
Kedua pasang pengantin itu lantas berhenti seketika dan bersembunyi. Namun para mempelai wanita keduanya tak ikut sembunyi malah mengambil senjata di balik gaun mereka.
Dor
Dor
Semua terkejut dibalik anggunnya mempelai wanita tersimpan rahasia besar keduanya, yang jago bela diri dan menembak.
"Waw, paket lengkap. Udah cantik, pintar, jago bela diri," ucap salah satu undangan yang suka pada keluarga Baratawijaya.
Sedangkan Ben menggeleng kepala heran melihat cucunya, Arthur dan Dewa hanya menonton aksi para istrinya, membuat Ben kesal akhirnya menjewer keduanya.
"Aw, Opa."
"Apa hem, mau marah."
"Kalian hanya menonton saja. Menyedihkan."
Tak lama, perkelahian mereka selesai. Semua bersorak saat dua pengantin wanita berhasil melumpuhkan lawannya. Saat kedua mempelai laki-laki menghampirinya, para istri melengos dan berlalu menuju pelaminan.
Alex melihat dua pengantin itu di marahi si empu, tertawa terpingkal-pingkal.
"Hahhahahaha, rasain emang enak."
Dari belakang ada sahutan membuat Alex menelan ludah kasarnya.
"Siapa yang kau ketawain, Lex," tanya Marvel.
"Eh Daddy. Maaf, Alex hanya tertawa sendiri."
"Kau itu mulai gila. Besok Daddy akan membawa ke psikiater."
"Hah, Daddy. Alex hanya bercanda."
Marvel tak menggubris omongan Alex, Alex mengejar Daddy nya agar tak di bawa ke psikiater.
Acara resepsi pernikahan akbar, twins itu berlangsung meriah dan megah, mereka tak lupa mengundang anak panti asuhan dan juga berbagi pada anak jalanan.
...........
Di tempat lain, musuh bersiap untuk membunuhnya juga menghancurkan keluarga Baratawijaya. Mereka balas dendam atas apa yang di lakukan pada putrinya Sasa.
"Aku akan membalas dendam, untukmu, Sa."
.........
Di tengah kebahagiaan sepasang pengantin baru itu, terselip duka datang dari keluarga Reyhan atau lebih tepatnya Papa dari Kayla. Sudah seminggu lebih, Ferry masih belum sadar akibat penyakitnya diabetes. Para keluarga berharap akan ada keajaiban. Dewi sang istri, sangat terpukul hingga beberapa kali pingsan saat ia mengingat suami masih melawan penyakit dan tak kunjung sadar.
Kayla mengajak keluarganya agar tak kembali ke Singapura agar bisa menemani Reyhan.
"Pa, ini Kayla. Cepetlah sadar. Papa tak kangen Kayla, Kayla janji bakal di sini terus menemani Papa," ucap Kayla mengecup tangan renta Papanya yang mulai terlihat kurus akibat penyakitnya.
Marvel tak tega melihat istrinya rapuh segera menghampiri dan memberi dukungan.
"Sayang, kau harus sabar dan berserah diri. Doakan yang terbaik untuk Papa."
Kayla mengangguk dan menggenggam tangan suaminya.
Beberapa saat pintu ruangan di ketuk pertanda ada yang datang, saat dibuka ternyata para sahabat Kayla dan Marvel datang menjenguk.
"Hai sob, apa kabarmu."
"Kami baik , Wil. Kau sendiri gimana."
"Sama alhamdulillah baik, mana twins dan Alex."
"Mereka di rumah, kalian ke rumah saja."
"Iya nanti kita mampir, oh ya gimana papamu, Kay."
"Masih belum ada perkembangan apapun. Doakan yang terbaik untuknya."
__ADS_1
"Kita doakan cepet sembuh ya."
"Amin."
Satu jam lamanya mereka berada di sana dan akhirnya berpamitan pulang.
"Kita balik dulu ya," pamit Willi, Dira, Lala, Revan, Ega dan Leo.
"Makasih ya udah jenguk."
"Iya sama-sama sayangkuh. Kapan kalian balik ke Singapura."
"Nggak tahu La, aku masih mau di sini nemenin Papa."
"Sabar ya, Kay," Lala memeluk bergantian Ega.
Setelah kepulangan para sahabat, kini berganti sahabat Ferry, ada orangtua Marvel dan juga orangtua Willi menjeguknya.
"Hai sayang," sapa Bebi pada Kayla.
"Hai Mami, Daddy."
"Gimana udah ada perkembangan."
"Belum ada Mi, Dad."
"Yang sabar ya, Kay," ucap Hesti mengelus bahu Kayla.
"Makasih tante."
"Oh ya Dewi mana, sayang," tanya Bebi pada menantunya.
"Mama di rumah, Mi. Kayla tak tega kalau kesini, Mama selalu pingsan."
"Astaga, doakan yang terbaik untuk Ferry," ujar Willi.
"Besok ke rumah, aku akan mengadakan doa bersama untuk kesembuhan Ferry," tutur Ben.
"Eits, tak boleh lama peluknya," Matlrvel posesif.
"Hahhahhaa, Bapak sama anak satu set," celetuk Roy.
Bebi dan Kayla tersenyum geli melihat tingkah Suami dan mertuanya tak berubah meski sudah tua.
Esoknya, para keluarga Ferry dan Baratawijaya mengadakan doa bersama di kediaman Baratawijaya dan mengundang anak panti asuhan. Doa bersama di mulai pukul 6 pagi oleh seorang ustadz ada sekitar 4 ustadz bergantian melantunkan ayat suci. Sampai pada acara yang di tunggu, doa bersama pukul 6 sore. Para sahabat Marvel dan Kayla serta putra-putri mereka berdatangan ikut mendoakan , tak lupa para sahabat Bebi dan Ben.
Setelah doa bersama di rumah Ben, tiba-tiba ada telpon dari Kayla.
"Assalamulaikum, Dad."
"Waaikumsalam Nak, ada apa."
"Alhamdulillah Dad, Papa udah sadar dan sekarang mau dipindahin ke ruang rawat."
"Alhamdulillah."
"Makasih Dad, atas doa bersamanya."
"Sama-sama. Udah sana temani Papamu."
"Iya Dad, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Kayla menutup telpon tapi tiba-tiba ada telpon dari putra bungsunya Alex.
"Siapa Mom."
"Alex. Bentar Dad, aku akan mengangkatnya."
Keluar dari ruangan itu, Kayla mengangkat telpon.
__ADS_1
"Halo assalamualaikum Lex."
"Waalaikumsalam Mom."
"Alex ,ada apa nak?"
"Mommy, kapan balik ke Singapura. Besok ada tanding basket di sekolah Mom."
"Ya udah kamu pulang aja dulu sama Daddy mu. Nanti Mommy bicara sama Daddy."
"Baik, terimakasih Mom. Assalamulaikum."
"Waalaikumsalam."
Kayla menutup telpon dan masuk ke dalam ruangan kembali.
"Dad, kamu kapan balik ke Singapura."
"Aku masih tak tahu, sayang. Aku kan bisa dari sini kerjanya. Emang ada apa?"
"Itu Alex ada tanding basket. Dia pengen balik."
"Oh gitu."
"Hanya itu jawabannya, jadi mau nggak nemenin Alex pulang, kasihan Dad."
"Tapi Mom, aku kesepian kalau nggak ada kau."
"Ih lebay Dad. Kita itu udah tua, bentar lagi punya cucu tapi tingkah semakin menjadi jadi."
"Biarin."
"Dad, kalau kamu nggak nemenin Alex, tidur di luar," ancam Kayla membuat Marvel bergidik ngeri.
"Iya-iya."
"Nah gitu dunk itu namanya lelaki."
Di tempat lain, Alex sedang bersiap besok pagi karena akan balik ke Singapura karena sudah mendapat pesan dari Mommynya. Setelah selesai mengepak, ia segera mencuci muka dan memejamkan mata agar esok bisa aktifitas kembali.
Dan tak terasa sudah pukul 5 pagi, Alex buru-buru bangun dan membersihkan diri. Sekitar 15 menit, ia sudah terlihat tampan dan rapi. Ia memakai hoodie hitam dan tas turun kebawah.
Di bawah ada Daddy nya sudah siap.
"Pagi Dad," sapa Alex ceria.
"Seneng amat kayaknya."
"Iya dunk Dad, ke sekolah lagi."
"Cih, ada maunya."
Alex tersenyum geli lalu mulai berpamitan pada Opa Oma nya sesudah sarapan bersama.
"Opa, Oma, aku balik ke dulu ya."
"Iya nak, kamu jaga diri baik-baik. Sekolah yang bak, jangan main-main dulu."
"Baik Opa, Oma."
"Marvel juga Mami, Daddy."
"Iya Vel, jangan berantem."
"Siap."
"Assalamualikum."
"Waalaikumsalam."
Sepanjang perjalanan Alex senyum-seyum tak jelas, Marvel mengerutkan dahi dan mencoba menempelkan tangannya di dahi Alex.
__ADS_1