Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Undangan Ferry Rika


__ADS_3

Angga terkejut saat yang menjabat tangannya adalah Ben pengusaha terkenal di negeri ini. Buru-buru Angga minta maaf.


"Maaf kak Ben dan kakak cantik," ucapnya menunduk


"Apa kau bilang?" ucap Ben ingin memukul


"Sayang," cegah Bebi


Ben tak jadi memukulnya karena perkataan istri.


"Sudah, kau pergilah."


"Baik kak, terimakasih. Sampai jumpa lagi."


Angga berlari kencang meninggalkan semua, sedangkan Ben mengajak Ayunda dan Bebi untuk pulang.


Sampai di kediaman, mereka mulai sarapan pagi bersama. Tiba-tiba, ada dering ponsel Ben di sela makan. Ben tak mau menjawab, jika dia sedang menikmati makanan. 15 menit akhirnya selesai acara makan paginya, ia berpamitan untuk menelpon balik orang yang menelponnya tadi.


"Halo, ada apa Fer?"


"Hai bos, sorry ganggu. Aku udah di Indonesia, nanti kau mampir ke apartement ya."


"Sendirian."


"Tidak, sama calon istri."


"Oh ya sudah, nanti aku akan bawa istri ku. Udah dulu Fer, aku ada meeting pagi ini."


"Baiklah bos, selamat bekerja."


Ben menutup telpon dan kembali menemui istri dan mertuanya.


"Aku berangkat dulu, sayang," ucap Ben dan mengecup kening istri beralih mengelus perut Bebi


"Iya, hati-hati sayang."


"Bunda, Daddy, Ben pamit," Ben mencium punggung tangan orangtuanya


"Iya Ben."


Di apartement,  Ferry mengajak calon istrinya untuk menemui Bebi agar tak bosan.


"Sayang, kau sudah siap?" tanya nya lembut


"Udah, ayo."


Ferry menaikkan satu alis bingung melihat dandanan Bebi memakai kacamata hitam dan masker.


"Sayang, kau kenapa dandan seperti ini."


"Aku takut polisi tahu aku ada di sini."


Ferry mendekat dan memeluknya.


"Tak ada yang bisa membawamu ke situ lagi, sayang."


"Kenapa begitu, aku masih buronan, sayang."


"Siapa bilang."


"Aku."


"Kau saja berpikiran itu."


"Eh tunggu dulu, jangan bilang kau."


Ucapan terhenti lalu menatap penuh selidik pada calon suaminya. Ferry tersenyum tipis Rika mencurigainya


"Ayo katakan, tuan Ferry atmaja."


"Pengen tahu sekali," goda Ferry


"Ih kau menyebalkan, ya udah aku nggak jadi nikah sama kamu," ucapnya cemberut dan duduk


"Hei ... hei, jangan pernah ucap kata itu sayang. Dengerin ya, kau sudah bebas. Bebi dan Ben sudah mencabut laporanmu."


"Oh ya, kenapa tak bilang daritadi. Tunggu aku mau benerin makeup dulu."


Ferry tertawa melihat Rika kesal saat ia mengerjainya. Tak butuh lama, wanita cantik berbadan dua sudah menjadi sempurna wajahnya.


"Come on, tampan,"ucap genit Rika

__ADS_1


"Dasar genit, let's go!" seru Ferry


Mobil mewah milik Ferry sudah melesat menuju kediaman Ben. Dan saat sampai, salah satu maid menyambutnya.


"Selamat pagi, tuan."


"Pagi bik, ada nona Bebi."


"Ada tuan. Mari silahkan masuk."


Keduanya duduk di sofa ruang tamu, maid itu menemui nonanya berada di ruang keluarga.


"Nona maaf, ada tamu."


"Siapa bik?"


"Tuan Ferry, nona."


"Baiklah, jangan lupa buatkan minum bik."


"Baik nona."


Bebi segera menemui Ferry di ruang tamu entah apa maksud kedatangannya.


"Hai, Ferry, Rika. Aku kira kau datang sendiri, Fer."


"Tentu tidak nona Bebi, kan sudah tidak sendiri."


"Oh iya lupa. Udah pada sarapan nih."


"Udah Beb, oh ya aku mau bilang makasih kamu udah cabut laporan."


"Sama-sama. Aku harap kau tak mengecewakanku, Rik."


"Tentu tidak, Beb."


"Oh ya Beb, aku titip Rika dulu ya. Aku mau ke kantor Ben ada perlu."


"Boleh."


"Makasih Beb."


"Hahahahaha, siap bu bos. Sayang, aku pergi dulu."


"Iya hati-hati."


Setelah kepergian Ferry, Bebi mengajaknya di ruang keluarga menonton drakor kesukaan.


"Umur kandunganmu denganku tak beda jauh kan, Rik."


"I-iya Beb."


"Nggak usah gugup, aku udah nggak ada rasa ingin membalas."


"Kau sungguh baik, Beb. Aku malu bisanya dulu berusaha merebut suamimu."


"Itu dulu, sekarang kita pikir masa depan aja. Oh ya, gimana kalau kita bikin kue bareng."


"Boleh, tapi ini nggak jadi nonton drakornya."


"Oh iya ya."


"Oh dasar bumil."


"Sama dengan kau," ucap Bebi tertawa bersama


Sedangkan Ferry sudah di depan ruangan Ben dan mulai mengetuknya


Tok


Tok


"Fer, ayo duduklah."


"Sorry ganggu."


"Sangat, aku ke sini ngasih ini ke kalian," ucap Ferry memberikan undangan pernikahannya


"Waw, gercep nih."


"Iya dunk, masak kalian aja yang bisa. Aku juga harus."

__ADS_1


"Hahahahaha dia udah nggak sabar bro. Dasar bujang lapuk."


"Ini emang bos laknat, ngatain aku mulu, Rudi."


"Kau baru sadar, kemana aja."


"Bos sama asisten sama aja."


"Udah-udah jangan lupa dateng kalian."


"Ada makanan gratis."


"Huh, dasar otak gratisan kau itu, Rudi."


"Hahahahahaha," Ketiganya tertawa bersama


Di kediaman Baratawijaya, Brian dan Ayunda terkejut saat ada Rika di rumahnya. Seketika keduanya memandang bingung, Bebi tersenyum menyambut mertua dan mulai menjelaskan.


"Dad, Bunda Duduk ya, Bebi akan jelaskan. kenapa tak kabari Bebi?"


Setelah kedua orangtua duduk, Bebi mulai menceritakan semua tanpa terlewatkan.


Mertuanya pun mengangguk mengerti apa yang telah dibicarakan menantunya.


"Nah, gitu Bunda, Daddy, jadi Bebi mohon  jangan saling membenci itu sudah berlalu. Bebi sudah memaafkan."


Ayunda tak tahan memeluk Ara lalu  berkata, "Kau sungguh baik, Bebi. Memaafkan kesalahan Rika."


"Iya Bunda, saling memaafkan itu lebih baik. Bebi tak ingin cari musuh."


"Papamu pasti bangga di surga, sayang. Oh ya, Rika ke sini dengan siapa, Beb?" tanya Ayunda


"Dengan calon suaminya, Bunda."


"Oh ya siapa?"


"Saya Om," celetuk   Ferry tiba-tiba


"Oh astaga, kau udah kayak hantu, Fer."


"He ... he maaf Om, Tante. Aku udah nggak tahan pengen ngomong."


"Dasar nakal, mana Ben?"


"Masih di kantor, putra Om sangat pekerja keras."


"Iya dunk, kamu juga gitu."


"Oh siap, itu Om. Oh, ya sayang kita balik ya."


"Loh kok cepet amat, Fer."


"Kita harus balik ke Singapura, Tante. Masih harus diselesaikan pekerjaannya. Oh ya Om dan Tante harus datang ke acara pernikahanku."


"Iya Fer, kami usahakan datang."


"Baiklah semua, aku dan Ferry pamit ya."


"Hati-hati Rik, Fer."


"Iya Beb, Om, Tan. Kami permisi."


Tak butuh lama, Bebi menggiring kedua orangtua untuk segera beristirahat di kamar. Sedangkan dia akan naik ke kamar. Tapi terhenti saat ada seruan dari seseorang.


"Hai semua," sapa Ben dan Axel


"Nah, tuh dia anak nakalnya."


"Kakak aja yang nakal, aku nggak," ucap Axel


"Huh, kau itu sama aja, Xel."


"Udah, malah berantem."


Ferry dan Rika pun masuk ke dalam mobil dan melajukan menuju apartemen. Sesampanya diapartemen, Keduanya merbahkan tubuh di sofa.


"Makasih sayang, atas semuanya," ucap Rika pada Ferry


Saat asyik bermesraan ada dering telepon, Ferry mengerutkan dahi


"Siapa?"

__ADS_1


__ADS_2