
Marvel dan Kayla turun dari mobil lalu, pandangan para mahasiswa menatap kearah Kayla dengan tatapan aneh ia menyadari jika ia memakai pakaian dengan syal melingkar di leher putihnya dan rambut hitamnya tergerai indah.
Para mahasiswa berpikiran jika ada sesuatu dibalik syal Kayla. Kayla yang ditatap merasa risih dan memarahi Marvel saat sampai di depan kelas.
"Ini semua gara-gara kau, Vel " bisik Kayla
"Kok bisa sih, sayang. Salah kanda apa, hem."
"Masih pakai tanya pula, lihat dandananku akibat ulahmu."
"Biarin, biar tahu semua kalau kau milikku sayang. Udah dunk jangan cemberut," ucap Marvel sambil memegangi pipi tirus istrinya.
Tiba-tiba, ada seseorang sengaja menyenggol Alden agar menyudahi romantisme keduanya. Siapalagi kalau bukan Revi.
"Sok romantis," cibir Revi dan duduk di bangkunya
"Syirik."
"Udah Vel, masuk sana."
"Iya, kalau ada apa-apa hubungi aku. Aku akan musnahkan binatang apapun itu," teriak Marvel agar di dengar Revi
"Iya sayang, udah sana dosenku killer hari ini, oke."
"Baik sayang, emmuaah," kecup jauh dari Marvel untuk Kayla.
Kayla berjalan menuju bangkunya namun kaki Revi sengaja ia selonjorkan saat melintas.
Brugh
"Sialan tuh cewek, mau main-main denganku," gerutu Kayla kesal ia akan membalasnya jika sudah ada waktu tepat.
"Huuuu," sorak semua
Saat semua bersorak ada yang mengulurkan tangannya pada Kayla. Kayla terkejut dan mendongak di adalah lelaki tampan mahasiswa baru.
"Thanks."
Kayla tak menerima ukuran tangan lelaki itu ia hanya berterimakasih lalu duduk di sebelah Riska. Sedangkan lelaki itu nampak heran kenapa ia ditolak oleh perempuan biasanya perempuan juga mengejarnya. Revi melihat keduanya merasa kesal, kenapa harus Kayla yang mendapat perhatian itu. Ia akan berusaha merebut mahasiswa baru itu, ia berpikir tak dapat Marvel dapat yang lain.
Tak lama, dosen killer msuk dan mulai memperkenalkan mahasiswa baru itu.
"Selamat pagi semua, Bapak akan memperkenalkan pada kalian teman baru di pindahan dari Australia namanya Jason. Silahkan kau perkenalkan dirimu."
"Pagi semua, perkenalkan saya Jason. Semoga semua bisa berteman dengan saya," ucap Jason sambil melirik ke arah Kayla. Kayla merasa ditatap berpura-pura tidak tahu.
"Silahkan kamu duduk sebelah Revi, dia kebetulan juga mahasiswi baru."
Revi merasa disebut namanya kegirangan dan segera membersihkan bangku sebelahnya agar Jason bisa duduk dengan nyaman. Jason berjalan dan berhenti sejenak melirik Yasmine lau lanjut duduk di sebelah Revi, Riska melihat tatapan Jason rasanya berbeda.
"Eh Yas, Jason sepertinya suka denganmu."
"Masak sih, kan baru ketemu."
"Iya kamu lihat aja dari pertama tatapannya beda kayak Marvel sama kamu."
"Jangan sampai Ris, bisa perang dunia lagi nanti kalau Marvel tahu."
"Iya-iya, takut banget ya sama Marvel."
"Bukan takut, tapi aku menjaga pernikahanku Ris."
"Baiklah nona, apalah dayaku yang belum menikah," kekehnya
"Nanti ikut kan ekstra."
__ADS_1
"Iya, tenang."
Pelajaran pun dimulai oleh dosen killer itu. Di sisi lain, Marvel dihubungi pihak pengacara agar secepatnya menghadiri sidang Kenzi.
"Iya nanti aku datang, Pak. Jam berapa mulainya."
"Jam 10 tuan."
"Oke baiklah."
Marvel menutup telpon dan kembali ke kelasnya. Willi melihat raut wajah Marvel tegang menyenggol lengannya.
"Ada apa Vel."
"Nanti sidang Kenzi, tapi Kayla ada ekstra gimana nih."
"Iya bilang aja suruh libur Vel."
"Oke, nanti aku coba."
Tak terasa dua jam sudah dosen killer di kelas Kayla mengajar, tak lama dosen itu menyudahi pembelajarannya.
"Baiklah kita ketemu lagi minggu depan, selamat siang."
"Siang Pak."
Kayla lega sudah berakhir pembelajaran dosen killer itu, ia mengajak Riska untuk menemui Marvel.
"Ayo Ris, ke kelas Marvel."
"Ayo."
Tapi langkah keduanya terhenti saat mendapat sapaan dari mahasiswa baru itu.
"Hei, boleh berteman."
"Tapi maaf kita buru-buru ya. Bye."
Kayla mengajak Riska agar pergi dari hadapan Jason.
Jason tersenyum miring melihat tingkah Kayla, ia nampak penasaran pada perempuan cantik itu.
"Cantik."
Di kelas Marvel baru saja selesai mata kuliahnya, dan ia bergegas ke kelas menjemput bidadari seperti biasanya. Tapi ia terkejut saat bidadari syurganya datang lebih awal.
"Hei Daddy," sapa Kayla
"Waw, kejutan sayang. Kau tumben udah selesai."
"Iya dosennya capek ngomel mungkin," Kayla tersenyum geli
"Oh ya sayang, kamu bisa nggak libur ekstranya. Kita disuruh datang di sidang Kenzi."
"Begitu ya, Gimana Ris."
"Loh kok aku, Kay. Aku terserah kamu aja."
"Ya udah, aku libur dulu. Maaf ya Ris."
"Nggak apa Kay, kan ada urusan penting. Lain kali juga bisa."
"Ya udah, kita berangkat dulu sayang."
"Kau nggak apa, Ris."
__ADS_1
"Nggak, udah sana balik."
"Bye Ris."
"Bye."
Marvel menggenggam tangan istrinya keluar dari kelas, di jalan menuju parkiran mereka bertemu Jason. Jason menatap Kayla yang digenggam tangannya seolah bertanya-tanya hubungan Kayla dengan lelaki tersebut. Dan ia pun menyapa Kayla penuh hangat agar tak dicurigai.
"Hai Kay, mau pulang."
Kayla berhenti dan menoleh.
"Oh iya Jason."
"Hati-hati."
Marvel melihat tatapan lelaki bernama Jason berbeda dari biasanya. Marvel masuk mobil tapi tak memacu mobilnya melainkan bertanya pada istri.
"Siapa cowok tadi, sayang."
"Dia mahasiswa baru, Vel. Udah nggak usah cemburu. Aku hanya milikmu meski beribu cowok mendatangiku, aku tetap mencintaimu seorang."
"Gombal banget sih."
"Nggak percaya, ya udah. Ini berangkat nggak sih."
"Iya-iya. Siap meluncur tuan putri."
Marvel memacu kendaraan menuju rutan menghadiri persidangan Kenzi. Di rutan sudah banyak pencari berita siap meliput apalagi terlihat Marvel dan Kayla baru saja turun. Tapi mereka berdua tak menanggapi pencari berita karena bisa memakan waktu untuk sidang.
Saat di ruang sidang, mereka berpapasan dengan Kenzi yang terlihat tak terawat sungguh miris melihatnya. Dan sidang dimulai, hakim menjatuhkan hukuman pada Kenzi selama 20 tahun penjara. Sesungguhnya, Marvel keberatan namun pengacara memberikan penjelasan sesuai undang-undang.
"Apakah itu nggak terlalu lama, Vel," tanya lirih
"Itu udah pantas di hukum seperti itu sayang.
Malahan aku pengennya dia di tembak mati aja."
"Kau itu macam mafia aja."
"Jelas."
"Apa!" pekiknya
"Sttt, diem sayang. Jangan berisik, kita pulang aja ya berisiknya di bungkus dulu."
"Emang makanan dibungkus, kau itu ada aja Vel."
"He ... canda sayang."
Keduanya pulang karena Kayla sudah merindukan twin yang gembul dan menggemaskan itu. Tiba di kediamannya, Marvel dan Kayla saling pandang saat ada sekitar 4 kendaraan berjejer parkir di depan halamannya. Mereka turun berjalan beriringan masuk ke dalam rumah, dan benar tebakannya. Bahwa ada tamu tapi keluarga mereka berdua.
"Assalamualaikum."
"Waaikumsalam."
"Duh the best couple baru pulang, kemana aja baru pulang. habis kencan ya," seruan Viona
"He ... nggak. Hai baby cantik," sapa Kayla pada bayi sembilan bulan Viona
"Halo aunti, makin cantik aja."
"He ... bisa aja kamu. Eh udah lama datengnya."
"Baru 30 menit yang lalu."
__ADS_1
"Mama, Papa nggak ikut," tanya Kayla mencari keberadaan orangtua
"Kata siapa nggak ikut," terdengar ucapan dari arah ruang makan.