
Lelaki itu adalah lawan Alex nanti di balapan malam. Pria itu tersenyum smirk melihat Alex.
"Kau lihat aku bakal menang nanti."
"Silahkan saja."
Alex melanjutkan latihannya di ikuti para kawannya. Lelaki nampak kesal karena di cuekin Alex.
Tak terasa waktu cepat berlalu, kini sudah menunjukkan pukul 4 sore. Alex memutuskan beristirahat sejenak di markas.
"Bri, kau istirahat disini aja. Kalau pulang adanya di pecat aku."
"Hahahhha kau sih nggak kapok juga, Lex."
Tak lama, ada dering ponsel Alex namun tak dihiraukan Alex, para kawannya risih lalu membangunkan Alex.
"Lex, ponsel kau daritadi dering mulu."
"Ha, jam berapa sih."
"Jam 5 "
"Oh my god."
Tanpa menjawab telpon dari kekasihnya, ia meluncur ke kantor menjemput. Sampai disana wajah cantik Lala berubah masam apalagi si tampan telat jemputnya.
"Sayang, maaf. Aku ketiduran," ucap Alex memohon dengan wajah paniknya.
"Iya, ayo."
"Senyum ya."
Lala menunjukkan senyum manisnya padahal ia masih kesal saja, tak lama Lala sudah di rumahsakit. Ia minta Kekasihnya mengantar ke situ karena ia merindukan Papa nya.
"Asalamualaikum, pa," sapa Lala saat masuk ruangan Papanya.
"Pa, alhamdulillah hari ini lancar kerja Lala. Doain lancar terus ya, oh ya Lala nggak bisa nemenin lama, kareena mau lihat Alex mau balap motor. Doakan dia menang ya Pa karena untuk anak panti asuhan. Yauda Lala nggak bisa lama ya, mau antar Alex. Asalamuaiakum."
"Om, doakan Alex menang ya. Uangnya mau di sumbangin bukan untuk foya-foya kok. Assalamuaikum."
"Waaikumsalam nak," batin Arya
Keduanya keluar dari ruangan dan bersiap menuju tempat balap, sampai disana pukul 6 sore dan sudah banyak yang siap nonton. Saat Alex keluar dari mobil bersama cewek cantik bule semua terkejut karena selama ini ta oerh mebawa kekasih.
"Waw, lihatlah ada bidadari nyasar disini," ucap lawan ALex.
Alex kesal ingin menghampir namun di cegah kekasihnya itu.
"Udah biarin kamu fokus ke balapan aja. Aku doain lancar dan menang."
"Makasih sayang," kecup tangan Alex pada kekasihnya.
Tak lama Alex sudah bersiap memakai motor balap dan juga lawannya. Semua terlihat tegang karena malam ini terakhir untuk Alex ,karena dia akan fokus ujian.
"Oke kita hitung mundur ya."
3
2
1
"Go," seru panitia.
Alex dan lawannya memacu kencang jalanan yang di tentukan malam ini berhadiah 1 milyar hingga pada sebuah tikungan terakhir tinggal selangkah lagi Alex hilang kendali dan di tabrak dari belakang oleh lawannya namun tetap Alex yang menang karena cctv menunjukkan lawan curang sengaja menabrak Alex.
Brak
Brak
Sreeet
"Tidaaaaakk, Alex," teriak Lala pada kekasihnya yang terpental dari motor.
Dan bersamaan Kayla memecahkan gelas kopi yang akan di berikan suaminya.
Prang
"Astaga, ada apa ini. Kenapa hatiku gelisah ya Tuhan," ucap Kayla sambil membersihkan bekas pecahan gelasnya. Marvel mendengar suara pecahan seketika menghampiri.
"Sayang, kau kenapa hem?"
__ADS_1
"Ini gelas kopinya pecah dan tak tau kenapa hatiku ingin menangis, Dad."
"Sayang, tenang. Pasti tak ada sesuatu," memeluk Kayla menenangkan.
Dan sebuah telpon membuat Marvel mengangkatnya.
"Udah sayang, biar bibik aja."
"Halo maaf siapa?"
"Halo, apakah ini orangtua dari Alexandro Baratawijaya."
"Iya bener pak, maaf ada apa ya pak."
"Saya dari pihak kepolisian memberitahu jika putra anda mengalami kecelakaan dan sekarang dirawat di rumah sakit."
"Apa!"
Marvel menerima telpon tak terasa meneteskan air matanya saat mengetahui putra bungsung kecelakaan. Kayla dari dapur melihat wajah sedih Marvel mendekatinya.
"Dad, kau kenapa," ucap Kayla panik.
"Alex, sayang. Kita harus ke rumahsakit. Dia kecelakaan."
"Apa! Astaga firasatku bener ya Tuhan. Ayo Dad, buruan."
Kayla dan Marvel diantar oleh sopir keluarga sampai di rumahsakit banyak teman-teman Alex datang dan diantara mereka ada Lala. Lala menghampiri Kayla.
"Tante, Alex masih belum sadar."
"Kenapa bisa begini nak."
"Dia balapan motor, tante."
Tiba-tiba perwakilan komunitas balapan itu menghampiri Kayla.
"Maafkan kami Tante, dia hanya ingin hadiah ini lau disumbangkan ke panti asuhan atau anak jalanan, dan juga ia ikut semua ini hanya untuk itu. Kami sudah melarangnya tapi ia bersikukuh," memberikan sebuah amplop berisi uang.
Kayla dan Marvel tak percaya apa yang dilakukan putra nya sungguh membuat mereka menyesal berulang kali menuduh Alex hanya main-main.
Tangis Kayla semakin pecah saat tahu kondisi putranya tak sadarkan diri. Marvel mengerahkan anak buah mencari pelaku percobaan pembunuhan itu.
Sudah seminggu Alex belum sadar, selama itu Kayla bolak balik rumahsakit Papa dan Alex untuk mengetahui perkembangan dua orang di cintanya. Para keluarga dari Indonesia satu persatu mulai berdatangan menjenguk Alex terutama twins yang sangat sedih saat tahu adiknya kecelakaan.
"Mom, sampai kapan Alex tidur. Hiks ... hiks," keluh Sha pada Kayla.
"Doakan saja nak, kamu nggak boleh terlalu memikirkannya, kasihan baby mu."
"Iya Mom."
"Sayang, kita pulang dulu yuk," ajak Dewa pada istrinya.
"Mom, kita pulang dulu ya."
"Iya sayang, hati-hati."
"Assalamualaikum."
"Waaikumsalam, sayang."
Setelah keduanya pulang kini tiba Lala datang bersama anak-anak panti yang selalu menyumbang pada mereka.
"La, mereka siapa?"
"Ini anak-anak panti asuhan, tante. Mereka ingin mendoakan Alex karena Alex yang selalu memberi tiap kali menang ke mereka."
"Astaga Alex, sini sayang. Duduk sini ya, doakan kak Alex cepet sadar dan sembuh ya."
"Ya Tuhan semoga kak Alex sembuh dan bisa bermain bersama kita lagi. Amien."
Kayla terharu apa yang dilakukan putranya untuk orang membutuhkan. Kini giliran Lala masuk ke ruangan Alex.
"Hai tampan, kapan kau sembuh. Aku merindukanmu, tahu nggak Papa mulai bsia berbicara sedikit dia juga mengatakan kalau kamu tak sadar juga, aku akan dinikahkan sama cowok lain. Kau dengar itu hah," ucapnya meneteskan air mata.
"Ya sudah kalau kamu nggak mau bangun, kita sudahi semua, kau menyebalkan."
Tiba-tiba tangan kekar mencegah Lala beranjak, Lala terkejut ternyata kekasihnya sadar dan tersenyum.
"Kau mau menyudahi apa hem."
"Alex hiks .. hiks.. aku cuma becanda. Kau menyebalkan kenapa tidurnya lama," ucapnya sesegukan memeluk.
__ADS_1
"Emang aku tidurnya berapa lama."
"Udah seminggu ini. Bentar aku panggil dokter."
Tak lama, para dokter dan perawat berlari ke ruang Alex, Kala ketakutan melihatnya namun tidak pada Lala malah senyum-seyum kayak orang gila.
"La, sabar. Mungkin Tuhan belum menjawab doa kita. Sabar ya sayang."
"Tante, Lala tak sedh. Lala bahagia, karena dia bangun tante."
"Apa, Alex bangun."
"Iihat itu Tante," La menunjukkan jika Alex sadar dan alat dibadan sudah di copot.
"Alhamdulilah ya Tuhan," ucap syukur Kayla sambil bersujud.
Setelah itu Dokter yang menangani keluar dri rauangan Alex.
"Maaf nyonya, saya ucapkan selamat tuan Alex sudah sadar nanti akan di pindah ke ruangan biasa."
"Alhamdulillah, makasih dokter."
"Sama-sama kami permisi dulu."
Kayla dan Lala masuk ke rungan Alex ,lalu memeluk putra bungsunya.
"Mommy bahagia kamu sadar, nak."
"Makasih doanya Mom."
"Mereka yang mencintaimu nak, makanya Tuhan menjabah doanya."
"Mommy tau jika ini semua karena-"
"Iya Mommy tahu yaudah kau diem aja."
"Mana Dady Mom?"
"Daddy ada urusan katanya."
Di tempat lain, Marvel beserta para anak buah sedang mengincar mobil seseorang yang membuat putranya melawan maut.
"Nanti jika sudah sepi hadang dari depan dan belakang, biar dia nggak bisa kabur."
"Siap tuan."
Tak lama, suasana sudah sepi dan mereka menyergap target dan membawa ke tempat Marvel di ruang bawah tanah.
Marvel yang baru saja tiba di ruang bawah tanah, disusul kemudian targetnya.
"Ini bos."
"Waw, sungguh menyedihkan kau hanya kalangan biasa tapi berani macam-macam dengan keluarga Baratawijaya."
"Siapa kau, dan kenapa saya di bawa kesini salah saya apa."
"Kau lihat ini."
Sebuah video balapan menunjukkan betapa jahatnya lelaki itu sengaja menabrak dari belakang. Wajah target itu seketika pias melihat video tersebut.
"Dan kau mengelaknya."
"Maafkan saya tuan, saya."
"Mau bilang tak sengaja. Cih basi."
"Kau perlu tau seorang curang tak akan saya maafkan. Apalagi menyangkut putraku."
"Ampuni saya tuan."
"Tak ada ampun buatmu, siksa dia."
"Siap bos."
Marvel berlalu dan keluar dari ruangan bawah tanah itu Alden puas bisa menemukan pelakunya. Ia bersiap ke rumahsakit melihat keadaan putranya saat ini.
Saat di depan ruang icu, ia melihat putranya sudah tak ada di ruangan itu. Ia panik dan mencari dokter.
"Dokter .. dokter."
"Mencari siapa tuan," seseorang dari belakangnya
__ADS_1