Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Berkunjung


__ADS_3

Raka berjalan menyenggol lengan Marvel yang tertawa namun tak berlangsung lama, karena Kayla menjewernya agar tak iseng. Sedangkan Raka memilih tidur di sofa ruang tamu. Bebi dan yang lain menghela nafas berat melihat kelakuan Hilda mengusir suaminya sendiri.


Pagi nya, Hilda bangun pagi sekali dan membangunkan suaminya.


"Kak, bangun."


"Emmm, astaga," ucap Raka terkejut ada Hilda di depannya.


"Kamu pikir aku hantu, ayo bangun."


"Ada apa sayang."


"Ayo mandi, aku mau kerumah Bunda Sarah. Ayo."


"Hah, tumben."


"Udah ah, ayo buruan. Awas aja uler keket ikut lagi."


"I-iya, nih bangun."


Raka pun mengikuti istrinya menuju kamar membersihkan diri segera. Selesai ritual mandinya mereka bersiap untuk ke rumah Bunda Sarah.


"Udah semua, sayang."


"Udah kak."


Mereka keluar, Hilda menggendong Berlian yang masih terlelap dalam mimpi indahnya.  Saat sampai di ruang makan, Raka dan Hilda menitip pesan karena Mami dan Daddy belum bangun.


"Bik, kita titip pesen Mami dan Daddy jika ke rumah Bunda Sarah, ya," pamit Hilda.


"Baik non, nanti bibik sampaikan. Hati-hati."


"Iya bik, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Sepanjang perjalanan, Raka menyuruh Hilda untuk tidur karena perjalanan masih lama. Dan kini mobil mewah mereka tak terasa sudah di depan rumah Bunda Sarah. Raka segera membangunkan istrinya.


"Sayang, ayo bangun."


Hilda menggeliat dan menoleh, melihat sekelilingnya. Ia terkejut ternyata sudah sampai tempat bunda.


"Oh my god, akhirnya kita kesini lagi kak," ucapnya girang.


"Kau seneng sekali sayang."


"Iya, aku kangen sama Bunda. Nanti aku mau minta sambel jengkol ah buatan Bunda."


"Apa!" Pekik Raka.


"Ih apaan sih kak, lebay banget. Ayo turun, duh Berlian daritadi tidur mulu."


"Sini, biar kakak aja yang gendong."


Rak pun mengambil alih gendongan Hilda pada buah hatinya yang berumur  dua tahun. Mereka turun dari mobil lalu berjalan  mengetuk rumah Bunda Sarah.


Tok


Tok


"Non Hilda dan den Raka."


"Assalamualaikum bik."


"Waalaikumsalam, ayo masuk non, Den. Saya panggil nyonya dulu."


"Makasih bik."


Tak lama, muncullah dari tangga ada Sarah mengulas senyuman.


"Bunda, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam nak. Apa kabarnya?"


Hilda dan Raka menghampiri dan mencium punggung tangan waniita paruh baya itu.


"Alhamdulillah baik Bun, Bunda bagaimana?"


"Baik nak, kamu makin cantik sayang."


"Cuma Hilda aja yang di tanyain," Raka cemburu.

__ADS_1


"Aish, kamu itu Ka. Gitu aja ngambek. Kau gimana kabarnya, Ka?"


"Baik Bunda. Bunda kita nginap beberapa hari disini boleh kan. Katanya Hilda rindu banget sama Bunda."


"Iya silahkan nak, Bunda malah seneng. Eh Berlian udah besar, sini Bunda gendong."


Sarah mengambil alih Berlian, balita itu nampak masih nyenyak dan tak lama terbangun juga.


"Mami."


"Eh bangun kamu sayang. Ini lihat sama siapa kamu?"


"Oma."


"Iya sayang, turun ya. Kasihan Oma capek."


"Oma apa kabalnya?"


"Baik sayang, duh pinternya. Kamu mau nggak nanti ikut Oma ke klinik."


"Mau Oma."


"Sip, nanti mandi dulu ya."


"Iya Oma."


"Lebih baik kalian makan dulu nak barulah istirahat. Biar Berlian sama Bunda."


"Baik Bun."


.......


Di sisi lain, Marvel bersiap ke kantor. Dia melihat istrinya  masih setia meringkuk dibawah selimut, tak tega membangunkan.


Cup


"Aku berangkat dulu sayang."


Saat akan turun ada panggilan telepon dari salah satu anak buahnya.


"Bos, ada kabar jika Revi meninggal dunia."


"Innalillahi wainnabilahi rojiun."


"Baik bos."


Marvel buru-buru turun dan  menelpon Leo.


"Halo Leo kau cari tahu tentang keberadaan Jason di New york."


"Siap. Oh ya Revi gimana, Vel."


"Udah ke surga."


"Apa!"


"Kau mau buat aku tuli."


"Sorry-sorry. Maksudnya gimana."


"Dia meninggal, barusan aku di kabari."


"Oh gitu, ya udah aku cek dulu Jason."


"Oke thanks."


Hanya 10 menit, Leo sudah menemukan jejak Jason. Dia pun segera menghubungi Marvel


Sedangkan Marvel kini tengah di dalam perjalanan menuju kantor, ia mendengar ada panggilan segera menepi.


"Halo, ada apa Leo."


"Yang kau minta sudah ketemu, dia masih di New york dan hari ini dia akan melakukan operasi pada kakinya."


"Oke, kau kirim anak buah kesana jangan biarkan ia kabur, nanti sore kita berangkat."


"Hah ,kita ke new york."


"Iya, emang enapa?"


"Yah, jauh sama istri."

__ADS_1


"Ah lebay."


"Kau juga sama."


"Tapi aku masih bisa profesional."


"Ah terserah deh lo. Udah dulu aku mau ngabarin ayang beb."


"Cih."


Marvel menutup telpon lalu mengemudikan kembali mobil menuju kantor. Di sana ia seketika menuju ruangan, ia mencari tahu tentang Jason, apakah benar masih di New york.


Dan ada bunyi telepon tanpa ia tahu siapa penelpon.


"Halo, ada apa?"


"Ih nyebelin banget sih, ninggalin aku masih tidur."


Marvel mengerutkan dahi melihat kontak penelpon yang tertera, ternyata istrinya.


"Eh sayang, maaf aku kira Leo."


"Makanya dilihat siapa yang nelpon, nanti bawain rujak ya."


"Siap sayang, tapi aku nggak bisa nganterin ke rumah."


"Hah, kenapa kamu mau kemana hem."


"Aku ada kepentingan di New york, jadi maaf ya nggak bisa sama kamu  sayang Mungkin dua hari aja di sana, selesai aku pulang."


"Huft, ya sudahlah."


"Jangan marah sayang."


"Iya, yaudah buruan  pesenin sekarang aja ya. Aku lagi pengen banget loh."


"Iya sayang, love you beibeh."


"Love you too."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Marvel menutup telpon lalu memesan yang diinginkan istrinya. Tak butuh lama pesen sudah terkirim pada si empunya. Kayla mengirim pesan jika pesenanya sudah sampai.


"Makasih sayang aku."


"Ih gemes aku sama kamu, yang, bikin mupeng aja," Marvel senyum-senyum nggak jelas sendiri membuat Revan dan Leo terkekeh di abang pintu. Marvel merasa ada  orang, ia menoleh dan  benar ada Revan dan Leo menertawakannya.


"Sialan kalian. Ngapain."


"Bos kita mulai agak eror, kayak jatuh cinta aja."


"Emang iya."


"Wah bos nggak ada akhlak, kita aduin sama nyonya bos."


"Eh kamvret aku jatuh cinta sama istriku sendiri, emang aku apaaan. Taubat ya taubat masak iya di ulangi. Kau tahu sendiri siapalagi yag bisa buat aku gila selain Kayla.


"Tahu dah. Nanti pesawat nay jam 3 sore. Emamg jadi kah," tanya Leo memastikan.


"Iya dunk, ngomong aja berat."


"Kau sungguh teganya ...  teganya dirimu," Leo menepuk jidat.


"Alay kau itu Leo, mentang-mentang pengantin baru. Dan Revan nggak usah ikut kasihan calon istrinya nyari. Kita cuma dua hari  disana."


"Apa, lama amat."


"Lama bagimu, aku biasa aja."


"Kau pengantin lama sedangkan aku baru itungan jari."


"Terima aja atau kau kehilangan pekerjaan."


"Eh kalian mau ke luar negeri atau mau debat," Revan menggeleng kepala heran.


"Dua-duanya," ucap kompak Marvel dan Leo.


Di luar, tepatnya Newyork.

__ADS_1


"Anda harus tenang tuan, jika tidak maka nyawa anda taruhannya."


"Baik dok."


__ADS_2