
Setelah kemarin, Marvel mendengar keinginan istrinya ingin bertemu kakek nenek angkatnya, diam-diam ia akan memberi kejutan karena kebetulan libur panjang.
"Sayang, ayo bangun," ucap Marvel membangunkan Kayla
"Vel, ini jam berapa."
"Jam 5 pagi sayang, udah ayo bangun aku akan tunjukkan tempat indah."
"Dimana?" tanya Kayla mengerutkan dahi
"Nanti juga tahu, buruan sayang."
"Iya."
Kayla bangun dan menuju kamar mandi. Ia mengendus bau sabun di sebelahnya sontak, ia ingin muntah segera melihat di laci sabun yang lain untunglah ada yang sesuai dengan hidungnya.
"Aneh banget hidungku apakah ada gangguan," Kayla sambil memegang hidung mancungnya.
Di luar, Marvel melihat istrinya sudah hampir setengah jam. Segera cowok tampan mengetuk pintu.
Tok
Tok
"Sayang, kau masih di situ?" tanya Marvel cemas sambil telinganya di tempelkan pada pintu.
Tiba-tiba pintu itu di buka, alhasil Alden terjatuh.
Brugh
"Aw," ringis Marvel karena pintu terbuka.
"Eh Sayang, maaf ... maaf. Mana yang sakit," cemas Kayla sambil melihat badan suaminya.
"He ... tak ada sayang, cuma becanda," ucap Marvel menunjukkan dua jari damai sambil mengulas senyuman.
Kayla menggeleng kepala heran, tak mau berlama-lama ia segera mengganti pakaian. Pukul enam pagi, Marvel dan Kayla meluncur ke tempat yang di tuju. Perjalanan membutuhkan 3 jam lamanya, Marvel menyuruh istrinya untuk tidur.
Di tempat lain, Raka sedang asyik memilih bahan makanan dan minuman untuk persediaan di apartemennya. Ia ingat akan celetukan sahabatnya Marvel.
"Sobatku keren udah taubat duluan, nah aku belum juga dapet yang pas."
Sekitar 15 menit akhirnya, Raka sudah selesai ia melihat bagian ujung kanan kasir terlihat sepi, buru-buru ia mendorong trolinya menuju kasir itu namun dia kalah duluan dengan seseorang.
"Eh ini aku dulu."
"Enak aja, aku duluan Om."
"Apa kau bilang, Om. Sejak kapan aku nikah sama Tantemu, ngayal aja. Udah sana minggir," ucap Raka kesal
"Eh tapi aku duluan yang masuk, lihatlah Om," tunjuk Hilda sambil mengerucutkan bibir.
"Maaf tuan dan nona, Tapi benar kata nona ini, memang dia yang dulu," terang pegawai kasir.
Raka menghembuskan nafas kasar lalu ia mau mengalah tapi gadis itu dengan beraninya mengacungkan jempol ke bawah, Raka menatap tajam ke arah gadis itu, Raka heran pada gadis itu selalu saja buat moodnya hilang. Setelah membayar di kasir Raka meluncur ke apartement.
....
Kayla dan Marvel baru saja sampai di tempat yang dituju. Marvel kini mencoba membangunkan istrinya yang masih terlelap.
"Sayang, bangunlah," Marvel membangunkan pelan istri tercintanya.
Kayla menggeliat lalu tiba-tiba, ia mual seketika ia keluar dari mobil.
Howek .. howek
Marvel panik lalu memijat tengkuk istrinya agar bisa mengurangi mual.
"Sayang, kau tak apa. Kita ke rumah sakit ya. Kalau tahu tadi kamu tak enak badan mending di apartemen saja," ucap Marvel cemas
__ADS_1
"Aku baik aja, Vel. Udah yuk ini dimana?" tanya sambil menghirup udara sejuk.
"Ini segar sekali, Vel," tambahnya ceria
"Kau suka sayang."
"Hem."
"Ya udah ayo masuk."
"Ayo."
Marvel menggandeng tangan istrinya lalu memberi salam sambil mengetuk pintu rumah sederhana itu.
Tok
Tok
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam. Marvel," sapa Liana
"Iya nek , ini Marvel."
Kayla seketika bahagia sambil bersorak.
"Ye ..ye. Makasih sayang, udah ngabulin permintaanku," Kayla girang
Girangnya Kayla membuat sikapnya aneh, Marvel menggeleng kepala heran hanya di turuti kemauannya ia sudah bahagia.
"Kau sungguh bahagia, sayang," tanya Marvel
"Iya, Vel. Halo Nek, apa kabarnya?" peluk Kayla
"Kabar Nenek baik, sayang. Kau tambah cantik aja Kay, ayo istirahatlah kalian dulu. Kakek masih di toko."
Keduanya beristirahat di kamar, pukul 7 malam Nenek mencoba membangunkan keduanya.
Tok
Tok
"Vel, Kay. Ayo makan malam dulu, nak."
"Iya Nek, tunggu," sahut Kayla
Kayla dengan cepat membangunkan suaminya.
"Vel, ayo bangun."
"Iya sayang, jam berapa sih."
"Jam 7 malam, ayo."
"Iya sayang, aku cuci muka dulu."
Marvel beranjak dari ranjang dan mencuci muka terlebih dahulu kemudian mereka turun. Di ruang makan sudah tersaji berbagai macam makanan khas kampung. Kayla berbinar apalagi ia melihat sambel teri begitu menggodanya.
"Hai Kay, Vel," sapa Adi
"Hai Kakek, baru pulang?" tanya keduanya.
"Tadi setengah jam yang lalu nak, ayo duduklah. Kita makan malam bersama, ini ada kesukaanmu sambel teri, Vel."
"Iya Kek, makasih."
Marvel menarik kursi untuk istrinya dan makan malam pun di mulai, secepat kilat tangan Kayla meraih mangkok sambel teri di depannya. Marvel melihat istrinya mengambil kesukaannya tersenyum, ia tak tahu jika istrinya menyukai itu.
"Makanlah sayang, aku nggak minta," ucap lembut Marvel
__ADS_1
Yasmine mengulas senyuman lalu, mulai makan tapi baru sesuap ia merasakan mual. Kayla berlari menuju kamar mandi dekat dapur dan memuntahkan sekuruh isi perutnya.
Howek ... howek
"Marvel mengetuk pintu kamar mandi itu bertanya pada istrinya
"Sayang, kau tak apa?" tanya Marvel khawatir
"Iya, aku baik-baik aja," teriak Kayla
Kayla heran tadi makanan itu terlihat menggiurkan tapi saat makan kenapa menjadi mual, itulah pikirannya berkelana. Sesaat ia keluar dengan wajah pucat, Marvel memegangi wajah cantik itu tapi mukanya pucat.
"Sayang, hei kau kenapa?" tanya Marvel cemas
Tiba-tiba, Kayla pingsan dan tepat ada Marvel di dekatnya jadi tak sampai jatuh.
Brugh
"Sayang ... sayang. Kau jangan becanda. Nenek, Kakek," teriak Marvel
"Ada apa?" tanya Kakek Nenek
"Ini pingsan Kayla, Kek."
" Anter ke klinik terdekat."
"Ayo mana kunci mobilmu, biar Kakek anter kalian."
"Ini Kek," Marvel menyerahkan kunci mobil ketiganya pun menuju klinik.
Sampai di klinik, suster mulai memeriksanya. Tak sampai satu jam suster keluar dan bertanya.
"Keluarga pasien."
"Saya suster, suaminya " teriak Marvel
Suster itu mengrinyitkan dahi melihat tampang Marvel yang masih bocah SMA . Marvel ingin memberi pelajaran namun di tahan Kakeknya.
"Udah Vel. Masuklah."
Marvel lalu masuk dengan sorotan tajam pada suster itu. Saat masuk ada dokter yang
memeriksa istrinya.
"Selamat malam dokter, bagaimana keadaan istriku."
"Keadaanya baik tuan, maaf apakah benar anda suaminya karena saya melihatnya kalian masih terbilang muda."
"Iya benar dokter karena kita nikah muda. Jadi bagaimana apakah istriku ada penyakit, dokter."
"Oh baiklah, jadi begini tuan. Ada garis muda muncul atau sama artinya dengan anda akan menjadi seorang ayah."
"Apa!" pekik Marvel terkejut
"Selamat ya tuan, umurnya baru satu bulan."
"Terimakasih dokter."
"Baik, ini vitaminnya tuan," sambil menyerahkan obat
"Terimakasih tuan."
"Kalau begitu saya permisi, tuan."
"Silahkan."
Setelah dokter pergi, Marvel masuk ke ruangan istrinya mendekat.
"Sayang, selamat ya. Kita akan jadi orangtua, miss you. cepetan bangun, aku akan memenuhi semua permintaanmu.
__ADS_1