Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Mengakui


__ADS_3

"Sayang, kenapa teriak."


"Kami merindukan Mommy, hiks ... hiks."


Cup ... cup


"Jangan nangis dunk, sayang. Mommy nggak akan pergi lagi."


Kayla menenangkan kedua buah hatinya yang memang  merindukannya selama dua tahun ini.


"Udah ya, nggak boleh nangis dunk," ucap Marvel membelai keduanya.


"Ada permintaan nggak buat Mommy dan Daddy, hem."


"Apa akan dikabulkan Dad."


"Diusahakan pasti."


"Kita mau adek," ucap kompak keduanya


"Apa!" Kompak Marvel dan Kayla


Sha dan  Arthur cekikikan melihat keterkejutan orangtua mereka.


.............


Waktupun berganti malam hari, keluarga besar Baraawijaya dan Wijaya telah merayakan kebahagiaan atas kembalinya Kayla dan mengadakan pesta resepsi pernikahan Marvel dan Kayla. Mereka juga gak lupa berbagi pada seribu anak yatim piatu di Indo agar merasakan kebahagiaan yang sama.


Di kamar pengantin


"Sayang," sapa Marvel melihat istrinya masih dirias sungguh ia terpesona dengan kecantikan Kayla.


"Bentar lagi, Vel."


"Baiklah aku tunggu."


Sembari menunggu istrinya selesai dandan, ia bermain ponsel dan tak lama ada dering dari salah satu bodyguard.


"Halo, ada apa?"


"Bos, wanita itu terlihat di bandara penerbangan ke New york."


"Blokir semua penerbangan. Dan bawa wanita itu di ruang bawah tanah."


"Siap bos."


Kayla melihat raut wajah Marvel berubah ia pun menggodanya.


"Jangan marah aja, nanti ketampananmu hilang, sayang."


"Apa kau ini mencoba menggodaku, hem."


"Sedikit agar tak cepat tua."


"Nah sudah selesai nona, tuan."


"Terimakasih."


"Baiklah bidadariku, mari kita tampil dihadapan semua."

__ADS_1


Kayla menggandeng lengan Marvel penuh habga, kostum mala hari beda dari biasanya. Mereka memakai baju serba hitam dan sepatu cats yang terbilang santai  namun tetap menawan. Marvel memakai kemeja hitam dan dalaman kaos, Marvel menggunakan celana jeans robek tak lupa sepatu cat hitam putih sedangkan Kayla menguncir tinggi rambut panjangnya dan menyisakan sehelai rambut di bagian samping kanan depan wajahnya, ia juga memakai dress selutut hitam dan bagian bahu agak terbuka ia juga memakai sepatu cats hitam. Mereka sengaja di acaranya memakai baju seperti itu karena ingin beda dan temanya dan acara pun dadakan keduanya memilih yaitu rock n roll.


Saat keduanya berjalan diatas red carpet membuat semua irang terpuku dengan penampilan mereka bak abege. Semua bersorak ruh dan tepuk tangan. Sesaat keduanya juga menyanyi serta berdansa.


"Aku begitu mencintaimu sayang, tak ada yang bisa menggantikan posisimu dengan yang lain."


"Aku juga mencintaimu Marvel, sangat."


Dan para sahabat yag lain, ikut berdansa bersama pasangannya. Setelah acara itu berlangsung selama 4 jam. Kini,  bagian penutup mempelai memberikan waktunya untuk sejenak berdoa agar senantiasa diberi kebahagiaan serta rejeki lancar. Dan serang ustadz memberikan sedikit wejangan untuk mempelai dan doa untuk semua. Tak lama keluarga Baratawijaya berbagi kebahagiaan pada anak yatim piatu.


...........


Esoknya, Marvel bergegas ke luar dari kamar untuk membalaskan dendam pada seseorang.  Kayla  yang baru saja bangun meraba disampingnya gak ada suami, ia seketika membuka mata dan melihat keberadaan suami. Dan di lihatnya ada sebuat kertas diatas nakas.


"Sayang, kalau makan nggak usah nunggu aku.  Aku ada urusan sebentar mengurus lalat kecil."


Begitulah kira-kira isi dari pesan kertas Marvel untuk Kayla.


Kayla tersenyum lalu ia beranjak dari ranjang untuk membersihkan diri. Sedangkan di sisi lain Marvel bersama Revan,  Leo bersiap mengerjai Revi. Ketiganya kini berada di tempat arena latihan tembak.


"Aku sudah tak sabar buat ngerjain wanita sialan itu."


"Sama, aku juga udah gatal," Leo menyeringai


Tatapan ketiga pria itu yang biasanya konyol dan tampak berwibawa namun hari ini mereka nampak ingin memburu mangsa.  Dan beberpa bodyguard datang membawa cewek sialan itu dengan di tutup wajahnya. Bodyguard menyuruhnya diduukan di tengah arena penembakan.


"Waw, akhirnya kita bia bermain, Vel."


"Buka penutup wajahnya," suruh Marvel pada bodyguardnya.


Saat penutup wajah di buka, Revi terkejut ada tiga orang pria tampan namun tatapan mereka ingin menerkam mangsa.


"Cih, jangan harap. Sekarang mari kita selesaikan ini sekarang."


Alden mengeluarkan pistol lalu bersiap menembakkan di depannya.


"Sekarang kau akan tahu rasanya di siksa."


Dor


Dor


Dor


"Aaaaa."


Alden menembakkan sengaja tidak tepat di pelipis Revi, sengaja menakuti wanita ular itu.


"Vel, please ampuni aku," Revi ketakutan sambil terisak


"Minta ampun pada Tuhan, bukan sama aku. Kau tahu gara-gara kau dan Jason aku kehilangan kebahagiaanku. Sekarang kau rasakan juga. Come on bro, silahkan giliran kalian," Marvel memberikan pistol pada Leo


"Kau tau, wanita ular. Aku udah lama nggak pegang alat ini. Jadi rasanya gatal banget, oke bersiap menerima peluruku."


Dor


Dor


"Hahhahaha kau lucu sekali," Leo menertawakan raut ketakutan Revi

__ADS_1


"Nah sekarang kau, Van. Nikmatilah,"  Leo menyerahkan pada Revan.


"Thankyou sob, lihatlah permainanku, kau pasti suka," Revan menyeringai.


Sebuah peluru di tembakan tepat daitas kepala Revi.


Dor


"Aaaa."


Dor


"Tolong, stop kalian! Aku mengaku jika memang aku dan Jason yang merencakanakan semua Agar aku bisa bersamamu Vel, dan juga Jason bisa bersama Kayla."


"Brengsek, kau itu hanya sampah. Apa kau lupa itu hah? Dasar nggak tahu diri."


"Lihatlah wania ular apa yang bisa aku lakukan padamu."


Marvel mengeluarkan sebilah pisau kecil dari saku jasnya, dan ia tersenyum menyeringai dan berjalan mendekati tempat Revi. Sebilah pisau kini siap menggores berada di wajah mulus Revi berlenggok-lenggok. Revi sungguh ketakutan, ia sudah seperti tawanan yag akan di siksa. Alden menggores wajah Revi hingga tercecer darahnya.


"Aarghh."


"Vel, please lepaskan aku,"  mengiba pada Marvel


"Hahahhahaha mimpi."


"Enak sekali kau."


.


"Udah vel, lanjut," ucap Leo lanjut tak mendengar


Saat akan melanjutkan tembakannya terdengar berdering telepon dari sang istri.


"Iya assalamualaikum sayang."


"Waalaikumsalam, Vel. Kok kamu lama, lagi dimana sih."


"Lagi sama Leo dan Revan ngurus lalat kecil, sayang. Apa kau merindukanku sehingga harus menelpon."


"Sangat, cepatlah kembali. Asslaamulaikum."


"Waalaikumsalam."


Semua kagum pada sosok Marvel, sifatnya sama dengan Daddy Ben, jika sudah berurusan dengan keluarga terutama istri pasti dia jadi jinak. Revi yang sedari tadi mendengar percakapan Antara Marvel dengan Kayla.  Ia sungguh menyesal saat tau keduanya tak mungkin dipisahkan dan meski pisah mereka tetap abadi bersama.


Marvel berjalan dan menarik dagu Revi.


"Dengar ya iblis, kita belum selesai."


"Come on Leo, Revan, kita bersih-bersih dulu. Oh ya Bodyguard, jangan sampai dia kabur atau nyawa kalian yah taruhannya.


Sejenak ketiga pria tampan itu sudah selesai. Marvel menyuruh kepada kedua sahabatnya kembali ke kantor sedangkan Marvel meluncur ke hotel tempat ia menginap dan saat resepsi. Sampai  disana ada suara rintihan dan ia berjalan menghampiri suara tersebut dan ternyata dekat ranjang ada istrinya.


"Sayang, kau kenapa."


"Aw sakit, Vel," Kayla memegangi perutnya


Alden panik

__ADS_1


__ADS_2