
Marvel dan Kayla pergi menemui Twins dan tepat para anak-anak membubarkan diri. Twins melihat ada Mommy dan Daddy sontak berlari menghampiri.
"Mommy, Daddy."
"Hai sayang, gimana sekolahnya hem."
"Asyik dan seru Mom, Dad. Kita belajar banyak nyanyi juga menggambar."
"Waw, kalian bisa," Marvel.
"Bisa dunk, Dad."
"Ya sudah kita ke rumah Oma, Opa yuk."
"Loh kok kesana sayang," tanya Kayla bingung.
"Hilda ada syukuran. Dia hamil lagi."
"Apa!" Pekiknya
"Sayang, nanti suami mu tampan ini tuli gimana."
"He ... sorry sayang. Ya udah sana yuk."
"Yuhu."
Sampai di kediaman Ben, twins buru-buru turun karena ingin bermain dengan Berlian. Dua gembul itu sangat lucu lari dan saat akan sampai keduanya terjatuh terguling sungguh menggemaskan jika orang melihatnya. Marvel dan Kayla menahan senyum lalu menghampiri keduanya.
"Aduh Mommy."
"Eh anak cowok nggak boleh cengeng."
"Siap Mommy, Arthur anak kuat. Ayo Sha, kita balapan lagi."
1
2
3
"Yuhuuu, serbu. Oma, Opa" teriak duo gembul memebuat semua menatap kearah nya
"Kalian ngapain teriak-teriak Kayak di hutan," Ben gemas mencubit pipi Arthur.
"He .... Opa. Kami pulang sekolah langsung sini lo."
"Pantes kamu lucu Arthur kelihatan buletnya wajahmu."
"Ah Opa, malah meledek Arthur."
"He ... maaf. Ayo sana itu Berlian main disitu."
"Makasih Opa."
"Assalamualaikum Dad," salam Marvel dan Kayla.
"Waalaikumsalam. Ayo masuk."
Di ruang keluarga nampak rame, Kayla ikut bergabung dengan yang lain. Namun Marvel berpamitan.
"Dad, aku balik dulu ke kantor nanti kesini lagi tadi cuma nganter mereka dulu."
"Oke, kamu hati-hati."
"Al, kamu nggak mau makan dulu, nak," ucap Bebi.
"Nggak Mi, udah makan tadi. Makan ati."
Seketika Marvel di pelototi oleh Kayla semua tertawa melihat keduanya ada saja tingkahnya.
"Ya udah Vel, pamit. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Kayla mengantar suaminya hingga di halaman rumah.
__ADS_1
"Kamu belum makan kan, Vel."
"Udah kok sayang."
Tiba-tiba..
Kruk
"Bunyi apaan tuh."
"Suara ringtone."
"Udah nggak usah ngeles aja. Mau tahu nggak dapet jatah sebulan."
"Iya-iya ngancem suami mulu. Udah ya aku balik, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam. Hati-hati."
Marvel mengacungkan jempol lalu mengendarai mobilnya keluar dari pintu gerbang utama.
Setelah melihat suaminya berangkat, Kayla masuk dan bergabung kembali. Di sana ada Dira kebetulan libur kuliah juga libur kerjanya.
"Dir, kamu libur," tanya Kayla.
"Iya kak, kebetulan banget bisa ikut gabung sini."
"Kamu kan satu kampus denganku kan."
"Iya kak , kenapa kak lupa kalau kita sekampus."
"Iya hahahhaa, habisnya aku vakum lama banget. Kau ketemu Riska nggak teman kelasku dulu."
"Ketemu, dia sering nanyain kakak. Aku jawaban lagi hamil lagi jadi di rumah. Aku suruh main katanya dia kerja belum ada waktu."
"Oh gitu yaudah nanti aku hubungin dia ajak ke sini. Lalu kamu sama Willi kapan nyusul kita. Bulan depan Revan sama Lala loh."
"Nanti deh kak, aku masih fokus kuliah sama kerja. "
"Tapi kamu juga harus tau perasaan Wilii, kakak saranin aja. Kamu menikah tapi tetap rayakan kalau mau. Biar ada hiburan kalian udah waktunya loh. Apa ada yang mengganjal dihati."
"Dir, kalau udah ada niatan mending segera dilaksanakan. Rejeki ada yang mengatur karena statusmu di keluarga ini makanya kamu begitu, hem."
Dira mengangguk lalau Kayla memeluknya. Apa yang dikatakan oleh Kayla memang benar karena dia hanyalah anak adopsi yang kebetulan dijalanan. Jika ingat itu ia hanya bisa menangisinya.
Bebi terkejut saat putrinya tengah menangis karena baru kali ini ia lihatnya. Buru-buru mendekatinya.
"Sayang, kamu kenapa hem."
"Eh Mami, enggak kok," ucap Dira sambil tersenyum ke arah Bebi.
"Kamu nggak pandai bohong, sayang. Ada apa katakan."
Saat akan mengatakan Kayla sudah mendahuluinya karena ia tak tega dan ingin keljasan Dira di mata Mami Bebi.
"Itu Mi, sejujurnya Willi ingin menikahinya tapi dia mengulur karena ketakutan status nya di keluarga ini."
"Dira, kamu ngomong apa sayang. Kami ini orangtuamu jangan berfikir yang tidak-tidak. Kami menyayangimu, mulai besok kamu harus tinggal disini jika menolak, jangan pernah injak lagi kaki mu di rumah ini, kamu mengerti sayang," peluk Bebi sambil mencium kening putrinya.
"Makasih Mami, Dira beruntung punya orangtua kayak Mami dan Daddy."
"Iya sayang, udah ya. Kamu kalau udah mau menikah terima ajakannya, nggak salah bukan. kalian udah dewasa dan udah waktunya."
"Baik Mi, makasih atas semuanya."
Hilda yang baru saja dari taman melihat saling berpelukan mengerutkan dahi.
"Acara apaan ini kok pake pelukan segala." celetuk Hilda.
"Aih kau ngagetin aja, Hil. Dimana Berlian?"
"Dia masih sama Daddy dan twins."
"Oh ya udah, kalian makan dulu ya terutama bumil makannya paling bayak."
"Wah nyindir kita nih kaka," ucap Hilda tak terima.
__ADS_1
"Hahha baper dia. Udah sana makan nanti biar twins Mami yang ambil kan makan."
"Siap Mi."
Tak terasa waktu sudah menujukkan pukul 5 sore, Marvel mengajak Revan dan Leo agar ke rumah utama.
"Eh asisten laknat ayo iku aku," ajak Marvel pada keduanya.
"Dasar bos gila, kau itu ngajakin kita apa nggak berantem."
"Dua-duanya."
"Dasar sinting. Ada acara apa emang."
"Hilda hamil lagi."
"Apa!" Pekik keduanya membuat Marvel menutup telinganya.
"Sialan kalian emang, mau buat aku budek apa."
"Gila, Hilda masih kecil kayak peternakan aja."
"Itu subur, bukan peternakan."
"Apa bedanya , kalau tiap tahu buat mulu."
"Udah-udahlah bahas peternakan. Mau ikut nggak."
"Iya dunk makan gratis."
Ketiga pria tampan itu turun ke lobby dan meluncur ke kediaman Ben. Sampai disana mereka terperangah dengan dekorasinya.
"Gila, syukuran orang kaya kayak gini ya."
"Apaan sih kalian."
Mereka berjalan kembali masuk ke dalam rumah, Leo terkejut ternyata Ega ada disini juga.
"Loh sayang, kapan kamu kesini. Kenapa nggak bilang."
"Udah di chat tadi kamu, tapi nggak bales ya udah aku kesini aja bareng Lala."
"Mana Lala, Ga," tanya Revan.
"Itu sama twins."
Dan satu pandangan yang mencuri perhariannya bidadari tak bersayap sungguh menawan di malam hari ini. Ia sungguh ingin menerkamnya sekarang juga. Ia mengulas senyum lalu memeluk istrinya dari belakang.
"Kau semangat menggodaku, sayang."
"Ih apaaan sih sayang, lihat nih dilihat banyak orang."
"Biarin, ini cara ku agar tak menerkammu."
"Lebay. Udah lepas, aku gerah nih."
"Iya-iya sayangku. Aku mau ke atas dulu, mandi."
"Oke."
Tak lama, ada seruan di pintu rumah.
"Assalamualaikum. Kayla."
Kayla menoleh saat namanya di panggil, ia tersenyum saat tahu yang datang tepat itu adalah.
"Riska. Ya ampun, aku tak percaya kau ada di sini Ris."
"Aku kangen banget sama kamu loh, Kay."
"Tadi di jemput bodyguardmu."
"Siapa yang nyuruh jemput, ya."
"Aku."
__ADS_1
Ucap seseorang dari belakang mereka berdua.