Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
CEO muda


__ADS_3

Pukul 6 sore waktu Singapura, keluarga Marvel malam ini mengadakan syukuran di kediamannya dengan mengundang 1000 anak panti asuhan. Syukuran itu di gelar megah karena ini adalah cucu pertama mereka. Marvel mengundang relasi pengusaha di Singapura serta kerabatnya yang berada  disini. Alex juga mengajak Lala untuk serta hadir di kediaman daddy.


"Kau cantik malam ini, La."


"Makasih tampan."


Tak lama acara syukuran di mulai, dengan doa dan selanjutnya makan bersama. Acara berlangsung selama 2 jam lamanya. Setelah acara Alex mengajak Kayla untuk jalan sebentar.


"Mom, Dad. Aku mau ajak jalan Lala dulu," pamit pada orangtuaya


"Yaudah hati-hati La, Lex," ucap Kayla.


"Iya Tante, Om."


Keduanya masuk mobil sport Alex keluaran terbaru, dan melajukan suatu tempat Dan perjalanan mereka lumayan jauh akhirnya sampai juga.


"Ini dimana Lex."


"Coba tebak."


Kaca mobil dibuka oleh Kayla sedikit dan terasa sejuk udaranya tak lama mendengar deru ombak. Seketika dia menjerit.


"Aw. Pantai," seru Lala.


"Kau suka."


"Em iya. Makasih Lex."


Cup


Reflek Lala mencium Alex membuat Si tampan bengong dan memegang pipinya serasa ada sengatan listrik di tubuhnya.


"Oh Tuhan , aku mimipi kah," ucap Alex dan menepuk pipinya sendiri.


Pluk


"Aw."


"Eh kamu ngapain, Lex."


"Eh nggak kok. Ayo kesana."


"Ayo."


Mereka berlarian macam anak kecil kejara-kejaran di tengah  malam hingga ada yang mengira ada pesta hantu karena mereka teka terlihat  sambil tertawa cekikikan.


"Astaga penunggu sini makin banyak aja," ucap orang yang  kebetulan lewat disitu dan berlari kembali ke mobil.


Sedagkan kedua sejoli itu berhenti sejenak, kali ini tatapan Alex berbeda ia memegang tangan halus Lala.


"La, aku minta maaf jika jujur padamu saat ini."


"Emang apa."


"Kau itu  aku  belum selesai ngomong udah di sahut aja."


"He ... maaf. Udah lanjut."


"Jadi aku udah mencintaimu, apakah rasa itu sama denganmu."


"Mau tau ya, atau mau tahu banget."


"Mau banget"


"Jadi aku."


"Duh tinggal jawab iya atau tidak, lama amat Kay. Keburu aku ubanan."


"Lucu dunk."


"Kay, aku serius."


"Iya aku juga serius cinta kau."


"Hah, apa. Aku nggak denger , coba kau ulangi."


"Nggak ada siaran ulang emang berita."


"Ih nyebelin banget sih kau," ucapnya mencubit hidung mancung kekasih bule nya.


"Jadi kita sekarang pacaran kan."


"Yoi, tapi aku pengen pacarannya yang wajar nggak boleh berlebihan. Kalau mau berlebihan  harus nikah dulu, kau mengerti tampan."


"Siap tuan putri."


"Udah yuk pulang, udah malem, besok juga kamu harus sekolah bukan."


"Yuk," Lala menggandeng lengan Alex.


Mereka kini sudah berada di depan rumah Lala.


"Sayang, aku pulang dulu. Besok kau sekolah bukan."


"Kayaknya nggak, aku akan menggantikan sementara di perusahaan bokap deh Lex."


"Oh gitu, ya udah nggak apa. Oh Papa mu gimana."


"Aku  akan membawanya ke New york, Lex. Aku pengen ketemu dokter sahabat Papa ada yang ahli katanya."


"Baiklah, besok pulang sekolah aku mampir ke kantormu."


"Oke. Bye."


"Bye."

__ADS_1


Alex melajukan mobilnya dan tak lama sampai di rumah mereka. Marvel yang akan ke kamar, melihat putranya baru saja datang  ia menghampirinya.


"Lex baru  pulang."


"Iya Dad.  Alex ke kamar dulu."


"Baiklah, selamat istirahat."


Alex bergegas ke kamar  dan segera meluncur ke alam mimpi. Di sisi lain, Lala mempersiapkan diriya esok untuk menjadi pengganti Papanya.


"Huh, semoga aku bisa."


Gadis cantìk bule itu pun segera menuju alam mimpi berharap esok lebih baik lagi, dan  Papanya bisa segera sembuh.


.......


Pagi ini si cantik sudah menjadi wanita karier menggantikan sementara Papanya selama sakit. Ia juga sudah ijin pada pihak sekolah dan disetujui. Lala begitu gugup  karena ini pertama kalinya ia menunjukkan siapa dirinya sesungguhnya.


"Bismillah. Semoga Papa cepat sembuh. Amien."


Gadis itu nampak cantik memakai setelan blazer warna hitam dan rok diatas lutut yang membentuk tubuh indahnya. Gadis itu sudah layak jika disebut ceo muda.  Lala turun dan saraoan di ruang makan. Setelah 15 menit, akhirya ia selesai. Ia bergegas ke rumah sakit terlebih dahulu sebelum ke kantor.


"Assalamualaikum Pa. Ini Lala. Lala mulai hari ini akan kerja di perusahaan Papa. Doain lancar ya Pa."


"Kau sangat cantik nak, semoga lancar  semuanya ya," batin Arya  sakit melihat putrinya.


harus melanjutkan perusahaan tanpa dirinya.


Lala mencium kening papanya dan tangannya.


"Lala berangkat dulu  pa, asslaamualaikum."


Lala pun melajukan mobilnya menuju kantor. Disana para karyawan menyambutnya ramah.


"Selamat pagi nona," sapa karyawan.


"Pagi."


Dan tak lama ada asisten Lintang datang menyambut ceo cantik nan muda itu lalu mengajak kelobby memberitahu pegawainya.


"Selamat pagi nona ,mari silahkan."


Tak lama asisten itu mulai berbicara.


"Selamat pagi  semua, saya asisten Lintang yang akan mendampingi ceo pengganti tuan Arya, dia adalah nona Lala. Silahkan nona sambutannya."


"Terimakasih. Selamat pagi semua, saya Lala Rahardian saya menggantikan Papa saya selama masih sakit dan mohon support dari kalian. Trimakasih."


Huuuu


Prok


Prok


"Iya jadi semangat kerjanya kalau kek gini."


Selanjutnya Lala naik ke ruangannya tepat dilantai 20 . Di situ sekretaris mulai membacakan jadwalnya hari ini. Tiba-tiba ada ketukan dari ruangan.


Tok


Tok


"Siapa?"


Lala mengerutkan dahi melihat siapa di balik bucket bunga lili tersebut.


Taraaaa


"Alex. Kau, dasar. Selamat sayang."


"Makasih, cantik bunganya."


"Kayak kau."


Dan ada deheman membuat keduanya tersenyum kikuk.


"Ehem. Nona saya permisi dulu,  mari tuan," Lintang keluar dari ruangan.


"Kamu nggak sekolah, Lex."


"Bolos emang, aku nanti mau lomba balapan."


"What."


"Hee maaf syang. Iti hobiku dulu  taoi hobi itu tak  bisa dhilangin. Jangan bilang Mommy Daddy, bisa di pecat aku jadi anaknya."


"Kenapa nggak bisa dihilangin."


"Karena hasil nya mau aku sumbangin panti asuhan, sayang."


Deg


Ucapan kekasihnya membuat ia terenyuh jika ia kurang beramal, dan ia merasa minder dengan kekasihnya  yang begitu mulia.


"Kamu kenapa yang, please jangan marah."


"Iya aku nggak marah, balapan itu dapat ijin atau tidak sayang."


"Iya nggak sayang, itu aku sama anak-anak yang emang pasti disumbangin sayang."


"Au takut, Lex."


"Hei, jangan sedih dunk. Aku bakal baik-baik aja. Kau datang ya kasih semangatin aku."


"Iya."

__ADS_1


"Yaudah, sekarang kau kembali kerja. Aku mau latihan nanti malam aku jemput kamu."


"Iya hati-hati Lex."


"Iya sayang, love you."


"Love you too."


Alex keluar dari ruangannya lalu Kayla kembali bekerja. Pukul 1 siang asisten Lintang mengetuk pintu untuk bersiap makan, lanjut meeting dengan perusahaan Baratawijaya grup.


Tok


Tok


"Iya masuk."


"Nona waktunya makan siang dan juga nanti setelah itu kita ada meeting di rerstauran, bagaimana sekalian di situ saja nona."


"Baiklah kau atur saja, baiknya gimana mbak."


"Siap nona. Mari."


Lala pun berjalan diikuti Lintang dia juga tak lupa menyuruh sekretarisnya untuk beristirahat sejenak.


"Mbak jangan lupa istirahat dulu.  Nanti lanjut lagi."


"Baik nona."


Asisten Lintang dan Lala pun turun di lobby, disitu ia menjadi pusat perhatian karena ceo perusahaan masih muda dan cantik.


"Eh man, aku makin betah di kantor nih."


"Tahu dah ada pemandangan indah."


"Iya dunk, cuci mata."


Lala selalu tersenyum jika berpapasan dengan para karawan kantor membuat semua semakin mengidolakan nya. Kini Lala dan asisten Lintang sudah di rssturan yag dituju. Lintang memesan makan untuk ceo nya itu. Setelah menunggu 15 menit akhirnya mereka berdua menyantapnya. Disela makan ada notif dari kekasihnya untuk mengingatkan makan.  Lala makin semangat mendapat perhatian kecil dari sang kekasih.


Beberapa menit kemudian Marvel dan Ronald datang di restaurant yang sama dan ia terkejut ada kekasih putranya.


"Lala."


"Om," Lala mencium punggung tangan Marvel.


"Kau makan disini."


"Iya Om, Om juga. Silahkan pesan  Om."


"Ehem, maaf tuan Marvel. Untuk meetingnya di mulai jam berapa."


"Astaga saya lupa. Kamu Lintang ya , lalu kamu dan dia," ucap Marvel bingung.


"Non Lala adalah  ceo kami, tuan."


"Apa! Bukannya tuan Arya."


"Tuan Arya sedang sakit tuan."


"Jadi kamu itu putrinya Arya, La."


"Iya Om."


"Astaga, bisa kebetulan sekali."


"Ehem, tuan apa tidak sebaiknya kita duduk dulu," ucap Asisten Ronald.


Marvel menepuk jidat dan menyuruh untuk duduk


"Om makan aja dulu, kita masih ada waktu kok."


"Iya La. Makasih."


Ronald dan Marvel pun memesan tak lama ada dering ponsel Marvel tertanda sang pujaan hati.


"Halo my love. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam my love. Udah makan."


"Ini mau makan sama cewek  cantik."


"Apa."


"Eits nggak usah ngegas lihat siapa nih."


Marvelpun beralih video call pada istrinya dan memperlihatkan siapa cewek itu, Kayla mau ternyata adalah Lala.


"Nah kan jadi nggak usah ngegas. Tahu nggak ternyata dia putri Arya."


"Hah, kenapa kebetulan gini."


"Daddy juga heran. Ya udah Daddy makan dulu, my love juga nanti lanjut ngobrolnya."


"Baik Daddy. Assalamualaikum."


"Waaikumsalam."


Marvel dan  Ronald mulai makan, selang beberapa menit keduanya selesai lalu mulai membicarakan proyek baru mereka.


Di tempat lain, Alex tengah latihan balapan untuk malam nanti.


"Lex udah siap semua."


"Oke sip."


Alex mulai mengendarai motor balapnya dan ada seseorang menghadangnya.

__ADS_1


__ADS_2