Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Seperti seabad


__ADS_3

Kayla girang bertemu Ega saat akan pulang, Kaypa bahagia ternyata sahabatnya satu kantor dengan suami.


.......


Pagi ini Marvel bersiap ke bandara di temani sang istri yang mengantar. Sejak keluar dari rumah, genggaman tangan Marv tak lepas pada istri tercinta sesekali ia mengecup mesra tangan istri. Leo yang melihat adegan keduanya membuat iri.


"Ehem, masih ada orang ini," celetuk Leo di sebelah Marvel


Marvel tak menghiraukan malah ia sengaja memamerkan kemesraan padanya, Leo geram lalu berpura-pura main ponsel. Ia mencoba menelpon calon istrinya gak juga diangkat malah makin kesal jadinya.


"Kasihan amat, calonnya masih mimpi," sindir Marvel tanpa melirik asistennya.


"Udah Vel, kamu suka sekali iseng sama dia."


"Habis daritadi kepo aja. Sayang, aku sebenarnya nggak sanggup berpisah lama. Tenang ya, aku akan segera pulang," ucapnya sambil membelai pipi sang istri


"Aku bakal merindukanmu Vel, sama anak-anak."


Tak lama, terdengar pengumuman tentang keberangkatan para penumpang.


Huh


"Dan saat ini tiba juga," desis Marvel ia memeluk lama istri dan mengecup area wajahnya


"I love you, aku akan kembali."


"Love you too," ucap Kayla sambil melambaikan tangannya pada suami


Marvel dengan berat hati menyeret koper bersama Leo sesekali ia berbalik memandang wajah cantik istrinya.


Kayla melihat pesawat yang di tumpangi suami dan Leo bersiap takeoff, tak terasa air mata menetes di pipi indahnya lalu ia mengusapnya.


"Aku bakal merindukanmu, Vel," batin Kayla


Saat ia akan kembali ke rumah, ia berpapasan dengan seseorang. Dan lelaki itu mendekat pada Kayla.


.......


Saat Marvel di pesawat ia merasakan akan ada hal buruk terjadi, entah apa itu. Ia berusaha tetap tenang mungkin karena ia terlalu berat meninggalkan istrinya jadi pikirannya tak karuan. Leo melirik sekilas sahabatnya mencoba menenangkannya.


"Kau tenanglah, semua pasti baik."


Marvel mengangguk dan ia mulai memejamkan mata agar pikirannya tetap fokus.


.......


Sedangkan di kediaman Marvel, babysitter Rara dan Riri kewalahan entah mengapa twin nggak mau maka kalau tidak ada Mommy nya. Rara pun menelpon Bebi untuk segera ke rumah melihat twin.


"Halo asslaamualaikum, nyonya. Saya Rara."


"Waalaikumsalam Ra, ada apa kau menelponku sepagi ini?"


"Begini nyonya, sudah dari jam 6 pagi nona Kayla belum balik ke rumah. Sopir pun juga belum balik. Saya khawatir pada nona, dan juga twin daritadi rewel pengen ketemu Mommy nya."


"Astaga, ya sudah. Aku segera ke sana. Assalamualaikum."

__ADS_1


"Waaikumsalam."


Bebi menutup telpon dan segera membangunkan suami yang masih di alam mimpi.  Bebi buru-buru naik dan menggoyangkan badan suami agar segera bangun.


"Dad, bangun. Ayo bangun," teriak Bebi hingga membuat Ben terlonjak kaget dan bangun


"Mami, ini di rumah bukan di hutan."


"Dad, ini urgent. Ayo cari Kayla dia belum balik dari mengantar Marv di bandara ini sudah jam 8 lo, sopir juga belum balik. Mami khawatir twin rewel juga."


"Apa!" Pekik Ben mebuat Bebi menutup telinganya.


"Ih kau malah ngalahin di hutan, ayo cepetan mandi cari Kayla. Mami mau kerumahnya nenangin twin."


"Iya- iya. Ini mau mandi."


Ben beranjak dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi sedangkan Bebi berganti pakaian tak lama keduanya sudah rapi dan turun ke bawah. Bebi dan Ben tak sempat saraan karena mereka terlau khawatir dan berpesan pada maid jika mereka ke rumah Marvel.


Hilda yang baru bangun dan ingin sarapan bersama suami dan putri kecilnya merasakan  sepi di ruang makan.


"Bik, mami mana kok sepi."


"Begini nona, tuan dan nyonya pagi jam 8 tadi buru-buru ke rumah den Marvel."


"Hah, ada apa kok seperti terjadi sesuatu."


"Makasih bik."


"Iya nona."


"Mending telpon Mami, aja sayang," suruh Raka


"Halo assalamualaikum Mi."


"Waalaikumsalam sayang, maaf Mami lagi ribet sama twin."


"Emang ada apa dengan twin, Mi. Kak Kayla mana?"


"Mami juga nggak tahu Hil, nanti kalau kamu udah nggak repot kesini aja. Daddy lagi nyari kak Kayla."


"Iya Mi. Ya udah asaalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Sedangkan di tempat lain tepatmya di bandara, Ben sudah mengerahkan anak buah dan kini ia baru menemukan keberadaan sopir yang berada di toilet dengan keadaan terikat.


"Pak, bangun."


"Tu-tuan. Maaf saya tadi tak bisa menjaga nona Kayla."


"Bagaimana ceritanya, kalian tak bawa bodyguard ke sini."


"Tidak tuan, saya tadi merasa ada yang bekap dari belakang dan setelah itu tak sadar lagi."


"Ya Tuhan, apalagi ini," ucapnya sambil mengusap wajah kasar.

__ADS_1


"Rudi minta cctv di bandara sekarang."


"Baik bos."


Setelah 10 mnit, Rudi sudah mendapatkan cctv. Ben dan Rudi menatap laptop dengan teliti dan nampak ada seseorang berbaju hitam menghampiri kearah Kayla dan mereka berjalan menuju keberangkatan New york.


"Brengsek, ini penculikan memakai hipnotis, Rudi. Bagaimana ini, cerita ke Marvel."


"Gimana kalau kita tutupi dulu dari Marvel, lalu kita mencari keberadaan Kayla melalu relasi bisnis di Newyork."


"Oke, semoga Kayla cepet ketemu."


Ben dan Bebi pun memutuskan menyebar berita kehilangan menantunya di New york pada relasi.  Setelah selesai ia mengantar sopir serta Rudi dan para bodyguard kembali ke rumah Marvel.


Sampai di sana, Bebi menghampiri suami yang nampak memijat pelipisnya di sofa.


"Bagaimana, Dad."


"Kayla di culik, terlihat di cctv dan menuju ke Newyork. Daddy heran siapa musuh mereka berdua hingga mengambil tindakan kriminal ini."


"Menantumu itu banyak yang suka Ga, gimana kalau kita selidiki siapa saja yang sempat menyukai menantumu itu."


"Bener juga ide kau. Mi, aku minta jangan cerita pada Marvel dulu. Biarkan dia menyelesaikan proyeknya barulah kita bicara sebari itu Daddy mencari Kayla."


"Baiklah, tapi kalau Marvel marah jangan salahkan Mami."


"Iya. Gimana twin udah tenang."


"Udah , tadi main sama Berlian jadi lupa."


"Syukurlah."


Di Kalimantan, Marvel dan Leo baru saja sampai di pemukiman kecil yang jauh dari kota dan minim signal. Ia mencoba untuk mengabari istri tapi tak bisa.


"Disini memang susah signalnya tuan," kata salah  satu warga setempat


"Astaga, huaaa. Lengkap sudah seminggu seabad."


"Sama Vel, mampus kalau dia sampek slaah paham, ab," keduanya saling berpelukan menangis haru beberpa menit keduanya  saling melepas pelukan.


"Idih aku masih doyan istriku, aduh najis," ucap Marvel mengusap badannya.


"Sama aku juga, geli aku. Udah minggir."


"Dasar asisten laknat."


"Aku duluan yang nemu kamar mandi ini."


"Udah-udah gantian mandinya, nak. Ini tersedia hanya satu dan lihat mereka juga ngantri."


"Apa!" Pekik keduanya sambil menoleh kebelakang


.......


Di sisi lain tepatnya di New york, seorang dokter spesialis bedah plastik tengah merubah wajah seseorang. Tak lama, dokter itu menghampiri seseorang di luar ruangan..

__ADS_1


"Sudahku laksanakan tuan."


"Terimakasih, ini bagianmu," memberikan sebuah cek pada dokter tersebut


__ADS_2