Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Baby Boy#


__ADS_3

"Aku tidak kabur, aku hanya sedang menikmati kemewahan yang suamiku miliki,kau boleh marah sesuka hati mu, setelah ini, yang jelas aku tidak peduli, aku mungkin tidak sesempurna Almira atau Amina, tapi harus kamu tahu jika aku mau aku bisa mendapatkan yang lebih dari dirimu, meskipun saat ini aku sedang hamil anak kita"tantang Daisy.


Wanita itu merasa sangat kesal, karena Rayan, bahkan membiarkan wanita itu mencium bibir nya, meskipun hanya sekilas.


"Dy, jangan bicara sembarangan, sampai matipun aku tidak akan melepaskan mu, untuk yang lain"ucap Rayan, yang langsung menerjang istrinya dengan c***** panas pria itu tidak mengampuni Daisy, yang sudah menantang dirinya, hingga, janji untuk bertemu dokter pun batal, karena ternyata mereka malah bertarung, tengah hari bolong.


Sementara itu Anya dan Agam, yang baru kembali dari kampus, dia heran tidak mendapati, keduanya di rumah, meskipun awalnya mereka mengira, bahwa Daisy dan Rayan, berada di rumah sakit untuk melakukan pengecekan.


Daisy berjalan menuju kamar mandi dan langkah gontai, karena sudah dikalahkan oleh Rayan, bahkan wanita itu berkali-kali meminta ampun, namun Rayan terus menghajarnya sampai akhirnya Rayan, bisa mengalahkan Daisy.


Daisy pun, berendam di bathtub yang yang ada di tengah kamarnya wanita itu pun memejamkan mata nya, mandi dengan taburan kelopak bunga mawar dan sabun aromaterapi, membuat Daisy memejamkan mata nya, sejenak, hingga hampir tiga puluh menit, saat suhu air dingin dia langsung membersihkan tubuhnya, masih di tempat itu dengan menggunakan air hangat dari shower yang dia genggam.


Setelah selesai dia langsung meraih bathrobe, dan membalut tubuhnya dengan itu.


Sementara Rayan, yang baru membuka mata, menatap lekat gerak-gerik istrinya yang terlihat begitu elegan, tidak seperti Daisy, beberapa jam yang lalu, yang tampak sederhana meskipun masih sangat cantik baginya.


Ada rasa takut di hati Rayan, jika suatu saat nanti Daisy, membuktikan kata-kata nya, dia lebih baik kehilangan masalalu, dan harta berlimpah yang ia miliki, tapi tidak dengan istri tercinta nya saat ini, Daisy adalah masadepan baginya, semua tentang Daisy adalah miliknya.


"Sayang, pesankan baju untuk ku"ucap Rayan.


"Bisa pesan sendiri kan mas, aku sibuk"ujar Daisy, dia ingin menguji Rayan, sejauh mana Rayan, akan bersabar, dengan gaya Daisy saat ini yang juga langsung berubah dengan sikap nya, atau dengan Daisy, yang sederhana tapi serba bisa.


"Yang, dosa tau bantah suami"ucap Rayan.


"Heumm, ya aku tau tapi suami yang mana dulu yang memasukkan wanita lain ke rumah nya, atau... memang aku tidak pernah ada di hati kamu"ucap Daisy.


"Yang, kamu bilang apa? sih, aku sudah tidak pernah berhubungan dengan nya, bahkan sejak dia memutuskan untuk pergi"ucap Rayan.


"Dan, setelah kembali kalian berdua kembali lagi bersama... sungguh luar biasa"ucap Daisy.


wanita yang kini sudah menggunakan dress, kembali, dia langsung kembali pergi meninggalkan Rayan, yang berteriak memanggil nama nya.


Daisy, tidak perduli dengan itu, wanita itu bahkan pergi meninggalkan hotel, setelah memesan pakaian untuk suaminya yang diantarkan langsung oleh pelayan.


Daisy, naik taksi menuju rumah sakit, karena dia tau bahwa dokter, masih buka praktek di jam 19:00 malam sesampainya di sana, benar saja Daisy memang sedang ditunggu oleh dokter tersebut.


Sampai pemeriksaan USG pun, dilakukan, Daisy menitikkan air mata, ternyata, ada janin, yang baru berusia lima Minggu, terhitung dari terakhir kali ia terlambat datang bulan.


"Selamat, nona, usia kandungan anda saat ini adalah lima Minggu, dan sangat baik-baik saja, jangan lupa vitamin untuk ibu dan bayi nya, harus diminum secara rutin, dan jangan terlalu banyak beraktifitas, dan jaga kondisi anda agar tidak terlalu stress, untuk menghindari resiko keguguran"ucap sang dokter.


"Baiklah dok, akan saya perhatikan"ucap Daisy.


Daisy pun pamit pulang, setelah membayar administrasi terlebih dahulu, lagi-lagi dia menggunakan black card milik Rayan.


Setelah dari rumah sakit, Daisy langsung pulang ke Mension, tapi ternyata wanita itu tidak kunjung pergi, malah sekarang mereka tengah berkumpul di meja makan.


Daisy langsung bergegas menuju pintu lift, disusul oleh Rayan, yang baru sampai,di rumah tersebut.

__ADS_1


"Sayang, tunggu ucap Rayan, yang melihat pintu lift, akan tertutup.


"Honey tunggu, kita harus bicara"ucap Amina.


"Stop disitu Amina!"teriak Rayan saat wanita itu hendak masuk ke dalam lift.


"Pergilah, aku juga kembali, hanya untuk mengambil barang-barang ku"ucap Daisy.


"Dy! stop, please di dengarkan aku, dia hanya masa lalu"bentak Rayan, pria itu benar-benar ketakutan saat Daisy, bilang akan mengambil barang.


"Kamu saja, masih menyimpan semua kenangan kalian di sini mas, jadi sebaiknya puaskan dirimu dahulu, sebelum kamu menikah dengan wanita lain"ucap Daisy.


Rayan tidak bicara lagi, setelah itu dia langsung membawa istrinya masuk kedalam kamar setelah, itu dia berkata dengan lantang.


"Kunci seluruh akses dari lantai tiga" tiba-tiba saja lampu ruangan berkedip dan saat Daisy, berlari hendak membuka pintu, ternyata sudah terkunci otomatis.


"Ray, ini gak lucu ya, aku harus pergi, kamu tidak bisa begini! apa? aku salah jika aku mengalah demi kebahagiaan mu, aku tau rasanya cinta kandas di tengah jalan"ujar Daisy.


"Terserah kamu mau bilang apa? di yang pasti aku tidak akan pernah melepaskan mu"ucap Rayan.


"Kau egois, Ray, kau pertahankan dia di rumah ini, jika saja dia tidak ada, aku sudah berusaha untuk bertahan tapi apa? yang aku dapatkan, dia bahkan bisa sesantai itu disini bersama dengan Agam dan Anya, sepertinya aku sudah tidak dibutuhkan lagi di sini, selamat untuk kalian"ucap Daisy yang kini mengambil sebuah kursi meja rias dan memukulkan itu pada pintu tepat pada sensor kunci otomatis itu tapi Rayan hanya duduk diam di sofa kamar tersebut.


"Meskipun kamu hancurkan pintu itu, tidak akan pernah bisa terbuka se-ijin ku"ujar Rayan.


"Apa? mau mu heuhhhhh!"teriak Daisy, yang tiba-tiba memegangi perutnya yang terasa sangat sakit, Rayan, langsung terlonjak kaget, saat melihat darah di bagian kaki Daisy Rayan langsung memeluk Daisy, dia kaget dan begitu panik.


pria itu langsung menelpon dokter spesialis kandungan dan mengatakan apa? yang terjadi dan langkah apa? yang harus diambil untuk menyelamatkan janin tersebut.


Rayan langsung membawa Daisy dalam gendongan nya memasuki lift, dan sesampainya di bawah Rayan berteriak pada Agam, agar langsung menyiapkan mobil untuk ke rumah sakit saat itu juga dalam ketegangan itu, Anya, dan pelayanan pun ikut masuk kedalam mobil tapi mereka berdua langsung diusir oleh Rayan, diperintahkan untuk menyusul sambil membawa perlengkapan Anya dan dirinya karena darah itu masih keluar.


..........................


Satu jam sudah setelah mendapatkan penanganan serius, akhirnya janin itu masih bisa diselamatkan, hanya saja Daisy, saat ini belum sadarkan diri, setelah diberikan suntikan penenang dosis ibu hamil.


Rayan, benar-benar dibuat kaget, dengan kejadian itu, dia tidak akan lagi-lagi berbuat gegabah dengan itu, beruntung janin tersebut masih bisa diselamatkan itu juga karena pertolongan pertama yang lebih cepat dilakukan oleh Agam, yang membawa mobil dengan kecepatan tinggi hingga mereka bisa sampai tepat waktu.


Daisy, masih terlelap saat Rayan, menangis di samping ranjang pasien yang terdapat istrinya yang terbaring lemah saat ini.


"Dy, aku akan segera menyingkirkan dia, seperti aku menyingkirkan Almira" ujar Rayan.


Pria itu terus bergumam sendiri hingga akhirnya Daisy, sadarkan diri.


"Sayang kamu sudah sadar, syukurlah, maafkan aku sayang, aku janji tidak akan pernah membiarkan siapapun hadir di dalam hidup kita, kecuali Anya dan Agam, juga anak keturunan kita, dan keluarga yang benar-benar sayang dengan kita" ucap Rayan.


Tapi sayang Daisy masih terdiam, dia tidak merespon apapun saat ini yang ada di pikiran nya adalah apa? janin itu selamat atau tidak.


"Sayang demi keselamatan anak kita aku mohon, kamu harus tenang"ucap Rayan.

__ADS_1


"Pergilah, aku tidak ingin berdebat lagi, aku mohon pergi, biarkan aku sendiri"ujar Daisy lirih.


"Jangan sayang, jangan sendiri, setidaknya kamu harus ditemani Anya, dan Agam, agar aku bisa tenang karena aku juga harus mengurus biang kerok dari semua ini, seperti aku menyingkirkan Almira."ujar Rayan.


Anya hanya bisa memejamkan mata, sebagai tanda persetujuan, saat itu juga.


Sementara itu di kediaman keluarga Rayendra, kabar Daisy, hampir keguguran pun, sampai di telinga gadis, wanita itu tertawa lepas, dia begitu berharap bahwa siapapun bisa menyingkirkan Daisy, seperti almarhum ibunya Rayan, yang diam-diam telah dia singkirkan, hingga yang dia anggap benalu dalam pernikahan itu, benar-benar tersingkir.


Dan kini gadis merasa bahwa wanita itu benar-benar menjadi ratu dalam hati suaminya, padahal Rayendra, tidak lebih menganggap dirinya sebagai budak nafsu.


Posisi, Daisy, di hati Rayendra, sampai kapan pun, meskipun jiwa dan raga Daisy, sudah tidak ada lagi, tapi bagi Rayendra, cinta mereka dan cinta nya tetap kekal abadi, Rayan, adalah bukti dari cinta mereka yang abadi.


Daisy, adalah satu-satunya cinta abadi yang Rayendra miliki tidak ada satupun wanita yang bisa menggantikan posisi nya, sampai saat ini.


Rayendra, bukan tidak pernah tau kelakuan licik yang gadis lakukan, wanita itu masih ingin menguasai harta nya, dan juga harta kekayaan Anya dan Agam.


Rayendra, diam-diam melindungi kedua anak angkat nya itu, karena biar bagaimanapun mereka berdua juga bagian dari Rayan, putra pertama nya dan hanya dia satu-satunya putra darah daging Rayendra, sementara satu anak dari pernikahan dirinya dengan gadis, kini sudah berada di luar negeri bersama dengan suaminya.


Kini Rayan, tengah berada di Mension, dia masih berbicara lembut pada wanita itu, karena dia tidak ingin menyakiti hati, Amina, yang telah menyelamatkan hidupnya, dulu, saat dia hampir mati dalam kecelakaan mobil, Amina, adalah orang pertama yang menolong dia dengan susah payah, membawa Rayan ke rumah sakit.


Hingga akhirnya, Amina, dan Rayan, menjalin hubungan, pria itu, tidak ingin menyia-nyiakan seorang gadis yang baik hati itu, hanya karena keegoisan hatinya yang tidak pernah sedikitpun mencintai wanita itu, dia pun memulai hubungan dengan Amina, hingga cinta itu tumbuh seiring berjalannya waktu, tapi saat Rayan, benar-benar mencintai Amina, dan ingin menikah dengan nya, tiba-tiba wanita itu menghilang begitu saja, dan beberapa tahun terakhir Amina, kembali menghubungi nya, tapi Rayan, mengabaikan hal itu, karena dirinya sudah terlanjur kecewa.


Hingga berulang kali, Anya dan Agam menjodohkan dirinya dengan teman kuliahnya, termasuk si ratu Frank itu tapi Rayan tidak tertarik sama sekali, tapi dengan Daisy, Rayan, langsung cocok.


"Aku mohon, pengertian mu Mina, berapapun uang yang kamu inginkan akan aku transfer sekarang juga tapi please, pergi dari hidupku, karena sekarang ini, aku sudah memiliki istri dan calon anak kami"ucap Rayan yang kini duduk di hadapan Amina, yang sedari tadi bercucuran air mata, wanita itu begitu terluka, andaikan saja, dia tidak mengikuti perjodohan itu, mungkin saat ini dirinya, adalah wanita paling berbahagia dalam hidup nya.


"Ray, aku sangat mencintaimu, aku mohon, aku janji akan tetap setia meskipun menjadi yang kedua, meskipun aku harus disembunyikan"ucap Amina.


"Tidak Amina, itu tidak mungkin, lebih baik kamu minta rumah atau yang lainnya, sebagai balas jasa mu yang telah menyelamatkan aku"ucap Rayan.


"Kau pikir aku butuh harta mu Ray, aku mencintaimu Rayan, please, aku sangat mencintaimu"ucap Rayan.


"Tidak Amina, aku tidak mencintai mu, aku sudah punya Daisy"ucap Rayan.


"Pergilah, sebelum aku habis kesabaran"ucap Rayan.


Amina pun pergi meninggalkan rumah Rayan, sambil terisak, tapi Rayan tidak punya pilihan lain selain, melakukan itu, meskipun dirinya tidak tega, mengusir wanita yang selama ini pernah mengisi hatinya tapi Rayan, lebih memikirkan kebaikan dan rasa cinta nya untuk Daisy dan calon anak nya.


Sementara itu Daisy, kini kondisinya mulai stabil, dan sudah terlihat mulai membaik.


Sampai Dion, datang memeluk putri nya sambil mencium puncak kepala putrinya, penuh sayang Dion, tidak menyangka kedatangan Amina, anak tirinya, akan berakibat fatal.


Almira dan Amina, adalah putri sambung nya, sementara putri pertamanya telah lama tiada, saat Dion, dijodohkan untuk pertama kalinya, dengan wanita yang tak lain adalah sahabat nya, sementara ibu Daisy, adalah cinta nya, saat masih kuliah, mereka akhirnya berpisah, hingga Dion, memiliki seorang putri, dan dia kembali bertemu dengan Dinda, ibunya Daisy, hingga mereka menikah secara diam-diam, meskipun pernikahan itu adalah pernikahan resmi, hingga ibunya Dion, kembali menjodohkan Dion dengan ibu si kembar, Almira dan Amina, tiba-tiba putri pertamanya mengalami kecelakaan, dan begitu juga dengan kecelakaan yang dialami oleh nya dengan Daisy, dan Dinda.


"Pa... bawa Daisy pergi, Daisy lelah, Daisy ingin anak Daisy, baik-baik saja"ucap Daisy.


"Iya, sayang papah akan bicara dengan Rayan, agar mengijinkan kamu untuk untuk ikut bersama dengan papah"ucap Dion.

__ADS_1


"Jangan pa saya mohon"ujar Dion.


__ADS_2