
Kayla masuk ke dalam rumah, lalu Bebi duduk sebelahnya. Tak lama, Ben turun dan menghampiri mereka.
"Malam, dad," sapa keduanya kompak
Bebi melihat keduanya menahan tawa, Ben mengrinyitkan dahi memandang keduanya seperti ada yang tak beres.
"Ada apa Vel, Daddy merasa suasananya dingin banget seperti kulkas," ucapnya menyindir halus pada putranya sambil merangkul mesra istri.
Di saat Marvel akan menjawab, Kayla lebih dulu berbicara.
"Menurut Mami pilih terbuka atau berbohong."
Ben dan Bebi saling pandang, mendapat Pertanyaan dari menantinya, Ben tersenyum lalu menjawab.
"Ehem, Daddy boleh bicara dulu sebelum Mami, Kay."
"Boleh, Dad."
"Baiklah begini, Kay. Kalau menurut Daddy, keterbukaan hal yang utama apalagi menjalin hubungan spesial. Itu adalah jiwa kesatria bukan pecundang," ujar Ben sambil menatap penuh arti pada putranya.
Marvel semakin gugup mendengar ucapan Daddy, ia nampak gelisah lalu mengutarakan isi hatinya.
"Dad, Marvel tak pernah bohong."
"Eh siapa yang bilang kamu, Vel. Sebenarnya ada apa ini?" Ben sengaja memancing Marvel.
"Em, Sella kembali ke sekolah yang sama dengan Marvel. Marvel udah bilang pada Kayla kita sudah putus dan Marvel juga tak ada perasaan apapun, Mi, Dad."
Arga menatap putranya tak ada kebohongan, Saat akan berucap tiba-tiba terdengar seruan.
"Assalamualaikum," ucap Dira dan Lia tapi mereka tak sendiri.
"Waalaikumsalam, nak."
"Dad, kita bawa siapa hayo, tara," seru Dira
"Assalamulaikum, Om, Tante," sapa Sella tersenyum manis.
Semua terkejut atas kedatangan Sella di tengah mereka terlebih, Marvel menggeleng kepala pelan, kesal. Di saat ia ingin berdamai dengan istri, malahan si biang kerok datang tak diundang.
Kayla menatap suami menunduk tapi tidak dengan Sella tersenyum manis, Kayla ada ide buat ngerjain calon pelakor tersebut.
"Hai Sel," sapa ramah Kayla
Semua melongo, sungguh di luar dugaan. Mereka kira Kayla bakal marah ternyata malah bersikap biasa.
"Hai, kalian ternyata di sini ya. Maaf ya, tadi aku tak sengaja ketemu Dira dan temannya di mall. Ya udah aku mampir ke sini. Hai, Vel."
Yang di sapa tak menengok sama sekali ia malah memasang wajah kesalnya dan berucap.
"Sel, lebih baik kau pulang. Kau buat moodku hilang, ngerti," bentaknya berlalu mengajak istrinya ke kamar.
Sella geram dengan sikap Marvel semakin dingin dan lebih menyukai gadis tomboi itu, ia akan berusaha lagi mendapatkan hatinya.
Bebi yang tak enak atas ucapan putranya segera minta maaf.
"Sel, maaf sikap Marvel dan tadi itu Kayla istrinya. Tante hanya saran saja untuk menghindari fitnah juga demi kebaikan bersama, lebih baik jaga jarak saja ya. Tante ini tak marah, hanya tak ingin menantu dan putra tante salah paham, kau mengerti kan, nak," tutur lembut Bebi pada Sella
Sella akhirnya mengangguk dan berpamitan segera.
"Kalau begitu, Sella pamit Tante, Om, Dir dan Lia. Maaf mengganggu."
"Tak apa sayang, lain kali kau ke sini ajak teman ya."
"Baik Tante. Sella permisi, assalamulaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah Sella pulang, Lia dan Dira menyalami kedua orangtuanya lalu duduk di dekat mereka.
"Sayang, kenapa dia diajak ke sini."
"Dia pengen banget ke sini, Mi."
"Lain kali cari alasan ya, kasihan Kayla. Takut fitnah."
__ADS_1
"Siap Mami."
"Tapi kita salut sama kak Kayla, masih tenang."
"Itu hanya sementara sayang," ucap Ben
"Maksudnya Dad."
"Hati siapa yang tahu terlihat tenang di depan namun di belakang. Kalian mengerti kan."
kedua gadis itu mengangguk kompak
"Oh ya, Lia mnginap Mi , nggak apa kan."
"Iya,nggak apa."
"Ya sudah kita istirahat ya, Mi," ucap kedua gadis itu.
"Baik sayang."
Nadira dan Lia masuk ke dalam kamar, sedangkan Ben masih asyik berduaan dengan istrinya.
"Sayang, kau tahu aku makin cinta sama kau."
"Mulai deh gombalnya."
"Beneran sayang, kau sungguh bijak."
"Sama denganmu Dad, udah ah kita istirahat yuk," ajak Bebi ke kamar
"Siap sayang, buat adek ya," goda Ben
"Apaan sih, ingat umur."
"Hei sayang, aku masih bisa buat kamu tak keluar dari kamar lo."
Bebi tak menggubris suaminya yang asyik berceloteh, di sisi lain kedua sejoli baru saja selesai aktifitas ranjang panasnya. Marvel mencium kening istrinya, lalu ia ikut tertidur karena merasa capek.
"Hanya kamu sayang, yang mampu meluluhkanku," batin Marvel bahagia bersama sang istri
Dikamar lain, Dira curhat pada Lia.
"Lia, tadi pas aku mau ke toilet nggak sengaja bertabrakan sama makhluk nyebelin."
"Siapa, Dir?"
"Nggak tahu aku kak, hanya saja ia berdasi aja."
"Mukanya."
"Seumuran dengan kak Marvel sepertinya. Tapi rasanya pengen mencabik mukanya."
"Emang dia ngapain kamu hingga marah banget sama dia."
"Ya dia nggak minta maaf bilang gini, "Dasar gadis bodoh."
"Nah gitu kak, sebel tahu," ucapnya sambil mengerucutkan bibir.
Sontak Lia tertawa terpingkal-pingkal mendengar curhatan sahabatnya. Ia pun merangkl sahabatnya.
"Nyebelin malah ketawain aku," ucapnya kesal
"Uluh-uluh ... ngambek. Lalu aku harus bilang apa hem?" tanya Lia sambil menahn tawa.
"Terserah. Udah ah mending aku tidur," ucap Dira menarik selimut
Di kamar Marvel, ia terbangun saat ada dering ponselnya.
"Halo, siapa," ucapnya ketus
"Ketus amat bos, ini aku Raka."
Marvel mengucek matanya lalu melihat kontak ternyata sahabatnya di SMP.
"Oh sorry, Ka. Aku kira tadi temenku iseng. Kau apa kabar?"
__ADS_1
"Kabarku baik, Vel. Aku sekarang di kota mu. Bisa kesini nggak, bosen nih."
"Yang bener kau di sini."
"Iya nanti alamatnya aku kirim. Buruan aku tunggu."
"Oke."
Marvel menutup telponnya dan beralih pada istri ia mengecup kening dan beranjak dari ranjang. Saat akan berjalan menuju ke kamar mandi, Kayla memanggil.
"Vel," panggil kayla
"Ada apa sayang, hem. Masih kurang yang tadi," goda Marvel mengulas senyuman.
"Apaan sih, oh ya Vel, besok aku mau sekolah. Aku mau melindungi dari ancaman pelakor."
"Iya sayang. Udah ya aku mandi, mau ketemu temen, kamu juga ikut lo sayang."
"Oke, aku siapkan pakaianmu."
Marvel bergegas membersihkan diri bergantian istrinya, setelahnya mereka turun maka malam bersama. Saat di ruang makan, Ben dan Bebi tersenyum menyambut.
"Daddy, kira kalian tak akan makan bersama," ledek Ben pada keduanya
"Kita makan dunk, Dad. Laper tahu," ucap Marvek seraya menarik kursi untuk Kayla.
"Oh baguslah."
"Mi, para gadis panggil tumben belum turun."
"Siap Dad."
Saat Bebi beranjak dari kursi dua makhluk cantik sudah mendatangi mereka.
"Maaf semua, telat."
"Ini bikin perut keroncongan."
"Apaan, pasti kakak baru ke sini ya, kan."
"Udah-udah mau makan tidak. Kalau masih ribut sana di luar, Daddy mau makan."
Seketika mereka berdua diam lalu mulai makan malam bersama. Setelah 15 menit, Marvel dan Kayla berpamitan pada orangtua dan pada adiknya.
"Dad, Mi, Dir dan Lia. Kita mau pulang ya."
"Udah baikan kan," tanya Bebi sambil menatap keduanya bergantian.
"Kita nggak berantem kok, Mi," elak Kayla
"Hati-hati kak."
"Iya."
"Ya udah sana, hati-hati pulangnya."
"Iya Mi."
"Kau jaga istrimu, Vel," ucap Ben
"Siap Dad, Assalamulaikum."
"Waalaikumsalam."
Marvel dan Kayla masuk mobil mewah menuju apartemen milik Raka yang sudah di chat sebelumnya. Tak sampai setengah jam, mereka sudah berada di apartemen mewah. Kayla turun bersama Marvel, ia melihat sekeliling terihat mahal. Dia berpikiran apakah teman suaminya sekaya Marvel. Dan saat sudah di depan apartemen milik Raka, Marvel mulai memencet bel.
Tintong
Tintong
"Oh halo Vel. Apa kabar," peluk Raka
"Kabarku baik, kau beda."
"Apanya tetap sama Raka yang dulu, oh ya siapa nih," tunjuk Raka menatap cewek cantik di sebelahAlden.
__ADS_1