku takut kamu terkena fitnah karena selalu berkunjung kesini."ucap Raya yang mulai mendengar kasak-kusuk para tetangga.
"Untuk apa? kamu saudara ku, dan RT disini juga sudah tahu."ucap pria itu santai.
"Tapi aku mulai mendengar gosip yang tidak sedap akhir-akhir ini, untuk para mahasiswa mungkin itu tidak masuk akal karena mereka datang untuk belajar, kamu mungkin menganggap aku sebagai saudara tapi kita tidak ada hubungan darah sama sekali, bagaimana jika mereka meminta bukti."ucap Raya.
"Kamu tenang saja aku bisa membuktikan itu."ucap Ray.
Ray masuk dan membawa paper bag berisi beberapa menu makanan.
"Ya,,, kamu kurusan apa? kamu sedang diet."ucap pria itu.
"Tidak hanya saja mungkin kecapean."jawab Raya.
"Berhenti bekerja, aku masih bisa mencukupi kebutuhan hidup mu."ucap pria itu.
__ADS_1
"Tidak Ray sebentar lagi kamu akan segera menemukan jodoh mu, jadi sebaiknya kamu menabung untuk masadepan mu dan keluarga kecil mu nanti."ucap Raya.
"Jodoh..."ucap Ray.