
Marvel membuka pintu ternyata Willi.
"Apa Wil, ganggu aja."
"Sorry ganggu, kau itu Vel kayak nggak ada tempat aja di sini iya juga."
"Duh berisik, ada apa kesini."
"Kita mau pamit, udah sore nih."
"Oke, turunlah dulu."
"Tapi jangan lama, loh."
"Iya-iya bawel banget kau."
Setelah Willi turun, Marv menutup pintu lalu mengajak istrinya turun.
"Kita pulang dulu, Vel."
"Yah sepi lagi."
"Kapan-kapan kesini lagi. Makasih gratisannya," Leo terkekeh
"Kalau urusan perut kau nomer satu."
"Kau emang sahabat terbaikku, Vel. Selalu mengerti aku."
"Udah ah geli aku, udah sana pulang. Aku juga mau pulang kok."
"Hadeh Marvsl, ngapain juga ngusir kita bege."
"Hahahahaha."
Semuanya pun keluar dari kafe, Marvel pamit pada karyawannya untuk pulang dan memberi tip.
"Makasih kak."
Marvel mengangguk dan menggandeng istrinya pulang, mereka berpisah di Kafe dan meluncur ke rumah masing-masing.
.....
Di kediaman Ben, saat Bebi melihat kalender, ia terkejut ada yang dilingkari. Dan ia ingat itu hari ulangtahun sepupu cantiknya. Dengan langkah cepat ia menghampiri suami yang ada di ruang kerja.
Tok
Tok
"Masuk."
"Sorry Dad."
"Sayang, kau kenapa ketuk segala."
"Takut ganggu kamu, Dad. Boleh masuk ngga."
"Udah masuk aja sayang, ada apa hem?"
"Dad, Hilda besok ulangtahun Mami lupa."
"Oh ya, Daddy juga hampir lupa."
"Maksudnya Dad."
"Daddy, udah nyiapin kejutan untuknya. Kau tahu meski dia hanya sepupu Marvel tapi seperti putri kita sendiri, semenjak saudara perempuanku meninggal bersama suaminya.
"Iya dad, kasihan ya, syukurlah. Aku kira Daddy juga lupa."
Ben jadi teringat adik kandungnya Marsella baratawijaya yang meninggal bersama suaminya. Ia menghela nafas berat dan mengikhlaskannnya.
"Tenang sayang, sudah beres semua. Tinggal bilang aja sama Marvel dan Kayla."
"Ya udah kau lanjut lagi kerjanya, Dad. Mami akan mengabari yang lain."
"Baiklah, tapi tak ada hadiah untuk Daddy yang ingat."
"Nanti aja seperti biasa," ucapnya sambil mencium jauh genit
Ben menggeleng kepala gemas pada istrinya. Lalu, ia melanjutkan kembali kerja agar bisa menyerang istrinya nanti malam.
Di balkon, Bebi mencoba menelpon Marvel namun tak juga diangkat.
"Kemana tuh anak ya. Masak iya jam segini lembur," gerutu Bebi
__ADS_1
Setelah mencoba ketiga kalinya, akhirnya bisa juga tersambung.
"Halo assalamualaikum Mi."
"Waalaikumsalam Vel, kemana aja sih."
"Maaf Mi, Marvel tadi tidur capek."
"Eh istri hamil jaga diserang mulu. Kasihan baby mu."
"Iya-iya. Ada apa Mami telpon."
"Besok kalian datang ke acara ulang tahun Hilda, Daddy mau kasih kejutan. Herannya malah Daddy yang ingat Mami aja lupa."
"Hahhahaha, berarti Mami mulai tua."
"Apa! Kau ngatain Mami tua. Mau Mami makan hidup-hidup kau," canda Bebi pada putranya
"Sorry Mami sayang, cantik tak ada duanya," rayuan Marvel.
"Ya udah kasih tahu temanmu yang lain biar rame, Vel."
"Siap Mami, acaranya di rumah kan."
"Iya, di rumah lebih akrab kan suasananya."
"Bener kata Mami. Ya udah, assaalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Marvel enutup telpon dan beralih mengirim pesan ke para sahabatnya.
"Guys, besok dateng ya. Ke acara adik ku ulang tahun.. ingat .. ingat. ting. Kadonya nggak usah mahal."
Begitulah isi pesan yang Marvel kirim via chat group.
Tak lama, pesan pun di buka para sahabat dan dibalas.
"Waw, asyik makan gratis lagi," Leo
"Hadeh, makin gendut aja kau Leo gratisan mulu," Willi
"Bodoh amat."
"Eh biar bocil, tapi tak kalah sama kita-kita ya cantiknya," celetuk Lala
"Percaya deh, anak sultan."
"Eh kau Van, ghibah mulu. Itu tuh ya saudaramu," Ega
"Aduh doi nya siapa sih berisik banget kayak tetanggaku bawa panci," Revan
"Ih beb, aku dikatain nih," Ega merengek pada Leo.
Yang direngek ternyata tak keluar di permukaan, seketika Revan mengatainya.
"Hahahhahaha, lihat doi mu tenggelam, Ga."
"Duh kau itu memang menyebalkan, Van."
"Udah honey, jangan digoda mulu sahabatku, mau nggak aku jatah hah," Lala pada Revan
"Jangan dunk honeyku."
"Eh yang ngundang mana nih, main ngilang aja."
"Tahu ah, udahan yuk. Aku ngantuk."
"See you."
"See you too."
Chat group diakhiri dengan semua pada masuk ke alam mimpi.
Esoknya tepat hari minggu, Hilda masih anteng di mimpinya. Hingga ketukan dari pintu kamarnya membuat ia terlonjak kaget dan jatuh dari atas ranjang.
Bruk
"Aw, sial banget aku."
Hilda bangun pelan-pelan karena badannya terasa sakit saat jatuh tadi. Dengan perlahan ia berjalan tertatih dan saat membuka pintu ternyata Dira.
"Kakak."
__ADS_1
"Hai, pagi cantik," sapa Dira senyum ceria
"Pagi juga kakak cantik."
"Boleh masuk."
"Tentu saja, mau apa kak. Aku masih ngantuk nih."
"Aduh anak perawan kok molor mulu. Ayo mandi nanti ikut kakak."
"Kemana."
"Udah nggak usah bawel, nanti juga tahu. Udah ya buruan mandi."
"Iya kak."
Setelah menunggu 20 menit akhirnya muncul juga.
"Sini kakak dandanin ya."
"Loh kenapa kak."
"Udah diem nggak usah protes. Kayak emak-emak kompleks aja kamu."
Hilda pun menuruti perkataan kakak angkatnya. Setelah setengah jam berkutat di depan cermin akhirnya selesai juga.
"Kau cantik sekali, Hil."
"Emang dari orok kak," Hilda percaya diri
"Hadeh, mulai deh. Udah yuk sekarang turun."
"Baiklah."
"Eits tunggu."
"Apalagi kak."
Dira memakaikan penutup mata pada Hilda dan setelahnya barulah keduanya turun tangga. Dira menuntun Hilda hingga berada di depan kue yang tinggi dan berlambang princes. Dan hintungan mundur.
3
2
1
Penutup mata di buka oleh Dira dan Hilda terkejut ada kejutan diri ulang tahunnya, ia ternganga hingga menutup mulut tak percaya. Sontak semua bernyanyi lagu ulangtahun untuk Hilda. Hilda terharu mereka mengingat hari spesialnya.
Tak lama, acara tiup lilin dan potong kue dilakukan, Hilda memberikan potongan kue pertama pada Mami.
"Ini untuk Mami, makasih udah jadi Mami terbaik untukku."
"Sama-sama sayang."
"Dan ini untuk Daddy. Makasih udah ngelindungi
kita sampai saat ini."
"Sama-sama sayang."
Acara berlangsung lancar dan kesekian lagi, Hilda dan Raka bertemu.
"Kau."
Marvel mengernyitkan dahi melihat adik dan sahabatnya saling kenal.
"Kau kenal dia Hil," tanya Marvel memastikan
"Nggak," ucap ketus Hilda
"Ya udah kenalin, ini temen kakak namanya Raka."
"Hem."
Raka tersenyum miring melihat tingkah Hilda, ia menyadari jika gadis kecil itu masih labil. Ia berjalan mendekat sambil memberikan kado kecil untuk Hilda.
"Selamat ulang tahun, anak kecil," bisik Raka membuat Hilda kesal
Raka kembali pada sahabatnya berkumpul kembali, sedangkan Hilda penasaran kado apa yang di bawa Raka. Ia berjalan cepat dan mengunci kamar tersebut.
"Apaan ini," ucapnya
Dan saat membuka kotak kecil, ia melihat kalung liontin berlian. Ia tersenyum geli sendiri melihatnya, ia menaruh kalung itu di tempat tersembunyi lalu turun menemui teman-temannya. Dan di bawah, ia mencari-cari sahabatnya namun tak bertemu, malahan ia melihat Raka mengobrol dengan perempuan lain. Entah mengapa ia sakit hati melihatnya.
__ADS_1
"Dasar menyebalkan."