
"Ayu."
semua menoleh kearah suara Ayu terkejut ada Rio pemuda tampan anak kepala desa setempat yang menyukainya. Brian melihat cowok itu ingin meremas tubuhnya karena tersenyum manis pada istrinya.
Johan bergidik ngeri melihat kecemburuan si boaa mengerikan seperti ingin menelan orang.
"yu, apa kabar."
"Dia baik dan sangat baik siapa kamu." ucap Brian dingin sedingin salju. Ben dan Axel terkekeh melihat daddynya cemburu.
"ehem, bang ada apa kesini."
"aku kangen sama kamu yu."
jedarrrr
ucapan Rio membuat semakin panas Brian, ia pun mendekatinya
"apa lo kata, ulangi lagi."
"gue kangen sama Ayu. apa kurang jelas hah."
"berani-beraninya elo bilang kangen sama istri gue. cari mati lo." bentak Brian dan mencengkram kerah Rio
"Stop dad, kita jangan berantem disini nggak enak diliat tetangga. atau mau libur sebulan."
seketika kerah Rio dilepas mendengar penuturan Ayu. Johan cekikikan melihat, bisanya singa jantan takut pada betinanya.
"pfff." Johan menahan tawa
"diem lo."
"Rio lebih baik kamu pulang. kasihan ayu lagi hamil."
"Apa." ucap Rio terkejut
"Tokcer kan gue. masih nggak percaya."
cup
Brian mencium bibir ranum istrinya lembut semua tercengang dengan kelakuan suami Ayunda.
"hey boy tutup mata. hanya 18++."
" sayang tutup matamu."
" ihh apaan sih Jo, aku pengen lihat so sweet banget."
"kalau mau hayoo sama aku."
"belum muhrim."
Rio menatap tajam keduanya asyik berciuman didepan mata. Brian tersenyum kemenangan.
"rasain lo." batin Brian. dirasa cukup mengenaskan dihati Rio , perlahan Brian melepas pagutannya.
"ooopsss sorry kelepasan tadi." ucap Brian sambil menatap sinis pada Rio
"Yu, gue pulang dulu ya. lain kali kita pasty bertemu lagi. kak Rrna gue balik."
Rena mengangguk dan Rio berbalik badan hanya mengacungkan jempol kebawah pada Brian. Brian tak terima ingin menghajar Rio tapi tangan istrinya mencegah.
"sial." umpatan keluar dari mulut Brian ia yang sudah tak mood segera masuk rumah. Ayu melihat suaminya marah ia berpamitan pada yang lain untuk menyusul.
"dad, kamu marah sama aku."
"nggak sayang, sama si sontoloyo itu marahnya. maaf jadi begini."
"bukan salahmu dad, kita kedepan ya kasihan yang lain nunggu habis itu kita pulang."
"kamu nggak masalah jika kita nggak nginep sayang."
"nggak dad, udah yuk."
Brian akhirnya reda marahnya kalau saja tadi tak ada Ayu mencegahnya, mungkin sudah dilempar badan Rio kekandang macan.
Ayu dan Brian kemudian ikut bergabung yang lain.
"maafin kak Rena ya yuk. aku nggak tahu bakal kek gini."
"nggak apa kak, mungkin tadi hanya kebetulan. ayo kita pesta rujak heee." ucap Ayu sambil bergurau untuk mencairkan suasana
__ADS_1
Brian tersenyum melihat wajah ceria istrinya yang selalu membuat berwarna
"hanya begini saja dia bahagia. love you istriku." batin Brian
.
.
Seminggu kemudian, Brian sedang berada diluar kota bersama Johan. Johan berencana akan melamar kekasihnya Nadia hari ini. Brian beserta anak buahnya sudah menyiapkan moment romantis untuk sahabat sekaligus asistennya.
"gimana sudah beres."
"sudah tuan."
"terimakasih. bonus udah saya transfer."
"terimakasih boss."
saat Brian asyik memainkan ponsel di sebuah restauran diluar kota, terlihat wanita sexy berjalan kearahnya ia pura-pura tidak tahu.
"Brian apa kabar." ucap Vera gadis yang dulu menolaknya ketika SMA.
Brian masih tak bergeming membuat Vera geram
"Bri, maafin gue dulu." sambil memegang tangan Brian
tapi dikibaskan oleh Brian lalu pergi meninggalkan Vera.
"sial. lihat saja gue akan buat elo bertekuk lutut dihadapan gue." ucap Vera kesal
Brian kini memacu kendaraan mewahnya menuju mansion karena sudah rindu dengan wanita dicintainya.
tintong
tintong
ceklek
"tuan."
"Bik, nyonya dimana."
"ada dikamarnya tuan."
Brian segera menemui istrinya saat membuka pintu kamar ia mencari sosok itu tak menemukan dan akhirnya terlihat di balkon sedang asyik nonton drakor.
"sayang." merangkul pinggang istrinya dari belakang
"hay dad, baru pulang. kapan datengnya kok aku nggak tahu."
"barusan, duduk sini." ucap Brian sambil menepuk pahanya agar istrinya duduk
"apa."
"mandilah habis ini kita lihat drama beneran."
"hah."
"udah gak usah banyak tanya ayo mandi sayang. ingat jangan terlalu cantik."
Ayu mengangguk dan berjalan menuju kamar mandi. Brian mengambilkan baju untuk istrinya. ia begitu telaten mengurus istri sama dengan halnya Ayu juga pandai buat dia seneng.
15 menit akhirnya perempuan hamil itu keluar dari kamar mandi masih menggunakan piyama handuk dengan rambut basahnya. Brian mendekati dan mencium tengkuk leher istrinya.
"kau selalu jadi canduku sayang." bisik Brian membuat merinding Ayu
"Sini biar daddy bantu ngeringin." ucap Brian lagi
"makasih dad."
tak lama Ayu dan Brian sudah rapi dan mereka terlihat cantik dan tampan. Ayu menggandeng lengan Brian dan berjalan kebawah.
"are you ready beb."
"heee. ready."
Saat dibawah sudah ada 2 lelaki tampan kecil menunggu.
"hy sayang udah lama nunggunya."
"10 menit yang lalu. kalian ngapain sih dad."
__ADS_1
"rahasia."
"cih, main rahasiaan segala."
"uda nggak usah ribut, kita berangkat." ucap Ayu mengajak semua.
merekapun masuk kedalam mobil mewah diantar sopir keluarga. tak lama mereka sudah sampai didepan restauran ternama.
"nae leseutolang-e osin geos-eul hwan-yeonghabnida seonsaengnim, mr. Brian."
" Hah." ayu melongo
"ngomong apa dad."
"naek. naek apa tanya ya."
"pfff." brian menahan tawa
"selamat datang direstauranku tuan Brian."
"waw, kamu tahu Ben."
Ben tak menjawab hanya menyunggingkan senyuman. Ayu malu tak mengerty bahasa lain, Brian mengelus bahu istrinya tahu jika tak nyaman dengan ini. mereka pun duduk dan menunggu pangeran kodok membawa putri cantiknya.
Dan akhirnya muncul
Terlihat Johan menuntun Nadia untuk duduk agak jauh dari tempat Brian.
" Sayang duduk pelan-pelan."
Johan membuka penutup mata Nadia perlahan.
"jangan buka mata sebelum aku menyuruhmu oke."
1
2
3
"buka matamu."
alunan musik terdengar merdu dan romantis, bersamaan itu Johan mengucap kata
"will you marry me." sambil menunjukkan sebuah cincin indah bermata berlian
Nadia terkejut dengan semua ada didepannya, ia tak menyangka akan dilamar Johan. ia mengira Johan hanya main saja dengannya.
"gimana sayang, udah pegel nih kaki."
"dasar, niat nggak sih."
"niat dunk."
" aku terima dengan seneng hati."
"beneran sayang."
"iya."
"i love you full Nadia." teriak
"gue diterima boss." teriak Johan lagi
Brian menunjuk gelasnya bersulang bersama Ayu. mereka bahagia akhirnya bujang lapuk bisa mengakhiri kejombloan.
Johan menyematkan cincin pada jari Nadia beberapa menit datanglah Ayah angkat Nadia tuan Wijaya.
"selamat nak, berbahagialah."
"makasih papa."
"makasih om."
"panggil papa jo."
"heee iya pa." memeluk Wijaya
kemudian Brian beserta keluarga menghampiri mereka dan bergabung.
"selamat Johan akhirnya lulus ujian jonesnya."
__ADS_1
"dasar boss nggak ada akhlak." Johan memeluk brian
Semua tertawa bersama menikmati suasana tapi tidak dengan wanita seberang yang geram melihatnya