
Malam, harinya Rayan, batal untuk pergi ke rumah orang tua Daisy, karena ada seseorang yang menghubungi nya, dari sebuah club malam, mengabarkan bahwa seseorang tengah mabuk parah, dan hanya meminta Rayan, yang menjemput wanita itu, yang tak lain adalah Amina.
Rayan, yang tadinya sudah bersiap untuk pergi menemui istrinya, saat ini sudah berada di sebuah club, sesuai yang orang itu katakan, dan terlihat Amina, tengah duduk di kursi depan meja bar tersebut dengan wajah tertelungkup di atas meja, dia mengamuk, menolak dibawa oleh pelayan dan yang lainnya, sampai Rayan ikut turun tangan membawa wanita itu untuk diantar pulang, hingga Amina, tertidur pulas di jok penumpang di belakang.
Rayan, melajukan mobilnya ke apartemen milik Amina yang sudah sering Rayan, kunjungi dulu, saat mereka masih berpacaran, tapi setelah kepergian Amina, Rayan, bahkan tidak pernah lagi datang kesana meskipun apartment tersebut adalah milik Rayan, yang sengaja dihadiahkan kepada Amina.
Sampai Rayan, berhasil membuka kunci apartemen itu, masih dengan tanggal jadian mereka , Rayan pun, langsung membawa masuk wanita itu kedalam kamar nya, tapi ternyata saat tiba di sana, wanita itu langsung menyemprot sesuatu mirip dengan bau parfum tapi, lama kelamaan membuat kesadaran Rayan hilang.
Wanita itu tertawa terbahak-bahak, setelah itu dia mulai melancarkan aksinya, sedemikian rupa hingga, saat pagi tiba, Rayan, kaget, saat membuka mata, ada wanita lain di samping nya bahkan tanpa menggunakan apapun, dia pun melirik kearahnya dan ternyata sama.
Tangan Rayan, mengepal erat dia langsung bangkit dan mengambil pakaian nya, yang berserakan yang sudah diatur sealami mungkin, tapi Rayan, tidak tau apa? yang terjadi, makanya, dia langsung pergi setelah memakai pakaian tersebut, tapi tanpa dia duga ternyata, istrinya sudah berada di depan pintu kamar nya.
"Jadi, ini, alasan kamu tidak pulang tadi malam Ray"ucap Daisy, dengan bercucuran air mata.
"Dy, semua tidak seperti yang kamu pikirkan, Dy, tunggu"ucap Rayan, sementara Daisy, yang sedari tadi melihat pemandangan yang sungguh sangat memilukan itu dia langsung pergi meninggalkan apartemen tersebut, menggunakan taksi.
Daisy, bahkan tidak membawa apa-apa saat ini, hanya ada beberapa lembar uang, wanita itu pun berhenti di sebuah tempat, Daisy tidak perduli, dengan keadaan nya saat ini, dia menghubungi seseorang dari telpon umum, dan berkata"Aku sudah siap, jemput aku di jalan xx nomor 3"ucap Daisy.
Sementara Rayan, saat ini tengah kebingungan mencari dimana keberadaan Daisy, sang istri tercinta nya kini.
"Dy, sayang kamu dimana, jangan pergi sayang jangan tinggalkan aku, aku mohon, aku mohon, jangan pernah tinggalkan aku, aku sangat mencintaimu aku di jebak Dy"ucap Rayan lirih, dia benar-benar kalut saat ini.
Sementara itu Daisy, kini sudah berada di bandara, seorang pria yang pernah ia tolong dulu, kini tengah duduk bersama dengan nya, menunggu keberangkatan pesawat menuju luar negeri.
"Kamu, lupakan saja dia Dy, kehidupan mu akan jauh lebih baik setelah, kamu bertemu seseorang yang jauh lebih baik"ucap nya.
"Aku sudah berusaha, tapi tidak bisa"jawab Daisy.
"Semua baru saja terjadi, Dy, dengan berjalannya waktu kamu bisa, ingat ada masa depan mu"ucap nya.
"Kau benar"ujar Daisy.
Daisy pun mulai menghentikan tangisnya.
Sampai akhirnya, mereka pun berangkat dengan menggunakan jet, pribadi menuju negara kelahiran pria itu, setelah beberapa tahun pencarian, laki-laki itu akhirnya, menemukan Daisy, yang ternyata sudah menikah.
Flashback on"
__ADS_1
Empat tahun yang lalu, saat Daisy, tengah merayakan kelulusan, dirinya bersama dengan temannya, Daisy, memutuskan untuk mendaki gunung, bersama dengan sepuluh orang sahabat nya, wanita tak jarang tertinggal di belakang, karena itu adalah pertama kalinya, untuk gadis itu, mendaki gunung, hingga saat dia sedang bersandar di bawah pohon rindang, tanpa sengaja dia melihat seseorang, tergeletak tak sadarkan diri tidak jauh dari jalan yang telah ia lewati.
Daisy, pun mendekati dan memeriksa apakah dia masih bernafas, karena pria itu tidak bergerak sama sekali.
Saat Daisy, tau bahwa pria itu masih bernyawa, saat itu juga Daisy, mencoba membangunkan nya, dengan menciptakan air ke wajah pria yang mungkin hanya beda dua tahun darinya.
Seorang pria berwajah indo, itu lumayan tampan, tapi Daisy, tidak pernah kecentilan layaknya gadis di usia nya.
Setelah pria, itu sadar, Daisy langsung bergegas membantu dia duduk, dia masih waspada karena Daisy, takut bahwa pria itu adalah orang jahat, sampai saat laki- itu mengerang kesakitan karena, Daisy mengangkat kakinya untuk di geser, ternyata dia mengalami patah tulang betis, akibat terjatuh dari ketinggian setelah bermain paralayang.
Daisy, pun langsung meminta maaf, dan mengambil batang pohon pisang menggunakan pisau belati yang dia bawa, untuk melakukan pertolongan pertama sampai saat temannya kembali menyusul nya, Daisy, yang kesulitan berbicara dengan bahasa asing, saat itu tidak bicara meskipun, pria itu, terus mengajak dia bicara hingga mengira Daisy, bisu, dan memberikan bahasa isyarat.
Daisy, selesai mengikat kaki pria itu dengan batang pohon pisang yang di buat untuk melapisi kaki pria itu agar tidak semakin parah Daisy, duduk di samping nya karena dia juga sudah kelelahan, hingga tanpa sadar dia terlelap setelah memberikan bekal makanan dan air yang dia bawa pada pria itu, saat dia bangun, dia sudah berada di rumah sakit.
Sejak saat itu dia sudah tidak tahu lagi tentang kabar pria itu.
Tapi ternyata, diam-diam pria itu mencari keberadaan Daisy, hingga akhirnya ia bertemu saat pertemuan bisnis Rayan di ulang tahun perusahaan teman Abigail, pria berkebangsaan Inggris itu.
Flashback off.
Rayan, benar-benar kehilangan wanita yang sangat ia cintai, kini dia tengah menangis sesenggukan di hadapan Dion dan Anya, sudah dua hari melakukan pencarian, bahkan mengerahkan orang-orang kepercayaan, dan juga polisi, tapi tidak ada jejak Daisy, yang mereka temukan sedikit pun.
Hingga akhirnya, ibu Amina memohon ampun untuk putri nya itu, tidak disangka, pria yang selama ini baik dan selalu menuruti keinginan nya, kini menunjukan sisi gelap nya.
Hingga wanita keji yang telah membunuh dua istri dan putri Dion, yang pertama itu kini terlihat gemetaran.
Wanita paruh baya itu, sudah tidak punya kekuatan apapun lagi, setelah Dion, berhasil menyingkirkan, pria, yang selama ini menjadi duri dalam rumah tangga nya.
..........................
Hingga Dion, habis. kesabaran, akhirnya dia menceraikan istrinya itu tanpa sepeserpun harta ia berikan, wanita itu bahkan hanya diperbolehkan membawa baju-baju dan perhiasan miliknya, Dion, tau perhiasan dan barang yang dia bawa itu sudah lebih dari harga dua unit mobil sport, jika wanita itu cerdik menggunakan nya, tapi jika tidak mungkin dia akan menjadi gembel.
Sementara itu di kediaman Rayan, seakan semua orang telah berduka, duka itu sama, seperti duka, saat sang mommy meninggal, ketiga anak manusia itu, tidak ada satupun yang keluar dari dalam kamar nya, Rayan pun
Hanya, akan keluar, saat dia ingin memastikan bahwa, kedua adiknya baik-baik saja dan sudah makan atau belum.
Setelah itu, dia kembali masuk kedalam kamar nya dan melamun di sela pekerjaan nya yang menumpuk hingga Rayan, teringat dengan kata-kata Daisy, saat itu.
__ADS_1
"Kamu adalah kakak tertua dan seorang laki-laki, jadi kamu bertanggung jawab untuk semua nya, apalagi jika kelak aku tidak ada lagi disisi mu, kamu juga harus kuat, harus bangkit, jika kamu benar-benar mencintai ku, jika kamu benar-benar mencintai ku, maka kamu harus tetap hidup, entah itu untuk menyambut masadepan atau, menunggu, keajaiban yang akan membawa kita untuk kembali bersama."pesan Daisy, saat di kampung, saat dirinya akan menikah dengan Almira.
"Dy, aku akan kuat, aku akan menunggu takdir mempertemukan kita kembali, bersama"ucap Rayan.
Pria itu kemudian bangkit, dan pergi ke dapur, dia melihat buku catatan, sang istri yang ada di dalam kitchen set, Rayan, bahkan mencoba memasak satu menu dengan resep yang istrinya buat, kali ini dia bahkan benar-benar fokus pada apa? yang dia buat.
Hingga, sebuah makanan tercipta dengan sempurna, seperti petunjuk yang diberikan oleh Daisy, ternyata tidak hanya dia yang membuat nya, yang tergiur, seakan ada sihir di dalam nya, dan berhasil membuat, kedua adiknya turun ke lantai bawah, bahkan berlarian, mereka mengira Daisy, kembali tapi saat sampai di sana, hanya ada rasa kecewa yang mereka dapatkan, karena ternyata, kakak nya, yang berada di sana.
"Duduk lah dan makan lah berdoalah,suatu saat nanti mommy, kalian akan kembali, kakak juga yakin, anak dan istri kakak, akan kembali"ucap Rayan.
"Tapi bagaimana? jika mommy, tidak pernah kembali"tanya Anya, dengan linangan air mata, ternyata selama ini, bukan hanya masakan Daisy,sang mommy, yang mereka rindukan, tapi wujud kakak, iparnya yang menyerupai sang mommy, begitu juga dengan kelembutan yang dia miliki.
"Anya, mommy kalian hanya sedang tersesat gara-gara perempuan laknat itu"ucap Rayan.
"Tapi kakak, penyebab nya, jika saja kakak tidak melakukan semua itu mungkin sampai sekarang mommy, masih disini bersama dengan kita"ujar Agam.
"Aku dijebak, apa? kalian mengerti, aku dijebak... begitu juga istri ku, jika itu bukan penjebakan, lantas bagaimana bisa, Daisy, berada di apartemen lama ku, yang bahkan sudah aku hadiahkan pada wanita iblis itu"ucap Rayan.
"Kami tidak mau tau pokonya kakak, harus mencari mommy, jika tidak kami akan mogok makan sampai kami tiada"ucap keduanya, yang membuat Rayan, terlihat semakin frustasi.
"Rayan, kuat istri mu akan kembali yakinlah"ucap Rayan menyemangati diri nya.
Sementara itu, di sebuah kota di London Inggris, wanita yang sudah hampir satu bulan lebih,di cari oleh Rayan, kini tengah berada di balkon kamar nya, tengah menikmati pemandangan langit sore, yang menampakkan cahaya sunset, dia termenung sendiri, sementara pria yang saat itu sudah membawa Daisy, tengah berada di kantor, dan Abigail, juga sang istri, akan menemuinya, dalam waktu satu Minggu, sekali, Daisy tinggal di sebuah Mension, bersama dengan ibu dari Abigail.
Wanita lanjut usia itu, saat ini tengah berbahagia karena Daisy, datang dan tinggal bersama dengan dirinya, sudah sejak lama dia meminta Abigail, mencari wanita penyelamat nya, Daisy, yang kini berada di kediaman nya pun, begitu dia sayangi karena, selain baik hati, Daisy, juga adalah seorang penyayang, dia bahkan memperlakukan ibu Abigail yang sudah tidak muda lagi itu, seperti ibunya sendiri.
Daisy, pun sering membuat roti atau biscuit kesukaan, seluruh keluarga besar itu, bersama dengan beberapa pelayan, dan bahkan teh bunga yang Daisy, buat untuk wanita paruh baya itu juga disukai oleh ayah Abigail.
Seluruh keluarga sayang pada Daisy, wanita rajin, meskipun semua orang selalu melarang dia, mengerjakan pekerjaan pelayan, tapi wanita hamil itu, tidak bisa diam, mungkin karena tidak terbiasa berpangku tangan, Daisy, bahkan sering di marahi Abigail, karena Abigail, sudah menyayangi Abigail, seperti adik baginya, meskipun Abigail, tidak pernah punya adik.
Kini Daisy, tengah menunggu malam, dia sudah menantikan hari berakhir dengan cepat, Daisy, ingin segera menimang bayinya, yang ternyata benar-benar, seorang bayi laki-laki, setelah lima bulan kehamilan nya, dan tidak terasa tetes keringat dan air mata yang selalu menjadi teman setianya, saat malam hari tiba, kini sudah bisa membawa dia, kembali menjadi pribadi yang tegar, dan saat dokter yang memeriksa, kondisi bayi itu mengatakan bahwa dirinya tengah mengandung bayi laki-laki, saat ini harap nya begitu tinggi pada putranya yang akan menjadi teman hidupnya sampai akhir hayat nanti.
Daisy, bukan tidak rindu dengan Anya dan Agam, dan juga sang papah. tapi dia hanya bisa mendoakan agar semua nya baik-baik saja, lewat do'a dan harapan.
Sementara untuk pria yang telah melukai hati nya, dia juga mendoakan, semoga Rayan, akan bahagia dengan masalalu nya, Daisy, juga sudah berusaha untuk melupakan semua nya, tentang Rayan, meskipun sulit.
Sementara itu di kediaman Rayan, tepat pada pukul sebelas malam, pria, yang selama ini merana karena ditinggal oleh istrinya,baru kembali dari kantor nya, sementara kedua adiknya, kini memilih pergi ke negeri orang untuk melanjutkan belajar di sana, dan mencoba untuk mencari keberadaan Daisy, dimana pun, mommy nya itu berada tapi sayang, sampai tiga tahun berlalu, mereka tidak kunjung menemukan Daisy, bahkan kini mereka sudah lulus S3, dan sudah siap memimpin perusahaan milik kedua orang tua nya, yang selama ini dipegang oleh Rayan, bahkan kali ini mereka sudah tidak pernah lagi memakan makanan rumah nya.
__ADS_1
Rayan pun, sudah menyerahkan perusahaan pusat dan cabang pada kedua adiknya itu, sementara dirinya, saat ini memegang perusahaan milik dirinya, yang diwariskan oleh Rayendra, yang kini, sudah tidak lagi muda, dan sudah sering keluar masuk rumah sakit.
Rayan juga memiliki perusahaan sendiri sedari dulu, yang kini sudah berubah nama, menjadi RD, group.