
Sejak kejadian saat di Cafe itu Agis tidak pernah lagi bertemu dengan David namun saat ini dia ada pertemuan mendadak dengan Jessica yang mengajak dia bertemu di sebuah restaurant berbintang yang merupakan milik Sherina.
Gadis itu bahkan tidak melakukan persiapan apapun, dia hanya menggunakan dress selutut yang pas di badan seperti yang sering dia kenakan dan saat ini dia juga menggunakan blazer dan dress berwarna gelap dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya itu.
Sementara untuk makeup Agis tidak menggunakan sentuhan makeup apapun karena memang dia hanya menggunakan skincare saja dengan polesan lipstick warna merah merona menampilkan kesan glamor.
Agis tidak membawa apapun dia hanya menenteng sebuah dompet yang berukuran cukup besar itu berisi Handphone baru yang dibelikan oleh Leon.
Sesampainya di tempat itu, Agis disambut oleh sang Mommy yang kini memeluk dan cipika cipiki dengan nya.
Setelah itu dia menunjukan sebuah ruangan Vip yang ada di lantai 3 itu.
Saat Agista masuk dia sempat mematung beberapa detik, lalu kemudian dia kembali melangkah.
"Nona Agista silahkan duduk."ujar Jessica.
"Heumm,, terimakasih ada apa? Anda mendadak ingin bertemu disini padahal tidak ada yang perlu dibahas bukankah kerja sama kita sebentar lagi berakhir."ujar Agista.
"Heumm,,, begini Nona, sebenarnya senang bekerja sama dengan Anda dan rencananya kami ingin sekali memperpanjang kerja sama kita tapi saat ini saya sedang mengandung dan David melarang saya untuk bekerja karena kami harus fokus dengan kehamilan ini terpaksa saya menghentikan kerja sama kita lebih cepat, tapi anda tidak perlu khawatir lagi karena kami akan membayar denda seperti yang tertera di kontrak."ucap Jessica.
Agis awalnya terdiam sedikit lebih lama mencerna ucapan Jessica, hingga dia sadar lalu kembali berkata.
"Owh saya ucapkan selamat atas kehamilannya dan satu lagi tidak perlu membayar denda anggap saja itu adalah kado untuk kebahagiaan kalian. kalo tidak ada yang akan dibahas lagi saya permisi karena ada keperluan lain."ucap Agista santai.
Agis pun langsung beranjak pergi meninggalkan mereka yang kini saling tatap.
Sementara David mengepalkan tangannya karena dia gagal menyaksikan kesedihan Agis yang dia kira sangat mencintai dirinya.
Namun David tak tau bahwa Agis bisa menyembunyikan luka sebesar apapun itu dari orang itu sendiri.
Agis pun menarik nafas dia menahan air matanya agar tidak menetes.
Kabar itu sangat mengejutkan bagi Agista yang sempat terjatuh dalam perangkap cinta yang David ciptakan. tapi kini dia tahu jika ternyata itu benar-benar hanya ilusi.
Agista kini tengah berada di dalam kesedihan, selain kontrak yang berakhir secara tiba-tiba kini pun dia mendapatkan kabar buruk mengenai kehamilan wanita itu yang membuat harapannya patah.
Agis pun menghidupkan mesin mobilnya tidak sampai lima menit dia langsung tancap gas.
__ADS_1
Wanita itu kembali ke rumahnya dia sedang ingin menyendiri di sana.
Rumah adalah tempat ternyaman Agista untuk melupakan segalanya.
Gadis itu kini tengah duduk di balkon kamar nya sambil menyesap rokok yang sering ia lakukan akhir-akhir ini jika suasana hatinya sedang tidak baik.
Sampai akhirnya wanita itu puas menyesap rokok yang kini tengah berada di sela jarinya itu Agista pun akhirnya pergi untuk mandi dan berendam dalam busa sabun aroma terapi.
Gadis itu pun mulai memejamkan mata saat berada di dalam bathtub-e.
Hingga dia tertidur pulas di dalam bathtub-e selama lima belas menit hingga saat suhu air menjadi dingin.
Agista pun membuka matanya dan langsung menyalakan keran air hangat untuk membasuh tubuhnya.
Setelah selesai dia buru-buru mengakhiri mandinya dan langsung menggunakan bathrobe lalu keluar dari dalam kamar dengan lilitan handuk di kepalanya.
"Agis kita harus bicara."kata seseorang yang sedaritadi menunggunya di dalam kamar Agista.
"Apa? sopan santun Anda sudah hilang ."ujar Agis.
Sampai Agis kembali berkata.
"Sekarang silahkan tunggu di luar atau saya tidak akan pernah mau bicara dengan Anda."ujar Agis tegas.
Pria itu masih menatap kearah Agista dengan sangat lekat hingga akhirnya ia pun keluar dari dalam kamar gadis itu.
Sementara itu didalam kamar. Agista tengah duduk di sofa didalam walk-in closed.
Gadis itu sedang menatap kearah cermin, dia ingin menggunakan pakaian santai tapi ini sudah larut jadi Agis memutuskan untuk memakai piyama tidur nya.
Setelah selesai memakai pakaian dan juga skincare gadis itu langsung turun dan menemui David yang sedari tadi menunggunya.
"Ada apa? tuan muda repot-repot datang kemari."ujar gadis itu.
"Agista! Stop memanggil ku seperti itu, aku bukan tuan mu, dan satu lagi Agista aku datang kesini untuk bicara tentang kontrak itu, aku tidak ingin menerima hadiah dari mu untuk calon anak kami."ujar David.
"Jika tidak ingin buang saja gampang bukan."ujar Agista.
__ADS_1
"Agista apa? kau pikir aku kekurangan uang."ujar David.
"Aku tidak pernah bilang seperti itu, aku tau bahkan kau aku tau kau seorang Milioner."ujar Agis.
"Lalu kenapa? kau memberikan uang pembatalan kontrak itu pada calon anak kami,,, apa? itu bukan penghinaan namanya."ujar David tegas.
"Maafkan aku."ujar Agista lirih.
Lagi-lagi harga diri gadis itu terluka.
"Silahkan anda buang uang itu jika menurut anda itu adalah sebuah penghinaan."ujar Agista yang tidak sedikit pun mengangkat wajah saat terakhir kali bicara.
Agista pun kembali menapaki anak tangga menuju lantai dua dimana kamarnya berada.
David pun mengepalkan tangannya karena dia sebenarnya tidak ingin membahas hal itu, tapi lagi-lagi dia melakukan kesalahan.
"Tunggu,,, apa? kau benar-benar tidak masalah saat aku memiliki anak darinya."ujar David.
Agista berhenti di tempat lalu dia berkata.
"Untuk apa? aku mempermasalahkan hal itu, itu urusan kalian dan aku tidak punya hak apapun untuk mempermasalahkan hal itu."ujar Agis.
Gadis itu kembali melanjutkan langkahnya.
"Aku akan segera menikah dengan dia."ujar David.
"Segerakan karena tidak baik menunda-nunda toh anak kalian sudah ada ."ujar Agista.
"Agista!."teriak David.
"Apa?... apa? masih ada yang harus aku jawab."ujar gadis itu.
"Aku sangat mencintaimu tapi kenapa? balasannya seperti ini."ujar David.
"Cinta,,, heuhhhhh, jangan ngaco tuan muda dimana ada pria mencintai gadis lain dan menghamili wanita lainnya... apa? Anda pikir otakku tidak berpungsi dengan baik, aku rasa tuan muda sudah lelah jadi bicaranya mulai ngawur sebaiknya anda pulang dan beristirahat."ujar Agista.
"Agista,,, kamu sudah sangat keterlaluan. aku tidak tau lagi harus bagaimana mengatakan itu padamu."
__ADS_1