Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Ternyata benar


__ADS_3

setelah makan bersama mereka melanjutkan ketempat Brian saat sampai disana Ben dan Ayunda melongo melihat mansion Brian begitu besar.


"ini rumah siapa Bri."


"ini rumah kita yu."


"maksud om Brian apa."


"uhuk uhuk.." seketika Brian tersedak membuat Ayu terkekeh


"salah sendiri keceplosan." batin Ayu


dan begitu pintu gerbang dibuka semakin Ben dan Ayu saling tatap keheranan.


"Udahlah kalian jangan minder Om nggak bedakan kok."


Mereka turun dari mobil dan masuk disambut para maid berjejer rapi. Brian tersenyum dan memberikan pengumuman.


"untuk semua tolong layani ibu Ayunda dan Ben mulai sekarang ia akan tinggal disini bersama saya."


"Baik tuan."


semua maid kembali ketempatnya masing-masing. ada satu maid yang merasa tak suka ia adalah kepala pelayan dan juga kepercayaan bernama Betty.


didapur Betty sudah menggerutu.


"sialan wanita itu harus aku singkirkan. aku yang boleh jadi pendamping tuan Brian bukan wanita miskin itu." ucap Betty kesal


"cih, elo tu juga sama miskin dia cuma dia berhati mulia nggak kayak elo. elo serigala berbulu domba." ucap Vira maid dirumah Brian.


Betty semakin kesal karena ucapan dari sesama maid disana. ia akan buktikan pada semua orang yang berhak dicintai dan jadi nyonya adalah Betty fiana.


Diruang makan tepatnya


waktu makan malam telah tiba Brian mengajak anaknya untuk turun


"xel, kamu akan daddy kenalin keseorang."


"apa dia kakakku dad."


"hem kamu janji bakal baik dengannya."


"iya axel janji." tersenyum manis.


kemudian Brian dan Axel turun untuk makan malam dan Ayunda sudah berada diruang tamu menunggu mereka turun. Axel dan Ben ssaling memandang terkejut.


"ternyata benar dia kakakku dia mirip dengan daddy."batin Axel


"hay Ben, kenalkan ini Axel umurnya denganmu beda setahun aja".


"ben udah kenal dengannya kemarin Om. hay xel seneng bisa berteman denganmu."


"sama aku juga seneng. boleh aku memanggillmu kakak."


"boleh." Ben tersenyum manis Ayunda terharu anaknya mau menerima anak dari Brian. ia mulai berfikir gimana caranya memberitahu Ben sebenarnya.


"Ya udah kita makan dulu."


mereka pun mulai menyantap makqnan dengan lahap sesekali Brian menatap Ayunda. ia bahagia bosa kumpul dengannya meski status belum resmi dan ia akan segera melamar Ayu.


saat selesai Ben dan Axel berpamitan kekamar sedangkan Ayu membersihkan piring-piringnya. Tiba-tiba Betty menabrak lengann Ayu membuat piring itu terjatuh


prangggg


Ayu kaget dan segera membersihkannya.


"jangan pernah berharap jadi nyonya disini kau mengerti." bisik Betty membuat Ayu melongo dan meninggalkan tanpa membantu.


Ayu tanpa sengaja terkena pecahan piring


"aww." Ayu meringis


tanpa diduga Brian tangannya memegang, meniup dan mehisap darah lembut jari Ayu ia merasa rasanya jantung berdetak lebih cepat.


Brian sadar ditatap oleh Ayu ia segera melepaskan karena ia juga meraskan debaran hati yang sama

__ADS_1


"tu-tunggu yu, aku panggil maid untuk membersihkan ini. kamu nggak usah mengerjakan pekerjaan mereka ya." ucap Brian gugup tapi berusaha menutupinya


"aku gak pa-pa Bri. makasih."


dibalik dinding wanita bernama Betty sudah gemas melihat keduanya malah makin dekat sedangkan maid lain yang melihat cekikikan.


"rasain lo emang enak." ucap maid lain


Ayunda sudah diobati oleh Brian sendiri dengan telaten Ben yang melihat kedekatan bunda dan Om Brian dari atas tangga merasa aneh.


"apakah mereka saling mencintai."batin Ben menerka-nerka.


tanpa disadari ada tepukan bahu pada Ben


pukk


"Hey kak, kok ngelamun."


"gak pa-pa kok. oh ya ada yang lain nggak dari sikap Om sama Bundaku."


"aku sih belum liat. emang ada apa kak."


"kayaknya mereka saling suka dech."


"jika benar, aku setuju kak."


"maksudmu."


"aku seneng jadi adikmu kak dan punya bunda Ayu."


Ben tersenyum kikuk seraya memikirkan hubungan kedua orang dewasa itu. Axel kemudian mengajak Ben untuk segera istirahat karena besok mereka masuk sekolah.


Dikamar Brian


"halo Jo."


"hay brow. ada apa."


"elo lagi sibuk."


"gue makin gugup deket Ayu. enaknya kqpqn gue lamar dia "


"hahhaha dasar ceo bucin. buruan cari waktu tepat."


"oke gue ikutin saran lo. ya udah gue tutup dulu."


Dikamar Ayunda nampak berfikir apakah ia benar merasakan getaran cinta ia takut berhubungan dengan Brian. saat asyik melamun Ben terbangun melihat bundanya melamun.


"bun."


"hay sayang kok belum tidur."


"bunda sendiri kenapa belum tidur."


"bunda lagi mikir nyari kerjaan sayang."


"bunda nggak usah kerja biar Ben."


"sayang, selama bunda masih kuat biar Bunda yang bekerja kamu cukup belajar kerjaan itu kamu kesampingkan dan nomor satu kamu belajar dulu."


"baik bunda. oh ya boleh Ben bertanya."


"apa itu nak."


"kapan Ben bisa bertemu ayah Ben."


Ayunda bingung harus mengatakan bagaimana pada Ben.


"Ben, maafin bunda jika mengecewakanmu."


"maksud bunda."


"Sebenarnya."


kalimat Ayunda terpotong karena terdengar suara ketokan

__ADS_1


Tok


Tok


"bentar Ben bunda buka dulu."


ceklek


"Axel ada apa."


"Axel mimpi buruk boleh aku tidur sama bunda Ayu dan kakak."


"iya boleh ayo masuk."


"siapa bun."


"Axel dia mimpi buruk pengen tidur bareng kita."


"ayo xel."


"hem makasih kak."


jiwa mereka memang tak bisa dipungkiri saling mengasihi karena memang satu ayah batin Ayu


Ayu menutup pintu dan menguncinya mengajak kedua putra tampan itu untuk segera tidur.


keesokan harinya


selesai sarapan Brian mengantar putra putra kecilnya kesekolah. sesampainya disekolah Ben dan Axel keruang kelasnya masing-masing.


pukul 7 tepat guru atau wali kelas dari kelas Ben masuk dengan seorang gadis kecil.


"selamat pagi anak-anak."


"pagiiii bu."


"saya akan memperkenalkan teman baru untuk kalian ya. ayo sini."


"pagi temen-temen kenalkan namaku Tiara maharani Jaya."


"hay." ucap siswa diruang kelas


"terimakasih Tiara silahkan kamu duduk sebelah Ben."


Tiara mengangguk dan berjalan menuju bangkunya sebenaranya bangku itu adalah tempat Dewi cuma gadis kecil itu sedang sakit. mereka saling memperkenalkan diri dan setelah itu mulai mendengarkan pelajaran.


pada waktu istirahat Ben bersama temannya menuju kantin tapi saat ditengah lorong ada yang sengaja menjulurkan kakinya tiba-tiba membuat Ben terjatuh


brukk


"Ben kamu gak pa-pa."


"aku nggak apa-apa. makasih ra."


"hey anak haram, elo itu nggak pantes sekolah disini ini tempatnya orang kaya nggak kayak kamu."


"aku bangga disini karena kepintaran bukan karena kebodohan mengandalkan kekayaan orangtua." ucap Ben makjleb membuat anak laki-laki meradang dia ingin menghajar tapi ditangkis Axel


"jangan pernah ganggu kakakku."


"cih, kakak dari hongkong."


"kamu lebih baik pergi dari sini atau aku laporin ke guru bk."


"beraninya ngancem." anak laki-laki menabrak bahu Ben


"ingat urusan kita belum selesai anak tak tahu diri."


"aku nggak takut."


3 anak laki-laki itu pergi meninggalkan Tiara ,Ben dan Axel.


"kak, gak pa-pa."


"makasih xel."

__ADS_1


"sama-sama kak."


__ADS_2