
Setelah kepergian Herlina dari ruangannya, Marvel menelpon salah satu bodyguardnya.
"Halo bos."
"Bagaimana situasi."
"Tawanan tak mau makan, bos."
"Paksa atau robek mulutnya, setelah itu lempar perempuan itu ke kampung terpencil yang tak ada yang mengenalinya."
"Siap bos."
Marvel menutup telpon lalu beralih mengajak istri untuk pulang karena persiapan ke kampung Ega.
"Come on ladies, kita siap-siap ke kampung Ega."
"Siap baginda."
Marvel menoel hidung macung istrinya lalu mereka turun bersama sampai di lobby pasangan muda tersebut jad pusat perhatian karena santun dan berwibawa.
"Sumpah, ceo kita sungguh membuaku baper sama istrinya."
"Iya dulu tuan Ben sekarang keturunannya."
"Iya dunk lihat dulu bebet nya makanya jadinya begini."
"Udah-udah ghibah nanti lagi, kasihan yang diomongin."
"Siap sayang."
Marvel dan Kayla bersiap meluncur ke kediamannya, sebelum itu mereka mampir ketempat babyshop membeli keperluan twins karena kebetulan ada yang habis.
"Udah sayang, ayo."
"Oke."
Mereka pun melanjutkan kediaman, sampai di rumah twins tengah bermain dengan babysitter. Marvel dan Kayla mendekatinya
"Hai Arthur, Sha."
"Mommy, Daddy."
"Ini Mommy beliin kesukaan kalian, oh ya kasih mbak juga ya," Kayla memberikan satu kantong jajan dan minuman pada buah hatinya.
"Siap Mom."
"Mommy, and Daddy, naik ke kamar dulu ya."
"Bakk Mom, Dad."
"Oh ya siapin keperluan anak-anak ya, kita akan hari ini ke kampung Ega."
"Baik non."
Marvel dan Kayla naik ke kamarnya bergegas mandi, setelah 20 menit mereka sudah rapi.
"Sayang, jangan cantik-cantik dunk."
"Vel, aku nggak pake bedak lo, cuma pake krim sama lipstik aja."
"Tapi kau sungguh membuatku tak ingin pergi, nih pakai," Marvel memberikan kacamata hitam serta masker.
__ADS_1
"Vel, aku nggak mau pakai. Ini dipikir kayak orang penyakitan."
"Ayo dunk sayang, biar orang-orang nggak mandang kamu."
"Ih nyebelin banget sih."
Akhirnya Kayla mau tak mau memakainya, membuat Marvel tersenyum puas. Terutama Marvel menyuruh istri tapi dia juga melakukan hal yang sama membuat Kayla menyunggingkan senyuman.
"Dasar aneh."
Marvel dan Kayla trun dan mereka terkejut keluarga besar berada di bawah.
"Loh Mi, Dad, Kok ke sini."
"Mau ngajak bareng pasti mau ke Ega bukan."
"Tahu gitu Mi."
"Takut ada yang ngambek kalau nggak barengan. Udah siap semua, kan," taya Bebi pada putranya
"Sudah Mi. Bentar Marvel lihat twins."
"Mi," Kayla menyalami punggung tangan mertuanya
Tak lama, mereka mulai masuk mobil, ada sekitar 7 mobil berangkat bersama. 3 mobil untuk bodyguard sedangkan 4 mobil berisi Arga dan istri, Twins, Marvel dan Kayla serta baby sitter, Hilda, Berlian dan Raka dan satu mobil berisi sopir cadangan jika kelelahan. Ben juga menyewa pihak kepolisian untuk mengatur jalannya ke kampung Ega karena dia kasihan dengan cucunya jika kelamaan di jalan. Keluarga memilih perjalanan lewat darat karena mudah di jangkau sedangkan kalau pesawat harus transit lagi.
Pukul 5 sore mereka berangkat hingga akhirnya sampai di kampung Ega pukul 12 dini hari. Perjalanan mereka cukup melelahkan karena sempat macet. Kini para rombongan sudah di depan hotel tak jauh dari acara Ega.
"Huh, akhirnya yang, bisa memelukmu sspetti ini," Marvel memeluk istrinya dari belakang yang baru saja turun dari mobil.
Tiba-tiba, ada yang membuyarkannya
"Ehehm. Dasar nggak tahu tempat," ejek Ben pada putranya.
"Ih sayang, kamu kok belain anak nakal ini," rengek Ben membuat Sejoli muda itu terkekeh
"Lihat lah sayang, aku pengen kayak Mami dan Daddy setia sampai kapanpun."
"Amien."
"Ayo masuk, kita checkin dulu."
"Dasar genit."
Saat rombongan keluarga Ben masuk dan check in, semua mata tertuju pada mereka. Mereka sungguh kagum dengan keluarga orang terkaya di Indo itu tengah menginap di hotel tersebut tak gengsi karena hotel tak semewah di kota.
Sekitar 15 menit, akhirnya keluarga Ben bisa masuk kamar, mereka pun beristirahat sejenak melepas lelah karena perjalanan.
Esoknya, keluarga Ben sudah bangun pagi sekali karena Kayla dan Hilda jadi bridemades Ega. Pagi ini perias sudah berada di kamar membuat dua bidadari menjadi cantik. Sekitar 15 menit menunghu akhirnya Kayla dan Hilda sudah di sulap bak bidadari. Marvel dan Raka sama-sama terpana pada istrinya.
"Kita urung aja ya sayang, ke nikahan Ega."
"Jangan harap," ucapnya sambil melototi marvel
"He ... iya sayang, aku mah ngikut kamu aja."
"Hahahaha, kakak langsung deh nyalinya menciut kena semprot kak Marvel."
"Kau kayaknya seneng baget deh, Hil," ucapnya tanpa melihat adiknya
"Tahu gitu."
__ADS_1
"Udah sayang, kalian berantem mulu. Nggak capek," tutur Raka pada istri kecilnya
"Nggak," ucap kompak Hilda dan Marvel barengan, Raka dan Yasmine menggeleng kepala heran dengan kakak adek tersebut.
"Oh ya Dira kok gak ikut kita, Hil," tanya Kayla
"Bareng calon mertuanya, kak."
"Siapa?"
"Sayang, selsma ini dia sama si kamvret sialan Willi itu."
"Oh begitu pantes jarang banget liatnya."
Dan terdengar suara bel dari pintu kamar, Raka pun membukanya
"Mami."
"Ayo mana yang lain nanti telat."
"Baik Mi, kita turun."
Raka menutup pintu lalu mengajak semua turun. Pasangan itu menjadi orotan kembali saat turun dengan busana pesta bak artis.
"Keren sekali mereka."
"Iya, tuan Ben masih tetap berwibawa sekali."
Dan para bodyguard membukakan pintu mobil untuk mereka satu persatu masuk ke dalam mobil meluncur ke kediaman Ega.
Di kediaman Ega, sudah ramai banyak orang terutama keluarga besar Rudi dan Hesti. Rombongan keluarga Wiliam akhirnya tiba juga di tempat acara, lagi dan lagi menjadi sorotan dari tamu lain. Bebi dan Ben berjalan menuju acara diikuti pasnagan Kayla Marvel serta baby twins dan kedua babysitterya, lalu ada Raka, Berlian dan Hilda. Semua terpukau dengan kehadiran orang terkaya datang di kampung mereka. Dan disana ternyata sudah ada Erik, Ferry beserta keluarga.
Tak lama acara akad nikah dimulai.
"Baik, akad nikah dimulai ya, nak. Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan kawinkan engkau Leo raharja dengan ananda Ega putri dengan maskawin sebuah mobil dengan rumah senilai 1 milyar dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya, Ega putri dengan maskawin tersebut di bayar tunai."
"Gimana saksi?"
"Sah."
"Sah."
"Alhamdulillah."
Dan tak lama, mempelai wanita diiring bersama bridemades menuju suami di tempat akad. Leo meneteskan air mata harunya karena akhirnya sah menjadi suami istri. Ega dan Leo pun mengucap janji suci lalu bergantian memasangkan cincin.
Setelah acara akad nikah sorenya lanjut resepsi, Di saat acara resepsi Kayla merasakan kepalanya pusing. Ia duduk bersandar karena tak kuat. Marvel yang tengah bersama Willi dan Revan melihat istrinya seperti kecapekan, segera ia menghampirinya.
"Sayang, kau kenapa hem."
"Aku hanya lelah aja, sayang."
"Kita ke hotel ya, kau istirahat."
"Nggak disini aja."
"Tapi wajahmu pucat."
"Udah diem deh, udah sana pergi," usir Kayla pada suaminya membuat Marvel heran dengan kelakuan istrinya.
__ADS_1
"Aneh," batin Marvel