Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Reflek


__ADS_3

Marvel sungguh terkejut ternyata ceo dari store YA adalah perempuan yang pernah menimpuknya pakai sandal saat di pantai. Tanpa menghampiri ia menyeletuk.


"Kau lagi, emang kau beneran ceo Store YA," tanya Marvel seakan meremehkan.


Kayla ingin menendangnya saat ini pada suaminya itu.


"Sepertinya anda meremehkan status saya sebagai ceo dari Store YA."


"Saya hanya bertanya, apa salahnya."


"Nggak ada, oh ya ini saya mengajukan proposal menjalin kerjasama dengan perusahaan anda, tuan."


"Saya Marvel,  saya sudah menikah dan punya anak.


"Em, sesungguhnya saya tak ingin mendengar keluarga bahagia anda."


"Terserah mau dengar atau tidak, yang penting sudah saya ceritakan jadi jangan coba mencuri pandang pada saya," ucapnya sambil membaca proposal


Alexa melongo dengan perkataan Marvel yang terkesan cuek dan dingin itu, tanpa menunggu lama, Alexa berpamitan.


"Oke, bagaimana selanjutnya tuan."


"Tunggu esok, saya akan pelajari ini."


"Terimakasih," ucapnya mengulurkan tangan


Tapi Marvwl tak membalas padahal, ia ingin memegang tangan suami yang ia rindukan. Alexa terseyum kikuk lalu ia keluar dari ruangan Marvel.


"Permisi."


Saat Alexa keluar dari ruangan Alden, ia meneteskan air mata yang ia tahan sejak tadi. Ia mengusapnya lalu pergi dengan hati sakit.


Nampak dari jauh ada Ega melihat Alexa menangis.


"Kenapa wanita itu menangis," batin Ega bertanya sendiri


Ega pun masuk ke dalam ruangan Marvel untuk minta tanda tangan sekaligus bertanya nantinya.


Tok


Tok


"Masuk."


"Eh kamu Ga, ada apa?"


"Ini aku di suruh minta tanda tangan manager."


"Kenapa kamu, bukannya dia. Nanti setelah ini kau suruh dia kesini."


"Oke. Oh ya tadi ada perempuan cantik siapa? Aku lihat dia menangis keluar dari ruanganmu."


"Kau melihatnya."


"Iya tapi tak sengaja saat aku mau ke sini."


"Dia ceo Store YA."


"Waw, keren sekali, Vel. Deketin dia aja Vel, sapa tahu kamu cocok."


Seketika Ega mendapat sorotan tajam dari Marvel, semenjak Kayla tak kembali hatinya pun tak mau menerima siapapun. Tertutup sudah karena di hatinya hanya untuk Kayla, dia percaya suatu saat ia akan bertemu istrinya kembali.


Waktu pun tak terasa sore menjelang, Marvel bergegas pulang karena merindukan twins. Hari-harinya hanya ia gunakan untuk twins dan juga kerja sepanjang hari. Pria itu nampak kesepian, sahabat maupun keluarga sudah berapa kali membuat marvel kembali ceria namun tetap gagal.


Saat dalam perjalanan pulang, sekilas melihat sosok tak asing. Marvel berhenti sejenak dan  menatapnya dari spion nampak perempuan itu tengah melihat mesin mobilnya.


Sedangkan Alexa mencoba menghidupkan mesin namun tak bisa, ia kesal menendang ban mobil.


"Aw, sial. Banget sih."

__ADS_1


Marvel melihat kelakuan perempuan itu segera ia turun dan menghampiri.


"Hei, kau itu bodoh ya. Mobil mogok nggak panggil tukang servis, malah nendang."


"Aku nggak ada langganan, ini pertama kalinya aku tinggal sini."


Alden tersenyum miring lalu menelpon orang bengkelnya.


"Halo, bisa ke jalan xx, ada mobil mogok warna merah."


"Baik bos."


Alden menutup telpon lalu membritahu Alexa.


"Saya sudah baik hati panggil tukang bengkel buat benerin ini, jadi kamu harus membayarnya."


"Hah, berapa?"


"20 juta."


"Apa!" pekik Alexa


"Kalau nggak mau, ya sudah."


"Iya-iya besok aku akan bayar ke kantormu, thanks."


"Oke, saya tunggu."


Marvel pun berlalu meninggalkan Alexa sendiri, Kayla sungguh teriris hatinya saat suami sama  sekali tak mengenalinya.


"Brengsek! ini semua karena pria sialan itu," Kayla berteriak sambil mencakar wajahnya karena berubah asing.


Di mobil, Marvel nampak tersenyum tipis melihat tingkah laku perempuan itu yang mencakar wajahnya sendiri.


Di tempat lain, Ega, Willi, Revan, Lala dan Leo sedang nongkrong pulang kerja untuk menghilangkan penat.


Uhuk ... uhuk


Leo seketika tersedak minuma lalu Ega memijat tengkuknya dan memberikan air.


"Huh, kau bilang  apa beb. Jangan ngasal aku tadi tak lihat."


"Masa iya Marvel hamilin anak orang," Lala berkomentar.


"Siapa yang bilang La, aku cuma bilang cewek itu nangis bukan hamil."


"Oh iya ya."


"Lalu, kau sudah  tanya pada Marvel siapa itu," Willi introgasi.


"Katanya ceo Store YA ."


"Waw, ceo. Jangan bilang terpukau pada Marvel dan Alden membentaknya," Revan


"Tahu ah."


"Duh, beb. Cerita nya yang jelas dunk. Lalu kau bilang apa sama Marvel."


"Aku malah kena seprot karena nyaranin deket sama tuh cewek."


"Uluh... uluh kesayangan ku di semprot bos."


"Udah, nggak lucu."


"Tapi aku melihat perempuan itu seperti tak asing, dari cara jalannya,"  ucapnya nampak berfikir.


"Kau sampek segitunya mengamati orang, Ga," celetuk Revan


"Calon peramal, hahhahhaa," Willi terkekeh

__ADS_1


"Sialan kau, Wil."


Mereka pun berlanjut mengobrol hingga pukul 7 malam, mereka berulang kali mencoba mengajak Marvel namun seperti biasa jawabannya sibuk.


Paginya, Marvel berangkat pukul enam karena jam 7 pagi ada meeting bersama group store YA tentang pengajuan kerjasama nya. Tak butuh lama, ia sudah  berada di kantor. Saat ia akanh masuk ruangannya ia terkejut, Ada wanita sudah di depan ruangannya dia adalah Alexa.


"Kau. Kau tidur di sini hingga sepagi inai baubdah di depan ruangan ku."


"Ehem, disiplin adalah visi saya jadi bhaaàà harga itu."


"Sialan tuh cewek, beraninya menyindirku," batin Marvel tak terima.


Marvel membuka pintu ruangan lalu menyuruhnya masuk.


"Masuklah, silakan duduk."


"Thanks."


Sekilas tatapan Marvel mengarah ke leher Alexa, segera Alexa yang menyadari di  pandang, ia tutupi kerahnya.


"Em sorry. Mohon tunggu asistenku bentar lagi datang," Marvel gugup salah tingkah sendiri.


"Oke."


Tak lama terdengar ketukan dari pintu, nampak Revan dan Leo baru saja datang.


"Pagi nona, tuan," sapa keduanya


"Pagi."


"Ehem, mari kita mulai meetingnya bos."


Meeting berlangsung sekitar dua jam, setelahnya Alden memberikan keputusannya.


"Setelah saya baca dan cermati semua. Saya terima kerjasama dengan anda."


"Hah, yang bener," Alexa kegirangan


Cup


Alexa seketika mencium pipi Marvel dan  semua terkejut , Alexa gelagapan pada Marvel.


"Em, maaf tuan. Saya reflek."


Namun yang dirasakan Marvel beda dan ini yang ia rindukan pada sosok istrinya yang hilang.


"Pergilah," usir Marvel ketus


"Saya permisi tuan, mari."


"Mari nona," ucap kompak Revan dan Leo.


Alexa keluar ruangan dan menonyor dahinya sendiri akibat main cium suami bikin mupeng kan jadinya. Dia juga gugup kembali saat bertemu Marvel seperti pertama mencintainya dulu.


Sedangkan Marvel  tak sadar ia mengelus bekas ciuman Alexa, kedua sahabat nampak senyum-senyum melihat kelakuan Marvel.


"Ehem, falling in love."


Marvel sadar lalu berubah masam lagi wajahnya menatap kedua sahabat laknatnya.


"Udah sana balik."


"Oke-oke. Tapi kalau suka jangan di tahan bro."


"Sialan kalian."


Saat keduanya akan pergi dari ruangannya ia menghentikan langkah mereka.


"Cari info sedetailnya wanita itu."

__ADS_1


__ADS_2